Sekelumit tentang Bendung Katulampa

0
Kenampakan Bendung Katulampa
🙁 “Bulek, Bendung Katulampa itu yang suka bikin Jakarta banjir yaa?”
opens in a new window)😊 “Husssh, bukan si Katulampa yang bikin banjir Jakarta Thole. Bendung Katulampa hanya berfungsi untuk pemantauan ketinggian air sebagai peringatan banjir dan penyaluran irigasi.”

 

Siapa yang tak kenal “Bendung Katulampa”? Primadona yang akhir-akhir ini sering dikunjungi dan menjadi background foto jaman now, juga selalu disebut-sebut dan dikambinghitamkan setiap kali banjir melanda Jakarta. Bagaimana tidak? Saat air di Bendung Katulampa mulai meningkat, Jakarta langsung dikabarin bakalan dapet kiriman banjir. Buru-buru people jaman now berkunjung dan mencari spot terbaik di sekitar Bendung Katulampa untuk diupdate ke akun sosmednya. Namun sebagian besar dari mereka masih salah paham soal si Bendung Katulampa ini yang katanya hobi bikin Jakarta banjir, mengira bahwa si Bendung berfungsi sebagai pengendali banjir dengan menahan air Sungai Ciliwung.

Lagi lagi masalah banjir Jakarta. Pengendalian banjir di daerah Jakarta memang memerlukan usaha yang sangat keras, mengingat kondisi geologinya yang merupakan daerah cekungan dan kondisi hidrologinya yang sangat rentan terhadap genangan karena dilewati oleh banyak sungai dari bagian hulu. Sungai Ciliwung contohnya, salah satu kontributor yang cukup signifikan untuk banjir di Jakarta.  Selain itu, perubahan tata guna lahan juga telah terjadi baik di daerah hulu maupun hilir di sepanjang sungai-sungai yang melewati Jakarta. Yang dulunya lahan kosong beralih fungsi menjadi pemukiman, perumahan, dan gedung. Lahan kosong ditanami bangunan, tak ada lagi tempat untuk air meresap ke tanah.

Posisi Katulampa dalam DAS Ciliwung

Sistem Informasi Dini

Salah satu upaya untuk menanggulangi banjir di Jakarta adalah pembangunan Bendung Katulampa. Si Katulampa ini berfungsi sebagai sistem informasi dini terhadap bahaya banjir sungai Ciliwung yang akan memasuki Jakarta. Ingat!! Sebagai sistem informasi dini, bukan penahan air Sungai Ciliwung.

Di Katulampa, aliran Sungai Ciliwung dari catchment Puncak dipecah menjadi dua, yakni (1) ke Sungai Ciliwung menuju Kota Bogor – Kabupaten Bogor – Depok – Jakarta serta (2) ke Kali Baru Timur yang berfungsi untuk pengairan (irigasi). Pada awalnya, selain untuk sistem peringatan dini banjir, Bendung Katulampa dibangun untuk irigasi sawah. Irigasi ini juga dimanfaatkan untuk air baku sejumlah perusahaan serta pasokan air ke Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Namun, fungsi irigasi Bendung Katulampa bisa dikatakan sudah berakhir akibat punahnya areal persawahan di Bogor dan Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, si Bendung Katulampa ini memiliki empat pintu penguras dan lima pintu irigasi dengan lebar bendung 82,5 meter dan tinggi mercu dari dasar bendung 2,5 meter. Kondisi si Bendung Katulampa ini juga masih kokoh lho, meskipun dibangun sejak jaman Londo (zaman Belanda).

Menurut sejarah, Bendung Katulampa mulai dioperasikan pada tahun 1911. Namun, sudah mulai dibangun sejak tahun 1889. Si Katulampa ini dibangun setelah Jakarta (dulu namanya Batavia) dilanda banjir besar pada tahun 1872. Banjir saat itu dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Ciliwung. Bangsa Londo ini membangun bendung di Katulampa dengan tujuan untuk mengukur debit air Ciliwung yang akan mengalir ke Batavia. Hal itu dimaksudkan sebagai semacam sistem peringatan dini agar kemungkinan banjir bisa diketahui dan diantisipasi para pejabat tinggi pemerintahan Hindia-Belanda. Namun, tujuan lain pembangunan infrastruktur pengairan di Bogor bagian timur itu adalah untuk keperluan irigasi.

🙁 “Waadduuuh, jadi banjir Jakarta itu sudah terjadi  sejak jaman Londo ya Bulek?”
😊 “Iya Thole”

Leave a Reply