Teknologi : Bukan “Disruptor” tetapi “Enabler”, Memberdayakan

4

Saat ini banyak yang merasa banyak sekali perubahan terjadi akibat perkembangan tehnologi yang sangat pesat. Diantaranya banyak yang merasakan perubahan ini mengancam dirinya, mengancam pekerjaannya. Dan orangpn mulau tergagap-gagap ketika tiba-tiba saja merasa tidak diperlukan keahliannya.

Kartu Tol dan Transportasi Online

Seperti layaknya perilaku alam yang selalu memngarah pada tingkat penggunaan energi yang paling efisien.

Salah satu contoh adalah penggunaan kartu tol yang menghilangkan peran penjaga tol. Seolah-olah tehnologi mengakibatkan pengangguran. Sering dianggap sebagai contoh adalah transportasi online (GoJek, Uber, Grab Bike) yang dianggap mengancam transportasi umum. Dan akhirnya departemen perhubunganpun tergagap-gagap mengatur tarif hingga perijinannya. Tapi tahukah anda bahwa yang akhirnya terganggu dengan adanya transportasi motor berbasis online ini justru salah satunya dunia perbankan ? dan yang diuntungkan adalah kuliner dan warung-warung makanan.

Transportasi Online ini sebenarnya mengisi kekosongan dalam penyelenggaraan sistem transportasi. Ya karena mereka lebih mudah, lebih murah (efisien), lebih cepat walaupun dari sisi keamanan masih perlu diperbaiki karena sejatinya motor itu bukan untuk transportasi. Tapi sisi keselamatan ini justru tidak menjadi persoalan utama yang dibahas dalam kebijakan transportasi.

Fakta yag kita lihat sebenarnya terjadi adalah munculnya berbagai kemudahan. Mudah mendapatkan makan siang tinggal nelpon GoFood. Mudah mendapatkan barang karena di genggaman kita dapat belanja kebutuhan kabel listrik, sekaligus membeli buah-buahan, buku, pinsil dan juga mie aceh sebelah rumah. Semua barang dateng hampir berbarengan dihari yang sama dan semua dibayar dengan harga lebih murah, juga kembaliannya ga perlu pakai permen (yg bikin sakit gigi) walau harga tertulisnya dengan bilangan tujuh belas rupiah.

Jangan berpikir berkreasi itu untuk mengalahkan.

Jadi bukan disrupsi yang terjadi, tetapi pemberdayaan. Not Disruption but ENABLER !

Demikian juga Gardu Toll, sebenernya kita mendapatkan kecepatan, efisiensi juga keselamatan. Serta tanpa sibuk ngurusin uang receh limaratus rupiahan. Penjaga tol juga dapat bekerja ditempat lain yang lebih santai tanpa harus menyeberang dan berada pada daerah lalulintas dimana kecelakaan mudah terjadi.

🙁 “Kalau begitu semestinya berpikir untuk lebih efisiensi, selamat, murah, cepat dan terbuka ya Pakde ?”
😀 “Iya, jangan berpikir berkreasi itu untuk mengalahkan yang lain. Tetap harus berpikir sisi POSITIF”

 

 

 

4 COMMENTS

  1. Sesuai dengan yang pak de omongin di Leadership Seminar ya pak, opininya langsung di post. Mantap pak, izin share ke teman yang lain. Salam dari geologi undip pak de 🙂

Leave a Reply