Mengenal Tipe-tipe Mobil Listrik

2

Mobil listrik di Indonesia memang masih tergolong WAH. Diandang sebagai mobil mahal dan wah (mewah), sehingga tidak diberikan insentif justru malah pajaknya mahal. Namun sebelum kita bicara harga dan apa saja tentang mobil listrik ini kita kenali dulu jenis-jenisnya. Paling engak jangan kuper kalau nanti pergi ke negeri tetangga disana sudah berkeliaran mobil listrik ini.

🙁 “Iya Pakde biar ojo gumunan

Kalau mesin motor bakar biasa kita mengenal isitilah DOHC, Turbo dll pada permesinannya. Sedangkan Mobil Listrik punya karakteristik pada sumber tenaga dan gardan (drivertrainin-powertrain) yg dipasang.

ICEInternal Combustion Engine (Mesin Pembakaran Internal)

Ini termasuk mobil tradisional yang anda pakai selama ini. Mesin pembakaran tradisional ini menggunakan bensin, solar, biofuel atau bahkan gas alam. Sebagian besar kendaraan di jalan yang ada lihat sehari-hari di Jakarta ini tergolong ICE. Saat ini ICE yg sudah moderen secara Sudah jauh lebih efisien bahan bakar dan memiliki emisi yang lebih rendah daripada dekade lalu, teknologi dasar pembakaran bahan bakar untuk menciptakan tenaganya ya tetap sama.

HEVHybrid Electric Vehicle (Kendaraan Listrik Hibrida)

Yang paling umum dari kendaraan bahan bakar alternatif yang kita lihat di jalan akhir-akhir ini – Toyota Prius adalah contoh yang paling jelas – didukung oleh kombinasi ICE dan motor listrik (hybrid vehicle drivetrain). Sementara fungsi yang tepat dari drivetrain HEV dapat bervariasi, pada dasarnya semuanya memiliki karakteristik yang sama untuk memiliki gardan kendaraan hibrida dan baterai listrik, di mana salah satu atau kedua ICE dan motor listrik menggerakkan gardan. Baterai dapat diisi dengan beberapa cara, baik dengan memutar generator listrik saat ICE beroperasi atau dalam beberapa kasus, dengan mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi listrik melalui sistem seperti rem regeneratif.

Jenis HEV ini menghasilkan emisi karbon CO2 berkisar antara 70-80 gram/km.

🙁 “Oh ngeremnya justru dimanfaatkan ya Pakdhe?”
😀 “Pada mobil listrik Hybrid memang ngerem itu memutar generator supaya menjadi listrik kembali disimpan di baterei Thole. Jadi energi pengeremannya dimanfaatkan lagi”.

PHEVPlug-in Hybrid Electric Vehicles (Kendaraan Listrik Hibrida Plug-in)

Mesin ini dalam banyak hal sangat mirip dengan HEV karena mereka memiliki gardan kendaraan hibrida dan menggunakan ICE dan tenaga listrik. Perbedaan besar dengan kendaraan ini adalah baterai isi ulangnya bisa diisi dengan cara memasukkan “colokan” ke sumber listrik. Saat baterai habis, hibrida plug-in mulai bertindak sebagai hibrida biasa, dengan mesin pembakaran mengambil peran sebagai sumber tenaga utama. Contoh yang paling umum dari tipe kendaraan ini adalah Chevrolet Volt.

Jenis PHEV menghasilkan emisi karbon CO2 berkisar antara 45-50 gram/km.

BEVBattery electric vehicles (Baterai Kendaraan Listrik Baterei)

 

Paimio, Finland – November 15, 2015: Mobil Tesla Model S electric car sedang di recharge di Paimio Tesla Supercharger station. Supercharger membuat Model S ini mampu berjalan sejauh 270 km dengan waktu pengisian selama 30.

Tidak seperti tiga jenis kendaraan lainnya dalam daftar ini, BEV tidak memiliki mesin pembakaran internal atau tangki bahan bakar sama sekali dan berjalan dengan drivetrain listrik penuh yang didukung oleh baterai isi ulang. Kendaraan ini perlu dipasang ke sumber listrik untuk diisi, dan tergantung pada kendaraannya, mereka memiliki waktu pengisian dan jarak mengemudi yang bervariasi. Dua contoh paling umum dari kendaraan ini adalah Nissan Leaf atau Tesla Model S.

 

Baterei Electric Vehicle, kendaraan ini sudah menggunakan aliran listrik 100% dengan menggunakan baterai elektrik yang perlu diisi ulang. Emisi karbon CO2 yang dihasilkan berkisar 0-5 gram/km.

Pada prinsipnya setiap tipe ini menggambarkan gardan (drivetrain) spesifik yang berbeda. Setiap gini dari gardan paralel merupakan karakterisasi HEV konvensional. Misalnya Toyota Prius termasuk baterai dengan motor listrik yang sejajar dengan tangki bahan bakar dan mesin pernapasan udara. Prius memiliki dua perangkat konversi energi (motor listrik dan mesin bensin) dan dua perangkat penyimpanan (baterai dan tangki bahan bakar). Duplikasi bagian ini adalah salah satu alasan mengapa hibrida mahal untuk diproduksi. Transmisi dua arah dan komputer onboard memilih fraksi daya yang tepat dari motor dan mesin untuk menggerakkan sistem ke depan. Mesin dan rem mengisi baterai, jadi Prius tidak terhubung ke jaringan untuk listrik luar. Pada efisiensi optimal, Toyota Prius memerlukan bahan bakar yg sangat ekonomis antara 40 sampai 50 mil per galon, atau 17-20 kilometer per liter.

Saat ini mobil listrik masih dalam tahap transisi, sehingga model hibrida (hybrid) menjadi penengah pada penggunakan sumber bahan tenaga.

Sebuah gardan paralel mencirikan kendaraan listrik hibrida plug-in, PHEV atau PEV, meskipun memiliki baterai lebih besar supaya mencapai jarak tempuh yang lebih jauh. Soket baterai dihubungkan dengan kabel, memungkinkan pengisian dari baterei disamping pengisian dari pengereman saat menggunakan mesin bensin. Mesin ini menghabiskan sumber energi baterei belasan mil sebelum beralih ke mesin bensin. PHEV dapat mencapai efisiensi keseluruhan antara 50 dan 100 mil per galon, meskipun kinerja sebenarnya bergantung pada pola mengemudi.

Berapa jarak tempuh yang bagus untuk mobil listrik ?

Sebenarnya kebutuhan jarak tempuh berbeda antara Amerika, Eropa dan Asia, khususnya Indonesia. Di Amerika jarak kotanya jauh, sehingga membutuhkan kemampuan jarak jauh. Sedangkan Eropa jarak antar kotanya pendek namun harga tanahnya mahal utk menyediakan station BBL. Untuk Indonesia sebenernya jarak antar kotanya kurang dari 150 Km. Di Jawa bahkan hanya sekitar 60-80 Km jarak antar kota besarnya. Sehingga tidak membutuhkan kendaraan dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Ini akan sangat menghemat baterei. Dan harga kendaraan menjadi lebih murah.

🙁 “Jadi semestinya untuk di Indonesia kebutuhan batereinya tidak seperti di Amerika ya Pakde ?”
😀 “Ya memang semestinya kita mengembangkan sendiri tipe yang sesuai. Misalnya kenapa nggak motor listrik saja yang didahulukan. Misalnya Go-Jek atau Uber pakai motor listrik duluan gimana ?”

Seperti mobil motor bakar yang memiliki istilah tipe mobil SUV, MPV dll. Selain dengan jenis-jenis diatas, juga dalam mobil listrik dikenal istilah secara secara khusus misalnya: LHEV (Light Hybrid Electric Vehicle),  FHEV (Full Hybrid Electrical Vehicle), FCEV – Fuel Cell Electric Vehicle (menggunakan Fuel Cell dengan Hidrogen sebagai bahan bakar), LSEV (Low
Speed Electric Vehicles), dll.

EVI (Electric Vehicle Initiative)

Karena menyangkut emisi karbon yang menjadi kesepakatan negara-negara maju dengan carbon traidingnya, maka dibentuklah EVI (Electric Vehicle Initiative) yang anggotanya negara-negara maju. EVI ini adalah forum negara-negara anggota yang menyusun kebijakan tentang mobil listrik yang terdiri beberapa pemerintahan negara yang didedikasikan untuk mempercepat pengenalan dan adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia. Pada tahun 2010, EVI adalah satu dari beberapa inisiatif yang diluncurkan di bawah Clean Energy Ministerial (CEM), sebuah dialog tingkat tinggi di antara Menteri Energi dari negara-negara besar di dunia. Anggota EVI meliputi Kanada, China, Finlandia, Prancis, Jerman, India, Jepang, Korea, Meksiko, Belanda, Norwegia, Afrika Selatan, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat. Badan Energi Internasional (IEA – International Energy Agency) adalah Koordinator EVI.

Penetrasi mobil listrik di negara ini cukup pesat seperti dibawah ini :

2 COMMENTS

    • Bukan, ini justru artinya tehnologi itu memberdayakan, menjadikan yang sulit menjadi mudah. Yang dulu nggak mungkin menjadi mungkin.
      Migas tidak lagi jadi BBM tetapi menjadi sumber untuk menghasilkan listriknya. generator kan tetep perlu sumber bahannya kan ?

Leave a Reply