Musim Hujan Telah Tiba, Waspada Banjir dan Tanah Longsor.

0

Musim hujan 2017 sudah tiba. Bulan September Oktober ini merupakan awal musim hujan di Jawa Sumatera dan Kalimantan. Seperti biasanya kita harus mulai bersiap-siap karena musim hujan biasanya diikuti dengan banjir dan tanah longsor.

Detil Prakiraan musim hujan tahun 2017 dapat diunduh disini http://webdata.bmkg.go.id/web/NaskahPMH_1718_FInal_rev2-1.pdf 

Tanah longsor dapat terjadi dengan berbagai pemicu, diantaranya tergantung dari

  • Kondisi tanah,
    Jenis lapukan (soil type), ketebalan dan struktur lapisan batuan dasar
  • Kelerengan
    Semakin tinggi kelerengan akan semakin mudah longsor. Penguatan yang ada dan bentuk terasering juga mempengaruhi mudah tidaknya tanah longsor.
  • Vegetasi
    Cukup unik, bahwa tidak selalu bila banyak hutan lebat akan semakin stabil. Karena akar yang menahan air juga menyebabkan beban lereng semakin berat utk ditahan.
  • Curah hujan dan kejenuhan tanah.
    Sudah pasti kalau curah hujan terlalu ekstrim akan menyebabkan tanah semakin mudah longsor. Namun perlu diketahui juga tanah yang basah itu relatif kuat, tetapi tanah yang jenuh air justru mengurangi kekuatan lereng.

Curah hujan tinggi dalam waktu lama tentusaja menyebabkan banjir karena kejenuhan tanah akhirnya air hujan akan menjadi air limpasan (runoff). Hujan sebagai pemicu longsor tentunya sudah banyak dimengerti dan menurut sebuah catatan longsoran di Sulawesi tahun Mei 2011 dipicu oleh curah hujan sebesar 50mm/jam.  Dibawah ini prakiraan curah hujan tinggi diatas 200mm dapat terjadi di berbagai tempat. Memang tidak dapat dipastikan, namun sebagai sebuah tindakan preventif memang perlu diwaspadai munculnya longsoran pada daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat.

Dibawah ini prakiraan BMKG untuk curah hujan bulan Oktober, November dan Desember 2017.

:-(“Iya Pakdhe, terus tipsnya apa kalau menghadapi daerah yang rawan longsor ?”

Tips Menghadapi Longsor dan Ciri Daerah Rawan Longsor

Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan

Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama

Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor

1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
Kenali tanda tandanya :  Longsoran memang banyak ragam jenisnya. Setiap longsoran juga memiliki karakteristik sendiri. Namun untuk mempermudah mengenali longsoran yang sering terjadi, lihat gelaja-gejala dasarnya, seperti dibawah ini :

Tanah yang mengali retak-retak terbuka, khususnya yang berada pada daerah tinggian.

Dongengan terkait :

Leave a Reply