“HOAX” Baskom air garam.

0
27

Anda mungkin mendapat “viral message” atau berita viral yang menyebar melalui berbagai media tentang himbauan untuk menaruh baskom berisi air garam untuk membantu memadamkan kebakaran hutan. Apakah itu mungkin ?

Secara teori saintifini-penjelasan-lengkap-kenapa-taruh-air-dalam-baskom-tak-akan-bikin-rev-1[1]iknya, menguapkan sebaskom air garam ini terlihat sesuai dengan proses dalam siklus air, memang benar penguapan air akan menjadi awan dan menyebabkan hujan. Namun apakah seember air akan mampu membuat awan, bahkan membuat hujan ? Jumlah ember/baskom terlalu kecil, dan sangat sedikit dibandingkan luasnya laut, sehingga tidak ngefek pada terbentuknya awan atau tidak. Menambahkan garam dalam air juga hanya akan menguapkan airnya dan garamnya akan tertinggal. Lah, kan memang begitu cara membuat garam dari air laut. Petani garam mengambil air laut dan menguapkan airnya dan garamnya tertinggal.

Menuai awan mengharap hujan dengan menebar garam.

Menambahkan garam itu dilakukan pada awan yang sudah siap di semai untuk menjadi hujan. Maksud tujuannya adalah menjenuhkan awan sehingga titik-titik air (awan) ini berubah menjadi air hujan. Memang tidak pasti berhasil, karena juga ada faktor angin yang mempengaruhi kemana hujan akan turun. Artinya kalau diatas Jawa ada awan dan anginnya ke utara, maka hujannya bisa juga terjadi di tengah laut Jawa. Laut malah dihujani, kan sayang awannya. Ada perhitungan khusus dalam membuat hujan” dan pasti tidak dengan sumbangan seember hujan.

πŸ™ “Wah kalau begitu kayak ‘nguyahi segoro’, ga berguna ya Pakdhe ?

UNGKAPAN KEPRIHATINAN (mirip sumbangan koin !).

Himbauan itu sebenernya sebuah bentuk keprihatinan bersama. bahkan mungkin sindiran ilmiah (joke) seperti yang dilakukan republika dengan koran yang tertutup asap. Bukan efek fisis (an sich) sehingga terbentuk hujan, tetapi ungkapan betapa prihatinnya kita semua dengan kebakaran hutan yang tidak kujung padam ini.

1 COMMENT

  1. Maaf pakde out of topic, tolong bahas gempa semalam dong pakde, 23 oct 2015 01.10am
    Terasa banget di semarang, dan ternyata epicentrumnya di jepara, yang jauh dari zona subduksi. Penasaran banget sebabnya kenapa.

    Terimakasih sebelumnya

Leave a Reply