Mengenali gejala awal longsor

0
30
Retakan dijumpai di ujung atas.
Retakan dijumpai di ujung atas.

Keprihatinan longsor Banjarnegara

Bencana longsor disetiap musim hujan akhir tahun selalu saja mengagetkan  dan selalu menunjuk hidung kita sendiri. Ya benar, kita pernah tahu dan kita juga sudah belajar dan kita juga sudah mengantisipasi. Tapi mengapa masih juga menelan korban ?

Mungkin saja masih ada yg terlupa pada program mitigasi kebencanaan kita selama ini. Mungkin kita perlu melihat dari kacamata berbeda

Hujan merupakan pemicu utama bencana Longsor, oleh sebab itu maka ketika hujan deras terjadi, perhatikan daerah berlereng tajam, derah kurang vegetasi dan daerah yg banyak dijumpai rekahan/retak. Gejala-gejala dan pemicu longsor ini semestinya dapat lebih mudah dikenali. Namun tidak mungkin semua mengerti gejala dan pemicu ini, sehingga harus dengan koordinasi. Kalau toh koordinasi juga masih sulit salah satu yg paling memungkinkan adalah “berbagi”. Ya, saling berbagi informasi.

Anak-anak desa yang suka berpetualang menjadi “surveyor”.

Mengenali rekahan bukanlah hal yg sulit, anak-anak yg suka berjalan berkelana kesana kemari dapat diajari untuk mengenali gejala ini.

Retakan sebagai gejala awal longsoran biasanya lurus panjang dan terbuka. Kalau anak-anak diajari ttg hal ini, mungkin akan mrnjadi agen agen mitigasi yg murah. Dan mereka diminta membertahukan ke guru atau kakaknya bila melihat gejala ini saat ada di jalan pulang sekolah atau saat bermain.

1 COMMENT

  1. Thanks info-nya Pak Rovicky.

    Saya pernah dibesarkan di Kalibening, Kab. Banjarnegara. Saya prihatin setiap kali musim penghujan di daerah yang pernah saya diami sering mengalami bencana tanah longsor.

    Berdasarkan pengamatan saya, dulu waktu saya kecil hingga sebelum menjelang tahun 2000-an, bencana tanah longsor yang terjadi di sana tidak sebesar saat ini, apalagi ada yang meninggal.

    Setelah lengsernya orde baru, hutan-hutan di sana habis dibabat, mungkinkah itu sebagai salah satu penyebabnya.

Leave a Reply