Emansipasi perempuan atau harkat pekerjaan ?

0
39

Kenapa perempuan dianggap “extra ordinary” kalau mampu menyaingi dan mengerjakan pekerjaan laki-laki ? Bukan perempuan yg sukses menjadi dirinya sendiri.

πŸ™ “karena minder menjadi dirinya sendiri”
πŸ˜€ “Hust bukan itu “

Laki-laki yg mampu mengerjakan pekerjaan perempuan malah dianggap melambai … Horotoyoh !
Jadi sebenernya yang diperjuangkan itu harkat jenis pekerjaannya atau memperjuangkan harkat yang mengerjakannya ?

1 COMMENT

  1. Yang diperjuangkan adalah harkat manusia. Harkat manusia perempuan dan manusia laki-laki. Jika perempuan mau dan mampu mengerjakan sebuah pekerjaan, maka dia seharusnya diberikan peluang dan penghargaan yang sama (ini termasuk menghapus semua bentuk diskriminasi pekerjaan terhadap perempuan dan laki-laki tentu saja).
    Lebih jauh, persoalannya lebih rumit daripada hanya sekedar kasih perempuan pekerjaan, tapi menyangkut konstruksi sosial yang menyebabkan perempuan dan laki-laki lebih rentan. Sejumlah data dan penelitian menunjukkan lebih banyak perempuan yang menjadi korban akibat kejadian Tsunami di Aceh. Apakah karena Tuhan membenci perempuan atau karena konstruksi sosial yang mengciptakan keadaan dimana perempuan tidak tangguh ketika Tsunami menerjang? Sangat menggairahkan jika mengkaitkan geologi dengan perempuan (dan laki-laki dan anak-anak dan lansia, dll).

  2. ada ga ya perempuan yang ngotot berjuang mau jadi kuli bangunan, tukang gali sumur, benerin atap genteng, manjat pohon kelapa,…

    Kalo ada, saya akui wanita itu memang superrrrrr…

Leave a Reply