Bulan Merah, bagaimana terjadinya ?

0
31
Pemiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.

Pada gerhana bulan yang terjadi Selasa Malam 15 April 2014 terlihat bulan berwarna merah, dikenal dengan BLOOD MOON atau Bulan Merah. Fenomena yang relatif langka terlihat namun sebenarnya mudah dijelaskan secara lmiah.

πŸ™ “Pakdhe kalau bisa kelihatan merah apakah juga bisa kelihatan biru ?”
πŸ˜€ “Untuk tahun ini kan tahun dimana merah jadi juwara … upst !”
πŸ™‚ “Hallah Pakdhe kampanye !”Β 

Tentunya kita tahu adanya gejala pembiasan warna. Ya, terjadi pada prisma ataupun pada kejadian pelangi. Gejala ini disebabkan karena panjang gelombang dan frekuensi warna itu berbeda-beda. Sehingga warna merah sedikit terbiaskan dibandingkan warna biru (ungu). Dengan adanya partikel-partikel lain yang ada didalam atmosfer selain udara, maka daya bias partikel semakin besar. Partikel-partikel penguat pembiasan ini dapat saja beruba partikel abu gunung api.

Gambar dibawah ini menjelaskan mengapa bulan tersinari warna kemerahan.

Pemiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.
Pemiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.

Ilmuwan NASA menjelaskan, “Warna yang tampil di Bulan bergantung pada besarnya jumlah debu serta awan di atmosfer. Jika ada partikel tambahan di atmosfer, misalnya dari letusan gunung berapi, maka Bulan akan berwarna merah gelap.”

πŸ™ “Jadi bukan karena merah sedang bersinar ya, Pakde ?”
πŸ˜€ “Yang pasti bukan pertanda akan datangnya kejadian alam yang misterius”

Sayangnya yang di Indonesia barat tidak dapat menyaksikan gerhana ini. Jadi lihat saja animasinya dibawah ini:

Animation_april_15_2014_lunar_eclipse_appearance[1]
Animasi Gerhana Bulan

1 COMMENT

Leave a Reply