Memahami teori evolusi dari diri sendiri.

0
Don't trust evolution, it is just a science, not for believer 🙂

Memahami teori evolusi mirip memahami kemunculan kita atau kelahiran diri kita di dunia.

Ketika kita lahir ceprot ! Tak ada yang dapat meyakinkan kita bahwa kita lahir pada jam itu, tanggal itu dan oleh ibu itu dengan sang ayah yang itu. Yang ada hanyalah selembar surat. Dan kesaksian mereka. Kita yakin itu adalah tanggal kelahiran kita tanpa kita mampu membuktikannya atau menolaknya.

🙁 “Lah hiya Pakdhe. Emang kita wektu lahir bisa ngomong dan langsung bertanya. Lah nanti malah pada kaget smua kalau bayi lahir bertanya bukan menangis :)”

Ketika umur sekian bulan ada foto-foto kita. Juga ketika TK, SD. Nah saat itu kita baru punya ingatan. Pertanyaan yang mungkin agak sulit tentang mulainya sejarah diri kita sendiri, “kapan saat terkecil yang anda ingat ?“. Saya yakin ndak ada yg ingat saat dilahirkan. Ndak ada yg ingat wajah doker, atau bidang yg menolongnya.

Skalilagi kita hanya percaya pada selembar surat dan selembar foto, serta pengetahuan dari orang yg tahu tentang masa kecil kita. Jarang diantara kita yang kemudian melakukan checking dan recheck ke Rumah sakit atau bertanya pada bidan yang membantu ibu melahirkan kita. Juga ndak ada yang berniat membuktikan apakah kita keturunan ayah dengan uji DNA. Namun rata-rata hanya percaya saja dengan surat dan cerita dari orang tua yang sudah ada saat kita lahir.

Sumber data dan sumber ilmu

pohon_ilmu_evolusi.gif
Teori evolusipun berevolusi

Saya ibaratkan surat akta lahir itu sebagai sebuah data sumber ilmu pengetahuan. Orang tua, pakdhe, budhe dan om-tante adalah para alhi. Yang kebetulan dituliskan dalam selembar kertas. Dan ketika saat terkecil munculnya kita adalah saat munculnya kesadaran. Kapan itu ? Saya sendiri hanya ingat masa terkecil saya ketika usia 3 tahun. Itu saat termuda yang mampu saya ingat. Walaupun tetep samar-samar. Tetapi saya ingat lokasi dan dengan digendong almarhum bapak saya. Setelah itu memori saya barulah saya mampu merunut kehidupan saya telah berjalan setapak-setapak hingga kini.

Foto-foto lain serta tulisan serta memori yang ada di otak saya menjelaskan perjalanan hidup saya sejak bayi (yg saya tidak ingat sama sekali) hingga kini ada di Jakarta.

Evolusi mahluk dan perjalanan hidup

Nah bisa kita mengibaratkan foto-foto itu sebagai fosil fosil. Saya bisa percaya fosil itu sisa mahluk hidup masa lampau. Layaknya saya melihat foto masa bayi saya ketika tengkurap. Sayapun hanya percaya itu foto saya karena diberitahu om, pakde serta ortu saya. Demikian juga fosil-fosil itu. Saya lihat foto saya bayi mirip dengan saya. Dan berkembang menjadi saya. Saya juga melihat fosil-fosil itu berkembang berubah seperti layaknya perubahan yg perlahan.

Kalau saya bisa dan mampu mengerti foto-foto itu adalah foto-foto perkembangan saya sejak dahulu, maka secara sederhana saya juga meyakini fosil2 itu sebagai jejak napak tilas perubahan mahluk hidup. Dan dengan begitu saya mudah mengerti bagaimana proses evolusi itu berkembang.

Ita, sejak bayi hingga kini

Disebelah ini foto perkembangan sahabat saya, Ita (Alphita) yang dikumpulkannya sejak kecil. Di atas memeperlihatkan Ita yang masih bayi, tentusaja kalau ditanya dia tidak akan bisa ingat sewaktu bayi. Tapi saya yakin dia percaya saja bahwa itu dirinya. Tentusaja selain dengan dongengan kakek nenek serta ibu-bapaknya, Ita juga melihat perkembangan wajah dirinya. Dan itu yang akan membuatnya percaya bahwa foto bayi dan anak kecil itu adalah dirinya.

Nah kita tahu ada fosil yang terrekam dalam batuan merupakan sisa mahluk hidup masa lalu prosesnya bisa dilihat ditulisan ini Apa itu fosil ?. Tentusaja fosil-fosil ini tidak terrekam lengkap. Mirip seperti rekaman foto kita juga terpencar-pencar. Karena dulu belum ada filem yg merekam perjalanan kita sepanjang masa. Namun dengan fosil inilah para ahli mempelajari proses perubahan mahluk hidup dan melahirkan teori evolusi.

Tentusaja perubahan individu ini akan berbeda dengan perkembangan mahkluk hidup secara kolektif.  Perubahan yang terlihat dalam proses evolusi bukanlah perubahan individu, juga bukan perkembangan satu keluarga saja, tetapi perubahan kolektif spesies selama jutaan tahun. Namun harus dimengerti juga bahwa kita pun memiliki keterbatasan kesadaran dalam memahami sejarah diri sendiri. Demikian juga teori evolusi. Teori ini memiliki titik-titik simpul yang masih lepas tak berhubungan. Mirip seperti sulitnya memahami rekaman sejarah diri kita sewaktu bayi.

Dongengan terkait evolusi :

1 COMMENT

  1. Pak dhe… Mohon petunjuk.. Seandainya kita dapat membuktikan ada sebuah keterangan yang berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan didalamnya tidak diragukan lagi kebenarannya secara ILMIAH, apakah keterangan itu bisa menjadi sebuah fakta?
    Makasi jawabannya pak dhe 🙂

    -> sebagai fakta ilmiah iya … Fakta itu sendiri kan didefinisikan. Secara ilmiah fakta atau kebenaran itu bisa relatif, artinya ketika ada data dan ilmu yg berkembang sesuatu yg dianggap fakta bisa berubah. Dulu manusia menganggap bahwa mata mengeluarkan sinar untuk mengindera, seperti layaknya radar yg memancarkan gelombang. Sekarang ini terbalik, mata menerima gelombang dari benda yg ada disekitarnya.

  2. untuk teori evolusi ini menurut saya sangat berbeda jika dibandingkan dg kembangtumbuhnya bayi…. menjadi …………. dewasa. Apalagi jika evolusi itu ternyata terjadi secara kolektif (Kera / monyet atau orangutan secara perlahan dlm jangka waktu lama dan pasti menjadi manusia spt sekarang ini). pertanyaaku : 1. Kenapa masih ada Kera / monyet atau orangutan sampai sekarang? 2. Lantas evolusi dr makluk apa Kera / monyet atau orangutan yg hidup sampai sekarang?
    Mestinya kalau teori itu benar akan tdk ada lagi Kera / monyet atau orangutan.

    –> Mas Pram, memang betul pertumbuhan individu bukanlah sebuah proses evolusi. Ini hanya menganalogikakan “cara berpikir” atau memahaminya saja.
    Btw. Evolusi tidak mengatakan manusia keturunan kera silahkan baca disini http://rovicky.wordpress.com/2007/02/11/evolusi3-awas-lubang-keledai-potential-pitfall/
    Apakah amoeba itu binatang primitive ?
    Tunggu dulu. Amoba tidak punya mekanisme berpikir untuk mempertahankan diri. Lantas bagaimana dia mempertahankan diri dari “serangan” luar ? padahal amobe tidak punya otak untuk berpikir. Mekanisme mempertahankan diri si Amoba juga tidak lebih sederhana dari chimpanse sewaktu lari dikejar singa, kan ?

  3. @ dafri : dalam dunia science, semua hal diuji dengan sikap skeptisme terlebih dahulu. Semua teori dalam dunia science diuji terus-menerus sepanjang waktu oleh sikap skeptisme. Itulah sebabnya suatu teori dalam dunia science tidak stagnan, tetapi terus menerus berkembang, termasuk teori darwinian evolution.

    Marilah kita uji kalimat “langit terbelah menjadi merah mawar” dengan rasa skeptisme terlebih dahulu.

    Pertama, apa yang dimaksud dengan langit? Langit tidak dikenal dalam dunia science. Tidak ada langit tingkat satu, dua, atau tujuh. Yang ada hanyalah lapisan atmosfer dan empty space. Cat’s eye nebula adalah nebula, bukan atmosfer, bukan empty space, apalagi langit.

    Kedua, apa yang di maksud dengan warna merah? Cahaya tampak yang bisa dilihat oleh mata kita adalah bagian dari gelombang elektromagnetik. Spektrum cahaya tampak hanyalah sebagian kecil dari spektrum gelombang elektromagnetik yang membentang dari gelombang radio sampai ke gamma-ray. Dari bentangan frekuensi cahaya tampak yang sedikit itu, otak kita membaginya menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Cahaya dengan frekuensi di bawah merah (infrared) dan frekuensi di atas ungu (ultraviolet) sudah tidak bisa kita lihat lagi. Apa yang terlihat di gambar cat’s eye nebula berwarna dominan merah yang banyak beredar adalah gambar komposit 3 channel (RGB) untuk melakukan visualisasi dari hasil rekaman gelombang x-ray. Merah, hijau, dan biru pada gambar tersebut bukanlah warna aslinya, tapi dibuat untuk meng-highlight tingkat ionisasi bagian-bagian dari cat’s eye nebula.

  4. Ooh begitu ya pakdhe? Lah berarti pakdhe, science itu ngga ada hubungannya dengan agama dan keyakinan tho pakdhe? Ilmu pengetahuan itu berjalan di system dan jalur yang sama sekali berbeda dengan agama dan keyakinan ya pakdhe?

  5. pak de, menurut pak de dalam konsep evolusi kira2 nabi adam posisi nya di mana? kira2 berapa ratus ribu tahun yang lalu beliau hidup? mungkin ngga beliau itu tinggi badan nya puluhan meter?

    • Adam ? Dibenak kita bisa dipikirkan ada dua jenis Adam. Yang pertama Theological Adam dan kedua Biological Adam. Kalau Theological Adam, yaitu Adam dalam urusan Teologis. Ini jangan dipikirkan dan jangan mudah teracuni oleh praduga seperti kajian ilmiah. Ini soal kepercayaan jangan dicampur dan diaduk. Sedangkan Biological Adam, ini Adam dalam kajian ilmuwan biologi yg dikaji secara ilmiah. Ada beberapa teori tentang “Adam Biologis” ini. Ada yg menggunakan “Teori Out of Africa”. Dan dulu ada teori Out Of Australia”. Adam Biologis ini diuji dan dikaji secara ilmiah salah satunya dengan uji DNA. Dan teori Out of Afrika lebih kuat dari teori Out Of Australia.

  6. pak dhe rovicky,
    apakah teori evolusinya darwin itu science atau hoax?
    terimakasih.

    –> Itu Science ! Dan suatu saat akan terbukti salah. Mirip seperti Sciencenya orang jaman dahulu ketika melihat matahari mengitari bumi. Akhirnya terbukti salah dan ternyata Bumi lah yang mengitari Matahari. Namun sudah banyak pengetahuan tentang musim yang diketahui pada saat itu. Demikian juga nantinya Teori Evolusinya Darwin. Sudah banyak teori-teori baru seperti yang ada ditulisan ini : http://rovicky.wordpress.com/2008/01/31/evolusi-dari-teori-evolusi/ Teori evolusipun sudah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan dan termasuk perkembangan pengetahuan tentang plate tektonik dalam memahami gempa !

Leave a Reply