Pembentukan alur-alur baru di lereng Merapi

0

Lahar hujan saat ini menjadi ancaman di sekirat lereng Merapi, terutama di seputar sungai-sungai utama yang daerah hulu sungainya terdapat banyak endapan awanpanas (endapan piroklastik). Kalau dilihat pada saat setelah terendapkan, maka lokasi-lokasi hulu ini memiliki banyak alur-alur baru yg dibentuk saat terjadi hujan.

Pembentukan alur baru di lereng selatan Merapi merupakan sebuah gejala yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pengamatan perubahan morfologi sungai ini akan sangat membantu dalam mengantisipasi lahar hujan nantinya.

Pengamatan selintas ketika menengok Merapi, November 2010 (sebulan lalu), saya sempat melihat dan merekam adanya gejala-gejala ini karena kebetulan sangat konsen dengan perubahan morfologi yang dapat dipakai sebagai pembelajaran mitigasi maupun pemahaman geologi.

Endapan piroklastik Merapi ini hampir semua masih nampak datar pada awalnya, seperti yang terlihat disebelah kanan ini. Sejauh mata memandang kita hanya mampu melihat “datarnya” lereng Merapi. Dibeberapa tempat memang akan terliat alur-alur air limpasan yang baru karena hujan yang walau tidak hujan deras, sudah memperlihatkan pembentukan alur-alurnya.

Pengamatan di lapangan

Pembentukan alur baru dimulai dari torehan kecil

Disebelah kanan ini foto gejala awal munculnya sebuah alur sungai yang terbentuk pada morfologi datar.

Torehan-torehan ini sulit diramalkan karena akan cenderung membentuk tipe alur dendritik, yaitu tipe alur yang random (acak) sehingga susah ditebak. Arah gerusannya kesegala arah. Pada endapan yang tipis dan masih mengikuti pola lama memang ada kemungkinan alur-alur kecil ini masih akan sama dengan alur yang lama. Namun di lokasi dengan endapan sedimennya sangat tebal, maka tidak dengan mudah kita menebak kemana alur air ini akan berkembang.

Dibawah ini terlihat beberapa foto torehan-torehan baru yang perlu dipetakan sehingga dapat dipakai untuk memperkirakan jumlah/volume material yang akan mengalir ke sungai-sungai yang mengalir di daerah permukiman padat yang berpotensi terkena lahar hujan.

Sejauh memandang terlihat morfologi yang relatif datar. karena tutupan endapan piroklastik baru.

 

Alur-alur baru terlihat masih sangat dinamis. Berkelok-kelok.

Alur yang semakin dalam dan lebar terlihat dibeberapa tempat yang terkena erosi air hujan.

Alu yang dalam dan sempit ini berpotensi runtuh yang mampu memicu longsoran-longsoran disekitarnya.

 

Alur-alur baru ini perlu dipetakan dalam skala tehnis untuk melihat kemana material lahar hujan hasil erosi endapan piroklastik ini akan mengalir.

Pemetaan potensi lahar hujan.

Dengan mengoverlay (menampalkan) peta distribusi ketebalan-pelamparan endapan piroklastik baru akan sangat membantu perkiraan arah aliran serta potensi volume lahar hujan.

Dalam skala lebih besar terlihat satu alur dengan alur yang lain akan sangat mungkin mempengaruhi.

Peta-peta yang sudah disediakan oleh BNPB disini akan sangat membantu mitigasi dilapangan. Sehingga diperoleh peta lebih rinci dan detil kemungkinan lahar hujan.

Peta-peta BNPB dalat diunduh disini :

Pandangan foto miring (oblique) ini akan sangat membantu pemetaan potensi aliran lahar hujan.

Pengamatan lapangan dengan pandangan yang luas menggunakan pesawat seperti diatas semestinya mampu membuat peta potensi banjir lahar hujan. Lokasi-lokasi kritis banyak yang perlu diamati terutama pada tempat-tempat belokan serta tempat-tempat rendah dibawah endapan prioklastik baru.

Peninjauan lapangan tentusaja tidak dapat hany adilakukan sekali dua kali saja. Pengamatan rutin perubahan morfologi ini sangat diperlukan. Jalan-jalan lama yang masih dapat dilalui bisa dipakai, namun pada tempat-tempat tertentu jelas kendaraan offroadlah yang paling pas melakukan survey di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

1 COMMENT

  1. semoga paparan informasi ini bisa menjadi acuan untuk mengantisipasi kondisi2 yg tidak diinginkan,dan bisa disebarkan kepada masyarakat sekitar bencana.

  2. luar biasa bagus pak Rovicky memberikan ilmu geologi dengan bahasa yang mudah dicerna dan sangat bermanfaat untuk mitigasi bencana alam. terus maju pak sangat besar pahala dan manfaatnya. selamat.

  3. infonya bagus sob
    analisisnya masuk akal
    semoga pembuat kebijakan lekas membuat kebijakan baru untuk penanganan bencana selanjutnya
    tapi kalau bisa, biarlah Indonesia terbebas dari bencana
    tapi kita semua tahu, bahwa dibalik penderitaan pasti ada hikmatnya
    salam kenal sobbb

  4. apakah dampak alur-alur baru tersebut berbahaya?

    – Sebenarnya alur ini menunjukkan bahaya erosi bila alur ini menggerogoti mengarah ke perumahan. Namun alur di Merapi ini berada di daerah endapan piroklastik baru yg masih belum memiliki aspek ekonomi (rumah, sawah, kebun dll. Namun yg membahayakan pada erosi ini di hulu sungai ini adalah sedimen yang terangkut yang akan menjadi material padat lahar hujan. Apabila erosinya besar, bahkan longsor, maka lahar hujan ini menjadi aliran batu, pasir, krakal, hingga lumpur beserta air tentusaja. Alur-alur ini akan menunjukkan ke sungai mana lahar hujan itu akan dialirkan

  5. Bagus sekali pak informasinya dan siangat bermanfaat sekali. Saya ada usul kalau boleh dilengkapi dengan keterangan atau definisi mengenai istilah-istilah lahar, lahar hujan, lahar dingin, piroklastik, alur-alur, erosi, torehan-torehan dsb.Terimakasih.

    • Yang terpenting adalah menyadari bahwa bumi ini tidak statis. Bumi ini selalu berubah. Alam selalu berubah. Manusia harus pandai mengamati perubahan ini. Dan bertindak serta hidup berdampingan, berdansa dengan tarian alam yg dinamis.

Leave a Reply