Pembentukan kaldera gunungapi

0

Kaldera merupakan penciri gunungapi yang sudah dalam tahap lanjut, dimana puncak gunungapi ini sudah tidak sesederhana sebuah kerucut. Gunungapi yang memiliki kaldera berbentuk kerucut terpancung atau bahkan cekung kedalam pada bagian puncaknya. Kaldera seringkali juga memiliki pemandangan yang unik, seperti Kaldera Tengger maupun Kaldera Dieng. Kaldera raksasa yang terkenal adalah …. Danau Toba !

πŸ™ “Hiya, Pakdhe. Waktu aku kecil kalau nggambar gunung ya kerucut diatasnya ada asap. Trus ada jalan yang kri kanannya sawah. Wah kalau begitu nanti kalau Merapi memiliki Kaldera, pemandangannya bisa bagus juga donk Pakdhe ?”

πŸ˜€ “Sik, sik, … pembentukan kaldera yang berupa amblesan mendadak itu juga berbahaya, Thole”

Pembentukan Kaldera

Pembentukan kaldera setelah erupsi eksplosive besar.

Erupsi besar

Pembentukan kaldera merupakan satu topik tersendiri dalam kajian ilmu gunungapi, vulkanologi.Kaldera merupakan sebuah fenomena unik yang menghasilkan morfologi dan topografi yang akhirnya menghasilkan pemandangan yang jauh lebih unik dan menarik ketimbang kerucut gunungapi yang ada.

Secara sederhana kaldera terbentuk akibat habisnya magma didapur magma (magma chamber) akibat dikeluarkan sewaktu erupsi. Ketika erupsi gas-gas yang ada didalam magma cair ini menyebabkan timbulnya tekanan yang dapat menjadi sumber energi keluarnya magma. Ketika magma beserta material lain dan juga gas ini keluar akhirnya ruangan dapur menjadi kosong. Ruang kosong ini akhirnya diisi oleh material diatasnya dengan cara ambles kebawah.

πŸ™ “Pakdhe, kok mirip dengan Lumpur Lapindo ya ?”

πŸ˜€ “Betul Thole, amblesan ini mirip mekanismenya semburan Gunung Lumpur Lapindo atau Mud Volkano”

Erupsi kecil

Amblesnya puncak gunungapi tanpa erupsi dengan eksplosive yang besar.

Namun tanpa erupsi besarpun sebenarnya juga memungkinkan terbentuknya kaldera. Ketika terjadi lelehan lava pijar akibat menerobos melalui celah kesamping, maka lelehan ini menjaid jalan keluarnya magma yang ada di dapur magma.

Mekanismenyapun sama. Yaitu ambles mengisi rongga kosong yang ada dibawahnya.

Alam memiliki caranya sendiri untuk menjaga kesetimbangan. Ketika ada ruang kosong dibawah maka dinding atap sangat tidak stabil karena harus menjaga elevasinya. Gaya gravitasi akan menarik dinding atas ini turun kebawah, terjadilah amblesan membentuk kaldera.

πŸ™ “Jadi cuman begitu saja terjadinya Pakdhe ?”

πŸ˜€ “Nah itu yang diatas kalau untuk anak SD dan SMP sudah cukup Thole. Teori-teori baru selalu berkembang. Banyak mekanisme-mekanisme baru yang diperkirakan lebih cocok dengan model serta simulasi.”

Kalau pembaca sudah cukup puas, maka pembentukan kaldera diatas sudah cukup bagus. Tetapi kalau penasaran bagaimana teori lain yang lebih rumit silahkan baca sterusnya dibawah ini.

Pembentukan kaldera dari model dan simulasi

Ahli vulkanologi tentusaja tidak sederhana seperti diatas ketika melihat gejala kaldera gunungapi ini. Ada banyak teori serta model-model yang dibuat oleh para ahli vulkanologi untuk menjelaskan bentuk geometri, macam serta mekanisme terbentuknya.

Disebelah kanan ini merupakan model-model amblesan pembentuk kaldera yang menjadi dasar pembuatan model-model matematis, hingga model-model miniatur pembentukan kaldera di laboratorium.

Setiap gejala volkanik selalu saja unik. Para ahli volkanologi bahkan memberikan kriteria serta karakteristik gunungapi ini seperti layaknya mahkluk berkarakter. Setiap gunungapi memiliki karakternya sendiri-sendiri. Namun tentusaja ahli-ahli ini akan mencoba mencari kesamaan atau kemiripan antara satu dengan yang lain.

Inilah intinya sains kebumian. Membuat pengamatan dilapangan, mecatat setiap gejala dilapangan. Kemudian mencoba menjelaskan gejala-gejala itu sbeagai sebuah model matematis bahkan membuat model miniaturnya.

Dibawah ini contoh-conto beberapa kaldera dengan keunikannya masing-masing. Ukurannya berbeda-beda. Geometrinya tidaksama. Mekanisme pembentukannyapun tidak selalu sama.

πŸ™ “Wah kalau mereka berkumpul dan berdemokrasi menjadi bhineka tunggal ika ya, Pakdhe ?”

Bentuk geometri kaldera dalam realita yng dijumpai di lapangan.
Macam-macam kaldera hasil pengamatan gunungapi. Dengan menggunakan pengukuran gaya gravitasi, topografi serta pemodelan geologi

Setelah mengetahui beberapa bentuk geometri, gejala serta aneka ragam mekanisme, para ahli ini juag membuat model dengan menggunakan alat peraga di laboratoriumnya.

Model grafis pembentukan kaldera.
Bentuk dapur magma (magma chamber) akan mempengaruhi geometri dari kaldera yang terbentuk diatasnya. Model ini dibuat di laboratorium dengan plasticine serta pasir-lempung.
Model kaldera yang dikembangkan dengan membuat miniaturnya di laboratorium. Perhatikan perlapisan-perlapisan ini mirip perlapisan gunung stratovolkano juga kan ?
Model kaldera dengan analisa numerik dan grafis.

Eksperimen Unik

Diatas kita telah melihat bahwa kaldera terbentuk akibat ruang kosong yang berada dibawah dan akhirnya ambles. Eksperimen diabawah ini sungguh unik karena kaldera terbentuk akibat adanya material (gunungapi) yang didorong ketas.

Didasari oleh eksperimen matematis diatas adanya doming (sembulan) menyebabkan bagian puncak dari gundukan yang disundul ini ambles kebawah pada bagian puncaknya

Model kaldera akibat terundulnya permukaan yang mengakibatkan amblesnya puncak gunung dan membentuk kaldera.

Yang diatas ini memang merupakan eksperimen unik dari pembentukan kaldera. Untuk menjelaskan apakah yang kita jumpai digunungapi pada kenyataannya memang juga begitu adanya tentusaja memerlukan data, pengukuran serta analisa yang tidak kalah menarik.

πŸ™ “Looh. Pakdhe. Katanya kaldera terbentuk akibat ruang kosong dibawah, lah ini kok malah disembul dari bawah terus ambles membentuk kaldera ?”

πŸ˜€ “Nah yangdiatas itu untuk anak SD dan SMP sudah cukup thole. Tapi kalau mau ambil doktor atau menjadi ahli vulkanologi, kamu harus meneliti lebih jauh”.

Dengan demikian pembentukan kaldera-kaldera di gunungapi di Indonesia ini tentusaja masing-masing akan memiliki karakteristik tersendiri. Dibawah ini dua kaldera yang terkenal Indahnya (Kaldera Tengger, dan Kaldera Toba yang terkenal raksasa ukurannya.

Kaldera Tengger. Perhatikan bentuk pinggiran kaldera yang tajam. Bandingkan dengan model sundulan diatas.
Kaldera Toba. Ukurannya sangat besar.

Jadi menariknya keunikan kaldera tidak hanya karena morfologi dan pemandangannya saja yang indah. Bahkan ahli vulkanologipun sangat menikmati keunikannya dengan menelitinya dilapangan hingga di laboratorium.

Sumber bacaan : Valerio Acocella, 2007. Understanding caldera structure and development: An overview of analogue models compared to natural calderas. Earth Science Reviews 85 (2007)

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. sekedar bertanya: G. Anak Krakatau & G. Bromo sama2 tumbuh di dalam kaldera n sama2 masih aktif ber-erupsi, tapi kenapa kok Anak Krakatau jauh lebih bongsor alias cepet tinggi sedangkan gunung Bromo pertumbuhannya lambat? bahkan kalo saya lihat foto Gunung Bromo yg di zaman Belanda bentuk & ukurannya ampir nggak berbeda dengan yg terlihat sekarang.

  2. pakdhe, pembentukan kaldera, hehehe,
    kan kalderane nak ambles pakdhe, lah kalau magma didalam (dibawah kaldera) itu masih beraktivitas, makin lama makin terkumpul, tekanan makin tinggi, apa mungkin malah bisa menyebabkan erupsi besar? atau malah membuat kaldera naik lagi, dan kemungkinan besar mesti akan ada lubang tembusan magma di atas maupun disamping kaldera pakdhe?

  3. eh padhe, pada saat terjadi suara keras di merapi bahkan penduduk pada wilayah diatas 20 km sering guyonan bahwa wilayahnya akan menjadi desa terakhir menuju merapi, kalau melihat paparan diatas dan memang akan terbentuk kaldera, berarti gimana pakdhe, jadi menarik untuk selalu diikuti perkembangannya

  4. oooo…begitu to penjelasannya , jadi ingat waktu merapi tremor dan bergemuruh, anak saya (klas VIII) bertanya, apa yang terjadi dengan merapi? saya jawab sekenanya saja, merapi mau bikin kaldera….ee dia kaitkan dengan jarak aman yang 20 km sedang rumah kami di 17-18 km, menurut asumsi dia 20 Km akan jadi kaldera seperti gunung bromo. Makin takut saja kami sekeluarga, karena waktu itu banyak isu-isu yang berkembang dan menyesatkan sekaligus menakutkan.
    Dan terimakasih atas tulisan ini, dan akan saya teruskan ke generasi penerus.

  5. wah,,,,
    sangat sangat bermanfaat ceritanya dan sangat menarik…
    sangat membantu saya dalam memahami terbentuk nya kaldera itu bagaimana proses proses terjadi nay,,,
    terima kasih pakdhe…sangat bermanfaat…

  6. menurut literatur yang saya baca kaldera merupakan kawah yang luas (atw lebarnya saya lupa) lbh dari 2 km,, dan terbentuk akibat letusan eksplosif yang amat besar, latusan yang dikatakan besar ini seperti apa?? apakah letusan seperti merapi atau seperti krakatau?? mohon penjelasannya..

  7. Pak De, kalau pasir yang terbawa ke sungai bagaiman terbentuknya ? Apakah pasir terbetuk ketiks gunung mrlrtus atau akibat pelapukan.
    Terima kasih ataspencerahnnya

  8. Thank a lot, pak De yang baek..

    sangat sangat mudah dan menarik dan also dimengerti dengan sangat cepat, dengan melihat gambar-gambar sketsa itu saja, siapa pun musti dapat memahaminya siswa SD, SMP, SMA dst, dapat mereka-reka sesuai tingkat perkembangan rasionalitas dalam memahami sebuah caldera gunungapi, ya termasuk para akademik yang lulusan S1, S2, S3 bukan bidang ilmu geologi and vulkanogi gitu pak de, misal social, politik, etc… gitu pa De…

    itu baru cerita/ulasan pak De, tntg caldera, (n also yang LAEN, nanti, or dulunya) utk presepsi orang awam (n tentu akademis juga, ya khan) aku merasa bahwa kalo ini dibaca oleh masyarakat kita yang live near vulcano, TENTU mereka akan lebih rasional khan, mengira-mengira (probabilies) apa or bagiaman itu, mengapa begitu, n tentu juga efek n defect or ancaman yang mungkin akan or jika terjadi ….

    singkat nya, menurt ku new masyarakat ini, menjadi semakin lebih “cerdas” dari old generation la gitu…, bukan khan begitu yang banyak terjadi pada negara – negara maju, khan pak De…

Leave a Reply