Citra spektakuler dari NASA melihat leleran Merapi

0
Jarak luncurannya melebihi 7.5 Km dari Puncak Merapi

Sebuah citra yang sangat spektakuler dirilis oleh NASA. Image yang dibuat oleh NASA ini merupakan sebuah citra satelit yang seringkali dipakai untuk melihat tingkat panas sebuah objek. Citra yang diambil pada tanggal 1 November ini dirilis pada tanggal 5 November 2010.

Citra ini merupakan gambaran bagaimana arah luncuran aliran Pyroclastic dari Merapi yang terlihat mengarah ke Selatan.

Citra ini tentusaja sangat membantu karena dengan sensor panas inilah kita mampu melihat kearah mana luncuran aliran piroklastik dari Merapi.

Arah luncuran piroklasktiknya ke arah Selatan

Arahnya ke Selatan   

Dengan citra ini tentusaja tiodak dapat dipungkiri lagi bahwa arah selatan merupakan arah bahaya utama merapi seperti yang sudah sering disampaikan oleh Pak Surono dari PVMBG bahwa  arah Sungai Gendol merupakan arah yang berbahaya dan sangat berpotensi terkena lahar dingin.

Arah luncuran ke selatan menuju Sungai Gendol (merah jambu). Namun Sungai Code (Merah) disebelah baratnya juga berbahaya karena curah hujan tinggi di puncak.

Overlay dengan menggunakan GoogleMap diatas mudah untuk dimengerti mengapa Sungai Gendol (merah jambu) dan Sungai Code (Merah) merupakan dua sungai yang harus diperhatikan dan waspada terhadap banjir lahar dingin.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan bahwa dua aliran piroklastik bergerak turun gunung berapi pada 30 Oktober. Aliran piroklastik adalah avalanche gas sangat panas, abu, dan batuan yang mengalir menyusuri salah satu sisi gunung berapi dengan kecepatan tinggi. ASTER ini hanya menggambarkan atau mencitrakan salah satu dari arus aliran awanpanas.

Letusan Merapi ini belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Setelah beberapa hari episode erupsi, gunung berapi mulai letusan pada 3 November yang lima kali lebih kuat dari pada tanggal 26 Oktober dan berlangsung lebih dari 24 jam. Ini adalah letusan paling besar dari gunung Merapi sejak 1870-an.

Jarak luncurannya melebihi 7.5 Km dari Puncak Merapi. Panjang luncurannya sekitar 5 Km.
Gambar diatas memperlihatkan Gunung Merapi telah diliputi awan selama terjadi letusan, tetapi pada 30 Oktober Advanced Spaceborne Emisi Termal and Refleksi Radiometer (ASTER) di satelit Terra NASA menangkap tanda termal abu panas dan batu dan kubah lava pijar. Data termal di-overlay pada peta tiga dimensi gunung berapi untuk menunjukkan lokasi perkiraan aliran. Data tiga dimensi dari model topografi global dibuat dengan menggunakan pengamatan stereo ASTER.

 

Sumber : NASA

1 COMMENT

  1. seorang teman menyarankan saya untuk menjadi geologist agar dierima kerja di tempatnya…maka mampirlah saya ke situs ini..dan beberapa saya update di status fb saya… tanpa menyalahi aturan yang berlaku tentu saja… thankss…. mohon saran agar saya bisa mempelajadi geologi dengan lebih singkat dan padat..he he… lo ga keberatan replay via email ya Pakdhe…

  2. SUBBHANALLLOH
    MAHA BESAR ENGKAU…….
    APA ARTINYA MANUSIA ,SEPERTI HALNYA DEBU MERAPI
    YANG ENGKAU PERINTAHKAN TUK DIMUNTAHKAN DARI PERUT BUMI.
    MUDAH2AN KECERDASAN YANG ENGKAU KARUNIAKAN KEPADA MANUSIA DAPAT MENJINAKKAN MAKHLUK MERAPIMU……..DAN ADA MANFAATNYA UTK MANUSIA.
    KARENA SESUNGGUHNYA KAMI AKAN SELALU BERSUJUD KEPADA..MU. YA ROBBI……
    DAN SELALU BERI KETEGUHAN IMAN UNTUK SAUDARAKU YANG TERTIMPA MUSIBAH

  3. […] Citra spektakuler dari NASA melihat leleran Merapi (via Dongeng Geologi) Sebuah citra yang sangat spektakuler dirilis oleh NASA. Image yang dibuat oleh NASA ini merupakan sebuah citra satelit yang seringkali dipakai untuk melihat tingkat panas sebuah objek. Citra yang diambil pada tanggal 1 November ini dirilis pada tanggal 5 November 2010. Citra ini merupakan gambaran bagaimana arah luncuran aliran Pyroclastic dari Merapi yang terlihat mengarah ke Selatan. Citra ini tentusaja sangat membantu karena dengan sensor pana … Read More […]

  4. Hai…Salam knal smuanya…

    Wah serem juga ya qalo sampe ada skema jelasny qaya gitu…

    Serem gmana nasib sodara qta disana…Lumpur yg meluap aja belum berenti..
    Skarang gunung merapi meletus2 mulu…

    Ckckckckck…Berdoa aja deh bisanya..!

  5. untung aja baru sebaris lelehannya, kalo sudah melebar kemana-mana bisa hancurlah sudah semuanya… mengerikan

    –> Itu kelihatan sebaris karena diambil tanggal 1 November, Letusan besar setelahnya tidak tergambarkan. Dan sudah mengalir kebeberapa arah. Memang yg keselatan ini termasuk paling besar.

  6. Konon, menurut kepercayaan orang Jawa dulu—saya tidak tahu keadaannya sekarang—Ki Merapi itu suaminya Nyi Roro Kidul. Jadi, citra satelit ini mungkin bisa jadi semacam “bukti” seberapa besar rasa cinta Ki Merapi kepada Ratu dari Selatan itu.

    Anyway, NASA punya satelit untuk surveillance by satellite, oke, itu keren. Tapi Pak Surono juga punya seismograf untuk seismographic monitoring, selain mungkin juga tiltmeters untuk mengukur ground deformations, sejumlah gauges untuk mengukur emisi gas dan uap vulkanis, dan tentu saja hazard assessment maps—selain yang lebih penting: dedikasi, kerja keras, dan kepedulian. Sayang, kita kehilangan Mbah Maridjan. Ia punya yang lebih dahsyat: cinta, keteguhan hati, dan pengabdian.

    Kita, orang Indonesia, barangkali bisa belajar dari saudara-saudara kita yang akrab dengan Merapi. Kita mungkin bisa memandang Merapi itu seperti seorang perempuan cantik. Barangkali kita bisa—seperti halnya Pak Surono—menyapanya dengan seismograf dan serangkaian instrumentasi lainnya. Kemudian mencoba mengenalinya lebih dekat. Mengobrol. Bercanda, menunjukkan hormat, mengagumi. Akan terlihat indah juga—meskipun akan terasa terlalu berat bagi sebagian besar dari kita—kalau kita bisa meniru Mbah Maridjan: bersimpuh di hadapannya dengan segenap cinta dan puja, mengabdikan diri, dan kemudian mempersembahkan nyawa untuknya.

    Atau barangkali yang lebih penting adalah seperti yang sudah dikatakan banyak orang: bahwa bencana alam itu adalah sisi lain dari satu mata uang yang sama—berkah berada di sisi yang satunya lagi. Jadi seperti halnya kearifan dalam mengelola berkah alam itu mutlak perlu bagi kehidupan, demikian juga halnya kesiapan dalam menghadapi bencana. —Seperti halnya kearifan dan kesiapan menghadapi uluran-cinta dan rayu-manja ataupun amarah serta murka seorang perempuan cantik. Karena Ebiet G. Ade, “anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya.”

  7. Salam kenal smuanya,,,
    Info hangat, sehangat kabar indonesia saat ini. Mudah-mudahan kita menyadari apa-apa saja yang tlah kita perbuat selama ini.
    Karena musibah atau azab pangkalnya kebanyakan dari umat itu sendiri… 🙁

  8. Pakdhe tolong jelaskan darimana suara gemuruh itu terjadi…tadi malam saya lihat di km 20 dari puncak suaranya kaya mau kiamat….suara paling dahsyat yang pernah saya dengar seumur hidupku pakdhe….saya langsung deg-degan shock dengernya langsung turun ke kalasan….
    Trus bilangnya BNPB suplai magma merapi saat ini dari imogiri….tolong jelaskan pakai gambar dimana sih sebenernya dapur magma merapi saat ini kok ga berhenti sampai sekarang….suwun….

  9. Pakde, citra ini diambil pada tgl 1 Nov. yang menunjukkan arah aliran material panas ke selatan. Sangat ditunggu nih, citra setelah letusan besar tgl. 3 Nov yang merubah bentuk kaldera. Bukankah setelah tgl tsb. aliran material panas telah berubah menuju ke segala arah ? Kalau benar begitu, kesiap siagaan harus disampaikan dan ditekankan tdk hanya arah selatan (Jogja) saja, krn selama ini konsentrasi tanggap bencana lebih besar ke Jogja drpd ke arah yg lain.

  10. Besok KPI akan memanggil Pemred TV berkaitan pemberitaan bencana yang notabene lebih banyak berorientasi komersial daripada memberitakan agar warga siap dan tanggap bencana dengan benar, dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dipertanggungjawabkan.
    Blognya pakdhe ini sangat membantu masyarakat awam memahami dengan benar kegawatan yang dapat ditimbulkan oleh Merapi, dengan demikian masyarakat dpt mengambil langkah penyelamatan dengan lebih terarah.
    Mudah-mudahan KPI cukup cerdas menjadikan blog ini menjadi salah satu acuan dalam pemberitaan bencana.

  11. Mbak “Citra” lagi naik daun nih, banyak di cari para ahli.
    Semoga cobaan untuk Negeri ini segera berakhir …. Aamiin 8)

  12. Pakde thaks nice info..

    Mau tanya neh, kalau Pak Surono itu membuat radius aman 10km, 20km itu berdasarkan apa ya apakah ada rumusnya?

  13. (1) Garis merah di foto Nasa itu rekaman jejak awan panas yg kebetulan meluncur pada saat foto diambil ataukah itu jejak panas dibawah permukaan tanah (berarti pada jalur tsb ada kantong magma (sorry sy bukan geologist jd gak tau tentang kantong2 magma)?
    (2) Utk OinZir O : Indonesia sudah menguasai teknologi pencitraannya (imaging), yg tdk dipunyai Indonesia adalah satelitnya.
    Terimakasih

  14. Pak Dhe, kalau lihat dari nasa abu vulkanik sudah menutupi permukaan tanah, sehingga kalau ada awan panas atau wedus gembel keluar tidak ada hambatan, maka meluncurnya ke lereng makin cepat dan jarak makin jauh karena koefisein gesekan makin mendekati angka satu. sebaiknya pengungsi pindah yangl lebih jauh di kabupaten gunung kidul atau 30 km?

  15. posko Masjid Pogung Raya, dapat menghubungi sdr Hanif: 085643274922, pengungsi ada 150 jiwa dr Candibinangun (bisa terus bertambah)

  16. Bang Vicky

    Alangkah lebih bermanfaat lagi kalo Pak Surono group punya tool ini in the real time. Sehingga arah gerakan wedus gembel bisa kita prediksi real team dan informasi ini bukan hanya bagus, namun bermanfaat menyelamatkan masyarakat lereng merapi

    Salam duka.

Leave a Reply