PRIDE WILL UNITE -Rasa bangga itu akan mempersatukan.

0

Agak sedikit gulana ketika membaca banyaknya keluhan tentang sekolah kita dahulu. Ada yg resah dengan tempat belajarnya dulu, bahkan banyak yang risih dengan kota tempat tinggalnya yg kumuhl. Bahkan banyak yang akhirnya rendah diri karena melihat hal buruk disebelahnya.

Hari-hari ini saya mengikuti sebuah mailist alumni yang isinya komplain. ngeluh, bahkan ada yang nyinyir dan mengungkap keburukan kampus tempat belajarnya dahulu.

UGM alumninya nggak kompak, …. ITB & UI lebih kompak, sehingga korupsi di Indonesia nggak bakalan bisa diberantas, karena sesama alumni saling menutupi & mengkader. Kalau alumni UGM malah saling membunuh, karena merasa dirinya bersih & suci, jegal2xlan hanya untuk rebutan jabatan, padahal kalau ada fulus, semua jabatan bisa dibeli. Salut untuk alumni UI & ITB yg kompak, salah atau benar yg penting alumniku !!!

Benarkah kita seburuk ini ?

Kebetulan saya mengambil S1 di UGM trus ambil S2 di UI Jadi ikutan dua milist alumni, Nah karena aku juga menjadi admin salah satu milist (umum) akhirnya diperboleh masuk ikutan milist alumni ITB, UPN dan juga ITS. Ada yang menarik … Ternyata semua alumni itu mirip-mirip saja, terutama keminderannya. Selalu menganggap dirinya lebih buruk dibanding yang lain.

Banyak alumni ITB dan UPN yang angkat jempol dengan KAGAMA, demikian juga sering terbaca ungkapan mindernya alumni ITS maupun UPN. Hampir semua secara tersirat mengatakan “punyaku jelek dan ndak kompak“.

Masalah nasional saat menghadapi perubahan

Indonesia sedang mengalami hal ini. Dimasa masa perubahan (reformasi) ini selalu saja pikiran minder dan enggan berubah selalu muncul.

Ketika pulang kampung kemarin saya bertemu banyak orang-orang tua, bener-bener orang yang sudah tua usianya, yang pada tahun 1945 masih muda, ketika Indonesia barusaja meneriakkan merdeka. Menurut para orang tua ini banyak juga yang mengatakan wah enakan jaman NORMAL. Mereka menganggap jaman penjajahan adalah jaman normal. Mirip seperti saat ini kita mengatakan wah, enakan jaman Orba. Sepertinya keminderan ini ini bukan gejala institusi pendidikan, Ini gejala nasional. Hampir semua orang Indonesia itu saat ini terkena penyakit minder.

Efek buruk dari “ketidak-banggaan” atau minder ini adalah perpecahan. Karena hanya akan saling memperburuk keadaan.

Jelas bukan berarti saya tutup mata dengan hal buruk di UGM, UI, ITB, ITS maupun UPN dan Uni-Uni lain maupun kondisi Indonesia secara general, tetapi semua tentunya tahu bahwa mengkonsentrasikan pada hal buruk itu sama saja akibat buruknya. Berpikirlah yang positip. Biarkan orang lain yang menebar kabar buruknya.

Jadi kalau anda cinta dengan alamamater tempat anda belajar dahulu dan cinta negeri ini ” Beritakan kabar bagusnya sesering mungkin !! Kabar  buruknya serahkan pada media lain utk menyebarkannya.”

Itulah sebabnya saya lebih suka ungkapan “PRIDE will UNITE !!

“Kebanggan itu akan mempersatukan !”

Bacaan lain :

1 COMMENT

  1. Angkat tangan mu kawan untuk geologi.
    Kita bersama sama hadapi semua lawan.
    Satu untuk semua
    smua untuk satu
    jangan pernah ragu kitalah nomer satu.

    PANGEA!
    PANGEA!

    UPN 2010 unity in diversity.

  2. Satu lagi yg sering dilupakan alumni. Sumbangkanlah sedikit ilmu yg di dapat dunia kerja ke kampus tercinta, beri semangat adik2 mahasiswa.

  3. Sebagai Pecinta Indonesia,
    piya-piye aku tetap bangga&mencintai Indonesia.

    Biarlah yang pada ngurus negeri ini banyak yang korupsi,
    uang pajak banyak yang ditilep pegawainya sendiri, atau apapun namanya.

    Harapan itu masih tetap ada!

Leave a Reply