Video longsoran yang mengubur 30 orang

6

Sebuah tanah longsor telah mengubur sekitar 30 orang di jalan raya di Kolombia barat laut, pihak berwenang mengatakan, tidak mungkin ada orang yang dapat diselamatkan lagi dari 10 orang yang telah diketemukan.

Menonton daerah longsor adalah sangat berbahaya !

“Hal ini telah dikonfirmasi bahwa sekitar 30 orang telah terkubur di puing-puing dari longsor (di departemen Antioquia), yang cukup besar,” kata John Rendon, kepala pencegahan bencana Antioquia’s, AFP, Senin (27 September 2010).

Sebuah tumpukan tanah sebanyak 100.000 meter kubik meluncur menyapu jalan raya di kota Giraldo, yang mengarah ke kota Medellin, kata Rendon.

Secara kebetulan ada seorang yang merekam kejadian longsoran ini dengan video seperti yang terlihat dibawah ini :

Kejadian yang diambil videonya ini merupakan longsoran susulan setelah longsoran sebelumnya memutuskan jalan yang berada di sebuah lereng curam yang runtuh. Perlu diketahui bahwa saat-saat setelah longsor terjadi adalah saat yang sangat berbahaya bagi orang yang tidak mengetahui bahwa tanah disekitarnya sangat labil.

🙁 “Jadi menolong orang yang sedang mengalami longsor juga sangat berbahaya ya , Pakdhe”

😀 “Seandainya kamu bukan ahli yang terlatih dalam pemberian pertolongan bencana, akan lebih baik tidak mendekati lokasi kejadian bencana termasuk longsoran. Ini menunjukkan bahwa sukarelawan-sukarelawan terlatih dalam memberikan pertolongan bencana memiliki dedikasi serta sifat terpuji yang patut diacungi jempol”

🙁 “Betul, Pakde. Bencana bukanlah sebuah pertunjukan yang perlu ditonton”

6 COMMENTS

  1. Saya juga ingin menambahkan Komentar diatas, tahun 1992 terjadi longsor di daerah Sodong Hilir Tasikmalaya dan kebetulan saya menjadi Tim SAR lokal disana. 1 jam setelah kejadian longsor pertama saya di telepon oleh teman yang kebetulan sedang berada di Sodong hilir dalam rangka KKN. 1,5 Jam kemudian saya Cs sudah di lokasi, di bawah bukit tersebut sudah banyak sekali orang yang menonton. Kemudian saya bergerak ke lokasi diatas longsoran, Saya begitu terkejut ketika ternyata di atas lokasi longsoran tersebut terdapat semacam kolam atau danau kecil berdiameter sekitar 75 Mtr. yang lebih mengerikan lagi adalah dinding penahan (yang sebagian sudah longsor) sudah mulai retak. Kontan saja saya menghubungi teman saya yang berada di bawah lokasi longsoran agar segera memperingatkan masyarakat untuk menghindar dari tempat mereka ke tempat yang lebih tinggi.
    Segera teman saya tersebut meng-instruksikan kepada masyarakat yang menonton untuk bubar dan mencari tempat yang lebih tinggi. Masyarakat mulai bergerak dan menuruti perintah tersebut, namun tak ayal lagi kurang dari lima menit setelah itu, dinding penahan danau tersebut ( yang sebelumnya telah longsor ) ambrol dengan membawa ribuan atau mungkin jutaan kubik air bercampur material lumpur dan batu.
    Begitu mengerikan waktu itu, dan 54 nyawa menjadi korban dari peristiwa tersebut. Hingga kini saya masih mengingat kejadian tersebut mulai dari ketika ambrolnya penahan kolam tersebut sampai mendengar jeritan ” Aaaaww ” mereka yang terbawa longsor. Suaranya bergemuruh dahsyat, tanah bergetar, dan…..( saya tak ingin mengucapkannya lagi).
    Insya Alloh cerita ini akan saya posting di web saya http://www.dunia tasik.com. akan saya sertakan gambar setelah kejadian berlangsung.

  2. kemarin ada 3 orang warga yg bersihkan jalan yg kena longsor maksudnya biar jalan bisa dilewati kendaraan. yg dua orang pulang yg satu masih tinggal disitu, dan terjadilah longsor susulan yang mengubur 1 orang itu (lupa tempatnya). Benar pesan pakdhe jangan terlalu dekat daerah longsor sangat berbahaya

  3. sekedar berbagi pengalaman sebagai sukarelawan tanggap bencana US. Disini, semua resources dilibatkan untuk mengetahui sejauh mana bencana alam terjadi. Semua serba terstruktur rapi dalam standar nasional. Dan sebelum nenerjunkan personel, sudah dilakukan pengamatan dan pengujian awal baik oleh tim ahli bersangkutan. misalnya ledakan pembangkit listrik di kota saya, langsung dilakukan pemetaan udara, tim investigasi ledakan dari FBI, hazard material team dsb. untuk sukarelawan diletakkan dalam ring terluar untuk sterilasasi hot zone dan pendataan personel yang masuk dan keluar hot zone. Dalam struktur ini, yang berperan menarik personel dari hot zone, bukanlah komandan tanggap bencana, tetapi safety officer yang notabene dibawah komandan. karena dia paling tahu bahaya yang kemungkinan bakal terjadi.

    terimakasih

    ypramudya

    –> Pengalaman Mas Yandhie perlu ditularkan ke temen-temen di Indonesia.

Leave a Reply