Ingat 13 Desember, Hari DEKLARASI DJOEANDA !

0

Saat ini di sedang seru-serunya berbicara ngompol soal teritorial dibawah ini sekelumit perjalan sejarah daerah teritorial Indonesia.

🙁 “Wah Pakdhe. Indonesia itu namanya kok ada Netherland Indische trus juga ada istilah Nusantara darimana sih ?”

Menurut Tante Wiki, Nusantara merupakan istilah yang dipakai oleh orang Indonesia untuk menggambarkan wilayah kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Istilah lain yang dikenal adalah Nuswantara.

 

Peta dibuat oleh De-bry Houtman tahun 1601

Kata Nusantara ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16), namun untuk menggambarkan konsep yang berbeda dengan penggunaan sekarang. Pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai nama alternatif untuk negara lanjutan Hindia-Belanda. Setelah penggunaan nama Indonesia disetujui untuk dipakai untuk ide itu, kata Nusantara dipakai sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia.

Kali ini dongengan bukan tentang sejarah jauuuh masa lalu, tetapi ide kata Nusantara ini sepertinya mendasari deklarasi Djuanda yang akhirnya melahirkan konsep negara kepulauan yang diakui dalam konvensi PBB dengan nama UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea).

Bagaimana detil tehnisnya UNCLOS itu nanti diceriterakan dalam dongeng yang lain. Tetapi kali ini kita lihat seperti apa perkembangan teritorial Indonesia sejak kemerdekaan.Dongengan ini merupakan sebagian dari dokumen EVALUASI KEBIJAKAN DALAM RANGKA IMPLEMENTASI HUKUM LAUT INTERNASIONAL (UNCLOS 1982) DI INDONESIA. Dokumen ini dibuat Oleh Departemen Kelautan dan Perikanan yang dapat di unduh dibawah.

Indonesia saat MERDEKA !

Pada saat Indonesia memproklamirkan diri sebagai sebuah negara merdeka, Indonesia mengklaim teritorialnya adalah bekas jajahan Belanda yg sebelumnya disebut Netherland Indische.  Saat itu Indonesia menyatakan merdeka dengan klaim peta yang dipakai sebagai penentu teritorial adalah peta produk kolonial yg disebut Territorial Zee en Maritime Kringen Ordonantie (TZMKO).

 

Inilah Indonesia tahun 1945. MERDEKA !!

Menurut TZMKO saat itu batas wilayah Indonesia hanya 3 nM (nautical Miles) dari garis pantai. Dengan demikian Indonesia menjadi sebuah negara yang terpisah-pisah, karena jarak antar pulaunya lebih dari 3 nM. Tentusaja banyak lautan bebas sehingga banyak kapal lalu lalang di Indonesia ini. Ini sangat merisaukan Djoeanda.

Dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan tekad bulat memperjuangkan kedaulatan Indonesia, maka tanggal 13 Desember 1957, Perdana Menteri Ir. Djoeanda, mendeklarasikan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut di sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia, yang dikenal sebagai “Deklarasi Djoeanda”.

Ingat ini bentuknya sebuah deklarasi. DECLARE. Atau boleh disebut sebagai ungkapan pernyataan diri untuk menyatakan kepemilikan kekuasaan. Mirip klaim terhadap sesuatu. Dasarnya bisa logis, namun juga bisa saja aneh bahkan dilogis-logiskan.

🙁 “Wah pantesan negeri jiran suka ngeklaim. Dasarnya ga jelas”

Sejak Deklarasi Djoeanda diucapkan 13 Desember 1957 Indonesia menjadi SATU TERITORIAL UTUH.

Indonesia pasca Deklarasi Djoeanda 1957.

Deklarasi dengan (prinsip-prinsip) negara Nusantara (Archipelagic State) ini meskipun mendapat tantangan dari beberapa negara besar, melalui perjuangan panjang, akhirnya diterima dan ditetapkan di dalam konvensi hukum laut PBB (UNCLOS, 1982) bahwa Indonesia adalah negara Kepulauan Nusantara yang Saat ini secara geografis merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki luas laut sebesar 5,8 Juta km² yang terdiri dari laut territorial dengan luas 0.8 juta km2, laut nusantara 2.3 juta km2 dan zona ekonomi eksklusif 2,7 juta km2. Di samping itu Indonesia memiliki pulau sebanyak 17.480 pulau dan garis pantai sepanjang 95.181 km.

Pentingnya HARI DEKLARASI DJOEANDA pada tanggal 13 DESEMBER secara resmi mulai diperingati sejak 13 Desember 2000, yang kemudian melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai HARI NUSANTARA, artinya 13 Desember sebagai Hari Nasional. Tentunya sangat perlu diperingati sebagai hari Nasional dengan peringatan yang seharusnya tidak hanya sekedar upacara. Mari kita usulkan ke pemerintah dan DPR serta seluruh komponen bangsa ini untuk benar-benar serius memperingati hari bersejarah ini dengan lebih meriah supaya menambah wawasan pemersatu bangsa.

🙁 Wah bagus Pakdhe. Saat ini Indonesia terasa tercerai berai. Dan pro-kontra selalu saja terjadi ketika ada issue nasional” Semoga semangat Djoeanda mempererat kembali persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Perairan Indonesia tahun 1996.

Walaupun Deklarasi Djoeanda sudah dicanangkan sejak 1957, serta PBB mengeluarkan konvensi hukum laut UNCLOS tahun 1982, namun di Indonesia baru diundangkan pada tahun 1996 melalui UU no6 tahun 1996

Saat itulah Indonesia sudah merasakan benar-benar satu. Impian para penggagas Negeri ini membentuk NKRI telah terrealisasi NKRI. Undang-Undang merupakan satu bentuk legalitas negeri ini yang harus diikuti oleh pemerintah sebagai amanah.

Peta Alur Laut Indonesia (ALKI)

Sebagai konsekuensi dari diratifikasinya UNCLOS selain hak kepemilikan kekayaan tentusaja ada tanggung jawab yang harus diemban.

Kewajiban Indonesia sebagai Negara Kepulauan sudah diatur oleh Pasal 47-53 Konvensi Hukum Laut 1982. Pasal 47 menyatakan bahwa Negara kepulauan dapat menarik garis pangkal lurus kepulauan (arhipelagic baselines) dan aturan ini sudah ditransformasikan atau diimplementasikan ke dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia dan PP Nomor 37 Tahun 2002 tentang Hak dan Kewajiban Kapal dan Pesawat Udara Asing dalam Melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan melalui Alur Laut Kepulauan yang Ditetapkan, dan PP Nomor 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.

Potensi penambahandengan landas kontinen

Indonesia diperkirakan memiliki potensi untuk menetapkan batas terluar landas kontinen sampai sejauh 350 mil di tiga tempat, yaitu Aceh sebelah Barat, Pulau Sumba sebelah Selatan, dan Utara Pulau Irian ke arah Utara.

Dengan demikian selain sudah terlaksananya UNCLOS, Indonesia masih menyimpang banyak Pe-eR yang harus dikerjakan. Selain potensi landas kontinen, masih juga ada batas-batas teritori dengan negara tetangga.

 

Evaluasi UNCLOS di Indonesia (AWAS ukuran file besar)

Bagi yang tertarik membaca detil “Evaluasi Kebijakan Dalam Rangka Implementasi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982) Di Indonesia dapat diunduh dibawah ini. (perhatian file cukup besar)

Kelautan 2008 tth UNCLOS

😀 “Yang penting jangan lupa thole ‎13 Desember 1957 adalah hari Deklarasi Djoeanda. Perlu dikobarkan sebagai hari pemersatu NKRI. Tanpa deklarasi itu Indonesia tercerai-berai”

Itulah betapa hebatnya pemikiran Djoeanda dalam mempersatukan Indonesia menjadi satu entity bangsa yang perlu disyukuri dan perlu dipertahankan keutuhannya.

1 COMMENT

Leave a Reply