Gempa Selatan Tasikmalaya 26 Juni 2010

0

Seperti yg sering saya tuliskan ttg hubungan bulan, gerhana, dan gempa. Hari ini kita lihat terjadinya gempa yg kebetulan berdekatan waktunya. Pak Awang menceriterakan kejadian gempa dibawah ini.

Bogor 26 Juni 2010 menjelang pukul 17.00 tengah gerimis turun, digoyang gempa yang cukup membuat pusing. Penduduk Jawa Barat sebelah selatan Bogor ke arah tenggara (Bandung, Garut, Tasikmalaya) pasti lebih kuat merasakannya sebab gempa berasal dari sebelah selatan Jawa Barat.

Instrumental Intensity Image

Sebuah gempa bermagnitude 5,8 Mw, dengan pusat di kedalaman 96,8 km telah terjadi pada 26 Juni 2010 pukul 16.50 WIB di Lautan Hindia sebelah selatan (80 km) Tasikmalaya. Dengan kedalaman hiposentrum seperti itu, bisa disimpulkan bahwa ini merupakan slab earthquake (patahan pada kerak samudera yang menunjam di bawah kerak akresi selatan Jawa Barat). Tahun lalu, gempa yang lokasinya di Samudera Hindia juga sekitar 80 km ke sebelah barat dari posisi sekarang terjadi lebih kuat (sekitar 7,0 SR) dan memakan banyak korban di bagian selatan Jawa Barat serta mengguncang Jakarta dengan kuat.
Semoga gempa sore ini yang baru berlalu tak banyak memakan korban. Guncangan di selatan Tasikmalaya sekitar IV-V MMI, di Bogor sekitar II-III MMI.

Jenis-jenis gempa


Ini bukan gempa yang akan menyebabkan tsunami sebab cukup dalam dan magnitude-nya relatif kurang untuk membangkitkan tsunami, gempa sedalam itu dengan magnitude di bawah 6,5 Mw biasanya hanya akan menghasilkan blind fault (dies out upsection).

Bulan sebagai pemicu gempa.

Kejadian gempa yang diceriterakan Pak Awang di atas tentusaja menarik karena bersamaan dengan fase bulan purnama dan saat terjadinya gerhana bulan sebagian pada hari yang sama. Salah satu dari sekian banyak faktor pemicu gempa diperkirakan adalah gaya tarik bulan. Dibawah ini tabel perigee dan apogee (jarak bumi bulan terdekat dan terjauh) tahun 2010

Jadwal Bulan Perigee dan Apogee 2010

Apa itu pergiee dan apogee sila lanjutkan dalam bacaan terkait disini :

1 COMMENT

  1. Tapi saya yakin bahwa faktor yang dominan terhadap gempa bukan gaya tarik bulan, tetapi lebih besar pada faktor pergeseran plat bumi. Kalaupun ada faktornya sangat kecil sekali.

  2. Assalamualaikum Pak Dhe, saya tadi buka BMKG trus baca “pergeseran musum kemarau 2010”, tapi saya malah mumet ga mudheng babar blas sama bahasanya… minta tolong mbok Pak Dhe yang jelasin pake bahasa yang bisa dimengerti to Pak Dhe… Semoga ada mangpaat buat sedulur semua… Matur suwun.. Wassalam…

  3. Numpang urun rebug Pak De. Sepengetahuan saya gaya tarik bulan, matahari terhadap bumi hanya berpengaruh terhadap bagian bumi yang liquit (elastis seperti air) shg terjadilah apa yg disebut pasang surut air laut. Sementara bagian bumi yang padat tidak terpengaruh hal ini dpt dibuktikan dari gravimeter yang nilainya tidak berubah ketika bulan purnama, bulan sabit maupun bulan mati. Menurut saya kalau pas bulan purnama maupun bulan mati terjadi gempa ya pas kebetulan saja. Kalau salah adalah dari saya, kalau benar ya datangnya dari Yang Maha Kuasa. Di th 1986 posisi planet2 pada satu kwadran dan ada sekte di suatu negara yang percaya akan terjadi kiamat maka sebelum hal itu terjadi mereka bunuh diri massal, ternyata sampe sekarang kiamat belum terjadikan.

    • Leres Mas Bowo … Anda betul kalau fenomena “kebersamaan” ini saat ini masih berbau “mitos”. pernah ditulis disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/12/03/efek-bulan-2/ Efek secara fisis akan sama, sebenernya gaya tarik itu tidak tergantung dari fasa benda. Padat dan cair semuanya kena efek grafitasi. Namun besar kecilnya strain tidak sama. Tentu saja air akan lebih mudah terlihat strain (perubahan geometrinya). Sedangkan batuan tidak terlihat, karena rigit.

      Untuk mendapatkan percepatan gravitasi dengan akurat, selain massa bumi, masa bulan dan matahari juga harus diperhatikan. Pengaruh penarikan antara bulan dan matahari disebut efek pasang surut (tidal effect). Oleh karena adanya penarikan bulan dan matahari, gravitasi bumi mengalami penyimpangan secara periodik dari nilai-nilai normalnya. Gaya pasang surut (tidal force) dapat diketahui dengan mengurangi penarikan bulan dan matahari pada suatu titik pengamatan dari penarikan benda-benda yang sama pada pusat bumi. Beda antara kedupenarikan kedua penarikan ini disebut gaya pasang surut dan terdiri dari komponen tegak dan datar. Besarnya koreksi pasang surut selalu ditambahkan didalam perhitungan. GST = Gs + T dimana : GST = Pembacaan percepatan gravitasi dalam milligal terkoreksi pasut Gs = Pembacaan percepatan gravitasi setelah dikonversi ke milligal T = Koreksi pasang surut

  4. Bpk Rovicky,mohon maaf,saya masih bertanya lagi,yaitu pertanyaan yg di atas itu,pak De,yaitu akankah Gununganyar dpt meledak spt Porong?!
    Soalnya kalo ya, saya dan keluarga mau cepat2 pindah,pak,ke Jakarta,atau ke ke KL saja nyusul bpk,biar aman.
    Banyak terimakasih

  5. Terimakasih,Bpk Rovicky atas penjelasannya!
    Maaf,pak,satu hal yg saya masih bingung,jadi di Surabaya apabila terjadi gempa besar akan muncul semburan lumpur dahsyat spt di Porong ,apa tidak pak?!
    Mohon jawabannya,pak,banyak terimakasih

  6. Maaf,ada sedikit tambahan,pak Rovicky,
    Tapi sepengetahuan saya kemungkinan gempa besar di Surabaya sangat kecil,mengingat berdasarkan zona Wadati-Benioff,episentrum gempa di wilayah pantura Jawa kedalamannya lebih dari 250 km,sehingga kemungkinan terjadinya gempa besar yg bersifat merusak sangat kecil.Di samping itu mud-volcano yg ada di Gunung Anyar,Surabaya skalanya kecil sekali,dan pressurenye telah released puluhan hingga ratusan th yg lalu,bahkan akibat semburan Porong sekarang sdh berhenti(mengingat pressure terbesar sudah lepas di Porong)
    Benarkah demikian,pak De ?
    Banyak terimakasih

    • Mas Thunggono, Sesar atau patahan besar memang dapat menyebabkan gempa bila aktif bergerak. Yang dicritakan Pak Danny memang menyebutkan adanya potensi itu di sekitar Surabaya. Yang perlu diketahui adalah, apakah sesar itu aktif atau tidak. Memang sesar aktif atau pasif tidak mudah dikenali. Seperti sesar Opak yang aktif memporak-porandakan Jogja tahun 2006 lalu. Kalau untuk gempa antar kerak atau slab earthquake, tidak akan merusak Surabaya karena sangat dalam. Namun yang dikhawatirkan adalah gempa dangkap akita pensesaran ini.

      Sedangkan gempa mengaktivasi mud-volkano biasanya gempa yang sangat besar dan sangat dekat. Sepanjang pengetahuan saya belum ada penelitian tentang kemenerusan hubungan antara Porong dengan Gunung Anyar. Kita hanya mengamati gejala permukaannya saja, tetapi tidak atau belum terlihat berdasarkan keterbatasan data bawah permukaannya.

  7. Pak Rovicky salam kenal,
    Pak,saya ada membaca tulisan bpk Danni Hilman Natawidjaya bahwa Surabaya dilewati 2 patahan aktif yaitu Rendeng dan Kendang sehingga menyebabkan Surabaya rawan gempa besar.Sedangkan di wilayah Gununganyar terdapat mud-volcano.Saya ada membaca dongeng geologi bahwa gempa>6 MMI mampu mengerupsi mud-volcano.Yg saya tanyakan apabila terjadi gempa besar,akankah muncul semburan lumpur dahsyat spt halnya di Porong?
    Mohon jawabannya,bapak,karena kami sekeluarga bertempat-tinggal di Surabaya dan dekat kawasan Gununganyar.Banyak terimaksih

    • @Yon, Kalau ditanya seberapa korelasinya ini yang tidak mudah. Saya sendiri masih setengah-setengeah dengan gejala “coinside” ini. Secara ilmiah memang ada yang pernah mengkorelasikannya. Namun saya belum yakin kalau berkorelasi secara “geographics temporal”. Mungkin lebih dilihat sebagai korelasi dengan kegempaan global. Kalau kegempaan daerah Bengkul dengan peredaran bulan barangkali tidak selalu tepat, karena setelah gempa bulan berikutnya belum ada tenaga (stress) yang terkumpul. Hanya yang perlu diingat hampir setiap terjadinya gempa besar bersamaan dengan posisi bulan, tetapi tidak sebaliknya. Tidak semua posisi bulan tertentu (apogee-perigee) bersamaan dengan gempa besar.

      @Arieprawira, posisi bulan ini “bukan penyebab” tetapi “pemicu” gempa.

  8. jadi beitu ya pak De RDP, kalo memang ada hubungannya dengan posisi bulan seberapa korrelaisanya,dan minta tolong Pak De RDP untuk menunjukan data-data hari gempa (indonesia) dengan posisi bulan tsb. Thank’s

  9. terima kasih tentang infonya dan kesediaan mengupdate content web ini, sarana belajar yang sangat mumpuni untuk kami para mahasiswa geologi.

Leave a Reply