Seismic Gap disebelah barat Kota Padang

0

http://rovicky.files.wordpress.com/2010/04/ikon_gempa.jpgSebenarnya gempa “yang ditunggu-tunggu” ada di sebelah barat Kota Padang. Daerah ini merupakan daerah jalur gempa, atau daerah yang banyak terjadi gempa. Namun dalam 40 tahun terakhir tidak terjadi gempa di daerah ini. Artinya terjadi penumpukan tenaga (stress) di daerah ini yang sekali waktu akan dilepaskan.

🙁 “Wah masih terus harus Waspada ya Pakdhe ?”

Hasil plotting gempa-gempa berkekuatan diatas 3.5 SR tahun 1971-2010 menunjukkan daerah yang “sepi gempa” selama 40 tahun ini.

Seismic Gap PadangKonon menurut penelitian ahli gempa. Didaerah ini sudah terkumpul tenaga sebesar 8SR. Berdoa saja supaya dilepaskan dikit-dikit. Atau berupa slow quake. Apa itu Slow Quake ? Tunggu nanti dijelaskan di dongeng selanjutnya.
Gambar diatas memperlihatkan segmen-segmen yang ada di sebelah barat Sumatra. Gempa 30 Sept 2009 lalu hanya berkekuatan 7.4. Sedangkan rata-rata segmen ini berkekuatan diatas 8. Dengan demikian masih ada sisa tenaga (stress) yang belum terlepaskan.Seismic Gap Seberut
Vigny, C. 2009. The Earthquake of Padang, Sumatra of 30 September 2009: Scientific Information and Update. Geoscience Dept., Ecole Normale Supérieure.
Terpicunya gempa dan gempa susulan bisa dibaca disini :

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. Kalau di Jogja, untuk daerah sepanjang gunung kidul sudah dilepaskan beberapa tahun lalu, bagaimana ya dengan perbukitan menoreh daerah kulonprogo? apa ini juga termasuk “yang akan tiba”?

  2. Pak, saya hanya berharap agar frasa “yang ditunggu-tunggu” tersebut diubah. FYI, tulisan bapak dikutip oleh orang lain dan kemudian diposkan di FB, lalu membuat ketidaktenangan. Itu saja permohonan saya krn beda dengan Kompas.com yang menggunakan frasa itu utk tujuan komersial, saya yakin bapak tidak berniat demikian. Itu saja permohonan saya.

  3. Pak Rahmat,
    Kita hanya bisa berdoa agar terhindar dari bencana.
    Sebenarnya tidak ada orang yang tau apa yang akan terjadi besok. Besok masih menjadi rahasia Allah.
    Ga perlu takut mati karena mati pasti datang, jadi bersiaplah untuk mati dan membawa amal baik.
    Salam.

  4. Salam kenal, Pak.
    Saya hendak mengritik pemakaian frasa “gempa yang ditunggu-tunggu” di paragraf pertama. Bagi geologis seperti Bapak, jika fenomena “yang sedang ditunggu-tunggu” itu terjadi, maka akan “menarik” dan membuktikan prediksi ilmiah Bapak. Namun, bagi penduduk kota Padang, frasa Bapak sangat mengganggu keinginan menata hidup lagi. Seandainya Bapak pernah tinggal di sana, hidup di dalam goncangan2 tsb, lalu membaca frasa yang Bapak tulis, maka perasaan Bapak akan sama dengan saya dan seluruh keluarga kami yang tinggal di sana. Saya tahu frasa ini pernah digunakan oleh Kompas, mengutip seseorang dari LIPI beberapa hari setelah gempa tahun 2009 kemaren. Bayangkan apa perasaan kami yang baru digoncang gempa besar, lalu membaca lagi “kekecewaan” geologis bahwa prediksi mereka tidak terbukti? Padahal negeri kami luluh lantak! Silakan baca tautan ini sebelum Bapak memutuskan tidak ingin mengubah frasa tersebut http://2eyes2ears.blogspot.com/2009/11/renungan-bagi-ahli-gempa-terutama-dari.html

    Wassalam,
    Saya hanya seseorang yang memiliki ibu, adik, kakak, kemenakan, nenek dan keluarga di Padang yang setiap kali membaca berita seperti ini selalu khawatir.

  5. Pakdhe… ijin share ya untuk pengurangan risiko bencana..
    isinya sangat bermanfaat untuk upaya kesiapsiagaan

    trim’s

  6. Ass. Wr. Wb. Gap berarti memang akumulasi energi ? Harapannya tetap energi itu dilepaskan sedikit-sedikit ja, jadi merasa sering ada gempa, tapi yang ndak merusak. Doa . . . kan adalah harapan.
    Mohon infonya kalau yang sekitar Jogja atau Jateng apakah masih ada gapnya juga ? Pernah dengar ada juga gap seismik di selatan Merapi dan Samudera Hindia, benarkah ?
    Terima kasih . . . .

  7. semoga gempanya gaya jawa om “alon-alon waton kelakon”, kalau gaya sumatera atau gaya ikan tongkol bisa berabe, wong belum recovery akibat gempa saja belum selesai.

  8. Pak Dhe, tolong dijelaskan mengenai proses terjadinya 2 kawah di Lusi. Dan apakah ini bisa memicu terjadinya lbh banyak kawah lagi. Apa yg sebenarnya terjadi di dalam sana?

  9. Pakdhe, apakah benar ada pengaruh antara gerhana matahari dan aktivitas gempa?
    trus Pakdhe, apakah ada hubungannya antara bulan (moon) dengan peningkatan aktivitas gunung berapi?
    tolong dongengnya ya, Pakdhe.
    (komen yang aneh!) 😀

    –> Looh Enggak aneh kok pertanyaannya .. sudah pernah baca yang disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/10/26/mengapa-efek-bulan-menjadi-pemicu-trigger-gempa/
    juga ini http://rovicky.wordpress.com/2007/10/26/awas-perigee/
    http://rovicky.wordpress.com/2007/05/21/gelombang-pasang-astronomi/
    http://rovicky.wordpress.com/2006/06/18/efek-bulan/

  10. Terimaksih kepada Kanjeng Dongeng Gempa,

    Dengan munculnya Dongeng Gempa ini, sangat membantu kami, terutama yang buta Ilmu Geologi. Melalui penjelasan penjelasan yang ilmiah tapi populer ini membantu kami dalam memahami Ilmu Geologi. Semoga dongeng Gempa dapat akan menjadi salah satu referensi yang melekat dihati pembaca, kemudian menjadi acuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Semoga pengelola Dongeng Gempa senantiasa diberi kesehatan, kesegaran, dan ide-ide yang cemerlang.

Leave a Reply