Gempa Subuh Simeulue 7 April 2010

0

Informasi dari BMKG, Rabu (7 April 2010) subuh menyebutkan, gempa telah terjadi dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) sekitar pukul 05.15 WIB dan berpusat di kawasan Sinabang, NAD, dengan kedalaman sekitar 34 km.

Gempa ini menyebabkan kepanikan karena menurut perkiraan USGS goyangan ini dirasakan hingga berkekuatan 6-7 Skala MMI.

Pagi itu juga sekitar pukul 7:05 BMKG mencabut tsunami warning
ANCAMAN TSUNAMI AKIBAT GEMPA MAG:7.2 SR, 07-Apr-10 05:15:03 WIB,Lok:2.33 LU-97.02 BT DINYATAKAN TELAH BERAKHIR :::BMKG

Peta goyangan gempa terlihat dibawah ini :

Menurut BMKG gempa ini terjadi tepatnya pada tanggal 07-Apr-2010 Jam 05:15:03 WIB dengan titik pusat episenter gempa pada 2.33 LU – 97.02 BT dengan kekuatan 7.2 SR dengan kedalaman 34 Km, atau terletak disekitar  75 km Tenggara SINABANG-NAD.

Gempa ini diperkirakan berpotensi tsunami, namun hingga kini tidak ada berita tentang terjadinya tsunami. Gempa yang menggetarkan hingga ke Medan dan bahkan Petaling Jaya (Kuala Lumpur, Malaysia) ini memadamkan aliran listrik di propinsi Aceh. Tidak ada korban jiwa hingga tulisan ini dibuat, dan hanya 3 orang dinyatakan luka-luka oleh DepKes.

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. Pak deh mau nanya ney kira2 tanda2 kalo mau terjadi tsunami tuh pa ja ya ???Apa hanya surutnya air laut setelah gempa ???
    Terima kasih

    –> Mas Dayat. Kalau kita sedang di pantai dan tidak ada komunikasi, tanda datangnya tsunami sering didahului dengan getaran gempa, surut laut dan juga angin yang bertiup tidak seperti biasanya. Pelajaran ini bisa dilihat dari kejadian di tsunami Pangandaran yang dituliskan disini : http://rovicky.wordpress.com/2006/07/21/menit-menit-mendebarkan-saat-tsunami-tanggal-17-july-2006-di-pangandaran/
    Dan yang lebih penting lagi adalah warning dari pihak yang berwenang. Mereka mengetahui dari tanda-tanda lain misalnya dari modeling, dan juga pengukuran gelombang yang ada di laut.

  2. Subhanallah kami yg berada langsung di S’lue merasakan ada tangan Tuhan yang bekerja dibalik gempa dahsyat menjelang subuh itu. Gempa yg besarnya 7,2 SR (Indonesia) –AS 7,7 SR, kemana yg 0,5 SR lagi, dikorupsi?– terasa bahkan melebihi gempa 9,2 SR yg terjadi pd tahun 2004 lalu, kenapa? Karena pada gempa tsunami 2004 kami masih bisa membuka pintu dan menyelamatkan diri keluar rumah, tetapi pada gempa 7 April lalu kami seisi rumah –bahkan juga tetangga-tetangga di kompleks– tak satupun yg dapat keluar pd saat gempa mengguncang bumi.
    Alhamdulillah tak satupun keluarga yg menjadi korban –kecuali seorang remaja tetangga– karena panik tidak bisa membuka pintu lalu memecahkan kaca jendela untuk melompat keluar sehingga lengannya terkoyak oleh lempengan kaca.
    Dan hampir tak dipercaya dengan gempa sebesar itu kerusakan yg ditimbulkan pun relatif kecil, tak satupun bangunan gedung yg luluh lantak layaknya seperti gempa yg melanda kawasan-kawasan lain.
    Semua musibah ini adalah berkat kasih sayang Tuhan pd kita umatNya agar selalu mengingatNya dan bersyukur atas segala pemberianNya, termasuk tantangan kehidupan yang harus dijalani diatas pulau S’lue yg dikatakan oleh ahli geologi terletak di atas ‘ring of fire’ lempengan paling berbahaya di dunia.
    Tabik dr S’lue

  3. Yth. Pak De, menurut saya kalimat “peringatan dicabut atau peringatan dibatalkan” itu seolah-olah “main2″ yah. Padahal kalimat yg dibuat ” Peringatan berakhir” artinya peringatan sudah selesai dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas kembali. Bagaimana membuat kalimat yang baik dan benar??? Tks.

  4. hm…, mungkin maksud dari kata “aman-aman saja” yang dilontarkan saudara/i venus adalah tidak terjadinya kerusakan parah, tidak ada korban jiwa, dan tidak ada tsunami, mungkin.

    Ya…, moga aja…, kita gak kecolongan lagi terhadap isu tsunami sehingga tidak ada korban jiwa yang melayang. Amin 🙂

  5. Saya memang bukan tinggal di Aceh. Hari ini 7 april 2010 adalah hari ke 3 saya berada di Banda Aceh karena tugas. Dan saya baru pertama kali merasakan gempa dengan kekuatan 5,1 skala richter, meski kekuatan gempa tidak sekuat di Aceh Barat, Simeulue n sekitarnya, perasaan takut n panik sempat ada. Saya bisa merasakan perasaan trauma masyarakat Aceh yang mengalami gempa n tsunami tahun 2004. Buat masyarakat Aceh semoga tetap tabah n tegar. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah swt.

  6. kami mengerti atas kesedihan aceh,.,,.,.
    kami tidak lagi mau indonesia di landa musibah,.,.,.,.
    mari kita berdoa,.,.,
    agar indonesia tidak lagi mengalami musibah,.,,..,
    kepada aceh ,.,.kami semua berduka atas musibah 2004 silam.,,.
    amin,,.,.,.,.

  7. jadi saya mohon,, jangan se enak nya saja bilang aman aman saja ya,,karena saudara tidak mengalami hal tersebut,, kalau lah saudara venus mengalami nya,,pasti sudah duluan pontang panting lari nya,,,,
    jadi tolong ya,, apa saudara tidak melihat di Meulaboh Kab. Aceh Barat,,,, air pasang laut sudah 30 cm ke Darat,,,,,
    Wajar Masyarakat kami panik,,, n kami tidak bekerja di kantor,,,,kami masih punya keluarga,,, karena keluarga lebih penting dari pekerjaan,
    Tolong Camkam Itu Saudara Venus,,
    Kami Dari Masyarakat,,, Kab, Aceh Barat ..Aceh Jaya,,, n wilyah Barat Selatan TIDAK menyukai perkataan saudara yang saudara bilang aman aman saja.

  8. membantah,,,,,,,,, atas ucapan saudara VENUS,,,,
    apa aman aman saja,,,, masyarakat panik n sudah trauma dengan Tsunami 2004 lalu,,,, Biarpun ada gempa kuat,,, masyarakt Kab, Aceh Barat n Calang pasti panik,,, wajar aja guru gur memulang kan murid nya,,, pegawai pegawai nya pada pulang,,,,, karena biarpun isu kan bisa jadi kenyataan juga.. jadi saudara,,, jangan bilang aman aman saja,,karena saudara tidak mengalami nya,,,
    jadi kami masyarakat Kab, Aceh barat,, terutama Wilayah Barat Selatan merasa takut n was was,,,,,,
    jadi tolong jangan bikin suasana kami jadi kacau,

  9. pengaruh gempa yang terjadi di seumelu tersebut berdampak juga kepada munculnya gosip hangat di wlayah Calang. gosip beredar yang mengatakan bahwa wilayah Kab Aceh Barat ada penyusutan air laut di sepanjang pantai Barat tersebut sehingga muncul isyu Tsunami mengakibatkan sebagian besar sekolah memulangkan murid-muridnya dan ada beberapa kantor Pegawainya pulang dan tidak berdinas. Pada kenyataannya wilayah Calang dan Aceh Barat aman-aman saja pasca Gempa tersebut.

Leave a Reply