Waspada Cyclone Robyn

0

Monitor Cyclone Robyn (5 April 2010) dari NASA
Seperti tulisan sebelumnya disini bahwa waspada banjir serta longsor masih perlu diwaspadai. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan cuaca ekstrim di sebagian Wilayah Indonesia pada 6-8 April 2010.

🙁 “Wah namanya itu looh Pakdhe. Apa emang namanya Robyn ?”

😀 “Ahli-ahli klimatologi dan cuaca memang memberikan nama-nama setiap badai ini seperti individu. Karena mereka memang memiliki karakteristik jangka hidup sejak lahir hingga hilangnya nanti. Ini untuk mempermudah mempelajari serta mengenali beberapa nama badai””

BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca tersebut setelah adanya Siklon Tropis ROBYN di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Bengkulu dan pusaran angin tertutup di perairan sebelah Barat NAD membentuk daerah pumpunan/pertemuan angin yang memanjang dari perairan Barat Daya Banten hingga Pesisir Barat Sumatra serta daerah tekanan rendah di Australia Utara membentuk daerah pumpunan/pertemuan angin memanjang dari Sulawesi bagian Tenggara hingga Laut Banda bagian Timur.

Foto yang diambil NOAA dan dibawah ini menunjukkan seberapa besar Cyclone Robyn ini :

Monitor Cyclone Robyn (5 April 2010) dari NOAA
Siklon tropis Robyn membentang ratusan kilometer di atas Samudera Hindia Selatan pada bulan April 2010 awal. Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA menangkap gambar-warna alami pada tanggal 5 April 2010. Meskipun badai tidak memiliki mata yang berbeda, ia memiliki pusat jelas. Cluster yang buram dengan awan putih di tengah badai sementara lengan spiral tipis nampak di bagian luar.

Monitor pergerakannya dapat dilihat dibawah ini :

Monitor Cyclone Robyn

Menurut BMKG Wilayah yang berpotensi terkena yakni NAD, Pesisir Barat Sumatra, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Barat bagian Utara dan Barat.  Kemudian, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jabodetabek, sebagian besar Jawa, NTB, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua bagian Utara dan Tengah.

Seperti yng ditulis Antara kondisi tersebut meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur. Selain itu, faktor pemanasan berskala lokal yang ditandai dengan suhu udara yang tinggi antara pagi dan siang hari di beberapa wilayah Indonesia, mendukung bagi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang – lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat.

Salam WASPADA !

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. mbokya namanya nama indonesia kaya “SUDIRJO”, “MARJONO”, “CECEP” dsb… wong adanya sepanjang wilayah Indonesia..

Leave a Reply