Pilih profesi yang kamu suka

0

Ya, judul tulisan itu salah satu hasil obrolan dengan boss besar di kantor, beliau adalah  John B HESS, CEO dari perusahaan migas HESS tempatku “nyangkul“.

Setahun lalu pernah menuliskan siapa John B Hess ini disini, Ketika anak lain mainan panjat pohon, dia diajak nyari minyak. Nah, pekan kemarin beliau mengunjungi kantor di Jakarta dan kebetulan bisa ngobrol berdua.

Aku bersama Pak SBY

Kegemaran ngobrol dengan orang yang punya pikiran tinggi begini sering membuka wawasan besar. Paling tidak memiliki eksposure tentang berpikir besar. Pssst termasuk ngobrol dengan Pak SBY sambil dinner 🙂 .

Mendengarkan “orang besar”  berbicara langsung didepan kita  itu asyik. Karena kita tahu apa yang ada dibenak beliau-beliau ini. Langsung tanpa saringan. Walaupun mungkin ada lamis-lamis, atau berbicara yang baik-baik saja, namun mengerti langsung dari yang bersangkutan itu sangat sulit. Apalagi saat ini banyak media yang lebih sering memelintir ucapan seseorang ketimbang menuliskan apa adanya. Ya sekali lagi karena kepentingan.

Memang kita tidak harus menelan mentah-mentah apa perkataan beliau-beliau ini namun cara ini merupakan cara verifikasi yang lebih bagus ketimbang lewat jurubicara maupun lewat media. Body language serta gaya bicara akan dapat kita pakai untuk menilai siapa lawan biacara kita. Lah kalau di koran atau tulisan kan sulit.

🙁 ” Pakdhe, Pak SBY gayanya gimana ? Trus wektu itu beliau nyanyi juga nggak ? Kok Pakdhe kliatan serius tegang gitu”

😀 “Hust aku diskusi serius dengan beliau. Sampai senyum aja aku lupa :p “

Mau jadi apa saja yang penting kamu suka.

Aku bersama John HESS

Sebagian orang tua seringkali memiliki keinginan menjadi apa anak nantinya. Namun John B Hess ketika aku tanya, “Pak John, apakah anda juga sudah melatih anak anda untuk menjadi CEO juga ?

Beliau sebelumnya senyum-senyum karena tahu arah pembicaraan ini tentusaja ke arah suksesi perusahaan. Beliau menjawab. “Setiap CEO yang bagus itu harus memiliki succession plan. Kalau dalam politik barangkali mirip dengan alih generasi, ya.

Beliau mengaku tidak mengharuskan anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya. Sukur-sukur mengikuti, tetapi yang lebih penting bagi beliau adalah anak-anak itu nantinya harus menyukai pekerjaannya.

Bener juga sih. Yang penting kita memiliki kegembiraan saat mengerjakan tugas kita. Tugas itu bisa saja pekerjaan, maupun kewajiban lain.

Aku trus nanya lagi dengan gaya sok akrab, “Eh, Pak John, lah emangnya apa yang kau sukai dengan pekerjaanmu ?“.

Dia menjawab … “Memilih truck untuk hadiah akhir tahun !

HESS Truck
Ya bener, di perusahaan HESS ada sebuah tradisi menyenangkan, dimana setiap pegawai dibagiin mainan “HESS Truck” padasetiap akhir tahun.

John HESS cerita bahwa hanya ada beberapa orang eksekutif yang tahu HESS Truck yang mana yang akan dikeluarkan pada akhir tahun. Main petak umpet ini konon kata beliau paling seru. Bahkan anak-anak dan Istrinya John Hess pun tidak mengetahui, jenis truck yang mana yang akan dikeluarkan pada akhir tahun ini.

🙁 “Wah Ngga tahunya Pakdhe kalau di kantor cuman mainan mobil-mobilan ya ?”

Pekerjaan memilih Hess Truck inilah yang menjadi salah satu jenis pekerjaan yang menarik bagi John HESS. Ya, ini salah satu pekerjaan yang menyenangkan. Tentusaja. Bahkan beliau maunya pekerjaannya hanya memilih truk ini tiap hari. Kalau bisa.

Prinsip menyenangi pekerjaan ini merupakan cirikhas para pekerja saat ini. Demokrasi sudah berjalan jauh kemana-mana. Dahulu banyak yang merasa bahwa hidup matinya sebagai buruh. Namun buruh atau pekerja saat ini sudah memiliki kebebasan berpikir, kebebasan berkreasi, dan segala macam kebebasan lainnya.

Yang  perlu diingat kedewasaan demokrasi itu intinya kebebasan dalam memilih disertai rasa tanggung jawab.

Sekali lagi yang penting pilihlah pekerjaannmu dan cintailah sebagai tanggung jawab.

LOVE YOUR WORK

if you don’t like your work,
you’ll need three times the energy:
to force yourself to work,
to resist the force,
and finally to work.

if you love your work,
your desire to do it
will be like a wind
to propel your ship
with much less fuel.

if you like your work,
you work no more –
for work, when you like it,
is work no longer,
but sheer enjoyment!

if you enjoy your work,
you’ll work and work
without counting the hours –
and you’ll reap and enjoy
more earnings as well.

– H.L. Neri

1 COMMENT

  1. terkadang nggak bisa jadi seperti yg kita mau….. sering kondisi dan realita hidup yang memaksa kita menjadi seperti apa sekarang ini….. makanya jangan menyalahkan atau menghakimi orang seenaknya. kalau kita jadi seperti mereka, belum tentu kita menjadi lebih baik daripada mereka.

  2. Mas Rovicky,
    Saya kutip HL Neri nggih….mohon ijin dan maturnuwun….
    Penyegar dan pembangkit semangat ,cocok buat saya yg sudah mendekati S 3 ( Sampun Setengah Sepuh )
    yg Sykur Alhamdullilah msh diberi kekuatan utk macul di Greenstone Mineralisation Area…Lake Victoria

    Cheers………………..

  3. assalamu’alikum, halo Pak Rovicky salam kenal
    btw saya mau nanya nie pak….saya mau ambil S2, tp yg ada relatednya dg ilmu geoscience…secara s1 saya dlu bukan dr geology, so sya menjatuhkan plihan ke geophysics or petroleum engineer….tp itu dia pak, saya punya 3 pilihan nie pak…
    1. S2 Perminyakan ITB, bingung nanti mau ngambil bidang drilling, production or reservoir….denger2 kalo mau ngambil deket2 petroleum geologist ambil aja konsen reservoir engineer kata someone….;-)
    2. di s2 Geofisika UI, tp gak ngerti gimana dg prospeknya kalo dah kelar nanti.
    3. Saya dpt masukan dr sodara, dgr2 katanya petroleum geologist S2 di UM (universiti malaya) juga bagus….tp itu dia, saya juga lum mengerti dg prospeknya nanti stlh lulus nanti bisa kerja di mana?oil gas company or di service company….pliz tolong kasih pencerahannya ya, Pak

    Terima kasih banyak ya Pak Rovicky, n sori kalo kepanjangan nulisnya…..hahahaha

  4. Pak Dhe, nice artikel pak. Jrang2 dapet cerita dibalik layar gini. BTW dapet kaset terbaru dari pak SBY ndak? hehe

    Oiya, pernah baca di sebuah tulisan, cita-cita mustinya irisan dari tiga hal: apa yg kamu suka, apa yg kamu kuasai, dan apa yg bermanfaat bagi masyarakat.

    🙂

  5. gini pak rovik. Anak saya susah untuk diarahkan. Padahal sebagai ortu kan pengin anak itu sukses. Nah kalao diarahkan saja susah, bagaimana mau milih pekerjaan yang tepat nantinya. Ah, mumet aku. beruntung pak rovik anaknya sudah gedhe-gedhe dan jadi… makanya doakan saya ya pak…


    –> Pak Aris, konon yang pernah saya tahu kalau anak anak itu dengan cara memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan pada profesi atau tindakan yang kita inginkan. Misalnya menginginkan anak rajin membaca ya dibanjiri buku serta diajak ke toko buku. Kalau pingin anaknya jadi insinyur ya dibelikan mainan yang berhubungan dengan hal itu, kalau main game ya game yang berhubungan dengan itu juga. Usaha sampai segitu saja belum pasti berhasil, tapi yang saya tahu, kalau tidak berusaha pasti gagal.

Leave a Reply