Satoe Pagi Satoe Djanoeari (Dongeng tentang Sistem Penanggalan)

0

Bukan sekedar budaya. Sistem penanggalan sangat mempengaruhi aktifitas manusia. Siklus hari, bulan, tahun !

Selamat Tinggal 2009

Jakarta Fireworks - Celebration of Success

Selamat Datang 2010

Jakarta Sunrise - New Year with New Hope

Apaan sih Kalender ?

Kalender terjemahan bebas dari kata berbahasa Inggris “calendar“, berasal dari kata Latin kalendae, yang merupakan nama latin dari hari pertama setiap bulan. Sebuah kalender juga merupakan sebuah perangkat fisik (sering terbuat dari kertas).  Kalender … Ini adalah penggunaan yang paling umum dari kata kalender. Jenis serupa lainnya kalender dapat mencakup sistem komputerisasi, yang dapat diatur untuk mengingatkan aktivitas mendatang pengguna dan janji.

Tapi arti lain yang sering kita kenal adalah juga sistem penanggalan.

🙁 “Pakdhe, kalau di negeri tetangga menyebutkan haribulan, bukan tanggal. Kalau tanggal itu kan lepas, Pakdhe !”

Sebuah kalender adalah sebuah sistem yang mengatur hari untuk mengatur kegiatan sosial, religius, komersial, atau tujuan administratif.  Hal ini dilakukan dengan memberikan nama untuk periode waktu, biasanya hari, minggu, bulan, dan tahun.  Nama yang diberikan untuk setiap hari ini dikenal sebagai tanggal. Periode dalam kalender (seperti tahun dan bulan) biasanya, meskipun tidak harus, disinkronisasi dengan siklus matahari atau bulan.  Banyak peradaban dan masyarakat telah membuat kalender, biasanya berasal dari kalender lain yang mereka model sistem mereka, sesuai dengan kebutuhan khusus mereka.

Sistem kalender lengkap memiliki tanggal kalender yang berbeda untuk setiap hari. Juga ada siklus mingguan yang tentusaja tidak lengkap sebagai sistem kalender; tidak ada sebuah sistem untuk memberi nama hari dalam setahun tanpa suatu sistem untuk mengidentifikasi nya dalam jangka bertahun-tahun.

Sistem Kalender

Sistem kalender yang paling sederhana hanya menghitung jangka waktu dari tanggal referensi, Hari satu tahun nol !. Hal ini berlaku untuk hari Julian atau sistem penanggalan Julian. Secara virtual, salah satu pengertiannya adalah melihat selisih hari dengan menggunakan acuan yang berbeda. Perhitungan dalam sistem ini hanya masalah penjumlahan dan pengurangan.

🙁 “Gimana sih maksudnya, Pakdhe ?

😀 “Mudahnya, satu hari lalu, dengan lima hari lalu, jarak waktunya lebih jauh lima hari yang lalu. Jadi penanggalan untuk memberikan pengertian satuan jarak waktu”

Kalender lain memiliki satu (atau beberapa) unit waktu yang lebih besar. Sistem Kalender juga mengandung satu tingkat siklus:

  • Mingguan dalam hari kerja – sistem ini tanpa tahun, angka minggu terus meningkat. Ini dapat mempersulit untuk jangka panjang, walau dalam sistem pekerjaan sering kita menyebutkan minggu ketiga, minggu ke sepuluh dan seterusnya.
  • Tahun dan tanggal. Hari ke 1 sampai hari ke 365. NAnti akan sulit ketika menemukan hari kabisat yang isinya 366 hari.

Kalender dengan siklus dua tingkat:

  • Tahun, bulan, dan hari – kebanyakan sistem, termasuk kalender Gregorian (dan sangat mirip dengan pendahulunya, kalender Julian), kalender Islam, dan kalender Ibrani
  • Tahun, minggu, dan hari kerja – misalnya. Tanggal minggu dalm penggunaan ISO.

Nah hari-hari ini karena berulang-ulang akhirnya memiliki perulangan (siklus). Siklus ini dapat disinkronkan dengan fenomena periodik alam:

  • Sebuah kalender lunar akan disinkronkan dengan gerak Bulan (fase bulan); satu contoh adalah kalender Islam.
  • Sebuah kalender matahari didasarkan pada anggapan adanya perubahan musiman disinkronisasi ke gerakan lintasan matahari; contoh adalah kalender Persia.
  • Juga ada “kalender luni-solar” didasarkan pada kombinasi dari kedua matahari dan bulan reckonings; contoh adalah kalender tradisional Cina dan Kalender Hindu di India.
    Sebuah kalender lunisolar adalah kalender lunar yang mengimbanginya dengan menambah bulan tambahan yang diperlukan untuk menyetel kembali dengan bulan-bulan musim. Contohnya adalah kalender Ibrani yang menggunakan siklus 19-tahun.
  • Ada beberapa kalender yang muncul yang akan disinkronisasi dengan gerak Venus, seperti beberapa kalender Mesir kuno; sinkronisasi untuk Venus tampaknya terjadi terutama di peradaban dekat Khatulistiwa.
  • Pada minggu siklus adalah contoh salah satu yang tidak sinkron dengan fenomena eksternal (meskipun mungkin berasal dari fase lunar, mulai baru setiap bulan).
  • Di Jawa kita juga mengenal sistem Pancawara (Pasaran) adalah siklus lima harian dalam wewaran atau dalam berdagang. Unsur-unsurnya adalah Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi) dan Pahing. Makanya di Jawa dikenal dikenal Pasar Pon, Pasar Kliwon dsb.

Banyak kalender yang menggabungkan beberapa sistem kalender sederhana sebagai elemen. Sebagai contoh, aturan kalender Ibrani yang menggunakan  tujuh hari seminggu siklus (kalender yang sangat sederhana), sehingga mingguan merupakan salah satu siklus dari kalender Ibrani. Hal serupa juga terjadi untuk mengoperasikan dua kalender secara bersamaan, biasanya menyediakan siklus yang tidak terkait, dan hasilnya juga mungkin dianggap kalender yang lebih kompleks.

Sebagai contoh, kalender Gregorian tidak memiliki ketergantungan pada hari ketujuh minggu, tetapi dalam masyarakat Barat kedua digunakan bersama-sama, dan alat-alat kalender Gregorian menunjukkan kedua tanggal dan hari dalam seminggu. Di Jawa penggabungan sistem tujuh dan lima harian, makanya dikenal Sabtu Pahing dalam weton kelahiran atau juga mencari “hari baik”.

🙁 “Whadduh, kok melihat sistem kalender itu juga penting ya Pakdhe?”

😀 “Karena kalender itu dipergunakan dalam banyak hal Thole. Misalnya untuk kebutuhan sosial misal peringatan hari-hari tertentu misal hari kemerdekaan untuk 17-an. Kebutuhan religius atau keagamaan misalnya penentuan awal puasa. Juga tujuan komersial misalnya penentuan tahun takwim atau tahun perhitungan pajak, ataupun juga tujuan administratif”.

🙁 “Weleh, lah kok makin rumit ?”

Siklus mingguan dipergunakan oleh berbagai sistem kalender (walaupun makna dari hari-hari khusus seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu bervariasi). Lompatan hari dalam sistem kalender (misal kabisat) biasanya tidak mempengaruhi siklus minggu. Siklus minggu bahkan tidak terganggu ketika 10, 11, 12, atau 13 tanggal yang dilewati ketika kalender Julian digantikan oleh kalender Gregorian oleh berbagai negara.

Kapan sitem penanggalan atau kalender dikenal ?

Alexander Marshack, percaya bahwa tanda-tanda pada tongkat tulang (sekitar 25.000 SM) mewakili kalender lunar. Tulang ditandai lain mungkin juga merupakan kalender lunar. Michael Rappenglueck percaya bahwa tanda pada tahun 15.000 lukisan gua merupakan kalender lunar.

Yang unik soal penanggalan.

Menurut Mas Adi Nugroho dalam diskusi di kalangan pengamat astronomi menuliskan :

Kalender Gregorian awalnya diusulkan oleh Dr. Aloysius Lilius dan disetujui Paus Gregorius XIII pada 24 Feb 1582 CE (Common Era) / AD (Anno Domini) / M (Masehi) / TU (Tarikh Umum) dan merupakan koreksi dari kalender Julian.

Awal pemikiran kalender Gregorian adalah perayaan Paskah yg tampaknya sudah melenceng jauh dari vernal equinox dan keadaan musim yg tidak cocok (plus seharusnya Natal 25 Desember jatuh 3 hari setelah winter solstice). Sekadar catatan perayaan Paskah Kristen didasarkan pada hari Minggu pertama sesudah Bulan Purnama pertama sesudah vernal equinox. Vernal equinox sendiri adalah hari di mana Matahari (nyaris) persis berada di atas garis Khatulistiwa dan hari itu adalah berkisar pada 20-21 Maret dan 22-23 September tiap tahunnya.

Jadi jelas di sini bahwa tujuan awal kalender Gregorian adalah penentuan musim dan perayaan Paskah. Sekadar catatan tambahan, kalender Julian sendiri dibangun atas dasar penentuan musim dan perayaan Dewa Dewi dan petinggi Romawi seperti halnya Mars (bulan Maret), Saturnus (bulan Desember), Kaisar Julius (bulan Juli), Kaisar Augustus (Agustus), Janus (bulan Januari), dll.

🙁 “Whadduh, kalau harinya mleset menurut Islam malah ada hari haram berpuasa ya Pakdhe?”

😀 “Itulah peliknya sistem penanggalan, Thole. Tidak sederhana. Bahkan dapat menentukan halal-haram”

Dasar perhitungan kalender Julian adalah:

  • Tahun kabisat terjadi setiap tahun yg habis dibagi 4 terhitung sejak ditetapkan oleh Kekaisaran Romawi (jadi tahun 16 adalah kabisat, 100 juga kabisat).
  • Kalender Julian sendiri adalah koreksi atas kalender sebelumnya oleh Kaisar Julius setelah konsultasi pada astronom Sosigenes dari Alexandria pada tahun 45 BCE / BC / SM / STU (= 709 ab urbe codita -> tahun sejak berdirinya Roma). Sebelum zaman kalender Julian, satu tahun Romawi ada 13 bulan (+ 1 = Intercalaris) .

Dasar perhitungan kalender Gregorian:

– Tahun kabisat hanya terjadi pada tahun yg habis dibagi 4 dengan pengecualian tahun yg tidak habis dibagi 400 (jadi tahun 1916 adalah kabisat, 1900 bukan kabisat, 2000 adalah kabisat). Karenanya demi koreksi terhadap tahun 1, dikurangkanlah 10 hari.

Seiring perkembangan zaman ditemukan pulalah bahwa ternyata untuk 1 tahun solar di Bumi perlu 365.256366 hari. Itu artinya tiap 4 tahun akan terkumpul 1.025464 hari dan tiap 400 tahun terkumpul 102.5464 hari. Artinya sebenarnya kita bisa saja koreksi 2.5464 hari (2 hari 32 menit 47.04 detik) tiap 400 tahun dari kalender Gregorian ini. Hanya saja karena tujuan kalender Gregorian tadi adalah penentuan musim dan Paskah, sementara karena global warming zaman sekarang musim semakin tidak menentu, masih relevankah kalender tsb dikoreksi? Tokh sebenernya kebudayaan kita sudah berkembang jauh lebih fleksibel dan praktis dari zaman para pendahulu kita.

Sistem kalender moderen dalam komputer.

pbe0084l[1]Sekarang kita sudah terbiasa dgn kalender yg ada. Kita sudah program komputer dgn semua bentuk kalender yg ada (bahkan sudah dibuat Y2K compliance). US Navy sudah membuat standardisasi yg lebih baku daripada GMT (Greenwich Mean Time) yg disebut UTC (Universal Time Clock) dengan Cesium clock yg sangat akurat (standardisasi berarti kesepakatan) . Komputer mana pun (dari yg di darat sampai di langit) dikalibrasi terhadap segala bentuk standar yg ada di muka Bumi. Sedikit koreksi di masa kini akan menghabiskan biaya yg tentunya tidak sedikit. Bahkan bukan tak mungkin menimbulkan kepanikan yg lebih besar dari Y2K. Mungkin saja kita bisa lebih bijaksana soal masalah ini.

Sistem kalender memang bukan sekedar budaya. Tapi penggunaannya jelas mempengaruhi aktifitas manusia sejak dulu kala.

Dari berbagai sumber : Wikipedia, mailing list dan lainnya.

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. Kerajaan Inggris baru berganti dari Kalender Julian ke Gregorian tahun 1752. Pada tahun itu Tanggal 3-13 September dihapus, jadi setelah tanggal 2 September, langsung tanggal 4 September. Tapi pekerja tetap digaji 1 bulan penuh.
    http://bit.ly/5oVNmM

  2. Hhhmm.. cukup menarik tulisannya..
    Kalau penentuan 1 hari = 24 jam, 1 jam=60 menit, 1 menit = 60 detik, dasar / sejarahnya dari mana pak Dhe? ini malah jadi standar yang sangat baku (atau mungkin paling baku) di seluruh dunia.

Leave a Reply