Menghadapi tahun depan dengan lebih optimis dan waspada !

0

Bencana apa yang paling sering terjadi di Indonesia ? Jenis bencana apa yang paling banyak mematikan ? Jawabnya lihat statistik !

Benar kita dapat melihat statistik kebencanaan yang terjadi di Indonesia untuk dapat mengantisipasi bencana.

🙁 “Lah Pakdhe ini. Mosok bencana kok ditunggu-tunggu, siy ?”

😀 “Thole, pengetahuan statistik kebencanaan ini perlu diketahui supaya kita dapat mengurangi kerugian, mengurangi korban, dan meningkatkan kewaspadaan”

Bulan Desember-Januari adalah bulan-bulan bencana.

Selalu saja kita mendengar kejadian bencana yang meningkat pada akhir dan penghujung tahun. Dan seringkali pula kita menjadi pesimis menghadapi tahun-tahun berikutnya. Namun dengan melihat kenyataan serta mengetahui apa sebenernya yang terjadi dengan alam Indonesia ini kita mestinya tidak perlu pesimis menghadapi tahun-tahun mendatang.

Yang perlu diketahui, bencana semakin sering terjadi dari tahun ke tahun.

Bencana dari tahun ketahun meningkat tajam. Ada beberapa hal yang menyebabkan data statustik ini meningkat. Mungkin saja karena pencatatannya semakin bagus, tetapi juga faktanya jumlah kejadiannya semakin meningkat.

Sebelum kamu panik. Kita lihat saja jenis bencana apa yang paling banyak terjadi. Dan apakah itu mengancam dirimu ?

International Strategy for Disaster Reduction, sebuah badan dunia dibawah PBB membagi jenis bencana menjadi 3 kelompok tertentu:

  • Hydro-meteorologis : termasuk banjir dan gelombang laut, badai, kekeringan dan bencana yang terkait (suhu ekstrim dan kebakaran semak-semak dan hutan), juga tanah longsor & longsoran;
  • Geofisika (/Geologi) : dibagi menjadi gempa bumi & tsunami dan letusan gunung berapi;
  • Biologi bencana: meliputi epidemi penyakit dan serangan serangga.
Bencana hidrometeorologis paling dominan

Menurut ISDR, jenis bencana yang paling sering terjadi dan meningkat adalah bencana Hydro-Meteorologis. Bencana jenis ini di Indonesia terutama banjir dan bencana ikutannya yaitu longsoran. Kalau memang begitu, dimana bencana ini terjadi di Indonesia?.

Di Indonesia bencana yang paling banyak menelan korban adalah bencana geofisika/geologi. Tentusaja gempa bumi dan tsunami. Namun data statistik diatas sangat terdistorsi oleh gempa tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Namun kalau dilihat dari jenis bencananya, ternyata banjir memang paling sering terjadi. Kemudian diikuti kejadian bencana kekeringan, tanah longsor dan kebakaran. Keempat bencana ini merupakan bencana-bencana hidro-meteorologis.

Jawa Barat dan Jawa Tengah ... WASPADA !!!

Tentusaja bencana ini tidak terjadi merata diseluruh tempat. Bencana alam akan sangat tergantung dari kondisi geologi dan posisi hidro-meteorologisnya. Dan dibawah ini grafik yang menunjukkan bahwa Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan daerah yang paling rawan terjadinya bencana hidro-meteorologis ini.

Di Indonesia bencana yang paling banyak menelan korban meninggal adalah bencana gempa bumi. Namun jenis bencana yang paling sering terjadi adalah banjir.

Kalau memang bencana banjir ini paling sering terjadi, kapan terjadinya ? Grafik statistik dibawah ini menunjukkan bahwa bulan Desember dan bulan Januari merupakan bulan-bulan bencana. Tentusaja !  Bulan Desember dan Januari adalah musim hujan. Bencana banjir serta longsoran akan sangat mungkin terjadi, terutama di Jawa tengah untuk banjir dan Jawa barat akan mungkin mengalami bencana longsoran.

Bukan untuk mengawali tahun baru dengan pesimis.

Jadi dengan mengetahui bahwa terjadinya benca di Indonesia itu sangat tergantung dari musim monsoon, maka kita semestinya tidak menggunakan kejadian bencana di akhir dan awal tahun untuk memprediksi bahwa tahun baru akan menjadikan kita pesimis.

Kalau dilihat dari kejadiannya, posisi geofisika-geologi-hidrometeorlogis Indonesia memang terlatak di daerah yang sering terjadi pada saat-saat tertentu.

🙁 “Jadi, kalau nanti ada peramal mengatakan Indonesia masih akan mengalami bencana ndak usah heran dan panik ya, Pakdhe?”

😀 “Begitulah thole, bukan kepanikan dan pesimis yang harus dihadapi menjelang tahun baru. Kewspadaan dan persiapan hidup berdampingan dengan bencana lebih memberikan arti pada kehidupan menjelang tahun baru. Tetap semangadh, Thole  !

Dongengan terkait :

1 COMMENT

  1. sudah seharusnya kita waspada terhdap bencana. karena datangnya seringkali mendadak.

    kalo saya boleh tanya, pakdhe.
    gempa biasanya episentrumnya di dasar laut. tapi kalo gempa di haiti kok di darat?

    –> Gempa di Haiti mirip gempa di daratan Sumatera. Di Sumatera kita memiliki Sesar Semangko yang sangat panjang dan aktif. Artinya banyak gempa sepanjang sumatera. Jadi episenter gempa tidak harus di laut. Perlu waspada bagi rekan yang tinggal berdekatan dengan Sesar Semangko yang berada di sisi barat dan memanjang dari utara ke selatan Pulau Sumatera ini.

  2. Tumbukan antara lempeng benua asia dgn lempeng samudra hindia-benua australia pada kapur-eosen membentuk pola sebaran jalur subduksi berarah timurlaut-baratdaya, sedangkan pada kala oligosen sampai sekarang membentuk jalur subduksi berarah barat-timur dengan mengalami perubahan sudut penunjaman.
    Pertanyaan :
    a.) Jelaskan bagaimana perubahan arah tersebut dapat terjadi, berdasarkan salah satu pendapat yang anda pahami, lengkap dengan data dan rangkaian model tumbukannya ??
    b.) Bagaimana dapat dipahami ada perubahan sudut penunjaman pada zaman tersier. Berikan alasaanya, dimulai dengan data, posisi data dan model tumbukannya dengan urutan dari tua ke muda ?
    c.) Berikan penjelasan bagaimana hubungannya dengan banyaknya diketemukan cebakan2 minyak bumi di cekungan jawa timur utara, lengkapi dengan gambar2nya??
    Terima Kasih.

  3. memang kita perlu waspada kemungkinan terjadinya bencana alam terutama daerah2 pelanggan banjir seperti Jakarta ini.
    Siapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi datangnya bajir lho….lho…..lho… yang biasanya diikuti segala macam penyakit kulit.

  4. tulisan yang bagus…bencana kelihatan lebih sering terjadi ya menurut saya sistem informasi dan pencatatan semakin bagus pakdhe…trus peningkatan jumlah penduduk yang menyebabkan jumlah korbannya semakin besar…jadi kelihatan semakin serem

  5. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…
    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,
    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    Baca selengkapnya di

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/112/happy-new-year.html

    —————————————————–
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  6. Semoga aman dan damai, dan pemerintah membaca postingan ini, sehingga ada langkah antisifatif…jangan hanya bank century saja yang berakibat sistemik, dalam postingan ini juga ada yang sistemik..hehehe

  7. artikel yang bagus pakdhe, kita bisa belajar banyak dari statistik.

    ada satu lagi hal tentang bencana hasil diskusi konferensi Indonesianis di Amerika bulan Okt lalu, bahwa perlu adanya studi penerjemahan istilah2 bencana dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dan bahasa lokal supaya warga lebih waspada.

    http://seputarbencana.wordpress.com/

Leave a Reply