Letusan Tambora menghapuskan musim panas, tapi tidak menghapuskan peradaban.

26

Gunung meletus !

Wah kalau ada berita gunung meletus di dunia ini sudah semestinya Indonesia yang akan dilihat duluan. Ya karena menurut Wikipedia empat dari sepuluh letusan terbesar di dunia yang paling banyak menelan korban ada di Indonesia.

  • Yang paling besar telah menelan korban sebanyak 92,000, yaitu letusan Gunung Tambora, Indonesia (dikenal dengan  Year Without a Summer, setahun tanpa musim panas). Gunung di Sumbawa ini meletus pada tahun 1815
  • Urutan kedua dengan korban sebanyak 36,000, adalah meletusnya Gunung Krakatoa (Indonesia) pada  August 26–27, 1883
  • Yang ketiga melan korban 29,000 Mount Pelée, di Martinique kepulauan Karibia yang terjadi pada  May 8, 1902
  • Keempat korban 25,000 Gunung Vesuvius, Italy yang terjadi ada 24 August 79M
  • Kelima jumlah korban 23,000 Gunung Nevado del Ruiz, di Colombia (November 13, 1985)
  • Keenam korbannya 15,000, Gunung Unzen Japan 1792
  • Ketujuh dengan korban 10,000 Gunung Kelut Indonesia pada tahun 1586
  • Kedelapan menewaskan 9,350, yaitu Gunung Laki, Islandia. Letusan inimenewaskan 25% dari populasi yang terjadi pada bulan June 1783
  • Ke sembilan Gunung  Santa Maria Guatemala yang menewaskan 6,000 penduduknya pada tahun 1902.
  • Yang ke sepuluh 5,115 Gunung Kelut di Indonesia yang menewaskan 5115, meltus pada tanggal 19 Mei 1919.

Jadi empat dari sepuluh letusan yang paling banyak korban tewas ada di Indonesia ! Dan yang terbesar adalah TAMBORA. Nah sekarang kita tengok seperti apa sih Tambora ini.

Gunung Tambora ?

NTB
Gn Rinjani, Gn Tambora dan Gn Sangeangapi di Sumbawa

Siapa yang ngga kenal letusan Tambora ? Gunung inilah yang telah menewaskan hampir 100 000 korban yang ada di dunia. Tidak hanya di sekitar lokasi letusan, tetapi merata diseluruh dunia, terutama di Eropa !

Selama ini kita mungkin lebih mengenal letusan Gunung Krakatau, atau letusan gunung lainnya. Tambora di Sumbawa mulai kegiatan aktif sekitar tahun 1812 dan puncaknya meletus pada tahun 1815, jadi lebih dahulu Tambora dibanding Krakatau yang meletus pada tahun 1883.

Hingga saat ini tidak ada gunung lain yang letusannya setara dengan Krakatau atau Tambora.

Sebenernya pernah terjadi  juga letusan besar di Yellowstone yang juga berkelas mega-colossal memiliki derajat letusan, VEI=8 (Volcanic Explosion Index). Tapi yellowstone ini terjadi 2 Ma (dua juta tahun yang lalu), demikian juga Letusan Toba pada 74.000 tahun yang lalu. Namun, baik Yellowstone maupun Toba tidak punya banyak catatan sejarah yang pasti sebab belum ada (peradaban) manusia kala itu.

Yang menarik dari Gunung Tambora ini adalah kedekatannya dengan peradaban manusia. Letusan gunung ini memberikan pelajaran pada manusia akan bencana karunia serta ujian pada eksistensi peradaban.

Tambora_1
Tambora

The year without Summer (1816)

Sudah banyak penelitian mengenai letusan gunung Tambora yang diawali bulan bulan April ditahun 1815 ini. Letusan ini diperkirakan memiliki kekuatan sebesar VEI = 7 (Volcanic Eruption Index).

Tambora_KrakatoaMenurut penelitian volkanologi dan geologi sebelum meletus tahun 1815 ini puncak Gunung Tambora mencapai ketinggian sekitar 4.300 meter di atas permukaan laut. Seberapa besar 4300 meter itu ? Nah coba saja di bandingkan dengan daratan tertinggi Jayawijaya, Papua, yang memiliki ketinggian 4885  m diatas muka air laut.

Disebelah kanan ini perbandingan jumlah material yang dilemparkan oleh tambora dibandingkan dengan letusan-letusan lainnya. Lebih dari 100 Km kubik batuan dilontarkan keatas hingga ketinggiannya diperkirakan mencapai 40 Km.

Jumlah material yang dilepaskan oleh letusan Tambora 1815 ini, lima kali lipat dari jumlah yang dilemparkan oleh Krakatau, dan lebih dari 10 kali letusan Pinatubo (Pilipina, 1991) .

🙁 “Whadduh Pakdhe. 100 kubik kilometer itu seberapa ya Pakdhe ?

😀 “Ya kalau mau dibawa Pakai truk memerlukan  truk caterpilar yang besar itu sejumlah 4 milyar !”

Letusan gunung Tambora yang puncaknya dimulai bulan April 1815 ini bahkan mengakibatkan hilangnya musim panas di tahun 1816. Akibat letusan gunung ini juga telah menyebabkan robohnya kerajaan Bima. Dalam berita serta penelitian banyak yang menyebutkan bahwa jumlah kematian akibat letusan ini secara langsung yang ada di sekitar Gunung hingga 100 000 jiwa.

Akibat dari letusan gunung ini jugalah mengakibatkan pasukan Napoleon mengalami kekalahan. Pada waktu itu tidak diketahui oleh pasukan ini bahwa telah terjadi letusan gunung api dibelahan bumi yang lain, di Indonesia. Mereka hanya merasakan musim dingin yang berkepanjangan di Eropa.

Penelitaian serta artikel banyak yang menyebutkan runtuhnya kerajaan Bima di kaki Gunung Tambora. Namun kalau kita telusuri lagi ternyata kerajaan ini telah bangkit kembali.

Ya kerajaan ini ternyata tidak runtuh begitu saja. Letusan gunung ini memang menelan korban tewas terbanyak di dunia sepanjang sejarah. Bahkan korbannya berada jauuh dari Gunung Tambora ini.

Ini satulagi bukti kekohohan bangsa Indonesia sudah teruji sejak awal

🙁 “Wah Pakdhe, kalau gitu pengeboman dan teroris di Indonesia juga ngga ngefek ya ?

😀 “Walaupun ngga ngefek, tapi pengeboman tetap harus dicegah, Thole. Dan terutama korupsi itu yang jauh lebih berbahaya dari sekedar gempa maupun banjir”

Bagaimana saat-saat perkembangan letusan Tambora:

Sebaran material letusan Tambora

  • April 5, 1815: Ledakan terdengar di daerah sekitar Tambora – Bahkan sampai Batavia (Jakarta), lebih dari 1200 km. !
  • April 6, 1815 :  abu sudah mulai jatuh, lebih banyak ledakan terjadi
  • April 10, 1815, 7: Tiga (?) Ventilasi aktif sebagai letusan memuncak.
    • 8-9 PM:  Cerobong mulai menyatu (?) Ke dalam satu lubang dari “api cair” (menurut pengamat di Tambora, 20 km jauhnya. 20 cm batu apung dan abu turun di Sanggar (30 km). Kolom abu ini diyakini telah menembus stratosfer (> 17 km / 55.000 kaki). Material ini seperti  disuntikkan oleh aktivitas vulkanik beserta material lain berupa sulfur dan aerosol ke stratosfer.
    • 10-11 PM: “Violent wing” /angin badai mengangkat pohon di Sanggar. Mungkin ini adalah keruntuhan kolom letusan. Tercatat 1-4m tsunami melanda banyak pantai dari Kepulauan Indonesia.
    • Setelah 10: batuan piroklastik mengalir dan pembentukan kaldera. Menghancurkan  Tambora (desa). Gegar swara dan rasa ketakutan dari letusan terasa lebih dari 1000 km jauhnya.
  • April 11: ledakan keras terdengar lebih dari 2500 km jauhnya, abu berterbangan hingga sejauh Jawa Barat dan Pulau Sulawesi. Bau nitrogen tercium hingga Batavia (Jakarta). Keduakalinya terasa tsunami kecil di Madura, dan utara Jawa.
  • April 12: 80% dari total volume abu telah jatuh. Dan terus jatuh di banyak tempat sampai tanggal 17 April (5 hari). Ledakan terhenti pada tanggal 15 April, tetapi awan abu gunung berapi mengelilingi hingga tanggal 23 April.
  • Setelah tanggal 12-17 April:  Berkilometer lebarnya sebuah “perahu” dari batu apung dengan pepohonan yang tumbang ditemukan di laut. Ledakan masih ada yang dilaporkan, tetapi tidak lagi terdengar pada pada bulan Agustus 1815. Dan juga pijaran “api” juga dilaporkan (namun  tidak terdengarlagi setelah akhir 1819.

Betapa besar letusannya !

Museum Sultan Tambora, bukti kekokohan peradaban di Indonesia.

Salah satu peneltian yang dilakukan oleh Direktorat Volkanologi dengan peneliti-peneliti arkeologi di Lereng Tambora telah dilaksanakan pada tahun 2004. Penelitian mirip penelitian yang dilakukan di Pompei. Mereka melakukan penggalian didaerah yang diperkirakan dulunya padat pemukiman.

Daerah penelitian atau ekscavasi ini dilakukan pada radius hingga 10 Hektar.

Tambora_2

Penelitian dengan metode ilmiah dan teknologi.

Penggalian atau ekscavasi ini dilakukan dengan sebuah metode mutakhir menggunakan GPR (Ground Penetrating Radar). Ya sebuah alat yang dapat dipakai untuk mendeteksi bawah permukaan dengan menggunakan gelombang radar. Metode ini hampir sama dengan metode seismic pada pencarian minyakbumi, tetapi alat ini menggunakan gelombang radar sebagai media penginderanya.

Penelitian ini telah menemukan kemiripan dengan kejadian tahun 1815 ini lebih dahsyat dari letusan gunung di Pompei.

Tambora_5
Pemanfaatan Tenologi dalam penggalaian (excavasi)

Dalam penelitian ini telah diketemukan banyak sekali tembikar atau cawan-cawan yang diketahui berasal dari dataran Cina. Ini membuktikan bahwa budaya kerajaan ini sudah sangat maju sehingga mampu melakukan interaksi dan komunikasi dengan negeri luar.

nak kalau ini bukan bukti sekedar mimpi dengan benua Atlantis. Tetapi ini bukti otentik bahwa peradaban Indonesia juga sangat maju dan kuat terhadap gempuran badai bencana alam.

Tambora_3
Indonesian Pompei site

Bukti otentik kekohohan Bangsa Indonesia

Tidak perlu kita mengaduk-aduk benua atlantis, tidak perlu kita ketakutan dengan 2012. Kawan-kawan di Volkanologi Indonesia ini telah memebrikan bukti kepada bangsa ini. Bukti kekokohan sebuah peradaban yang sesuai dengan peribahasa Tak Lekang oleh panas, Tak lapuk oleh hujan. Dan Tetap kokoh walau ada letusan !

BIMA
Kerajaan Bima ini berhasil dibangun kembali setelah letusan besar !

Banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari penelitian arkeologis dan volkanologis ini. Ini harus selalu diingat. Bahwa Bangsa Indonesia harus selalu siap sedia dengan situasi negeri dalam sabuk api atau Ring of Fire.

🙁 “Jadi …Bukti kekohohan Indonesia bukan karena Indonesia itu Atlantis ya Pakdhe ?”
😀 “Paling tidak ini membuktikan bahwa penelitian dengan metode ilmiah yang benar dan canggih dapat dipakai untuk mencari kebesaran kerajaan Bima !”

Catatan kaki :

Terimaksih kepada Bapak Heriyadi Rahmat, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),  yang telah berbagi foto-foto serta gambar-gambar diatas.

26 COMMENTS

  1. wah itu beneran ya o.O itu hebat kalau aku dengar 1/3 nya hilang itu kan menyeramkan . tau napoleon bonaparte dia kalah karena gunung tambora meletus krn waktu di waterloo juga sekitar tahun itu . soalnya meriam nya pake roda karena year without a summer berarti hujan terus kan jadi susah mendahin meriam nya

  2. pakde saya mau tanya,kira-kira mungkin g terjadi letusan yg sebesar itu lagi,mengingat kejadian itu blm terlalu lama paling g untuk ukuran sebuah gunung,matur nuwun penjelasanipun pakde.

  3. Pak erfan & La An :
    Dalam Negarakretagama memang disebutkan bhw kerajaan yg eksis ada itu DOMPO SANGHYANG API; kemgkinan msyarakat Dompo purba penyembah api dengan melakukan ritus pengorbanan manusia kekawah gunung Tambora. Kerajaan Bima merupakan bentukan Mpu Nala dr majapahit untuk menggempur Dompo Sanghyang Api yang merupakan kerajaan terkuat ditimur P. Jawa setelah Mpu Nala berhasil menyatukan para Ncuhi (Kepala Suku) di Wilayah Bima skrg.
    akibat penyerbuan Majapahit yang didukung Bala tentara Bima, kerajaan Dompo melemah dan peradabannya raib setelah Tambora meletus.
    Kerajaan Bima semakin eksis, terutama sejak konflik internal yg melibatkan makassar (Gowa) dan terjadi proses islamisasi.

  4. Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira
    Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun
    kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang,
    Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.( sumpah palapa)
    Terjemahannya,
    Beliau Gajah Mada Pati…h Amangkubumi tidak ingin melepaskan
    puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru
    akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura,
    Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya
    (baru akan) melepaskan puasa”.( terjemahan )
    Ini suatu bukti bahwa di masa lalu kerajaan dompo(kini kesultanan dompu) mendapat perhatian sangat besar dari kota raja majapahit sehingga dianggap perlu ditaklukkan.Sengaja saya berikan kutipan sumpah palapa Gajah Mada agar bisa menjadi bukti sejarah eksistensi kerajaan dompo/kesultanan dompu

  5. maaf pak…yang menghilang itu adalah 4 kerajaan sanggar,tambora,dompo dan pekat…sisa2 bangsawan yg berhasil selamat kemudian mendirikan kerjaan dompo baru…kemudian adik dari raja dompo mendirikan kerajaan bima….kemudian terjadi transisi dmn kerajaan bima dan dompo berubah bentuk menjadi kesultanan.Dan untuk Dompo kemudian berubah nama menjadi kesultanan dompu….pada saat meletusnya Tambora..kerajaan Dompo lah yg mencapai puncak kejayaan dan menjadi sasaran ekspedisi Padompo dari Majapahit…serangan pertama dipimpin Nala gagal dan kemudian dilanjutkan serangan kedua yg bersamaan dgn tragedi perang bubat antara sunda galuh dan Majapahit..Hal ini terdapat dalam kitab Negarakertagama…mohon maaf,agar bapak bisa sedikit meralat artikelnya dan meluruskannya agar tidak terjadi pembelokan sejarah karena timbul pemahaman dan opini yang berbeda dari kenyataanya.Saya mengetahui ini semua karena kebetulan saya pernah baca catatan dari Kakek buyut saya Sultan Abdullah II yg memerintah Dompu.Bahkan Sultan Dompu sekarang pun mengeluarkan buku yang sama..dimana penelitian dan data melibatkan tim dari negeri Belanda.Sekali lagi mohon maaf,dan mohon agar dapat diralat.Terima Kasih banyak atas perhatiannya

  6. maaf pak…yang menghian itu adalah 3 kerajaan sanggar,tambora/dompo dan pekat…sisa2 bangsawan yg berhasil selamat kemudian mendirikan kerjaan dompo baru…kemudian adik dari raja dompo mendirikan kerajaan bima….kemudian terjadi transisi dmn kerajaan bima dan dompo berubah bentuk menjadi kesultanan.Dan untuk Dompo kemudian berubah nama menjadi kesultanan dompu….pada saat meletusnya Tambora..kerajaan Dompo lah yg mencapai puncak kejayaan dan menjadi sasaran ekspedisi Padompo dari Majapahit…serangan pertama dipimpin Nala gagal dan kemudian dilanjutkan serangan kedua yg bersamaan dgn tragedi perang bubat antara sunda galuh dan Majapahit..Hal ini terdapat dalam kitab Negarakertagama…mohon maaf,agar bapak bisa sedikit meralat artikelnya dan meluruskannya agar tidak terjadi pembelokan sejarah karena timbul pemahaman dan opini yang berbeda dari kenyataanya.Saya mengetahui ini semua karena kebetulan saya pernah baca catatan dari Kakek buyut saya Sultan Abdullah II yg memerintah Dompu.Bahkan Sultan Dompu sekarang pun mengeluarkan buku yang sama..dimana penelitian dan data melibatkan tim dari negeri Belanda.Sekali lagi mohon maaf,dan mohon agar dapat diralat.Terima Kasih banyak atas perhatiannya

  7. Pakdhe, kalu letusan super volcano spt Danau Toba ga masuk itungan?

    http://en.wikipedia.org/wiki/Toba_eruption
    http://en.wikipedia.org/wiki/Supervolcano

    VEI 8 (volume ejected material dlm volcanic explosivity index)

    VEI 8 eruptions have happened in the following locations.
    1.Lake Taupo, North Island, New Zealand – Oruanui eruption ~26,500 years ago (~1,170 km³)
    2.Lake Toba, Sumatra, Indonesia – ~74,000 years ago (~2,800 km³)…. dll

    Kata angin dirumput bergoyang, kemungkinan Lake Taupo di Selandia Baru mendekati siklus letupannya..
    bn

  8. sejak dahulu jaman masih SD hingga nonton acara di metro tv (metro files atau expedition ya?) yg saya tahu dan selalu didengung-dengungkan adalah letusan g. krakatau. ternayata ada yg lebih besar 😀

  9. woww….JAS MERAH jangan sampai melupakan sejarah, apa lagi sejarah tentang peradaban di sumbawa yang hampir saja punah oleh letusan gunung tambora.kira-kira berapa ketebalan abu akibat letusan G. tambora??

  10. maaf pak dhe… mungkin harus diselediki lebih mendalam lagi, atau mungin saya yang salah. saya termasuk orang sana (Bima). setau saya berdasarkan cerita-cerita pendahulu saya, di Pulau Sumbawa, tempat Gunung Tambora berada terdapat 4 buah kerajaan yaitu kerajaan Sumbawa, kerajaan Bima, kerajaan Dompu dan Kerajaan Tambora. dan yang musnah (walaupun tidak seluruh manusianya meninggal) pada saat Gunung Tambora meletus adalah Kerajaan Tambora yang terdapat di kaki Gunung itu. Gambar istana kerajaan Bima yang di cantumkan di atas adalah benar istana kerajaan Bima dan masih berdiri sampai sekarang. kami menyebut istana itu dengan istilah “Asi” atau dalam bahasa bima disebut “Asi Mbojo” (Kerajaan Bima), dan jarak antara lokasi bangunan kerajaan Bima tersebut dengan puncak tambora adalah sekitar 100 km ( ngukur pake ArcView hehehe…).
    kerajaan dompu lokasinya lebih dekat lagi dari Gunung Tambora yaitu sekitar 60 km, dan kerajaan itu juga masih aman-aman saja. kedua kerajaan itu berada di sebelah timur gunung tambora. bila di lihat lagi, kerajaan Sumbawa juga letaknya lebih dekat dari kerajaan bima yaitu sekitar 70 km di barat daya gunung tambora. dan saya juga pernah ke kerajaan sumbawa tersebut dan masih berdiri sampai sekarang. tapi mmang kerajaan sumbawa di batasi oleh teluk saleh serta pulau moyo.
    saat ini, di kaki gunung tambora terdapat sebuah pelabuhan yang cukup besar yaitu pelabuhan calabai. mngkin pelabuhan itu sudah ada sejak jaman sebelum letusan gunung tambora sehingga terlihat memajukan peradaban disekitarnya.

  11. Koreksi PakDhe:

    – Keempat korban 25,000 Gunung Vesuvius, Italy yangterjadi ada 24 August 1979

    :: Vesuvius bukannya meletus tahun 79 M? Tulisan “yangterjadi” seharusnya menurut EYD adalah “yang terjadi” 😛 (yang kedua ini guyon Pakdhe :D)

    Jumlah material yang dilepaskan oleh letusan Tambora 1915 ini, lima kali lipat dari jumlah yang dilemparkan oleh Krakatau, dan lebih dari 10 kali letusan Pinatubo (Pilipina, 1991) .

    :: Konon katanya Tambora meletus 1815? Kok bisa jadi 1915???

    Pakdhe kaya’ lagi kejar setoran aja nih hehehe….

    –> makanya perlu editor niy ! Hayo syapa mau bareng2 ngrawat Blog Dongeng Geologi ?

  12. gimana mekanisme efek dari letusan Gunung Tambora ini kok bisa sampai memperpanjang musim dingin di Eropa ? apa abunya terbang sampai Eropa ?

    –> Banyak material (abu dan gas-gas termasuk Sulfat dan Nox, CO2 dll) yang “diinjeksikan” hingga stratosfer dan mempengaruhi masuknya sinar matahari.

  13. koreksi,
    -cartenz di jayawijaya memiliki 4884m bukan 3050m.
    tambora bukan tinggi tetapi melebar..
    kalderanya terbesar di dunia??

    –> Trims koreksinya …Maksa menulis artikel dalam sehari 🙁

  14. “April 5, 1815: Ledakan terdengar di daerah sekitar Tambora – Bahkan sampai Batavia (Jakarta), lebih dari 1200 km. !”
    Wah kalo gini bisa-bisa orang di pulau bali, madu ra dan jawa timur bisa tuli mendadak semua kayaknya……

    –> Kenapa tidak tuli ? Karena swara ledakannya pada frekuensi rendah. Frekuensi rendah akan menjalar lebih jauh dan tidak memekakkan telinga. Coba kalau dirumah punya soundsystem, dari jauh yang terdengar swara bass-nya saja kaan ?

  15. Pak dhe… apakah masih akan terjadi letusan besar lagi di negara kita? gunung mana ya?

    –> Indonesia paling tidak ada 150 gunungapi aktif yang terus dimonitor oleh direktorat Volkanologi.

  16. Urutan ke empat memakan korban 23000 orang dan kelima makan korban 25000 orang.
    Entah salah ketik atau salah urut.

    Salam,

    Herman


    –> Iya nih, Wikipedia kagak telititi, grwe juga ngga ngecek. Thanks.

Leave a Reply