Index Saham Gabungan yg anti BOM

0

AYO BANGKIT LAGI !

Seorang kawan saya mengirimkan grafik pergerakan saham gabungan (Jakarta Composite Index – JCI) yang memiliki kelakuaan yang sangat mandiri terhadap efek-efek pengeboman di Jakarta dan daerah lain di Indonesia selama ini.

🙁 “Wah hebatnya Indonesia ini Pakdhe”, tidak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, Ngga ngefek kena BOM !”

😀 “Iya patut disyukuri juga  Thole, semoga ini menandakan bahwa orang Indonesia ini digempur habis-habisan tetapi masih tetep kuat”

Indonesia mengalami serangan bom teroris sudah berkali-kali. Banyak teori-teori konspirasi yang amburadul dan acak adut berseliweran sana-sini. Ini ulah si anu, ini akibat si itu … tapi kenyataan ini mau dibilang apa ya ?

Index Saham yang kokoh (?)

Saya bukan seorang ahli saham, tetapi suka sekali mengamati pergerakan grafik dan melihat efek-efek tertentu terhadap pergerakan atau perubahan. Gambar dibawah ini cukup mengagetkan ketika saya memperoleh dari seorang teman.

JCI_2000-2005
Indek saham gabungan (JCI - Jakarta Composite Index) 2000-2005

Diatas itu IHSG sejak tahun 2000-2005 ketika Indonesia terkena serangan bom bertubi-tubi. Namun pergerakan sahamnya seolah-olah tidak terkena imbas oleh peledakan bom. Kalau toh mengalami koreksi atau penurunan IHSG, namun rebound atau efek baliknya sangat tajam untuk lebih meningkat.

Entah ini gejala apa tetapi fakta ini perlu dimengerti supaya kita tidak terlalu terpengaruh dan terlena atau bahkan terlalu lama bersedih dan takut akan kelangsungan negara Indonesia.

Pergerakan INSG (JCI)  2005-2009

Masih menggunakan referensi yang sama (Bloomberg), kita coba lhat bagaimana pergerakannya.

JCI_2005-2009
Indek saham gabungan (JCI - Jakarta Composite Index) 2000-2005 (source Bloomberg)

Ujian berikutnya adalah ujian yang dimulai tahun 2009 ini seperti diatas. Terlihat bahwa pergerakan saham naik sejak tahun 2005, bahkan kwartal kedua kemarin ditandai dengan jumlah perdaganagan saham yang cukup besar, lihat grafik warna biru dibawahnya. Semoga perdagangan saham ini tidak terpengaruh oleh ledakan bom 17 Juli 2009 ini.

🙁 “Pakdhe, tapi tadi siang tanggal 17 Juli ini katanya IHSG-nya merosot tuh ?”

😀 “Thole, mungkin efek balik atau rebound-nya yang justru menunjukkan bahwa saham di Indonesia ini anti bom, mungkin sebentar lagi justru akan meningkat”

Indonesia itu sangat kuat

Yang sebenernya sangat kuat itu adalah rakyat Indonesia. Walaupun diterpa badai krisi moneter tahu 1997 yang dilanjutkan dengan badai  reformasi dan bahkan bencana tsunami justru menunjukkan peningkatan semakin membaik.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya disini Si Optimist itu bernama “INDONESIA” , Mungkin tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa Indonesi akan kembali menjadi Macan Asia di tahun 2020-2030.

Amin

NOTE :  “Yang ingin saya tekankan “Negara Indonesia masih tergolong kuat!”. Rakyatnya kuat, mental masyarakatnya tangguh. Yang lemah itu pemerintahannya. Pemerintahan yang lemah akan menjadi sasaran pengganggu (teroris). Kita sebagai rakyat juatru yang telah menyokong pemerintah selama masa reformasi ini.

Bacaan terkait :

1 COMMENT

  1. Kenapa teroris Malaysia nge-BOM di Indonesia, Negara mana yang ambil keuntungan dengan adanya BOM di Indonesia ? yang jelas yang senang adalah penggemar MU Malaysia yang bisa nonton MU 2 (dua) kali dan banyak orang Indonesia yang nonton MU di Malaysia. Kebangeten banget sebagian rakyat Indonesia yang masih nekat nonton di Malaysia lha wong gara-gara BOM oleh Teroris Malaysia, MU batal maen di Indonesia koq ya gak punya harga diri bangsa untuk tetap berangkat nonton MU di Malaysia.
    Untungnya Tim Nasional tidak mau bertanding dengan MU di Malaysia, mau ditaruh dimana rasa kebangsaan kita jika mereka menerima tawaran untuk maen di Malaysia.

  2. semoga negeriku tercinta bisa bangkit!!!! di bali sini aja, turis masih ramai. mereka bilang dengan bijaksana bahwa pemboman bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali indonesia. tapi mereka yakin bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu kedatangan mereka ke Bali…

  3. Ok saya kira bangsa Indonesia adalah bangsa yang ditakuti negara lain.Karena Indonesia kaya akan alamnya dan segalanya.Makanya bangsa ini selalu diganggu biar terhambat pembangunannya.Yang harus diperhatikan Pemimpin bangsa ini mana lawan dan mana kawan…..Vulkanisir Ban Blog

  4. @ yang bilang “kenapa harus ngebom di Indonesia”: karena hanya di Indonesia-lah mereka bisa melakukan itu dg lebih leluasa. Polisi kita lemah krn kurang tenaga dan penguasaan perangkat lunak. Di Malaysia ada UU darurat yg bisa nangkap orang tanpa bukti. Kita pernah punya yg spt itu di era Suharto. Mau balik lagi? Kemarin pas masa kampanye, SBY dituduh Suharto jilid II, pdhal yg ngomong demikian rata2 orang yg mendukung kembalinya tipe pengamanan kyk di Malaysia. Yak opo?

  5. Seneng deh…. denger ulasan yang positif. Teruskan ya pakde….. Media indonesia fokus banget sama yang negatif mulu…. yang jelek dikupas habis. yang baik jarang banget dibahas. Akhirnya kita jadi merasa kita ini jelek banget. Coba deh komentator yang ngomongnya cenderung positif pasti gak laku.
    Sempat juga kesel sama pemimpin teroris malaysia itu. Kenapa tidak melakukan pengeboman di negaranya sendiri aja. Kenapa harus di Indonesia??? Kalau memang fokusnya hanya pada orang orang barat, di malaysia tak kurang banyaknya fasilitas asing yang ada disana. Kenapa harus mencoreng muka Indonesia ???

  6. “Jangan bangga dulu.. indeks maju itu karena privatisasi yang semakin maju”.. tidak ada kaitannya dengan bom-boman.. masih banyak kue yang dijajakan dengan murah kepada asing.. ini bukan prestasi karena negara semakin lemah..

    -> Yang ingin saya tekankan “Negara Indonesia masih tergolong kuat!”. Rakyatnya kuat, mental masyarakatnya. Yang lemah itu pemerintahannya. Pemerintahan yang lemah akan menjadi sasaran pengganggu (teroris). Kita sebagai rakyat juatru yang menyokong pemerintah selama masa reformasi ini.

  7. Kondisi yang bagus. Kita sudah tahu bahwa pengebom dan orang yang sepakat dengan pengebom hanya sebagian kueciiil dari rakyat Indonesia. Dan kalau kondisi ini tetap dipertahankan, pengeboman tidak akan berpengaruh apa-apa dan teroris akan kehilangan efek terornya. Dan sepertinya pidato SBY yang emosional dan main lempar tuduh itu (banyak disayangkan para pengamat) pun juga tidak berpengaruh.

    Tapi satu hal mas Rovicky, saya tak pernah percaya pada teroris yang tak pernah mengklaim hasil pekerjaannya. Itu bukan teroris yang sesungguhnya….. tapi mungkin itulah teroris ‘Melayu’, tidak gentle

    -> btw bomber di negara lain seringkali merupakan “acara” unjuk kekuatan.
    Tapi …. Ciri khas “bombing case” di Indonesia :
    – tidak ada peringatan ancaman.
    – tidak ada tuntutan.
    – tidak ada pernyataan tanggung jawab.

    Jadi karepe opo ya ?

  8. Memang saham tak terlalu terkena mas…dan saat saya jalan-jalan ke Kota Tua, isinya malah sebagian besar wisatawan asing.
    Mereka mengatakan, di negara lain lebih parah, dan mereka percaya dengan Indonesia.

    Yang riskan adalah orang-orang yang belum mengenal Indonesia…merekalah yang akhirnya membatalkan ke Indonesia.

  9. http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/07/19/headline/krn.20090719.171497.id.html

    … Tempo mencermati nilai tukar rupiah terhadap dolar relatif bebas dari pengaruh bom. Pasca-Bom Bali I, pada Oktober 2002 rupiah bergerak pada kisaran 9.800-9.700 per dolar AS. Lalu, pada Agustus 2003, setelah insiden bom JW Marriott I, rupiah stabil pada kisaran 9.100-9.000 per dolar. Setelah itu, pada September 2004, setelah bom menghajar Kedutaan Besar Australia, kurs rupiah berayun pada 9.700-9.600 per dolar.

    Pada Oktober 2005, setelah Bali kembali diguncang bom, rupiah malah menguat dari 10.800 pada awal bulan menjadi 10.500 pada akhir bulan. Sedangkan realisasi investasi dalam bentuk penanaman modal dalam negeri dan asing selama periode 2001-2005 berfluktuasi tapi cenderung naik. … Tempo

  10. Pak Dhe,

    Ada opini menggelitik di salah satu forum:
    Di Indoneisa, Filipina, Thailand pernah terjadi ledakan bom…. Kenapa di Malay adem-ayem saja ya??? “Teroris” yang nyerang Indonesia macam Dr. Azhari, Noordin M. Top juga kabarnya WN Malay…. Pelatihan “teroris” juga kabarnya diadakan di Malay sebelom akhirnya berangkat ke Afghanistan, dll….

    Tanya ken….apa???

Leave a Reply