Partai-partai dengan raport merah

0
pileg_2009_capres
Pilleg 2009

Ternyata hampir semua partai lama mendapat raport merah ! Termasuk PKS !

Penghitungan suara secara manual belumlah selesei setelah hampir seminggu ini. Dan mungkin baru 20% saja yang masuk KPU. Tetapi Quick count (QC) atau hitungan cepat semakin canggih, dan sudah dapat dipakai untuk menentukan strategi sambil menunggu Manual count (MC). Tentusaja diharapkan tidak akan ada “kejutan” dalam perhitungan suara secara manual.

🙁 “Pakdhe, ilmu pengetahuan itu hebat nggih. Quick count sudah bisa mendekati manual count.”

😀 “Fakta bahwa QuickCount mendekati ManualCount tu adalah pelajaran yang baik buat kita Thole. Ilmu pengetahuan termasuk QC itu memiliki keterbatasan, namun akan banyak sekali manfaat yang dapat diambil”.

Dengan modal perhitungan quick count pun kita sudah dapat melihat bagaimana perforemance atau kinerja partai-partai semasa berkuasa 5 tahun lalu. Juga tentunya untuk Indonesia dapat dipakai untuk mengantisipasi Pipress yang waktunya sangat mefet, serba cepat. Manuver-manuver dengan looping dan tendangan salto akan dilakukan oleh para politisi yang berakrobat 😛

Golput yang semakin “menang”.

Sejak reformasi digulirkan dengan pemilu pasca resformasi di tahun 1999. Sebelumnya Golput hanya sekitar 10% saja. Namun  jumlah golput tahun 2004 melejit menjadi 23% bahkan maksimum bisa mencapai 25 % pada pilpress ke 2.  Tahun 2009, sewaktu Pilleg  ini diperkirakan 40%, lagi-lagi dari survey yang dilakukan oleh lembaga survey yang beritanya ada disini dan disini.

Jumlah pemilih tahun 2004 menurut keputusan KPU sejumlah 147.310.885. (150 juta dibulatkan) sedangkan tahun 2009 ini jumlah pemilih sebanyak 174.410.737 Jiwa (dibulatkan menjadi 175 juta).

Dengan berdasar angka-angka yang ada dalam perolehan di tahun 2004 dan QC tahun 2009 ini kita dapat melihat kinerja masing-masing parta.

Hampir semua mendapat raport merah, termasuk PKS !

Dengan hitungan-hitungan sederhana saja kita akan mampu melihat bagaimana kinerja partai-partai ini.  Suksesnya sebuah partai tentunya harus dihitung berdasarkan jumlah pemilih. Dengan diketahuinya jumlaf fraksi dalam prosentase yang didapat dari QC maka hasilnya seperti dibawah ini.

raport_merah2
Raport partai-partai dalam Pilleg 2009

Kata Pak guru yang namanya nilai bagus itu harus meningkat, kalau sama saja itu rugi, kalau menurun itu berarti di … “ah ngga enak ngomongnya” 😛. Artinya kalau kinerjanya bagus maka semua partai harus naik jumlah pemilihnya. Karena jumlah pemilih di Indonesia juga meningkat. Kalau jumlah meningkat berarti dipilih oleh rakyat yang puas atas pemilihannya dahulu.

Ternyata hanya PD yang mendapat raport biru (aman). Yang lainnya merah. Hampir semua partai pemilihnya berkurang.  Tiga partai baru (Hanura, Gerindra dan PKNU) mendulang swara.

🙁 “Wah Pakdhe kalau ngasih nilai mahal sih. Kash nilai tambah dikit keek !

Jangan buru-buru melihat bahwa swara partai dicolong oleh orang lain sebelum melihat hasil survey yang bener. Memang belum tentu partai berrapot merah ini kecolongan. Apalagi kalau dilihat bahwa yang Golput juga sedabreg. Meningkat dari 25% (2004) menjadi 40% (2009). Tentunya banyak swara pemilih berpindah ke golput karena kekecewaannya terhadap partai yang dipihnya.

PD memang tidak merah, tetapi ini hanya keuntungan bahwa PD menjadi penguasa saat ini. Karena Pak SBY sedang jadi presiden. Namun kekuasaan di Indonesia saat ini sudah dibatasi 2 kali saja. Mudah bagi PD untuk mendulang swara di 2009, namun akan berjuang berat di tahun 2014 nanti.

PD jangan terlalu pede.

Menurut skenario yang dibuat kemarin peluang skenario 1 hanya 40%. Jadi PD harus kerja ekstra keras kalau ingin memperjuangkan nilai-nilai demokrasi yang sudah dcetuskannya tetap bertengger di Indonesia sampai setelah 2014.

Sangat mudah ditebak bahwa pemilih Partai Demokrat dalam Pileg 2009 ini kebanyakan memilih partai, mereka (pemilih) tidak memilih caleg. Para pemilih ini terbayang-bayang SBY dan kebanyakan tidak kenal siapa calegnya. Ya, tentusaja inilah kelebihan partai pemenang (partai berkuasa). Namun jangan kuwatir, UUD 45 di Indonesia sudah membatasi masa jabatan presiden hanya 2 kali saja. Ini tantangan PD untuk mengembangkan tata nilai demokrasi yg sudah diusungnya di Indonesia. 

Walaupun partainya memiliki nilai biru dalam pileg kali ini, ini juga bukan berarti semua yang dilakukan SBY sudah bagus. Banyak sekali PeeR yang harus dikerjakan. Banyak raport merahnya juga.

🙁 “Salah satunya Blue Energy yang madul-madul itu ya Pakdhe ?”

😀 “Lah hiyo itu Thole, Wong jelas blunder dengan BlueEnergy kok ya masih dimerahi dengan Super Toy”

Partai raport merah (Golkar, PDIP, PKS, PAN, PPP, PKB) harus kerja ekstra keras, introspeksi dan mawas diri.

PKS termasuk unik masuk di kelompok berapot merah disini. Walaupun naik peringkat dan fraksi (persentase) meningkat, partai ini sulit disebut partai sukses dengan kinerjanya di tahun 2004-2009. Ini terlihat dalam pileg 2009 partai inipun kehilangan hampir setengah juta pemilih. Kalau partai ini sukses tentusaja harus meningkat jumlah pemilihnya. Secara spekulasi sangat mungkin pemilih PKS dan partai-partai raport merah di tahun 2004 lari ke golput pada Pilleg 2009 kali ini.

dongeng_geologiMenurunnya jumlah pemilih -partai-partai berrapot merah ini perlu disurvey untuk mengetahui kecederungan dimasa mendatang. Yang sangat mungkin penurunan ini mencerminkan kekecewaaan pemilihnya di tahun 2004. Ini harus diketahui masing-masing partai dengan introspeksi diri dalam mempersiapkan pilpress maupun pilleg 2014 mendatang.

Partai-partai baru Hanura, Gerindra dan PKNU tentunya belum bisa dinilai. Secara positip (kalau memang mereka bermain cantik)  munculnya partai baru ini mungkin menunjukkan keinginan perubahan di rakyat Indonesia. 

🙁 “Jadi skenario-1 masih berjalan Pakdhe ?” 

1 COMMENT

  1. Saya sengaja Golput dari tahun 1999, bukan karena saya tidak terdaftar. Tetapi lebih memilih Golput. Alasan saya memilih Golput adalah karena semakin banyaknya Partai yg padahal kalau kita lihat orang itu-itu juga. Entah mungkin mereka tidak puas dengan Partai terdahulu atau memang karena ingin menjadi pemimpin yg tidak pernah kesampaian (makanya terus bikin Partai2 baru…) Jumlah Partai kita semakin banyak & tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak..Kira-kira apakah Partai yg semakin banyak tersebut membuat Indonesia menjadi maju?? Saya kira malah akan membuat rakyat semakin bingung & menjadi tidak ada gairah untuk memilih (bandingkan aja sewaktu Partai kita masih 3)…Salah siapa???

    Trus yang kedua adalah Saya sependapat dengan ucapan tokoh kita, bahwa Golput juga merupakan pilihan. Daripada kita salah memilih Pemimpin yang ujung-ujungnya malah membuat kita menjadi dosa sosial. Contoh : kalau pemimpin yg kita pilih itu ternyata melakukan korupsi, maka kita pun akan mendapatkan dosa yg sama (karena kita dulunya memilih dia), begitu pun jika pemimpin melakukan dosa-dosa yg lain, kita pasti akan kena imbasnya juga…

    Saya sangat mendukung upaya pemerintah untuk terus melakukan perbaikan disana-sini, jika hal tersebut berpihak kepada rakyat, rakyat & rakyat!!

    Jangan mengatakan diri anda rakyat, jika anda makan uang dari rakyat!!!

  2. PakDe, makasih ya untuk infonya.

    Yg jadi pertanyaan skrg ini adalah: apakah dengan bertambahnya jumlah yg golput itu merupakan indikator atas berkurangnya kepercayaan rakyat pada pemerintah?

    Monggo kasih pendapat. Terima kasih

  3. Software lama, mesin baru

    Tim Sukses SBY

    http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/28/08441821/

    JAKARTA,KOMPAS.com-Sukses Partai Demokrat milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilu legislatif 2009 tak lepas dari kerja keras sederet tim sukses. Setidaknya ada sembilan tim sukses berdiri di belakang SBY. Tim ini pula yang akan berjuang agar SBY kembali memenangkan pilpres tahun ini.

    l. Tim Echo: Mengadopsi fungsi teritorial di militer untuk mendongkrak suara Partai Demokrat di daerah. Tim ini ramping, hanya satu pemimpin di kabupaten/kota. Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto jadi punggawanya.

    2. Gerakan Pro-SBY: Dideklarasikan Selasa pekan lalu. Ketua Umum GPS Suratto Siswodihardjo. Suratto. Mantan Kapolri Sutanto, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Menkes Siti Fadilah Supari, Menhut MS Kaban, mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono dan mantan Kaster TNI Letjen (Purn) Agus Wijoyo, jadi penasihat.

    3. Tim Sekoci: Penyokong Partai Demokrat menggapai perolehan suara mencapai 20 persen. Tim ini mendata tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh agama, tokoh perempuan, petani dan nelayan. Diketuai Komisaris Utama PT Indosat Soeprapto dan Irvan Edison.

    4. Tim Delta: Mengurusi semua perlengkapan kampanye. Dikomandoi mantan Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen (Purn) Abikusno.

    5. Tim Romeo: Menjalin komunikasi dengan rakyat. Segala kebijakan SBY yang dianggap berhasil disosialisasikan kelompok yang dipimpin Mayjen (Purn) Sardan Marbun. Tim juga mengurus PO BOX 9949 dan SMS 9949.

    6. Tim Foxtrot: Konsultan politik partai Demokrat. Lebih dikenal dengan Bravo Media Center dengan pengasuh utama Choel Mallarangeng yang juga Direktur Utama Fox Indonesia.

    7. Jaringan Nusantara: Dikelola sejumlah mantan aktivis mahasiswa, seperti Andi Arief, Harry Sebayang dan Aam Sapulete.

    8. Yayasan Dzikir SBY Nurussalam: Dibina mantan Sekretaris Pribadi Presiden Kurdi Mustofa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, juga Habib Abdul Rahman M. al-Habsyi.

    Catatan: dalam naskah aslinya ada satu lagi yaitu Barisan Indonesia (Barindo) yang dipimpin Letjen (Purn) M Yasin dengan penasihat Akbar Tanjung. Tapi ini saya hilangkan karena M Yasin mendirikan partai baru yang gambar beringin biru itu tapi jeblok. Mungkin Barindo masih mendukung SBY.

  4. Setuju dengan madbud!
    Cuma ada cerita sempalan nih.
    Saya punya lembar kertas pemilu 1971, disitu lambang partai segitiga biru/merah/putih sudah ada lho, nama Partainya MURBA, itu lho partainya Adam Malik dulu. Ada hubungannya gak ya??

  5. MAdbud..salut liat postingannya..
    gak takut ditangkap kan?hehe
    tapi memang kalau tidak ada yang melek maka negara kita akan kembali ke orde baru..
    dibalik kata-kata “atas nama rakyat” terkandung sejumlah bisa dan racun yang luar biasa..
    kita harus terus menyuarakan yang kayak gini-gini, biar pemerintah itu tau ga semua bisa dibegoin..

  6. Lihat saja apakah wilayah yang mendapatkan BLT (bantuan langsung tunai) juga bermasalah dalam DPT.

    Guys, jangan terlalu lugu menyikapi kemenangan Partai Demokrat (PD), mereka itu software lama (tentara) tapi mesinnya baru (partai sipil). Tentara-tentara itu kini meninggalkan Golkar dan pindah ke Demokrat.

    Coba itung berapa jenderal yang masih ada di Golkar. Di Demokrat, dalam jabatan non struktural tapi di tim sukses alfa bravo charlie delta, anda bisa menemukan satu peleton lebih bos. Lihat rata-rata purnawiran tinggi yang baru pensiun langsung gabung ke barisan SBY. Ada Sutanto (mantan Kapolri) dan Djoko Suyanto (mantan Panglima TNI).

    Lihat saja yang njabat struktural Partai Demokrat. Anda kenal tidak? Coba mampir ke DPP Demokrat di Rawamangun, apa pantes disebut kantor partai politik? Mereka yang dipasang di jabatan struktural partai Dmeokrat orang2 tak terkenal dan tak bisa ngomong. Hadi Utomo (mantan Kepala Tramtib DKI, ipar Ani Yudhoyono), Marzuki Ali yang gagu.
    Satu-satunya pengurus DPP yang pinter cuma Anas Urbaningrum.

    Yang berada di balik kekuatan Demokrat adalah yang dulu pernah berada di balik Golkar, tentu angkatan mudanya. Zaman Orba, hampir semua bupati dan gubernur adalah tentara. Tapi kini mereka tak mau main terbuka. Diem-diem, di belakang layar.

    Dan dalam masalah DPT ini, Demokrat dengan muka-muka tak bersalahnya juga mengaku dirugikan. DPT itu datanya dari Depdagri lalu ke KPU. Ini sudah disetting sejak awal UU Pemilu.

    Tahun 2004 dulu data DPT diambil dari data BPS yang sebelumnya melakukan cacah jiwa penduduk.

    Memang data yang masuk ke Depdagri dari pemda-pemda. Tapi apa iya semua pemda curang. Lagipula, semua itu masuk ke Depdagri lagi diolah jadi DP4, lalu diserahkan ke KPU sebagai DPS lalu menjadi DPT.

    Ini pekerjaan Depdagri, Si Mardiyanto yang mantan tentara itu.
    Lihat apakah daerah yang terima BLT ,data DPT juga bermasalah? Kalau saya jadi penguasa, daerah penerima BLT saya amankan DPT bagus agar bisa memilih. Asumsinya, penerima BLT tentu akan mendukung partai pemerintah incumbent.

    Sementara daerah yang tak terima BLT saya kacaukan data DPT-nya supaya banyak yang gak bisa milih.

    Tuhan, dari dulu negeri ini dipimpin maling-maling Melayu
    Masih mending dulu yang maling orang Belanda tapi negeri ini tertib

  7. berdasarkan “Komentar nusantaraku :”

    Demokrat dapat rapor biru, tidak lain tidak bukan karena BLT, sosok SBY, hantaman iklan-iklan Demokrat yang didesain sedemikian rupa sehingga membuat sebagian masyarakat kita terhipnotis. Penguasaan media Demokrat juga luar biasa. Disisi lain, karena track record yang jelek, maka pemberitaan partai PDI, Golkar lebih hal-hal negatif.
    Padahal, jika kita telusuri lagi,kedua pimpinan parpol yang anda sebutkan yakni Demokrat dan PDI-P memiliki cacat dalam kepemimpinnannya. Namun, sebagian besar rakyat tidak mengetahuinya.

    saya sepakat.. demokrat menang bukan karena dia lebih baik dari partai2 lain, akan tetapi karena demokrat punya citra positif di masyarakat, citra itu memang dibangun oleh media masa dan elektronik.

    berdasarkan alasan bahwa masyarakat kita tidak semuanya mengerti tentang politik, maka sistem demokrasi yg seperti ini tidak cocok.. masa satu suara dari ulama disamakan dengan satu suara dari preman kampung yg suka mabuk2kan…

    harusnya ulama punya pengetahuan lebih dan pemikiran yang jauh lebih bijak dibandingkan dengan preman tadi..

    so.. kembalilah ke sistem yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW

  8. Wah lama nggak kemari, giman Pakdhe sehat?

    Partai-partai semakin banyak, itu sangat menyulitkan bagi pemilih, kalau aku belum masuk pemilih sih.., sebenarnya QC itu akurat nggak sih?

  9. Kayanya bertambahnya golput karena hari itu hari libur panjang.
    Banyak yang memilih pergi keluar kota sehari sebelumnya, banyak yang berpikir:” Suara saya cuma satu ga ngaruh!…”

    kalo semua mikirnya seperti itu….

  10. Yang lebih memprihatinkan saya pada pemilu kali ini, bukan turunnya suara partai dan atau gembira karena besarnya demokrat. Melainkan, tingginya angka “pencari kerja&status” menjadi anggota legislatif. Begitu menyedihkan taraf berpikir masyarakat yang tidak peduli dengan arah masa depan bangsa yang membuat caleg-caleg berkualitas kalah oleh popularitas artis. Mohon agar partai-partai terutama PAN bertanggung jawab terhadap rekrutmen caleg demi bangsa dan negara ini!

  11. siapa pun yang nantinya akan menjadi presiden indonesia merupakan presiden yang di tunjuk oleh Tuhan… segala sesuatu yang terjadi di duni ini khan atas persetujuan Allah…. 🙂

  12. Saya salut sama Partai Demokrat. Walaupun berusia muda, partai ini sudah memenangi pemilu 2009. Namun, bagaimana kiprah demokrat kalau SBY sudah pensiun? Patut kita nantikan bersama.

    Salam buat semua…

  13. haa….nice post…

    tpi….ada tpi nya nie….

    gw dr awal bacanya gw kira rapor merah itu dinilai dr kinerja nya atopun ada kasus2 dan skandal selama ini…
    eeehhh….trnyata dinilai cuman dari penurunan suaranya dari tahun 2004 lalu

    sbnernya blom bsa dibilang berrapor merah klo cmn dari penurunan suara……ga konkret….krna banyak golput siih…

    mav sblomnya….trus berdjoeang…..ahhaaahaha…

  14. Yang kalah semoga tidak bunuh diri, tidak mengambil lagi sumbangannya, kalo stress ya dikit-dikit ga pa pa, jangan nyusahin keluarganya lagi, jangan bertingkah seolah sudah berkuasa lagi, jangan sok artis lagi, dan yang terpenting: jangan lupa cepet tu bayar utang! 🙂

    Yang menang: semoga tidak tinggi hati, semoga ingat janji-janji, semoga tidak lupa diri, semoga masih menjejak bumi, semoga makin tambah amanah, baik hati, tidak sombong, suka menolong dan rajin menabung … dan yang terpenting: BAYAR JUGA UTANGNYA!

    Pisss 🙂

  15. mungkin yang lebih menarik adalah semakin tingginya angka golput yang naik sekitar 40%. salah satu faktor yang membuat mereka masuk dalam simpatisan golongan putih ini adalah:
    1. Trauma dengan tingginya tingkat korupsi para kader partai-partai di parlemen.
    2. Trauma dengan kebijakan pemerintah yang memihak kepentingan asing drpd nasib rakyatnya sendiri.
    3. Trauma dengan janji-janji partai yang jarang dipenuhi partai-partai ketika mereka ada dalam lembaga eksekutif dan legislatif.
    4. Trauma dengan demokrasi di Indonesia yang hanya memihak para kapitalis nasional dan investor asing.
    5. Rakyat Indonesia sudah pintar dalam berpolitik karena mereka faham bahwa tidak ada partaipun yang mempunyai solusi fundamental da praktis dlm mengatasi krisis yang ada di Indonesia. Para partai hanya mengurusi perut mereka sendiri.

    baca artikel terkait = http://winsolu.wordpress.com/2009/04/15/politik-pencitraan-di-indonesia/

    thanks.. 🙂

  16. Demokrat dapat rapor biru, tidak lain tidak bukan karena BLT, sosok SBY, hantaman iklan-iklan Demokrat yang didesain sedemikian rupa sehingga membuat sebagian masyarakat kita terhipnotis. Penguasaan media Demokrat juga luar biasa. Disisi lain, karena track record yang jelek, maka pemberitaan partai PDI, Golkar lebih hal-hal negatif.
    Padahal, jika kita telusuri lagi,kedua pimpinan parpol yang anda sebutkan yakni Demokrat dan PDI-P memiliki cacat dalam kepemimpinnannya. Namun, sebagian besar rakyat tidak mengetahuinya. Karena kesal, akhirnya saya tulis di :
    SBY atau Mega : Capres Bermental Korup, Bodoh atau Penakut?.
    Trims.

  17. Kalo dilihat dari iklannya, coba dengar bagian waktu gambar suharto dengan, “Mereka sudah melakukan apa yang mereka bisa”… dan bla, bla, bla…
    Saya tidak mengkambinghitamkan semua mahasiswa sbg pecinta PKS, melainkan sy berbicara sebagai salah satu mahasiswa pendukung PKS.

  18. #Komentar oleh yanuar — 16 April 2009

    Enak aja, jangan bawa2 mahasiswa donk, kalau lo aja yang suka PKS jangan kambing-hitamkan kita semua sebagai pecinta PKS. Enak aja…

    Emang guru bangsa kita alm. Soeharto apa ?? Itu mah guru PKS aja..

  19. PKS rugi dunia akhirat, sudah suara menurun, jati diri sebagai partai da’wah hilang. kembalikan lagai jati diri sebagai partai da’wah dengan mengusung syariat Islam. Kalau ada pimpinannya yang nggak mau ganti ajah. Kalau suaranya tetap menurun nggak apa-apa, tapi masih punya harga diri.

  20. Males ngomongin partai. Emang cuma orang-orang itu aja yang bisa bikin Indonesia lebih baik??? Adanya juga mengatasnamakan sana-sini dan main klaim.
    Kayaknya nge-Blog lebih dikit dosanya ketimbang jadi fungsionaris partai. hehehe

  21. yah…
    hidup golput lah
    hehehhehe

    ternyata banyak juga kawan saya
    😀

    mereka kan memang gak ada yang bener..
    bersih dan peduli ???

    cuih cuih
    narjis..

    Ayo Golput sebab mereka takkan berubah!!

  22. yah…
    hidup golput lah
    hehehhehe

    ternyata banyak juga kawan saya
    😀

    mereka kan memang gak ada yang bener..
    berish dan peduli ???
    cuih cuih
    narjis..

    Ayo Golput sebab mereka takkan berubah!!

  23. Memang sih jumlah pelajar mahasiswa tidak seberapa dibandingkan anak petani dan pemuda2 lainnya… tapi di sini mari kita lihat kekurangan dari pemilu kali ini. Mahasiswa sebagai pemuda (remaja) yang telah dilatih kritis dewasa ini terhadap masalah hukum banyak yang golput (baca: terpaksa).

    Contohnya, teman saya banyak yang harus golput gara2 gak bisa milih di daerah dia kuliah. Mau pulang? Apakah harus beli tiket pesawat pulang ke sumatra hanya untuk nyontreng? Sementara membiayai kuliah saja udah susah…

    Ada yang tidak nyontreng karena dari PPS nya tidak membolehkan. Soalnya dia rantau sampai di facebook dia buat “Mahasiswa rantau golput seumur hidup.” Ironis…

    Aku cukup beruntung karena surat A5 ku diterima walau hanya boleh nyontreng yang propinsi. Tapi banyak dari kami semua yang ditolak saat di TPS nya… padahal dah susah banget ngurusnya…

    Semoga cobaan pemilu ini adalah yang terbaik yang diberikan Allah kepada umatnya… ada hikmat di balik semua ini betol?

  24. struktur DPP PKS gak mau intropeksi diri,kader yang militan banyak golput.yang pemilih baru cuma liat partainya doang.PKS merugi jumlah tetap,kualiats kader menurun.makanya jangan pakai jurus dewa mabok lagi

  25. walaupun Golput menang…
    walaupun Demokrat Menang…
    walaupun Golkar Kalah…
    walapun Hanura dan Gerindra dapat suara….

    yang pasti.. ORDE BARU MASIH BERKUASA..
    pengungkapan Kasus BLBI dijamin gak akan tuntas…
    Korupsi Masa Lalu tertimbun…. entah sampai Kapan..

    Itulah yang dipilih… oleh rakyat Indonesia..

  26. GOLPUT adalah mahasiswa, karena nggak bisa milih, terus partai yang banyak dipilih mahasiswa nggak jadi naik dech suaranya??
    oalah, itu sih cari2 alasan mas, berapa persen sih jumlah mahasiswa yang seberuntung anda bisa kuliah… banyak mana ama petani dan penarik becak.. dan supir bajaj yang banyakan anak mudanya..
    intinya.. inilah demorasi.. Rakyat jangan disakiti, walaupun rakyat gampang diboongin..
    GOLPUT tetaplah GOLPUT dan itu pilihan.. artinya demokrasi bukan harga mati dan Bukan Jalan dakwah .. demokrasi adalah jembatan gantung darurat yang segera dibongkar jika sudah dipersiapkan jembatan yang lebih permanen.. sesuatu yang asalnya dari yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik ( ingat bung demokrasi produk yahudi.)

  27. Setuju kang, sengaja atau tidak bahwa pemenang pemilu kali ini adalah golput sebenarnya adalah kehendak Illahi. Karena manusia partai di negeri tercinta ini lebih nyaman berasyik masyuk dgn kekuasaan. Tidak ada tanggungjawab moral utk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan keadilan. Bayangkan sumber daya alam karunia Allah yg melimpah malah berbuah hutang luar negeri. Kalau ada ayam yang mati dalam lumbung itulah kita. Memang belum mati akan tetapi sekarat dan melarat beranak pinak.
    Ya Allah, ampuni kami. Berikanlah kami pemimpin yang mau bekerja keras bersama bangsanya, berikan pemimpin yang tegas dan berdiri tegak demi martabat bangsanya.

  28. partai yang dapat nilai Biru (Naik) Hanya Demokrat & PKS, PKS dapat nilai biru karena walau disebagian tempat turun akan tetapi di tempat lain naik, dan bahkan nilai naiknya lebih tinggi dibanding turunnya, jumlah perolehan kursipun lebih banyak bahkan hampir menmcncapi 2x lipat dari sekitar 47 menjadi insya Allah 74 atau sekitar (14%), untuk suara versi pks yang diambil dari form c1 seluruh saksi pks bisa di lihat di http://pksonline.co.cc atau di http://pemilu.pks.or.id

  29. Gue+istri GOLPUT kmrn…memamng mau GOLPUT…bukan putus asa, tapi karena memang tak ada lagi yang layak dipilih ketika PartaiKu Sayang sdh berubah menjadi merah, kuning, hijau, biru dan akhirnya GIGIT JARI..
    Mau milih caleg yang orangnya sholeh, kuatir ntar dia malah di PAW kan oleh elit parpolnya…kan daripada gue dan istri yg GIGIT JARI…biar mereka aja yang GIGIT JARI duluan…hue3x. Wong ikut pemilu koq nafsu banget mau berkuasa dan merebut kekuasaan…payaaahhh!

  30. ya, namanya kalah pasti nyari kambing hitam. ga’ ada kambing hitam yang cokelat pun jadi.
    itulah indonesia, yang kalah menyalahkan yang menang , padahal yang menang pun rugi karena kehilangan suara.

    kapan ya INDONESIA bisa Naik SDM nya….!
    perasaan SDM indonesia ancur banget. jd malu….^-^

  31. DPT kacau, siapa yg bertanggung jawab? dan kapan Rakyat Indonesia makin pintar? sehingga tidak bisa lagi di bohongi dan dipermainkan seenaknya?

    Maaf saya sangat prihatin….

  32. 1. banyak orang yg sudah meninggal masih terdaftar di DPT
    2. Banyak juga yg masuk DPT tapi gak dapat undangan memilih dari KPPS, danpas hari H tidak bisa memilih.
    3. Mahasiswa adalah pemilih cerdas kesulitan mengurusi A5 yang ternyata dilapangan kerap dpersulit . Di Jateng saja lebih dari 1500 mahasiswa tdk ikut memilih

    weleh..weleh..

  33. Yang golput kebanyakan mahasiswa sih… soalnya gak dapat hak pilih di daerah mereka kuliah. Masih untung aku yang udah mati2an mengurus surat A5 biar bisa nyontreng di Jatinangor, temanku yang lain banyak A5 nya yang ditolak. Huhuhu…. menyedihkan peraturan.

    Apa kita para mahasiswa rantau ditakdirkan golput?

    Gak mungkin dong balik pake pesawat ke sumatra buat nyontreng doang, kasihan yang kurang mampu…

  34. Politik sebagai produk manusia memang tak akan pernah sempurna,
    tapi bukankah kita dikarunai pikiran untuk memilah dan memilih yang rapot merahnya paling sedikit ?
    Tentu dengan catatan “yang dipilih” adalah yang tetap menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai visi awal kelahiran bangsa ini.
    Kalo sudah membelot dari visi awal tersebut ya tentu saja bisa dipastikan partai itulah yang raport merahnya paling buanyak.

    Tapi politik tetaplah politik yang memaniskan kata “berkuasa, penguasa ” dengan menggunakan dan berlindung pada istilah “atas nama rakyat”. Para politisi Indonesia masih jauh dari asas “beradab dalam berdemokrasi”.

    Tentu sangat menjenuhkan mengamati ulah politisi di TV-TV saat ini. Untuk itu mari kita refresh-kan otak kita semua dengan menikmati yang ada disini

  35. Dibanding yang lain, SBY memang tampak lebih keren sih. Eh tapi bener sih … “Wong jelas blunder dengan BlueEnergy kok ya masih dimerahi dengan Super Roy” :p :p :p

  36. Dhe, apa hubungan antara dongeng geologi dengan analisis pemilu? Apa benang merahnya? Atau njenengan memang ada expertise tambahan, yaitu analis pemilu? 🙂

  37. manurut saya (dari segi mahasiswa yang merantau) kebanyakan mahasiswa itu merupakan basis suara dari PKS. Nah, karena para mahasiswa rantau itu tidak dapat melakukan/ikut pemilu sehingga menurunkan angka prosentasi dari PKS. Kalau dulu (2004) bila kita mempunyai undangan untuk memilih, maka kita bisa melakukan pencoblosan (2004) di mana saja. namun saat ini harus mengurus yang namanya formulir C5 agar kita dapat melakukan pemilu tidak harus di daerah asal. Wong waktu kuliah aja udah sibuk banget dan capet masih harus ngurus formulir.. yo gak sempet (itu juga kalo kita tau ada informasi seperti itu).

    contoh lainnya : para wartawan yang meliput acara “pencontrengan” di TPS dimana SBY melakukan pencontrengan,, mereka “terpaksa” golput karena tidak dapat mengikuti pemilu meskipun memiliki undangan untuk melakukan pencontrengan..

    Pakde: wartawan aja yang selalu cari berita aja gak tau ada formulir C5…hehehhe lGi pula ngurus nya klo gak salah 3 hari sebelum hari-H.. lah mana kita tau klo pas hari-H kita harus pergi ke suatu tempat…

    jadi,,angka 40% yang golput itu tidak semua yang memang memiliki pendirian untuk tidak mau mengikuti pesta demokrasi.

  38. memang golput yang memenangi pemilu 2009 ini tapi jangan menyalahkan sepihak seolah-olah ada ulah partai di balik semua ini, saya yakin ko semua partai pasti merasa di rugikan tapi yah begitulah kalo kalah pasti marah-marah dan yang menang juga adem ayem.
    setuju pak dengan tulisan di atas bahwa PD bisa menang semua berkat SBY, toh saya aja ga milih caleg untuk pemilu tahun ini, cuma nyontreng partai doang 😀

  39. DPT amburadul, kinerja buruk pemerintahan dan warganya..tapi siapa yang mau tanggung jawab? tidak ada kan, permissive..

  40. Pak Rovicky…

    Kalau dilihat dari perkembangan perolehan suara sekarang memang dapat dibilang bahwa golongan masyarakat yang tidak memilih makin meningkat. Tapi perlu dicermati pula bahwa sekarang ini pun masih banyak masyarakat yang tidak terdata pada DPT (Daftar Pemilih Tetap) sehingga menambah jumlah golongan masyarakat yang dianggap tidak memilih atau golput. Padahal belum tentu masyarakat yang semuanya tidak terdaftar pada DPT mempunyai keinginan untuk tidak memilih.

    Jadi kemungkinan bahwa golongan yang tidak memilih pada data tersebut diatas mencapai 40% masih harus dilihat kembali…

    Trima kasih

Leave a Reply