Si Optimist itu bernama “INDONESIA”

9

courage-dog-tv-011Mengatakan “si Optimis itu ya si Indonesian” ini sering saya dengar juga, tapi lutjunya bukan dari orang Indonesia, Justru orang lain melihat Indonesia ini optimist. Demikian juga apa yang diungkapkan eSBeYe didepan civitas academica London School of Economic. Penggalan pidato eSBeYe menjelang G20 yang menarik ada dibawah ini :

This is a true story reported in the mass media. During one of the sessions at the latest World Economic Forum in Davos, the panelists noted that all the talk about the global economy was consistently pessimistic. All gloom and doom. And no silver lining.
Then one asked the question: “Isn’t there one optimist in this room at all?”
And another answered: “Yes, if we can find an Indonesian. Is there an Indonesian with us here?”

Optimist itu bukan nekat.

Optimis itu keberanian berdasar pengetahuan untuk memilih dua pilihan “terus maju” atau “maju terus” !
Ingat keputusan yang diambil mesti alias kudu berdasar sebuah pengetahuan. Keberanian bukan kenekatan. Orang nekat itu maju terus karena tidak tahu. Sedangkan optimis itu mengerti risiko yang akan dihadapi, namun juga mengerti keuntungan yang akan diperoleh.

Secara grafis didongengkan saja sederhananya seperti dibawah ini:

i-indonesia
Siapa sih si pemberani itu ? Si A, Si B, C, D, ... atau si I (Indonesia)?

Kebetulan kemarin baru ngobrol di milist tentang apa dan siapa yang disebut si Pemberani. Saya tidak melihat dari sisi manusia yang memili hormon Testosteron yang menyebabkan keberanian itu muncul tetapi melihat yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Diatas itu gambar yang menunjukkan beberapa orang bernama A, B C, D.. dst yang memiliki pendapat terhadap kemungkinan keberhasilan proyek yang dijalankannya.

Si A, memiliki 8 jenis ilmu (knowledge) dimana 6 ilmunya mengatakan akan sukses, sedangkan 2 ilmunya mengatakan gagal (failure). Sehingga si A mengatakan 75% akan sukses.

Si B, memiliki 6 ilmu saja, dan mengatakan 67% akan sukses karena 4 dari kajian ilmunya menyimpulkan akan berhasil sedangkan 2 ilmu lainnya menyatakan kemungkinan gagal.

Si C, mengatakan 50% peluangnya sukses. Karena si C ini ilmunya cethek hanya mampu menganalisa dua ilmu yang dikuasainya. Tetapi dia yakin 50% berhasil.

Demikian juga si D, dst. Mereka meyakini keberhasilannya berdasarkan ilmu yang dimilikinya.

Contohnya mungkin dalam perminyakan yang banyak bergulat dengan pertimbangan yang berisiko. Dan yang paling sering terjadi adalah banyak yang nyampur-nyampur antara  “Perception Chance” dan “Actual/Real Chance“.

Perception Chance” adalah peluang yg diketahui dan merupakan pendapat masing-masing sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.  Disisi lain Actual Chance adalah peluang riil yang sebenernya karena adanya faktor-faktor yang tidak diketahui.

Kita ndak bakalan tahu actual/real chance

… Disinilah, yang kita tahu hanya yang kita persepsikan masing-masing saja.

Si A menganggap peluangnya 75% sesuai pengetahuannya. Karena ada dua point yang tidak diketahuinya maka si A sebenernya memiliki peluang 60% (60% chance) saja.  Sedangkan si D juga mengatakan peluangnya 75%. Tapi karena pengetahuan si D itu sedikit maka peluang D hanyalah 30%.

Si C dan si G masing-masing mengatakan sama-sama peluangnya 50%. Tetapi karena pengetahuan G lebih banyak maka peluang si G sebenernya jauuh lebih besar dibanding si C.

Disinilah pengetahuan memiliki peran dalam menentukan peluang. Semakin banyak pengetahuan/knowledge maka peluang suksesnya juga semakin besar.

Bagaimanapun pengetahuan akan meningkatkan keberhasilan menebak atau dalam bahasa simbah-simbah dulu disebut “Knowledge will increase predictability“, Ilmu akan meningkatkan kempauan dalam melihat peluang untuk sukses.

Dapatkah kita menjadi si I (Indonesia)

i-indonesia
Si Hebat paling bagus karena kesiapannya dia yakin usahanya 50 % akan berhasil. Tetapi Si Indonesia walaupun tahu peluang keberhasilannya kecil, tetapi karena berdasarkan ilmu yang banyak, peluang kecilpun menjadikan "titis" alias jitu dalam melangkah.

Peluang untuk sukses di Indonesia barangkali kecil, karena terlalu banyaknya permasalahan yang ada di negeri ini. Bisa jadi bagi Indonesia kepengurusan satu periode ngga akan pernah berhasil. Contoh yang pasti adalah Pertamina yang gonta-ganti Dirut dalam waktu (terlalu) singkat, sehingga tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengevaluasi hasil kerjanya. Baru membuat program sudah diganti, lah lama-lama amburadul.

🙁 “Hallah ini mah kampanye !”

Kembali ke LapTop

Grafik atau gambar diatas jelas menunjukkan bahwa peluang yang lebih berarti (mendekati actual chance) adalah peluang yang didasarkan pada pengetahuan. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki maka akan semakin jitu dalam menebak. Walaupun kemungkinannya sangat kecil kalau jitu menebaknya maka kemungkinan keberhasilan dalam menentukan pilihan akan lebih baik.

Jadi jangan asal berani, ketahui dulu segala kemungkinan dengan ilmu. Jadilah si I (indonesia), walaupun peluangnya kecil tetapi berani terus maju atau maju terus.

Pidato lengkap Pak eSBeYe bisa dilihat disini: Speech at LSE

9 COMMENTS

  1. Hebat mas tulisan anda, memang benar ada kesaktian yang tersembunyi di balik ketahanan index IHSG. Hal yang perlu hati-hati adalah makin membengkaknya hutang kita, dan ini memerlukan usaha keras untuk mengurangi. Dapat diperhitungkan jika setiap anak yang lahir di bumi kita sudah memeiliki hutang +/-25.000.000, maka sebenarnya siapa yang salah. Jika Data stock barang, cash money, devisa, pemasukan legal dari peningkatan produktivitas itu benar-benar akurat, maka kesaktian kita akan semakin nyata. Kisah Bailout adalam awan hitam yang lewat dengan cepat dan mematikan, dan itu semestinya tidak menimpa kita. Sekali lagi, analisis sangat tergantung dari data yang masuk dan menghasilkan forcast , baik (+) atau( -). Apakah yang akan terjadi di kemudian hari? Semoga para pelaku ekonomi kita bertindak lebih bijaksana demi masa depan kita semua. OK ! Terima kasih, Salam kenal dan sampai ketemu dan tetap bersemangat.
    Best regards,

  2. halo pakdhe rovicky, salam kenal ya pak. saya yudhit Mahasiswa tingkat akhir UGM. saya tertarik skali dgn tulisan pakdhe.saya mw tanya pak, klo mw menulis smacam artikel2 ilmiah baik yang berasal dari site lain atau bedasarkan pengetahuan sendiri yg ingin di dshare bgmn ya pakde? saya takut menyalahi aturan mainnya. mohon petunjuknya pakde? maturnuwun.

    –> aku sendiri melakukannya dengan menyebutkan sumbernya secara jelas. Itupun saya juga sering lupa. Tapi berusaha menghargai siapapun yang membuatnya.

  3. tulisan ini diselubungi oleh aura kampanye hehehehe…..
    besok udah minggu tenang loh dhe, jangan kampanye lagi nanti dicekal panwaslu :P~

Leave a Reply