Laju Aliran Lalulintas

0
polwan_indonesia
mBak PolWan ini yang pinter ngatur lalulintas. Nurut ya !

Sebelumnya kita tahu tentang ilmu gelombang yang dapat dipakai dalam menganalisa lalu lintas (Gelombang lalulintas ! ), dan belajar bahwa laju lalulintas sangat dikontrol oleh si pengendara. Demikian juga kita blajar bahwa kemacetan lalulintas dapat dilihat sebagai sebuah gelombang. Sekarang kita akan melihat bagaimana kalau lalulintas ini dilihat sebagai sebuah aliran berbagai jenis kendaraan.

🙁 “Sebenernya Pakdhe niku geologist atau pulisi lalulintas to ?”

😀 “Hust ! Ntar di semprit mBak Pul “

Kali ini teori lain yang ada dalam ilmu aliran fluida kita pakai untuk menerangkan laju lalu lintas. Teori laju aliran ini dikenal didalam ilmu reservoir engineering maupun piping engineering. Ilmu yang mempelajari bagaimana fluida itu berjalan dan mengalir disebut dinamika fluida, atau “fluid dynamics”.

Daya alir atau permeabilitas

Dalam ilmu fluida dikenal adanya kemampuan laju aliran sebuah pipa atau rongga atau apa saja lah yang mampu mengalirkan fluida. Fluida itu segala benda yang dapat mengalir termasuk air, udara (gas), dan juga minyak bumi.

Dibawah ini grafik atau ilustrasi bagaimana sebuah pipa yang dilewati minyak  eh jalan yang dilalui oleh mobil balap. Setiap jalur jalan bisa disini satu mobil bapal ini. Semakin lebar tentunya semakin banyak lajur yang dipakai oleh mobil balap ini.

perm-1
Laju aliran pada satu jenis fluida, eh laju lalulintas pada satu jenis kendaraan.

Diatas dapat kita lihat bahwa semakin banyak kendaraan yang dialirkan semakin banyak lajur yang diperlukan. Semakin besar pipanya, semakin banyak minyak yang dialirkan. Seperti inilah teori lama bagaimana lalulintas itu akan dikontrol oleh kemampuan jalan. Teori ini jelas mudah dimengerti untuk menjelaskan bahwa karena lebar jalan itu sangat mengontrol banyaknya kendaraan yang dilewati.

Bagaimana kalau yang melewati jalan tidak hanya satu jenis kendaraan. Atau bagaimana kalau yang melewati pipa tidak hanya minyak saja, tetapi juga ada air yang melaluinya ?

perm-2
Apabila kecepatannya sama, maka jumlah kendaraan yang melewati jalan ini juga akan sama (sebanding). Yang jumlahnya banyak akan memerlukan lajur yang cukup banyak juga.

Dengan dua jenis kendaraan saja maka sudah harus dipikirkan bagaimana cara memisahkan keduanya. Hal ini disebabkan kecepatan kendaraan tidaklah sama. Setiap kendaraan yang sejenis harus digolongkan sesuai dengan kecepatannya atau lajunya.

Dari tulisan sebelumnya tentang gelombang lalulintas disini kita tahu bahwa keseragaman kecepatan sangat menentukan kelancaran lalulintas. Gangguan-gangguan kecil yang bisa hanya berupa pengereman saja dapat menyebabkan terganggunya aliran, bahkan menyebabkan kemacetan (congested).

🙁 “Wah pakdhe, aku masih kesengsem sama mBak Pulisi diatas itu je. Mau buat SIM dulu ah !”

Ketika semua kendaraan campur bawur ndak keruan seperti dibawah ini, maka laju kendaraan secara total ternyata turun drastis.

perm-3
Ketika pengendara saling serobot jalan, maka kapasitas jalan untuk melalukan penumpang jadi turun 🙁

Laju aliran pada multi phase flow, atau bahasa kerennya ketika jalan dilalui berbagai jenis kendaraan yang memiliki ukuran, perilaku serta kecepatan yang beragam, maka jumlah yang dilalukan oleh pipa atau jalan ini akan berkurang.

Coba perhatikan grafik diatas yang memperlihatkan bagaimana seandainya sepedamotor melalui jalur cepat, bajay melalui lajur sambil ngepot, dan truk ikut berjajar disepanjang bersama dengan mobil lainnya. Tentusaja kemampuan jalan untuk mengalirkan jadi sangat berkurang.

Menggunakan sepedamotor sepertinya cukup lincah dan akan memiliki kecepatan terbaik dibanding pengguna jalan yang lain. Namun kalau diperhatikan secara menyeluruh yang rugi sebenarnya ya semua pengguna jalan. Ketika jalan lelet dan menyebabkan energi bahan-bakar boros, maka kebutuhan BBM didalam negeri meningkat. Dan biaya kebutuhan BBM ini ditanggung bersama-sama termasuk si pengendara motor tadi. Karena ketika harga BBM meningkat si pengendara juga membeli dengan harga yang mahal, kan ?

Jumlah kendaraan bermotor dan jenisnya di Jakarta.

Dibawah ini grafik jumlah kendaraan bermotor di Jakarta tahun 2007 lalu.

jenis-kendaraan-di-jabodetabek
Jumlah motor menduduki peringkat paling tinggi di Jaksel (9,90 persen), Jakrim (6,78 persen), Jakut (5,20 persen), Jakbar (10,92 persen), Jakpus (8,21 persen) Tangerang (13,31 persen) Bekasi (10,30 persen), dan Depok (3,82 persen).

Laju pertambahan atau pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta adalah sebesar 14,61 persen untuk motor dan 6,73 persen untuk mobil. Kedua jenis kendaraan tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu (2006) yaitu sebesar 12,98 persen untuk motor dan 6,50 untuk mobil.

Nah, kalau diperkirakan untuk lima tahun mendatang tentunya jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalan akan tidak tercukupi karena badan jalan yang tidak memadai. Apalagi kalau semua jenis kendaraan ini enggan diatur dan tidak mau menggunakan lajur yang disarankan. Wuiiih ya tentusaja amburradul !
Bayangkan juga kalau perilakunya juga sembarangan !

🙁 “Wah Pakde aku masih membayangkan ujian SIM sama mBak Pulisi diatas tuh ! Ngulang tiga kali ya ga papa kok”

😀 “Hust, jangan sembrono Thole ! Pantesan jalan jadi macet ! Kalau masih crewet dihukum blajar yang dibawah ini !”

Teori Corey-type (untuk Thole yang criwis) 🙂

Seringkali permeabilitas relative ini dapat didekati secara polinomial menggunakan teorinya Corey dimana saturasi air = Sw . Apabila Swc adalah air yang tidak dapat dilalukan (irreducile) (minimal, critical) satura air dan Sor saturasi sisa (minimal, critical) minyak ,

e4f2296c502c67612117002887e20d741

Jadi permeabilitas relatif untuk minyak

κrw = (S * )n dan κro = (1 − S * )m

dengan

  • κrw(Swc) = 0 and κrw(Sor) = 1
  • κro(Swc) = 1 and κro(Sor) = 0

harga n and m dapat diperoleh dengan mengukurnya atau  m = n = 2 seringkali cukup OK.

Kalau Thole tidak malas dan criwis juga mau belajar ilmu permeabilitas relatif dalam ilmu perminyakan diatas untuk keperluan teknik sipil transportasi ya bisa saja. Parameter-parameter pengukuran m dan n barangkali adalah karakteristik pengendara mobil dan motor.  Saturasi adalah jumlah (fraksi) kendaraan yang melalui jalan raya.

Jadi ilmu lalulintas teknik sipil jurusan transportasi dan ilmu laju aliran dalam perminyakan itu sejatinya juga punya kemiripan. Berbagai ilmu itu jangan dipisah-pisah dan dipilah-pilah. Satu ilmu sederhana sangat mungkin dapat dipakai dalam ilmu terapan yang lain.

Bacaan terkait :

Sumber data : Polda Metro Jaya

1 COMMENT

  1. mbak pulisinya…. hmmmmm, lumayan hehehe….
    di Sby sering tuh kalo pagi sama sore nongol di jalan. tapi menurut thole kok gak bikin lancar tapi malah bikin macet yah? soalnya pengguna jalan pada ngècèngin mbak² pulisinya hehehe…..

  2. Wah… salut Pakdhe. Analoginya pas, tp gimana ya nerapin teorinya Om Corey di dunia perlalu-lintasan? Jika saturasi=jumlah kendaraan ttt (kl di atas misal jmlh mobil=Sw), lalu Swc? Jumlah minimal mobil yang ….? Atau jmlh maksimal mobil yang ..? Terus kl m dan n adl karakteristik pengendara, gmn itungannya kok bisa jadi 2?

    Sbg pemuda yg ga mudheng dunia perminyakan jo pergeologian, Thole yg ceriwis ini sgt tertarik dg teori Pakdhe ttg aplikasi rumus di atas di dunia perlalinan. Bayangan Thole, jika permeabilitas relatif mobil thd motor diketahui, Mbak Pulwan bisa ambil kesimpulan: “Agar jalanan lancar (minimal kendaraan bisa bergerak maju), maka jika jumlah mobil adl X maka jmlh motor maksimal adl Y. Begitu jg sebaliknya”. Bener ga kesimpulan ngawur Thole ini Pakde?

    Namun selain kebingungan sbgm Thole sampekan di atas, kmdn muncul lg pertanyaan: “Kan jenis kendaraan di jalan tidak hanya mobil dan motor, gimana rumus Corey-nya ya?”

    Nuwun, Pakdhe. Salam kenal dari Thole yg ceriwis :p

    –> Hehehe ternyata Tholeku cukup banyak juga 🙂
    Memang betul kalau sudah urusan manusia segalany amenjadi kompleks. Demikian juga dengan alam. Minyakpun juga sebenernya cukup dan sangat beragam, ada minyak yang cuirr yg mudah mengalir, dan ada minyak yang berat juga ada minyak ringan. Tetapi dalam rumus tersebut masih disederhanakan. Jadi untuk kendaraan tentunya juga bisa disederhanakan. Hanya 4 jenis (sepeda motor, mobil barang, mobil penumpang, bus) yang mungkin bisa dipakai disini. Namun idenya sama juga didalam rumus itu hanya 2 jenis, minyak dan air.

Leave a Reply