Rumah yang beradaptasi

0
treehouse_01
Rumah pohon

Salah satu fungsi rumah adalah sebagai shelter atau tempat berlindung. Berlindung dari bahaya binatang, cuaca, lingkungan serta bencana. Disisi lain manusia hidupnya memerlukan air, sehingga awal tempat hidup atau perkampungannya selalu berdekatan dengan air. Namun ketika air terlalu berlimpah-ruah justru merepotkan.

πŸ™ “Lah iya lah, syapa yang suka kebanjiran sih, Pakdhe”

Perumahan yang berdekatan dengan air tentusaja harus mengantisipasi kemungkinan berlimpahnya air banjir ini. Secara alamiah orang Indonesia di daerah tertentu sudah secara cerdas memodifikasi rumahnya sehingga aman. Manusia beradaptasi, bahkan rumahnyapun juga beradaptasi.

Rumah tertua bukan di pohon.

figure011
Rumah tertua berusia 15 000 BC. Dijumpai di Ukraina

Mungkin ada yang tahu Tarzan, kan ? Nah rumah si Tarzan di pohon.
Tetapi ternyata rumah tertua di dunia ini bukan diatas pohon. Rumah tertua itu diketemukan di Ukraina. Rumah ini diperkirakan berumur 15 000 tahun.

Darimana kok tahu usianya 15 000? Ya, karena rumah ini dibuat dari susunan tulang belulang Mamouth (sejenis gadjah yang sudah punah). Dari uji kandungan karbon pada tulang inilah diketahui bahwa usia “rumah” yang tertua ini dibuat sekitar 15 ribu tahun. Dan sudah dihuni oleh beberapa generasi.

Kenapa tumpukan tulang belulang itu sudah bisa disebut rumah ? Karena “bangunan” ini sudah berfungsi sebagai tempat berteduh (shelter). Juga tempat berlindung dari cuaca. Konon “rumah” ini diselimuti dengan kulit mamoth yang tebal dan berbulu. Daerah Ukraina termasuk daerah bersuhu rendah ketika musim dingin. Jadi fungsi rumah sudah terpenuhi dalam “bangunan tulang” ini.

πŸ™ “Pakdhe, didalamnya punya alamari juga nggak ya ?

Tentusaja “konstruksi” rumah ini terus berkembang, akhirnya satu tempat memiliki ke khasannya masing-masing termasuk rumah Minang atau rumah Gadang, rumah panggung, rumah joglo, sampai rumah gaya spanyolan (bukan separo nyolong, loo) yang terkenal tahun 80-an.

Rumah panggung yang beradaptasi.

rumah_katingan
Rumah Panggung Katingan (http://www.katingankab.go.id/)

Tentunya sudah banyak yang mengenal rumah panggung, ya rumah yang berbentuk seperti panggung. Rumah panggung ini sangat umum dijumpa di Sumatra juga dibeberapa pulau di Indonesia lainnya. Rumah panggung ini tidak hanya untuk menmgantisipasi banjir saja di pinggir laut. Rumah panggung juga dijumpai dihutanΒ  tetapi rumah ini dibuat berbentuk panggung karena menghindari binatang.

Disebelah ini rumah panggung di Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah.

πŸ™ “Pakdhe ini rumahnya kok tidak dipinggir sungai tapi kok dibukit-bukit. Mungkin karena punya kaki trus jalan dari pinggir sungai keatas bukit ya, Pakdhe ?”

antibanjir-8
Ruang santai dibawah rumah panggung

Rumah panggung dikenal sejak lama dan konon merupakan desain rumah ideal di daerah banjir. Rumah panggung ini banyak yang sudah di’modif’, heheh ga cuman motor aja yg ikutan modif.

Di Palembang rumah-rumah panggung sudah banyak yang beradaptasi karena kebutuhan ruang yang mendesak. Ruang bawah ini banyak yang dimanfaatkan untuk menimpan barang-barang atau gudang. Bahkan ada yang dirubah menjadi tempat santai buwat nonton tivi sekeluarga.

antibanjir-7
Memanfaatkan ruang bawah untuk menyimpan (gudang)

Rumah-rumah yang sudah beradaptasi ini sebenarnya merupakan sebuah kemajuan alamiah. Hanya saja manusia selalu tidak puas kalau perilakunya hanya mengandalkan alam.

Tugas manusia bukan hanya mengikuti alam saja kaan ? Manusia harus mampu hidup bersama alam, bercengkerama, mengikuti alur perubahan dan perkembangan alam. JAdi perlu pemikiran cerdas mengatasi perubahan alam.

Design moderen rumah tahan banjir

πŸ™ “Pakdhe, untuk membuat rumah supaya tahan banjir yang pertama adalah pindah rumah ke tempat tinggi donk”

Yang pertama memang tapak atau lokasi. Menempatkan perumahan di lokasi yang bukan jalannya air adalah yang paling tepat. Perlu diketahui bahwa kebutuhan lahan selalu bertambah sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Contoh klasik adalah Jakarta yang memang sudah sumpek. Seperti yang dituliskan disini

http://rovicky.wordpress.com/2008/02/18/jakarta-yang-makin-sumpek-2/ dan disiniΒ  http://rovicky.wordpress.com/2008/02/17/jakarta-yang-makin-sumpek-1/. Salah satu pengentasan Jakarta dari kerugian banjir adalah membangun rumah keatas. Membangun perumahan bertingkat. Ini memang bukan hal mudah karena kebutuhan rumah susun bukan hanya semewah apartemen saja. Harga apartemen yang menengah itu susah dijumpai di Jakrta.

antibanjir-1
Rumah Panggung
antibanjir-2
Meninggikan tapak rumah
antibanjir-5
Memanfaatkan lereng. Perlu hati-hati kalau limpasannya mengerosi memotong lereng.

Namun untuk kota-kota lain tentusaja banjir harus ditangani dengan memodifikasi bentuk-bentuk rumah.

antibanjir-4
Meninggikan tapak tanah

Tapak tanah yang ditinggikan mungkin akan membantu mengatasi banjir. Namun kalau hal ini dilakukan di Jakarta yang terjadi seringkali tidak adanya koordinasi. Sehingga perumahan yang sebelumnya aman tiba-tiba akan mengalami banjir.

Salah satu penjelasan rumah yang sebelumnya aman kemudian terkena banjir bisa dilihat disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/02/04/mengapa-20-tahun-aman-kok-sekarang-banjir/

Secara sederhana pernah digambarkan mengapa daerah aman menjadi kebanjiran dapat dilihat dibawah ini :

http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/02/banjir-jkt.jpg
dulu aman kok sekarang banjir ?

antibanjir-3
Memanfaatkan ruang bawah untuk menyimpan (gudang)

Selain memanfaatkan tanah urugan untuk meninggikan tapak. Dapat juga memanfaatkan ruang bawah untuk menyimpan barang-barang yang kurang berharga dan aman terhadap air.

πŸ™ “Lah yang sulit ini Pakdhe. Semua barang itu berharga, dan jarang ada barang yang tahan air”

πŸ˜€ “Yawis barang-barang yang diikhlaskan saja kalau kena air thole. Dihitung sebagai risiko”

Rata-rata banjir di Jakarta ini akan tidak lebih dari seminggu. Mungkin dengan mengantisipasi masa banjir ini perlu dipikirkan juga untuk menyimpan bahan makan darurat selama 3-4 hari.

Desain rumah sangat moderen untuk mengatasi banjir ini pernah dibuat di Bristol. Rumah ini berupa rumah terapung. Dan rumah ini akan benar-benar terapung kalau sedang banjir. Seolah dibawahnya ada “kapal” yang mampu mengangkat rumah ini tetap diatas air .

antibanjir-9
Rumah terapung, didesain di Bristol
antibanjir-10
Tertarik membuatnya ? Desainnya lengkap looh !

Banjir karena kenaikan muka air laut.

Berita di koran Kompas kemarin menyebutkan bahwa Jakarta akan tenggelam tahun 2050. Banyak tempat atau daerah-daerah yang ditinggalkan karena naiknya muka air laut.

Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Selamet Daroyni mengatakan, 90 persen dari luas Jakarta diperkirakan akan terendam banjir pada tahun 2050.

Kalau memang itu terjadi, maka yang paling mungkin tenggelam bukan disebabkan oleh air limpahan hujan tetapi air laut yang naik.

πŸ™ “Wah serem Pakdhe … terus gimana Pakdhe ?

πŸ˜€ “Yo, dongengannya diteruske terpisah ya”.

1 COMMENT

  1. kepada pembaca yang budiman…jikalau anda berlibur wisata,,cobalah ke kampung halaman saya di desa tumbang manggu,,kecamatan sanaman mantikei,,kabupaten katingan,,provinsi kalimantan tengah,,
    wisata disini tak akan pernah mengecewakan saudara,,karena ada rumah adat kalimantan tengah disini lho..dan masih banyak lagi situs situs peninggalan jaman dahulllu kala,,

  2. jadi ingat waktu kecil, nenekku punya rumah panggung dengan lantainya dari “palupuh”, kalau diinjak bersuara kreyot…kreyot… Trima kasih pakdhe aku jadi menerawang ke zaman baheula.

  3. Dongengnya bagus, bisa memberikan pencerahan bagi para “langganan Banjir”. Jadi kita manusia sebagai pemimpin dan pemelihara alam bukan cuma bisa menyalahkan alam tapi juga bisa mencari jalan keluar.
    ingat hukum sebab-akibat..

  4. apa nggak takut kena petir, angindan semut.so rumah diatas pohon sngat berbahaya. dan ada juga untungnya rumah diatas poho tidak membutuhkan buka lahan baru, sehingga dapat melindungi bumi dari kasus krisis hutan.dan saya sangat tertarik bagaimana jika memata kota hutan, jadi dengan menggunakan pendekatan back to nature and culture.

  5. ahh pkdhe nih slalu ok nih ulasannya
    selain jakarta, skrg semarang jg bolak-balik kelelep, jawa timur-sulawesi-kalimantan jg… hampir semua wilayah indonesia slalu kebanjiran. apa kabar indonesia 2050 nanti ya??

  6. Kecenderungan, untuk mengatasi banjir orang berlomba naikan lantai dasar rumahnya yang berpacu dengan pemerintah menaikan dasar jalan raya. Dengan demikian yang gak punya duit, pasti langganan banjir. Repot-lah pakde!

  7. saya sebagai “kontraktor” ga perlu pusing mikirin desain rumah…..makin hari makin tak terjangkau mendapatkan tempat tinggal sendiri, Rusunami yg diwajibkan pemerintah atas kompensasi perusahaan2 kontraktor terhadap kaum miskin kota mudah2han segera terwujud.

  8. wah ternyata pak dhe selain geologist, Geophsyics sekarang ngerangkap GeoArchitecture ya…… Soal jakarta Tenggelam 90% 2050 menurut WALHI, saya sih menganggap salah besar Pak DHE kan yang tenggelam 91% nyatanya saja zona resapan sudah jarang terlihat lagi, Ya sekarang tinggl enaknya Jakarta dipindah kemana….

Leave a Reply