Gerhana Matahari 26 Januari 2009

0
GM di Turkey (sumber: NASA)

Tanggal 26 Januari 2009  ini Indonesia akan mendapat kesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin – (GMC). Fenomena GMC ini diperkirakan akan melewati daerah-daerah Lampung dan mengarah ke Timur laut.

🙁 “Wah Pakdhe, Ini ramalan lagi atau bukan ?”

😀 “Ini sekarang disebut perhitungan. Lah wong sekarang derajat kepastiannya sudah banyak diketahui dengan hitungan-hitungan, Thole”

Dibawah ini beberapa peta serta animasi yang saya peroleh dari kawan-kawan dan dikumpulkan dari beberapa website.

Peta sebelah ini diperoleh dari Pak Lik Marufin, yang manten anyar itu. Peta ini dikeluarkan oleh NASA

se2009jan26a
Lintasan Bayang-bayang GMC Jan 2009

Dari peta ini kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km, namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda hingga ke Kalimantan Timur.

Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat, namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8. Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran Bulan antara 60 – 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah tersebut).

Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan hingga > 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93 %. Artinya di jalur umbra pun kita ‘hanya’ sanggup melihat 93 % cakram Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin.

Seluruh wilayah Indonesia ada di sebelah timur garis imajiner 09:30 UT, artinya puncak gerhana baru terjadi selepas pukul 16:30 WIB namun sebelum 16:55 WIB.

gmc_jan2009
Posisi bayang-bayang Matahari pada GMC 26 Jan 2009.

Disebelah ini animasi pergerakan bayang-bayang matahi pada saat gerhana matahari 26 Januari 2009 nanti. Sumber gambar ini tidak saya ketahui karena hanya dari email. Waktu disebelah kanan itu UT (Universal Time).

Marufin mengambil contoh misalnya lokasi pengamatan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Disini gerhana bisa diamati sejak pukul 15:21 WIB (ketika kontak umbra mulai terjadi, dimana cakram Bulan mulai menyentuh tepi piringan Matahari) dan berakhir pada pukul 17:52 WIB (ketika kontak umbra berakhir, dimana cakram Bulan tepat sepenuhnya meninggalkan piringan Matahari). Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 16:42 WIB.

Untuk tempat2 lainnya di Pulau Sumatra dan Jawa dan Kalimantan (serta Semenanjung Malaysia), waktunya tidak berselisih jauh (paling hanya berbeda beberapa menit, tentu saja setelah dikonversikan dengan standar waktu setempat).

Penampakan dari tepat-tempat lain bisa dilihat dibawah ini :

gmc_samarinda
Samarinda
gmc_medan
Medan
gmc_jakarta
Jakarta

Apa yang harus disiapkan ?

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa banyak gempa dan juga banjir pasang yang berhubungan dengan posisi bulan dan matahari. Tentusaja kali ini posisi bulan dan matahari akan segaris. Posisi ini akan menyebabkan gayatarik bulan-matahari akan maksimum.

🙁 “Pakdhe, brarti mesti sudah cuci baju tanggal 25 Januari ya ? Soalnya takut kalau ngga kering, kalau ga ada matahari”

Mengamati gerhana secara langsung tanpa alat sangat berbahaya. Ketika matahari tertutup panjang gelombang yang akan paling banyak masuk adalah sinar UV.

gerhana
Mengamati gerhana

Secara mudahnya begini saja. Ketika cahaya itu redup retina mata akan terbuka, namun konon perubahan dari redup ke terang normal ini suangat cepat sehingga membahayakan mata. Selain itu, konon cahaya matahari sewaktu gerhana itu memiliki panjang gelombag yang berbeda karena efek defraksi/refraksi atau pembelokan sinar. Intinya setiap panjang gelombang memiliki indexbias berbeda. Sehingga gelombang yang masuk ke mata akan lebih banyak gelombang UV-Ultra Violet.

Mata memiliki keterbatasan tertentu terhadap gelombang UV. Sehingga ketika terjadi perubahan mata akan mengalami “kebakaran” karena terlalu lama menerima sinar.

Konon walaupun penutupan matahri hampir 99%, jumlah sinar UV yang masuk hampir sama dengan jumlah cahaya ketika sedang biasa. Ketika redup, rana atau aperture mata terbuka lebar, padahal UV yang masuk cukup besar. Ini yang memungkinkan terbakarnya retina (retina burn).

Nah karena sangking sensitifnya itu, maka cara menonton gerhana yang aman dengan mata telanjang itu hanyalah saat GMT, gerhana TOTAL. Karena besok hanya GM Cincin, ya mesti pakai pelindung. Tetapi konon kabarnya tidak ada filter pelindung yang menjamin mata yang dijual dopasaran.

🙁 “lah trus pripun Pakdhe ?”

😀 “Lah jarene NASA yang paling cuocok untuk melindungi mata malah kacamata yang dipakai tukang las !”

Walaupun ada kemungkinan tertutup awan buat para fotographer jangan pesimistis dulu lah. Di antara langit2 nyang gelap tertutup awan, tentu ada yang cerah dan bisa melihat gerhana. Eh syapa tahu malah membuat kmposisi jadi lebih menarik.

Perlu diantisipasi kemungkinan banjir

Sebagai tambahan yang sudah dituliskan dalam ramalan sebelumnya, di minggu keempat Januari 2009 itu diprediksikan siklus cuaca anomalik Madden Julian Oscillation yang mendatangkan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia telah kembali. Terlebih lagi gerhana terjadi ketika Matahari berada pada ketinggian nan rendah di atas horizon. Maka peluang langit tertutup awan cukup tinggi.

Bacaan terkait

1 COMMENT

  1. Matahari pasti sangat panas coba saja aku bisa lihat matahari lebih jelas lagi, pasti kereennnnnnnnnnn!!!!!!………………

  2. Pakdhe Rovicky yg baik, bisa tolong share email Mas
    Purwadi Eka P yang posting — 8 Januari 2009 #
    Apakah beliau alumni Geologi UGM Angk 87 dan asalnya SMAN 1 Sidoarjo?
    Mohon diinfokan kita mau undang beliau reuni nih. Suwun (mohon komentar ini tdk usah di upload di blog)
    Trims
    Haryo Armono

  3. waktu tgl 25 – 26 gerhana matahari sudah muncul 2 kali. apa itu benar yang pertama katanya kalo ga salah di kalimantan….. kedua di daerah jawa barat, bangka dan lampung…..?

  4. wex aku liat juga lo pas waktu aku kumpul di lapangan trus aku liat ke langit eh.. keliat matahari yang sedang gerhana di tutupin ama awan jadi jelas deh gerhananya.sebelum itu di tempat aku di singkawang banjir ada kaitanya gak ya??””
    salam kenal aza ya
    ni alamat aku kalo mau kenal lebih lanjut:
    [email protected]

  5. saya juga ada memoto gerhana cincin beberapa termasuk bayangannya di dinding. indah sekali pak! bisa diliat fotonya di : sitilatifah08.wordpress.com
    tapi mata saya bisa rusak ga sih pak… saya motonya pake 3 lapis lembar piringan bekas disket floppy yang ditaruh di depan lensa kamera. gimana dong?

  6. alhamdulillah, akhirnya bisa juga liat gerhana matahari,
    ga sampe cicin sih,
    walaupun dipekalongan cuma keliatan seperti bulan sabit kebalik, fenomena gerhana matahari yang kedua kalinya aku liat membuatku bener-bener bisa bersyukur ma Allah.

  7. mas… aku di kaltim
    aku td liat gerhana matahari sekitar jam 18an wita gt deh..
    berhasil kujepret.
    pake film hasil ronsen
    hasilnya lumayan…
    subhanallah…

  8. Pak Dhe ,,Saia Tnya? GrHana MatahaRi iTu StiaP TgL Brp?Saia KeTagihaN NgeLiat GeRhAna MatahaRi….Itu adLh KebesaRan Allah SWT..This Earth Not with possibLe

  9. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rab Semesta alam, sudah sepatutnya kita banyak berdoa dan berdzikir mohon ampun, sesuai dengan sabda Rasulullah “Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah” (HR Bukhari No 1043)….
    Have you……?????

  10. Weeeh dari samarinda keliatan banget cincinnya, barusan menyaksikan dengan mata kepala sendiri, alhamdulillah cuaca cerah sehingga gerhana cincin terlihat sangat jelas, subhanallah karya sang Pencipta

  11. kok pertanyaan saya gak di jawab se pakde.ketiduran po semalem abis begadang maen remi po?????????????????pa lagi nyari ampao?????
    he….he…..


    –> Lagi menikmati indahnya langit dari KL yang cerah rah !

  12. wuihhhhh………
    uebat……
    bener buanget tuh kudu buruan cuci baju
    tapi pakdhe da alternatif laen gag selain pake kacamata gitu?
    nek cara laen misale mata merem aja gmn? :)http://www.gravatar.com/avatar/3ab4f562b41845e763b6c7a57f69f5e2?s=48&d=monsterid&r=G

  13. wuihhhhh………
    uebat……
    bener buanget tuh kudu buruan cuci baju
    tapi pakdhe da alternatif laen gag selain pake kacamata gitu?
    nek cara laen misale mata merem aja gmn? 🙂

  14. […] Hari ini (Senin, 26/1/2009), ada gerhana matahari cincin yang melintasi Indonesia. Ini adalah sebuah fenomena alam yang langka terjadi buat kita. Gerhana yang dimulai dari samudera Hindia di sebelah selatan perairan Afrika pada pukul 13.06 WIB akan menyusuri Samudera Hindia hingga perairan Selatan Mindanau (Philippina). Di Indonesia, fenomena gerhana ini dapat dilihat di beberapa tempat, antara lain Bandar Lampun, Merak, Palangkaraya, dsb. Informasi secara ilmiah mengenai fenomena gerhana matahari tanggal 26/1/2009 ini dapat dibaca di blog pak Rovicky. […]

  15. Bertambah satu lagi kebanggan Bangsa Indonesia di kancah Internasional setelah tahu bahwa Presiden Amerika Serikat ke-44 pernah tinggal dan sekolah di Indonesia. Tahun 2009 ini UNESCO mencanangkan sebagai Tahun Astronomi Internasional, “International Year of Astronomy”. Dimana bangganya??? Ternyata Indonesia sangat diistimewakan dalam hal ini.

    Dunia Astronomi Internasional melirik Indonesia sebagai satu-satunya negara daratan yang akan dilewati oleh peristiwa alam yang sangat langka, Gerhana Matahari. Kali ini tidak seperti yang terjadi tahun 1983 silam. Tahun ini adalah Gerhana Matahari Cincin.

    Namun begitu, gerhana matahari adalah satu fenomena alam yang sangat jarang terjadi, bahkan bisa beratus-ratus tahun baru terulang lagi, dan kini, Indonesia kembali menjadi ajang penelitian para Astronom Internasional, karena sebagian besar daratan Indonesia akan dilewati bayangan bulan.

    Bagaimana rasanya jika tokoh dan pakar bloggers Internasional berkumpul di Indonesia, dan Anda menjadi salah satu pesertanya??? Pasti dan sangat yakin bahwa kebanggaan Anda tidak terukur. Begitupun para Astronom Indonesia.

    Peristiwa itu akan terjadi pada tanggal 26 Januari 2009, hari Senin, dan diperkirakan puncaknya akan berlangsung selama kurang lebih 8 menit dan keseluruhan proses selama 3 jam 46 menit. Proses gerhana tersebut diperkirakan akan dimulai pada pukul 16.30 WIB.

    Bisa dibayangkan kesibukan para ilmuwan kita untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyongsong Gerhana Matahari Cincin ini. Bahkan Pusat Peragaan IPTEK juga merencanakan peneropongan Gerhana Matahari Cincin ini untuk umum. Beruntunglah teman-teman yang dekat dengan lokasi tersebut, mungkin bisa menyaksikan secara jelas peristiwa fenomenal ini.

  16. Helo temen-temen ada kabar baru nih yang Q dapat dari baca-baca diforumku….yaitu soal gerhana matahari. Setelah sekian lama tidak terjadi dinegara kita ini akhirnya Gerhana matahari akan segera menyapa nusantara ini. Tidak tanggung-tanggung kawan, ini 3 gerhana matahari terjadi secara berturut-turut akan melewati Indonesia dalam rentang waktu 2009-2010. waw keren…..(iya memang jarang) Tapi Sayangnya, tidak semua bagian di wilayah Indonesia dapat melihat fenomena ini. Karena, ketiga gerhana ini cuma melewati bagian barat dan utara Indonesia saja.

  17. Gerhana Matahari Cincin Katanya “Lewat” Indonesia
    22 01 2009

    78114Mari kita tinggalkan sejenak berita tentang perang Israel Vs Palestina di Timur Tengah, ini ada kabar baru yang dilangsir oleh media massa online “http://inilah.com/ ” yang menginformasikan berita tentang Gerhana Matahari.

    Gerhana matahari cincin akan mampir ke Indonesia pada 26 Januari 2009. Gerhana tersebut bisa disaksikan selama 1-6 menit.

    “Waktu gerhana di Bandung mulai pukul 15.20-17.49 WIB. Untuk daerah-daerah lain di Indonesia, waktu gerhana sekitar waktu itu plus-minus 10 menit, yang dapat disaksikan selama 1-6 menit,” kata peneliti bidang matahari dan lingkungan antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Kamis (22/1).

    Daerah yang akan terlintasi tersebut adalah Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Sedangkan wilayah lainnya akan menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan penutupan piringan matahari lebih dari 50 persen.

    “Di Jakarta yang teramati adalah gerhana matahari sebagian dengan penutupan piringan matahari 91 persen. Gerhana mulai 15.20-17.50 WIB. Pada saat itu bisa dilakukan sholat gerhana,” tambahnya.

    Thomas juga mengingatkan agar gerhana matahari ini tidak dilihat langsung dengan mata telanjang meski gerhana matahari cincin relatif lebih aman daripada gerhana matahari total, berhubung perubahan kecerlangannya tidak sedrastis gerhana matahari total.

    Gerhana matahari cincin, ujarnya, terjadi pada saat piringan matahari tidak tertutup penuh oleh piringan bulan, sehingga tampak seperti cincin yang melingkari bulan yang tampak gelap.

    “Jadi pada saat gerhana matahari cincin, tidak akan gelap seperti malam seperti pada gerhana matahari total. Pada gerhana matahari cincin kali ini penutupan bagian tengah piringan matahari sekitar 93-96 persen,” terangnya.

    Pada 26 Januari 2009 jarak matahari dari bumi 0,985 Satuan Astronomi (SA), lebih dekat dari rata-ratanya sejauh 1 SA atau 150 juta km. Akibatnya, diameter sudut matahari lebih besar dari rata-rata sekitar 0,5 derajat.

    Sedangkan bulan berjarak 401.915 km dari bumi, yang berarti lebih jauh dari rata-ratanya sejauh 384.000 km, akibatnya, diameter sudut bulan menjadi lebih kecil dari rata-ratanya. Saat itu, diameter matahari 32 derajat 32″ dan diameter sudut bulan 29 derajat 43″.

    Sayangnya, kawasan Sumatera Utara Kota Medan kemungkinan besar dapat menikmati peristiwa alam ini apa tidak yah?? semoga saja bisa ^^

    Source : Inilah.com

  18. Gerhana matahari cincin (GMC) Senin, 26 Januari lusa terbilang istimewa bagi masyarakat Lampung karena dapat dilihat di seluruh wilayah Bumi Ruwa Jurai. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memilih Lampung sebagai tempat untuk mengabadikan fenomena alam tersebut sekaligus meneliti dampak gerhana matahari cincin terhadap cuaca (meteorologi) dan geofisika seperti gempa dan gaya magnet bumi.

    “Dari beberapa daerah yang masuk wilayah lintasan gerhana matahari cincin tahun ini, Lampung termasuk yang istimewa. Dari perhitungan kami, pusat lintasan gerhana itu ada di wilayah Lampung, yaitu di Bandarjaya. Di kota ini, kita bisa menyaksikan performa gerhana cincin yang paling sempurna,” kata Dr. Masuryono, Kepala Bidang Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang menjadi ketua tim penelitian BMG.

    BMG Pusat memperkirakan pusat lintasan gerhana berada di wilayah Bandarjaya, Lampung Tengah. Sedangkan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki waktu puncak GMC paling lama adalah Pringsewu, Lampung, dengan lama fase cincin 6 menit 12 detik. Di Pringsewu, gerhana dimulai pukul 13.19 hingga pukul 17.52. Puncak gerhana terjadi pukul 16.41.

    BMG Stasiun Geofisika Kotabumi memperkirakan gerhana matahari cincin atau anular yang bakal terjadi di Lampung itu dimulai pukul 11.56. Puncak gerhana matahari cincin ini diperkirakan terjadi pukul 13.04 dan pertengahan gerhana cincin terjadi pukul 14.46. Dan akhir gerhana cincin diperkirakan terjadi pada pukul 16.52. Dan secara keseluruhan gerhana matahari cincin ini akan berakhir pukul 18.00.

    Mulai Minggu (24-1), Tim BMG Pusat yang terdiri dari 15 orang akan meneliti di Bandarjaya. Menurut Masuryono, penelitian kali ini merupakan penelitian terlengkap yang dilakukan BMG untuk mengamati gerhana matahari termasuk dampaknya terhadap perubahan cuaca dan geofisika. “Kehadiran kami di Bandarjaya bukan hanya mengabadikan fenomena alam yang langka ini, melainkan juga meneliti dampak gerhana tersebut.” n ITA/N-2

    Gerhana matahari cincin terjadi karena piringan bulan tidak menutup sepenuhnya piringan matahari, hanya sekitar 92 persen. Sebab itu, saat puncak gerhana, matahari terlihat seperti cincin yang memancarkan sinar di langit. Bagian tengah matahari tertutup bulan sehingga tampak gelap.

    “Pada saat itu, diperkirakan hanya 8 persen cahaya matahari yang sampai ke Bumi,”

  19. Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini, saya akan membahas gerhana Matahari yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC) tanggal 26 Januari 2009.
    Secara umum, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sedemikian rupa sehingga cahaya Matahari yang biasanya mengenai permukaan Bumi akan terhalang oleh Bulan (lihat gambar di bawah). Apabila seluruh piringan Matahari tertutup sempurna oleh Bulan, kita yang ada di Bumi akan menyaksikan terjadinya gerhana Matahari total (A). Sedangkan, jika bagian tengah Matahari gelap tertutup Bulan namun bagian tepi piringannya masih dapat terlihat dari Bumi, berarti yang sedang terjadi adalah gerhana Matahari cincin (B).

    Sketsa gerhana Matahari. Sumber: en.wikipedia.org
    Sketsa gerhana Matahari. Sumber: en.wikipedia.org

    Namun, tidak semua orang di Bumi dapat melihat fase total atau cincin setiap kali gerhana Matahari total atau cincin itu terjadi. Hanya sebagian kecil penduduk Bumi yang dapat melihatnya. Sementara, kebanyakan orang hanya dapat melihat gerhana Matahari sebagian saja (C).

    Lintasan Gerhana
    Hari Senin tanggal 26 Januari 2009 nanti, kita yang berada di Indonesia beruntung karena mendapat kesempatan untuk menyaksikan peristiwa gerhana Matahari. Beberapa wilayah Indonesia bahkan dilewati oleh jalur gerhana Matahari cincin (lihat gambar di bawah). Jalur tersebut diketahui akan melintasi bagian selatan pulau Sumatera (Lampung dan sekitarnya), bagian barat pulau Jawa (Cilegon, Serang, Anyer, dan sekitarnya), dan bagian tengah pulau Kalimantan. Sedangkan, pengamat di wilayah Indonesia lainnya hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian. Jadi, jika Anda ingin menyaksikan GMC, silakan datang ke tempat-tempat tersebut.

    GMC 26 Januari 2009. Sumber:NASA Eclipse Web Site
    GMC 26 Januari 2009. Sumber:NASA Eclipse Web Site

    Lalu, kapan tepatnya peristiwa GMC itu berlangsung? Proses GMC itu akan diawali dengan tertutupnya piringan Matahari oleh Bulan pada pukul 15.21 WIB. Kemudian, Matahari akan berubah menjadi bentuk sabit hingga akhirnya seluruh piringan Bulan sudah berada di dalam piringan Matahari. Inilah yang disebut dengan puncak GMC, yang akan terjadi pada pukul 16.40 WIB. Kita akan melihat Matahari berbentuk cincin selama sekitar 6 menit. Setelah itu, Bulan mulai keluar dari piringan Matahari hingga pada pukul 17.52 WIB Bulan sudah benar-benar meninggalkan piringan Matahari sebagai tanda bahwa peristiwa GMC ini sudah berakhir. Jadi, dari perhitungan di atas, berarti waktu yang kita miliki untuk melihat Bulan menutupi Matahari adalah sekitar 90 menit.

    Simulasi di atas berlaku untuk pengamat yang berada di bagian selatan pulau Sumatera. Untuk di kota Semarang, Gerhana Matahari Sebagian akan mulai sekitar pukul 15.23 dan berakhir pada pukul 17.48 WIB. Animasi kenampakan kedua gerhana tersebut saya sertakan di bawah. Animasi ini dibuat dengan program Cartes du Ciel 2.76.

    Ilustrasi GMC dari bagian selatan pulau Sumatera
    Ilustrasi GMC dari bagian selatan pulau Sumatera

    Ilustrasi GMC dari Semarang
    Ilustrasi GMC dari Semarang

    Bagaimana dengan kenampakan dan waktu gerhana untuk daerah lain? Silakan lihat datanya di halaman ini. Data gerhana untuk beberapa daerah di Indonesia dan daerah-daerah di seluruh dunia ada di sini, lengkap dengan animasi dan ilustrasi kenampakan gerhananya.

    Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk melakukan pengamatan gerhana ini? Untuk itu, Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Berikut akan saya jelaskan 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan pengamatan.

    1. Cara pengamatan
    Anda harus tahu cara yang aman dalam melakukan pengamatan Matahari. Pengamatan Matahari (gerhana atau tidak) tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena energi yang dipancarkan Matahari begitu besar, mata kita dapat menjadi rusak (temporer atau bahkan kebutaan permanen) jika kita melihat Matahari secara langsung (mata telanjang) ataupun dengan alat bantu optik (teleskop, binokular, atau kamera). Setidaknya ada empat cara aman untuk mengamati Matahari, baik dalam keadaan gerhana atupun tidak. Silakan tentukan cara mana yang menurut Anda bisa Anda lakukan.

    Pertama, melihat citra Matahari yang diproyeksikan ke kertas dari kamera lubang jarum (pinhole camera). Kamera ini bisa diciptakan sendiri dengan mudah dan murah dari benda-benda di sekitar kita (contohnya dapat dilihat di sini).

    Kedua, melihat citra Matahari yang diproyeksikan dari teleskop atau binokular. Cara ini juga murah dan sederhana untuk dilakukan jika kita memiliki dan ingin menggunakan alat bantu optik (misalnya teleskop) untuk mengamati Matahari. Lihat gambar berikut sebagai ilustrasinya.

    Ketiga, melakukan pengamatan dengan teleskop atau binokular yang dillengkapi dengan filter Matahari khusus yang berguna untuk mengurangi intensitas cahaya Matahari yang masuk ke teleskop atau binokular. Filter ini tersedia di toko-toko penjual peralatan astronomi yang sudah ada beberapa di Indonesia.

    Keempat, kita bisa membuat filter Matahari sederhana (lihat halaman ini untuk melihat cara pembuatannya). Tapi, filter tersebut bukan untuk pengamatan dengan alat bantu optik seperti teleskop, binokular, atau kamera foto. Hanya untuk pengamatan dengan mata telanjang saja.

    2. Lokasi pengamatan
    Jika Anda sudah siap dengan peralatannya, tentukan lokasi yang akan Anda datangi untuk melakukan pengamatan. Jika Anda ingin mengamati GMC namun Anda tidak tinggal di daerah yang dilewati, tentunya Anda harus menyiapkan akomodasinya (transportasi dan penginapan) seawal mungkin. Ingat, GMC ini mungkin akan mengundang perhatian banyak orang dari seluruh dunia karena Indonesia adalah lokasi yang strategis. Ketidaknyamanan akibat kurang siapnya akomodasi sebaiknya tidak terjadi agar tidak menghambat Anda dalam melakukan pengamatan GMC.

    Hal penting lainnya yang masih berkaitan dengan lokasi untuk melakukan pengamatan adalah lokasi tersebut harus memiliki langit sebelah barat yang bebas halangan (dari gedung, pohon, pegunungan, atau lainnya), karena gerhana nanti akan berlangsung di langit sebelah barat. Jika bisa, survey lokasi pengamatan sebelum hari-H akan memudahkan Anda dalam melakukan pengamatan nantinya.

    3. Cuaca
    Satu hal yang terpenting untuk diperhatikan di hari-H adalah masalah cuaca. Keberhasilan pengamatan gerhana nanti memang sangat bergantung pada cuaca lokasi. Namun, kita tidak bisa berharap bahwa cuaca akan baik pada saat gerhana berlangsung. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu saat turun hujan deras. Peralatan yang kita bawa harus bebas dari risiko basah terkena hujan. Lengkapi bawaan kita dengan sejumlah tas plastik besar (trash bag) sebagai antisipasi darurat kala hujan turun tiba-tiba.

    Itu tadi langkah-langkah persiapan untuk Anda. Semoga rencana Anda bisa berjalan lancar dengan melakukan persiapan yang saya berikan itu. Bagaimana dengan rencana pengamatan saya? Kemungkinan besar, saya akan melakukan pengamatan gerhana ini di Semarang. Namun, belum ada kepastian masalah lokasinya, karena saya masih menunggu jawaban dari beberapa pihak yang memiliki teleskop di Semarang. Apabila Anda ingin melakukan pengamatan bersama dengan saya, silakan hubungi saya melalui email hanief[dot]trihantoro[at]yahoo[dot]com, atau silakan lihat diskusinya di mailing list astronomi_semarang di yahoogroups .

    Terakhir, sekali lagi saya ingatkan: JANGAN SEKALIPUN MENGAMATI MATAHARI TANPA FILTER PENAPIS CAHAYA MATAHARI, BAIK MEMAKAI MATA TELANJANG, TELESKOP, ATAU ALAT BANTU OPTIK LAINNYA, KARENA AKAN MERUSAK DAN BAHKAN MEMBUTAKAN MATA ANDA. Selamat melakukan pengamatan!

    Artikel ini juga dapat dilihat di Weblog Astronomi Berbahasa Indonesia

  20. kalo kena jam berapa??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  21. Jika kacamata las juga bisa buat nonton apa lagi kacamata kuda pasti lebih bisa khaaaaaaaaan pakdhe…………………………………..

  22. wanita dan pria berdampingan orang bilang nikahan, kl bulan dan matahari berdampingan orang bilang gerhana.. Cincin kawinnya gedeh bgt.. Pesen dmn ya..? cincinya cuma satu lagi..

  23. wah.. Gerhana,, pesan nenek buyut gw kl gerhana bgsnya banyak berdoa.. biasanya kabul hehe.. Gmn kl kita berdoa bersama, pas pd waktu puncaknya gerhana, burung ababil turun dan melempar batu neraka ke negara israel.. hehe.. Biar kapok..( X-aja ;-)..)

  24. Wah untung jogja cerah.. bisa lihat gerhana nih..maklum blm pernah lht gerhana matahari sih..eh kalo pake kacamata item biasa bisa gk.., soalnya ngeri jg kalo mata sampe rusak..

  25. Di Bali ga bisa liat ya? Alna ga ada sosialisasi takutnya nenek2 disekitar rmh pada mlototin gerhanany.
    Btw efek uv gerhananya bisa bakar sel kanker ga ya? Diatas kayaknya ada yg dbat,seru tuh! Artikelnya menarik,kementarnya jg seru..

  26. thankyou pAk Dhe go kabeh infone moga2 bermanfaat ya pa dhe.Tambah manìng info2ne sing tentune apik lan menarik go diwaca kabeh users n’ masyarakat.

  27. ora mesti gerhana kwe nggawa bencana.kwe arane kebesaran Gusti Alloh,sing ora bisa di tiru manusia…
    INGAAAAT…!!!!
    KIAMAT SUDAH DEKAT…
    TOBAT HAI MANUSIA…

  28. ne kesempatan yang sangat bagus bwat kita smua tuk menikmati fenomena alam , tapi jangan lupa juga bahwa kita juga disunatkan untuk melakukan shalat gerhana, karena terjadinya gerhana seperti ini juga menandakan kebesaran Allah SWT

  29. di dapet dari :

    http://www.bibalex.org/Eclipse2006/SafeWithFilters.htm

    Unsafe Solar Filters (Alat yg Tidak aman untuk melihat gerhana matahari)

    Some substances may reduce the glare of the Sun to some extent, but they have other serious drawbacks that make them extremely unsafe for viewing the Sun. Such materials include:

    * Sunglasses of any type
    * Smoked glass
    * Compact disks (CD-Rom)
    * Overexposed color films
    * Overexposed black and white films
    * Medical X-ray films
    * Polarizing filters

    Mendingan pikir2 n’ cari2 info dulu deh, daripada mata loe buta,..

  30. Bukannya sok tau…! tapi saya memang pernah belajar “sedikit” tentang perbintangan. jauh sebelum alat bantu perbintangan (Teleskop, GPS Device dan semacamnya) ditemukan para pelaut telah menggunakan bintang sebagai petunjuk dilautan (dan itu pun tersurat dalam kitab suci). konon ada bentuk (rasi) bintang yang dapat dijadikan alat ukur kondisi alam (baik itu untuk meramalkan cuaca, kecepatan angin dan bahkan kekuatan dan lokasi gempa) dan ini terbukti pada gempa 26 desember 2004, dan gempa Nias 28 Mar 2005. menurut saya gerhana ini akan membawa kekeringan dihampir sepanjang tahun 2009. jadi bidang pertanian harus siap2 untuk bertahan.

  31. Mas Rovicky Mau tanya lebih jauh.

    Belakangan ini saya lagi nyari info lebih rinci tentang gerhana Matahari Cin-cin yang bakal terjadi tgl 26-1-2009. Cuma kebanyakan masih berupa informasi standar. Terus terang saya rada paranoid dengan gerhana yang konon katanya melewati Indonesia doang selama 8 menit dengan bandwidth 280 km dan panjang 14500 km. Setelah tanya sana sini, saya punya pertanyaan pokok.

    Adakah efek sampingan dari fenomena langka ini? Fenomena sampingan yang saya maksud berkait dengan durasi 8 menit dan kemungkinan pengaruhnya dalam sistem dinamika atmosferik (misalnya kerusakan ozon di atas Jabar karena fluktuasi perubahan kecepatan cahaya) yang berakibat pada fluktuasi gravitasi bumi dan berakhir pada aktivasiokerkahan lempeng bumi. Dinamika atmosferik ini termasuk asumsi 8 menit cahaya sampai ke Bumi yang boleh jadi mengalami perubahan (bisa berkurang atau nambah).

    Terutama di kawasan Selat Sunda dan Kawasan kota dengan 6 gunung yaitu Garut dengan fokus Gunung Papandayan. Untuk urusan pergunungan ini saya juga mengajukan petanyaan bagi para geolog sekiranya ada. Adakah sesar atau katakan saja retakan dari wilayah 6 gunung itu ke arah Palung Jawa melalui Pamengpeuk? Nah kira2 itu pertanyaan saya.

    Kenapa saya bertanya begitu? Sebabnya sederhana, peristiwa ini adalah bukan peristiwa yang pertama di Indonesia. Peristiwa sebelumnya terjadi pada tahun 1478 M yang terekam dalam dialog Sabdo Palon dan X jogo (pembuat kalender tapi berdasarkan pada patokan teoritis, jadi yang kita lihat nanti adalah siklus gerhana Sabdo Palon).

    Setelah saya bermanufer dengan data awal yang kemarin saya baca di Koran Tempo, saya curiga dengan data ini. 14500 km panjang (sampai San Andreas??? Simak berota kporan tempo kemarin dari Sabang sampai San Andres) dan lebar 280 km. 14500+280=14790 . Bagi dengan sistem desimal 10 sebagai sistem dasar kita, didapat 1479. Kiranya nilai ini merupakan patokan tahun 1478 dengan perbedaan satu.

    Artinya apa yang terjadi sebenarnya saat gerhana ini terjadi 522 tahun yg lalu? Dimana saat itu sejarah Indonesia bisa dibilang dark ages? Adakah ancaman terselubung bagi wilayah sunda terkait dengan fenomena langka itu? Kira2 itu pertanyaan saya bagi mas Rovicky kalau dapat menjawab, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

    Wass

    –> Ki Atmo, Kalau melihat berdasarkan angka-angka aku ngga ngerti. Tetapi memang ada siklus dalam proses gerhana. Dan ada indikasi perulangan juga dalam gempa yang berhungan dengan posisi bulan-matahari. Namun bukan sekedar dengan angka-angka tanggal tentunya.

  32. sudah dicoba, pakai kacamata hitam-pekat seperti yang biasa dipakai untuk nge-las untuk liat matahari siang bolong (sekitar pukul 12.00 siang). Mataharinya terlihat bulet…mbulet. Tidak ada silau walau dipakai cukup lama. Tapi tetep gerah / panas mbok, lupa bawa payung sih!!

    Kalau pakai pantulan, spertinya harus ada screnn tambahan deh (bener nggak pak dhe). karena kalau dipantul langsung ke air, tetep saja silau.

    Karena melewati Indonesia sekitar sore hari, sudut liatnya pun kurang afdol (kecuali baskom airnya ditaruh di lapangan bola :))

    Lebih praktis dan nyaman pakai kacamata las, asal belinya hati-hati, dites di tempat dulu, maklum produk consumer apa sih di negara ini yang tidak dapat dipalsukan.

  33. saya orang palembang dan tinggal di palembang nih, sapa yg mau kiriman video gerhana nanti tar saya rekam n kirim kpd semua makhluk yg ingin liat. ayo2 sapa yg tertarik?
    tapi saya ga punya kamera atopun hp yg ada kameranya, bagi sapa yg pingin dikirimin tekamannya bisa kirimin saya kamera ato hp berkameranya untuk saya dl ^^ nah abis ntu baru tak kirimin hihihii…asli! alamatku di jln.Maysabara lrg. bandar agung 503A/ 1004 Palembang 30127 ([email protected])
    tar tak kirim via email!

    jualan nih ^^

  34. @ diatasku
    nguasai…..

    kapan aku bisa meLihat gerhananya ya….
    masaLahnya di daerah sini enggak bisa meLihatnya secara Langsung……

  35. Inilah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Dengan mengucap Tasbih, marilah kita sholat gerhana pada terjadi salah satu fenomena alam ini …

  36. Waduh sepertinya gak cuman Warga Negara Api tapi semua situs yang pake framework php-nya CodeIgniter harus hati2…

    Kebanyakan ngonfig PHP CodeIgniter.

  37. dongenge uapik tenan Pakdhe…
    cara seperti inilah yang kita perlukan untuk memasyarakatkan Ilmu Pengetahuan Umum…
    ndak perlu anggo teori sing mubeng2 arahe…
    mNiku sing gerhana mataharine, kulo iso nonton seko jakarta tho?
    kalo sempet, PakDhe rekam ning video/Handpun…
    mengko disharing rame2…

  38. wah ternyata cerita GM Cincin menarik untuk diamati ya pak dhe, saya dengar ada pengolahan energi alternatif dari batubara yang dicairkan, kapan-kapan bisa didongengkan gak pak dhe….

  39. Mas…yang bener tanggal 26 apa 29 sih…kok di judul ama di awal uraian ngga sama? salah ketik ya..

    –> Wupst …. eh iya salah ketik 😛

Leave a Reply