Menengok 100 tahun lalu – Happy New Year from a geologist

14
earth_shinking
Bumi yang semakin terasa sempit karena manusia bertambah (sumber UNEP)

Kalau akhir tahun biasanya anda mengenang apa yang terjadi setahun yang lalu. Tapi bagi geologist ini mengenang itu untuk yang seratus tahun yang lalu.

Nah apa yang dipikirkan scientist Amerika seratus tahun lalu tentang gempa bumi, sebelum kita tahu ada teori plate tektonik (diambil dari Scientific American (SciAm-Mag)

JANUARY 1909
WHY EARTHQUAKES?— ”In all probability, an earthquake is one of the necessary consequences of the gradual cooling of the earth. As terrestrial heat is gradually declining through its radiation out into space, it follows that the bulk of the earth must be gradually shrinking. Accordingly the crust of the earth has from time to time to accommodate itself to the fact that the whole globe is slowly but surely getting smaller. Even a slight displacement of one extensive surface over another would be accompanied by violence greatly exceeding that which we might expect from so small a displacement, resulting in the wholesale destruction of houses, villages, and even large cities, and infrequently great sacrifice of human life.”

🙂 smile 🙂

Selamat tahun baru kawan-kawan,

Selamat belajar ilmu baru

di tahun 2009

Ya, seratus tahun yang lalu  para saintist-nya mengetahui bagaimana terjadinya gempa, karena mirip teori kulit jeruk yang mengkerut karena masuk kulkas 🙂 . Karena mengkerut inilah maka bumi bergetar.

Teori ini akhirnya berkembang justru kebalikannya yaitu bumi yang mengembang atau dikenal “earth expanding theory“. Hal ini karena diketemukan adanya pemekaran samodra di tengah laut.

http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/09/gempa-tsunami.jpg?w=147&h=158Baru pada tahun 1940-an teori apungan benua sebagai awal “plate tectonic theory” berkembang. Teori plate tectonic ini akhirnya menjelaskan juga hubungan antara gempa dengan tsunami.

Teori  tektonik lempeng (plate tectonic) ini yang saat ini dipercaya oleh scientist.  Namun tidak mengherankan bila nanti seratus tahun lagi ada orang yang mentertawakan teori ini.

🙁 “Brarti Pakdhe nantinya juga hanya jadi bahan tertawaan dunk !”

14 COMMENTS

  1. ketawa sekarang boleh,ga….
    he he he…

    saya sebenernya bukan orang geologi…

    tapi senang bisa mempelajari geografi dengan bahasa sederhana seperti pak de tuliskan di blog ini….

  2. stujju!! ni web baguz banget…
    boleh kan copy buat di mading sekolah???
    yah?? yah???
    ga bakal disalah gunakan ko…
    haghz”…

  3. mas rovicky sebelumnya maaf nih
    nanya lagi
    thx sarannya mas
    maklum ujiannya nanti hari rabu
    terus qt gk dikasih bahan2 ma dosennya

    mas ngomong2
    yg forum itu
    kok kykny sepi pengunjung y?
    dr pas natalan kmrn mpe skrg ini kok ndak ada yg posting…
    sy uda ngePM yg sering post disitu

    thx mas rovicky

  4. Menengok seratus tahun itu sama seperti kita bercermin dari masa lalu. Hanya saja akan lebih menimbulkan kekaguman karena unsur history-nya

    Blognya bagus juga pak
    Kalau ingin mendatangkan uang dari blog anda saya ada panduan bagus loh
    klik disini untuk infonya
    Salam hangat.

  5. Dear Fuad
    Bukannya saya tidak mau menjawab soal-soal ujian. Tetapi saya lebih suka melihat mahasiswa yang berdiskusi dalam sebuah forumnya sendiri.
    Kalau mau lewat internet silahkan manfaatkan geotutor dengan alamat disini
    http://www.geotutor.tk/
    Disana kita berdiskusi banyak tentang banyak hal yang berhubungan dengan kuliah geologi.
    Saya juga ada disana.
    Salam

Leave a Reply