Kreatif itu bisa dipelajari – creative mindset

12

Creative Geologist in Oil and Gas Exploration

creative-1To be creative for a geologist is different than to be creative for neither an architect nor a chemical engineer. Even though geological department in most Indonesian universities are within Engineering Faculties, exploration geologist did not create a natural resources.

Exploration geologist discovered natural resources. They did not fabricate oil or fuel. Discover means determine the existence,
presence, or fact of. (dis = remove, cover = wrap).

To find oil and gas a geologist, you will need a creative organization which can produce a creative working hypothesis before drilling for another discoveries. This creative organization requires a strong exploration team, excellent technical capabilities, and a creative mindset.

In the past, creative was known as a talent or given. Nowadays, many studies suggested that creative can be managed and generated by designed.

Studies by Getzels (1960) showing that there are five stages on the creative process (see Figure 1). Those are:

  • First Insight, → Saturation, → Incubation, → Illumination, → Verification.

On an organisation or  collective of people, these five steps will only successfully work on a perfect teamwork. Exploration geologist requires a lot of geophysical data before they saturates their knowledge and understanding the earth structure underneath. After a brilliant idea illuminated on their mind, a geologist cannot verify by themselves. He or she needs drilling engineer to prove their hypothesis.

Diatas itu adalah ‘abstract’ dari makalah  yang saya berikan dalam satu ceramah di UNDIP pekan lalu, National Seminar “Energy Crisis Solution: Creative Exploration of Petroleum and Development of Alternative Energy“.

Semakin dalam mempelajari proses kreatif ini ternyata menjadi lebih menarik ketika dilihat proses kreatif dalam individu dan dalam kelompok.

Kreatif, bawaan atau bisa dipelajar ?

aha.gif
Aha !

Kreatif seringkali dilihat sebagai sebuah bakat yang sudah bawaan. Namun saat ini cukup banyak yang mempelajari bagaimana sebuah inovasi kreatif ini muncul. Bahkan proses-proses kreatif itu dipelajari secara khusus supaya proses ini dapat diulang. Artinya proses ini dilihat sebagai sebuah proses yang mungkin direkayasa kemunculannya.

Nah saat ini tidak jarang yang mengatakan bahwa kreatifitas itu bisa dibuat. Saya lebih cenderung untuk mengatakan bahwa proses kreatif itu bisa direkayasa. Dan setiap orang bisa menjadi bagian dari proses kreasi dan inovasi.

Individu yang unik.

Pada dasarnya setiap manusia yang “hidup” itu melakukan kreasi dari detik ke detik. “Berpikir” merupakan awal dari “kreasi“. Boleh disebut imajinasi. Tetapi ketika dilakukan realisasi maka imaji tadi akan mengalami seleksi atau akan diuji oleh kendala-kendala lain. Misalnya kelayakan, kepatutan, kewajaran dll.

art
Gambar-2

Misal seorang anak TK berpikir ada sebuah burung berbuntut panjang seperti kera, kupingnya seperti gajah dengan empat kaki berlari seperti anjing, tapi belum bersepatu. Imaji itu bisa saja dibuat dalam satu gambar yang unik, ataupun sebuah patung lilin. Apakah ini imaji gila atau cerdas ? upst … jangan keburu dinilai dulu. Karena imaji itu seringkali “nakal dan liar“, ‘out of the box‘, dan “ora umum” alias tidak wajar. (lihat gambar-2)

🙁 “Pakdhe kalau anak suka bertanya mlulu itu tanda-tanda kreatif bukan ?”

Disinilah, ketika imaji akan direalisasikan, imaji itu akan diverifikasi oleh pikiran si individu tadi sebelum direalisasikan. Walaupun mungkin sekedar dituangkan dalam sebuah lukisan, tapi realisasi ini mengalami ujian pertama.

Ketika si tangan akan merealisasikan imajinasi ini seringkali akan banyak dikontrol oleh tata nilai yang dianutnya. Misal sia anak TK yang punya ide ini mungkin takut diketawain temennya, atau ragu-ragu barangkali nanti nilainya buruk karena tidak riil menurut bu guru.
Demikianlah dalam tingkat individu sudah ada restriksi yang mengontol atau bisa menghambat penuangan ide.

Namun ide selalu muncul dari setiap orang, selalu ada dalam benak setiap manusia hidup. Dia tidak akan mungkin dihentikan oleh siapapun sampai dinyatakan mati secara medis, ketika batang otak tak berreaksi. Dalam level individu ini kreativitas selalu dimiliki oleh setiap orang, setiap individu manusia yang “hidup“.

Dalam kelompok ini lebih menarik.

Berpikir kreatif selalu dimiliki oleh individu. Hanya ketika dimunculkan akan berbeda-beda kapasitas kuantitas ataupun kualitas kreatifitas yang dumunculkan setiap individu ini.  Dalam kondisi terpepet atau terkedala berat (confined) dan dalam kondisi bebas (unconfined) sepertinya perilaku kreatifitas ini berbeda. Disini dicoba diajukan sedikit hipotesa berdasarkan pemikiran dan pengamatan selintas yg menarik dipelajari.

Suvival mode

survival-mode
Gambar 3. Dalam kondisi terbatas laju perahu sangat rendah

Ketika sekelompok manusia ini dimasukkan dalam biduk kecil yang sama secara berjejal-jejal, mereka akan saling “bersaing” untuk tetap hidup. Dalam kondisi ini saya mengatakan “survival mode“. Walaupun mereka memiliki satu tujuan yang sama yaitu hidup bersama atau ingin sama-sama hidup, perilakunya rada aneh. Adu jotos dan sikut-sikutan sering terjadi. Lihat gambar-3.

Walhasil, biduk yang jelas tujuannya ke pantaipun belum tentu selamat berlabuh di pinggir pulau. Kejadian terjadi dibanyak tempat. Seringkali hasil interaksi antar individu didalam kondisi terbatas ini Lose-Lose atau Win Lose, seringkali  dilakukan dengan interaksi yang bersifat  “kontradiksi” dan untuk manusia bentuk komunikasinya “argumentasi“.

Ketika Indonesia sedang dilanda kesulitan supply energi, yang terjadi justru saling menyalahkan dan saling menghabisi. Diskusi dalam mailing Indoenergy yang aku kelolapun mengalami hal yang sama. Usulan salah satu pihak selalu dihantam kelemahannya oleh pihak yang lain. Silahkan baca si Pro dan si Kontra. [ http://rovicky.wordpress.com/2008/12/03/si-pro-dan-si-kontra/ ]

“Develope Mode / Growing Mode”

develop-mode
Gambar 4. Dalam kondisi serba kecukupan laju perahu sangat cepat Develope Mode / Growing Mode

Dalam sebuah organisasi dimana sumberdaya berlimpah interaksi antar individu berbeda dengan interaksi individu dalam kondisi terbatas (confined). Kondisi dalam lingkup yang memiliki resouces berlimpah ini kita sebut saja “develope mode“.  Dalam kondisi berlimpah ini walaupun biduk ini dudah memiliki tujuan yang sudah ditegaskan, namun cara atau bagaimana mencapai tujuan yang sama itu menjadi sumber negosiasi.

Mereka dalam biduk ini saling menjaga jarak. Namun mereka tidak saling berhadapan. Bandingkan antar individu dalam kondisi terbatas seperti diatas.

Kondisi bebas atau tidak terkendala ini menjadikannya positive sum (win-win), salah satu caranya “negosiasi“, metodenya dengan komunikasi dalam bentuk diskusi. Oleh sebab itu kondisi yang lengang atau tepatnya kondisi tercukupi ini menjadikan pergerakan maju perahu ini paling optimum.

🙁 “Wah Pakdhe itu kalau bahasa Jawanya ‘Cedek mampu tai, adoh mambu wangi‘ (deket bau tahi, jauh bau wangi), ya kan ?”

Bagaimana China dan India yang juga sumpek memiliki kreatifitas ?

besar

Mungkin kita akan bertanya-tanya, mengapa China dan India yang juga serba terbatas masih bisa lebih maju dari Indonesia ?

Salah satu jawabannya barangkali mereka memang sudah sangat besarnya dibandingkan Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya. Sehingga walaupun tidak terlihat mundur atau mandeg, kemajuan di India dan China mungkin tidak optimum.

Selain itu barangkali individu manusianya juga mempengaruhi laju dari perahu ini. Semakin besar potensi yang dimiliki si Individu ini digambarkan garis yang semakin panjang. Dalam bahasa fisika panjang vektornya merupakan kondisi individu.

small-organisation
Gambar 6. Small organisastion akan optimum dalam kondisi Develop Mode. Badingkan dengan gambar sebelumnya diatas

Kalau dibandingkan jumlah inovasi yang dihasilkan India (terbatas, confined) dibanding Amerika serikat (bebas, unconfined) maka terlihat bahwa kreatifitas Amerika harus diakui lebih banyak ketimbang India. Lihat Gambar 5 diatas.

Amerika yang segalanya berlimpah memberikan kebebasan dan keleluasaan karena perasaan tercukupi. Rasa tercukupi ini dapat dilihat bagaimana berlimpahkan resources disana. Listrik berlimpah, energi perkapitanya tertinggi di dunia. Namun nilai elastisitas energinya juga sangat tinggi.  Artinya penggunaan energinya dinilai efisien dibandingkan pertumbuhan ekonominya.

Bagaimana Dengan Malaysia (negara kecil) bisa maju ?

Walaupun Malaysia itu kecil, namun mereka secara mental dalam kondisi tercukupi. Sehingga walaupun individunya memiliki garis yang pendek-pendek dibanding Indonesia, (mungkin potensi kreatif individunya lebih rendah dibanding Indonesia) tetapi perahu mereka saat ini lebih laju. Lihat gambar 6.

🙁 “Kalau gitu salah satu tugas pemimpin kita ya mengayomi dan ngeyem-yemi biar rakyat merasa ayem”

😀 “Iya thole tapi bukan menipu”

Saat ini dunia sedang dilanda kesulitan energi juga. Nah kita bisa lihat negara-negara yang “merasa” kekurangan energi sering kali justru tidak saling menolong. Menghilangkan persepsi bahwa kelompok itu tidak mengalami defisit ini yang penting, namun ini hanyalah sebuah “Mission Impossible“. Mungkin sih terjadi, tapi probabilitasnya sangat kecil untuk sukses.

Intinya kreatifitas sekelompok manusia dalam kondisi mindset yang terkendala (confined) akan menghasilkan hasil yang tidak optimal untuk kelompok itu. Dan mungkin pembaca menjadi mengerti mengapa Indonesia sulit maju dalam kungkungan berita bahwa Indonesia sedang terpuruk. Berita dan semua pengungkapan fakta yang mungkin benar itu mempengaruhi ‘mindset‘ individu yang menjadikannya terkondisi seolah dalam survival mode.

Telling the truth is important, telling the positive is better !

Bacaan terkait :

12 COMMENTS

  1. salam kenal…berarti selama kita masih hidup kita masih diberi kesempatan untuk kreatif ya… ..tinggal individunya mau atau ngga melakukannya… btw, salam kenal…saya alumni fmipa unpad juga, tapi masih jauh senior pakde 🙂

  2. creativ thinking, hrs di tanggapi dg creativ jg.

    Saya punya pengalaman 11 thn di PEMDA, sebagai PNS, karna sy geologist, saya dianggap ANEH, sekali waktu sy di sanjung, dan tidak jarang sy di “bunuh” secara kharakter alias di rusak KARIERnya. tapi ALLAH SWT memberi petunjuk, setelah mendaftar IAGI dg no 3541, buset saudara saya ada 3 ribuan ? saya jd bersemangat utk optimisme, sampe oleh GEO 89 unpad sy di beri nama si ANAK HILANG ! HE HE ngg apa2, yang pasti setelah kedatangan KPK ke kabupaten TANAH LAUT yang kebetulan penghasil bahan galian utamanya adalah batubara , bijih besi, nikel, mangan, btgunung, dll, akhirnya KETIDAK BERESAN alias mismanajemen para alumni APDN / STPDN, terBONGKAR ! dgn bantuan IAGI Pengda Kalsel akhirnya kroni yang ada terSADARKAN dan takut akan ancaman PIDANA dengan dakwaan PENJAHAT LINGKUNGAN, karena menambang tanpamelaksanakan kep men ESDM no 1453 / nov 2000.

    Alhamdulillah, karena saya one man show, akhirnya digelari si PITUNG yang ngeganggu VOC ……..
    kebetulan bapak kandung dan bapak mertua punya gelar tubagus, he….. he …. he ….

    OK trim atas perhatiannya, ntar ya detailnya mengenai CREATIVE di sambung lagi.

    Wassalam
    helmi geo 89

    –> Hi Helmi,
    Pengalaman yang menegangkang tentunya. Kalau ada cerita-cerita menarik silahkan kirim saja ke saya, nanti bisa di-share ke kawan-kawan lain lewat geoBLOGi.wordpress.com . Blog ini khusus pengalaman kawan-kawan Geologi dalam kehidupan sehari-hari
    Saya tunggu ya

  3. termasuk sebagai seorang geologist kita harus kreatif ya pak dhe……
    Lalu bagaimana penjelasan pak dhe dengat menemukan tempat baru dengan cara lama, atau cara baru di tempat yang lama…….. dalam melakukan ekplorasi. satu lagi pak dhe… harga minyak kan makin turun dan Pak Nanang dalam seminar di UNDIP kemarin mengatakan bahwasanya pada tahun 2019 cadangan minyak di Indonesia akan habis, apakah cadangan tersebut sudah termasuk produksi Cepu ( Exxon Mobile), Dan ini menurut saya tentang kratif… Kreatif itu timbul bukan karena bakat tapi karena kondisi dan situasi yang membutuhkan kita harus mengefisiensikan dan memaksimalkan waktu yang ada……

  4. @omiyan
    Mungkin karena bagian otak untuk menghitung dan berkreasi kan 2 bagian otak yang berbeda, jadinya memang mngkin saja pandai berhitung, tapi kurang pandai berimajinasi dan sbaliknya, hehehe

  5. yang pinter dalam teori belum tentu dilapangan, saya melihat ketika temen-temen saya yang notabene disekolahnya biasa-biasa aja ternyata daya imanjinatif mereka untuk berkreasi mendaur ulang kembali potongan kayu menjadi sebuah seni….dari sini saya melihat bahwa kreatifitas diawali oleh keinginan untuk menghasilkan sesuatu hal yang baru atau menguprade hal sebelumnya…..

    itninya saya setuju ma tulisan diatas hehehe

  6. Dalam kondisi mind set bahwa resources terbatas, secara natural barangkali karena adanya mental “survival” takut ngga kebagian. Sehingga perbedaan dilihat sebagai perlawanan atau pertentangan/ musuh
    kalau dalam benaknya resources yang ada itu cukup banyak dan berlimpah. Maka ketika terjadi perbedaan mereka akan mulai berhitung, berbagi atau negosiasi.

    Coba saja lihat ketika dulu susu diberitakan lenyap, semua berebut beli di Goro, Macro dan semua toko-toko. Padahal pabriknya sendiri mengeluarkan dalam jumlah yang sama. Hanya dengan “berita rush” saja satu bank bisa bangkrut !

    Mind set sangat mempengaruhi perilaku dalam individu dan hasilnya dalam kelompok

  7. Salam komen perdana,

    Menurut saya sih kreatif itu harus (malah) untuk dipelajari, karena ‘pintar’ yang diukur dari nilai akademis saja ternyata tidak cukup masih lambat membawa negara ini menuju era tinggal landas.

    Kemudian yang masalah ‘saling hantam’ usulan, ya entah mengapa ini sudah menjadi budaya kita, mungkin masing – masing kepala merasa paling paham dan mempunyai solusi jitu thd suatu masalah, namun anehnya tanpa mau kurang mempertimbangkan pendapat orang lain.

    Lumayan panjang, maklum komen perdana, lain kali saya komen ‘PERTAMAX’ saja lah.

  8. Wah setuju banget nih sama proses yg dijlasin diatas

    First Insight, → Saturation, → Incubation, → Illumination, → Verification

    Ntah knapa bisa begitu, yang pasti itu emang bner terjadi

Leave a Reply