Ramalan Ki Jogelem dan Ki Dibyo tahun 2009

40
marufin.jpg
Ki Dibyo
myface.JPG
Ki Jogelem

Tidak mau kalah dengan paranormal yang selalu membuat ramalan diawal tahun, maka kali ini Marufin membuat ramalan barunya untuk kemungkinan terjadinya banjir sepanjang tahun 2009 nanti.

πŸ™ “Wah bagus, Ki Jogelem dari Kuala Lumpur sekarang partneran dengan Ki Dibyo dari Kebumen”

Walaupun ini bukan ramalan menggunakan kemenyan beserta ubo rampe beras merah, tetapi ramalan ini mungkin perlu diadu bagaimana keakurasian dengan ramalan menggunakan kalkulator.

Sebagai penjelasan tambahan, dibawah ini nanti tabel yg dibuat dengan ‘kalkulator daging’ (biasa dipakai penjual daging, hanya bisa bagi tambah kurang) .

Waktu dalam WIB, jarak perigee dalam km (dari pusat Bumi ke pusat Bulan), GMC = Gerhana Matahari Cincin, GMT = Gerhana Matahari Total, GBS = Gerhana Bulan Sebagian, Subsolar = proyeksi pusat Matahari di permukaan Bumi pada waktu yang diberikan, Sublunar = proyeksi pusat Bulan di permukaan Bumi pada waktu yang diberikan.

Perbandingan tarikan gravitasi Bulan dengan Matahari di permukaan Bumi = 2,2 banding 1.

πŸ™ “Wah bulan itu memang lebih memiliki daya tarik ketimbang matahari ya Pakdhe ?. Tapi kenapa ibu-ibu lebih suka ke Matahari tuh !”

tabelbulan1

Penjelasan :

1. Konjungsi

  • Secara astronomis adalah kondisi dimana pusat cakram Matahari dan pusat cakram Bulan terletak pada garis bujur ekliptika yang sama.
  • Secara visual nampak sebagai kondisi dimana Bulan berdekatan/berimpit dengan Matahari, dengan jarak pisah (elongasi) hanya 0 – 5Β°.
  • Dikenal sebagai Bulan baru atau Bulan mati.
  • Jika jarak pisah Bulan – Matahari pada saat konjungsi Β£ 1Β°, maka akan terjadi fenomena Gerhana Matahari atau konjungsi yang bisa dilihat.
  • Terdapat tiga tipe Gerhana Matahari, yakni :

Β­ Gerhana Matahari Total Γ  cakram Bulan tepat berimpit dengan cakram Matahari sehingga fotosfera Matahari tertutupi sepenuhnya, membuat kromosfera dan korona Matahari terlihat.

Β­ Gerhana Matahari Cincin Γ  cakram Bulan tepat berimpit dengan cakram Matahari namun fotosfera Matahari tidak tertutupi sepenuhnya, sehingga sebagian kecil fotosfera Matahari masih bisa dilihat dengan kenampakan sebagai cincin cahaya.

Β­ Gerhana Matahari Sebagian (Parsial) Γ  cakram Bulan hanya menutupi sebagian cakram Matahari sehingga Matahari terlihat β€˜robek’.

  • Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 bisa disaksikan di Indonesia, tepatnya dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara di sore hari. Bayangan umbra hanya melintasi Sumatra Selatan – Selat Sunda di sisi barat daya hingga ke Kalimantan Timur di sisi timur laut, sementara daerah – daerah yang lain diliputi bayangan penumbra sehingga hanya menyaksikan Matahari mengalami gerhana sebagian.
gerhana_matahari_26jan2009
Simulasi kenampakan Matahari dan Bulan dalam Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 pada pukul 16:40 WIB dilihat dari kota Kebumen, Jawa Tengah.

  • Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 bisa disaksikan di Indonesia tepatnya dari sebagian pulau Sumatra, sebagian pulau Kalimantan, sebagian pulau Sulawesi, sebagian kepulauan Maluku dan seluruh pulau Irian pada pagi hari. Namun daerah – daerah tersebut hanya dilintasi bayangan penumbra sehingga hanya menyaksikan Matahari mengalami gerhana sebagian.
  • Pada saat konjungsi, resultan gaya pasang surut yang diterima Bumi (khususnya di sekitar titik subsolar) adalah 3,2 kali lipat gaya pasang surut Matahari.

2. Oposisi

  • Secara astronomis adalah kondisi dimana koordinat bujur ekliptika pusat cakram Matahari dan pusat cakram Bulan berselisih 180Β°.
  • Secara visual nampak sebagai kondisi dimana Bulan memiliki jarak pisah (elongasi) 175 – 180Β° terhadap Matahari.
  • Dikenal sebagai Bulan purnama.
  • Jika jarak pisah Bulan – Matahari pada saat oposisi Β³ 179Β°, maka akan terjadi fenomena Gerhana Bulan atau oposisi yang tidak bisa dilihat.

gerhana_bulan_9feb2009
Simulasi kenampakan Bulan pada Gerhana Bulan Sebagian 9 Februari 2009 pada pukul 21:40 WIB dilihat dari kota Kebumen, Jawa Tengah.

  • Terdapat tiga tipe Gerhana Bulan, yakni :
  • Β­ Gerhana Bulan Total Γ  cakram Bulan tertutupi sepenuhnya oleh bayangan umbra Bumi, sehingga Bulan tidak kelihatan sama sekali pada saat purnama.
  • Β­ Gerhana Bulan Sebagian Γ  cakram Bulan tertutupi sebagian oleh bayangan umbra Bumi, sehingga sebagian kecil permukaan Bulan masih bisa dilihat dengan kenampakan β€˜robek’ dengan cahaya yang redup.
  • Β­ Gerhana Bulan Penumbral Γ  bayangan umbra sama sekali tidak menutupi cakram Bulan, namun bayangan penumbra menutupi sepenuhnya sehingga Bulan purnama masih terlihat jelas, namun lebih redup.
  • Gerhana Bulan Sebagian 9 Februari 2009 bisa disaksikan di seluruh Indonesia, dalam 2 – 3 jam setelah terbenamnya Matahari.
    • Gerhana Bulan Sebagian 7 Juli 2009 dan 6 Agustus 2009 tidak bisa disaksikan dari Indonesia.
  • Ø Pada saat oposisi, resultan gaya pasang surut yang diterima Bumi (khususnya di sekitar titik sublunar) adalah 1,2 kali lipat gaya pasang surut Matahari.

3. Perigee

  • Adalah kondisi dimana Bulan memiliki jarak paling dekat dengan Bumi.

titik_sublunar_subsolar_2009
Plotting posisi titik subsolar dan sublunar pada 2009. Nampak ada 2 cluster : cluster Asia Tenggara dan Amerika Tengah.

SLOT WAKTU YANG HARUS DIANTISIPASI (BERPOTENSI TERJADI BANJIR, ROB ATAU GEMPA)

  • 10 – 11 Januari β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan.
  • 26 Januari β†’ terjadi konjungsi dan ada kemungkinan bertepatan dengan siklus MJO (Madden – Julian Oscillation).
  • 8 – 9 Februari β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan.
  • 25 Februari Γ  terjadi konjungsi.
  • 7 – 11 Maret β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan dan ada kemungkinan bertepatan dengan siklus MJO (Madden – Julian Oscillation).
  • 26 Maret β†’ terjadi konjungsi
  • 2 – 9 April β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan
  • 25 – 28 April β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan ada kemungkinan bertepatan dengan siklus MJO (Madden – Julian Oscillation).
  • 9 Mei β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan (mulai Mei, harus diperhatikan juga kemungkinan munculnya anomali cuaca lain berupa Indian Ocean Dipole Mode/IODM negatif ataupun La Nina yang akan mendatangkan tambahan curah hujan di Indonesia khususnya di utara ekuator)
  • 24 – 26 Mei β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 8 Juni β†’ terjadi oposisi Bulan
  • 23 Juni β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 7 Juli β†’ terjadi oposisi Bulan
  • 22 Juli β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 6 Agustusβ†’ terjadi oposisi Bulan
  • 19 – 20 Agustus β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 4 September β†’ terjadi oposisi Bulan (perlu diperhatikan pengaruh Indian Ocean Dipole Mode/IODM negatif ataupun La Nina yang akan mendatangkan tambahan curah hujan di Indonesia khususnya di selatan ekuator, dan siklus MJO mulai aktif kembali)
  • 16 – 19 September β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 4 Oktober β†’ terjadi oposisi Bulan
  • 13 – 18 Oktober β†’ terjadi konjungsi dan perigee Bulan
  • 3 – 7 Novemberβ†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan
  • 17 Novemberβ†’ terjadi konjungsi Bulan
  • 2 – 4 Desember β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan
  • 16 Desember β†’ terjadi konjungsi Bulan

Selain untuk kebutuhan meramal banjir rob tentunya masih ingat bahwa peredaran bulan serta matahari juga bisa memicu gempa. Harus diingat ya, prakiraan dan perhitungan ini bukan ramalan menakut-nakuti, tapi ramalan untuk jaga-jaga saja.

Bacaan terkait


40 COMMENTS

  1. pusing mikir ramalan2 gt,jd kgak semangat,sampe turun berat bdn,hbsnya jd stres sich.ya emg semua udh ada yg ngatur,tp tetep aja takut

  2. yang penting sesuai ilmunya. kalo salah no problem. jalan terus. buat kegaduhan dunia dengan ramalan perhitungan bulan dan matahari. ok

  3. COBA BUAT RAMALAN YANG ASIK JUGA DENGERNYA N MASUKAN JUGA TENTANG PERCINTAAN
    OK…………………………………………………………………………………………….KEY
    HEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHE bercanda aja kali jangan diambil hati ya

  4. MBAH KREATIF TERUSLAH BERKARYA…..

    Carilah kebenaran,karena kebenaran tidaklah tersembunyi bagi mereka yang menginginkan atau mencarinya,jangan bermegah diri tehadap sesamamu manusia …..

    weleh..weleh….

  5. gerhana matahari cincin pada bulan suro atau muharam diramalkan akan ada pemimpin yang akan meninggal dunia.terjadi kesukaran seperti naiknya harga pangan, phk besar besaran ,terjadinya banjir besar yang dilintasi oleh gerhana tersebut.laut menjadi kering, akibatnya curah hujan meningkat,terutama daerah jakarta .pada tahun kerbau emas ini.

  6. Pak Dhe tolong tanya

    Perigee

    Ø Adalah kondisi dimana Bulan memiliki jarak paling dekat dengan Bumi.

    apakah dengan kondisi di atas yg mengakibatkan terjadinya ROB ?

    Kalau memang betul, berarti saya mengalami ini

    Ø 10 – 11 Januari β†’ terjadi oposisi dan perigee Bulan.

    Tgl 11 Januari 2009 saya terjebak banjir yg sangat parah di Semarang yg saat itu sejak sore sudah terjadi rob dan bersamaan dengan hujan deras disertai angin kencang.

    Thx pak Dhe infonya

    –> Betul, anda mengalaminya pada saat perigee. Perigee sangat mempengaruhi ROB (banjir pasang). Dulu pernah dijelaskan disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/10/26/awas-perigee/

  7. kalo aku enggak suka ngramal* kayak gitu….
    yang namanya peramal itu harusnya meramal masadepan bukan meramal hari yang akan di lewati… maksudnya kita harus meramal tahun sesudah tahun 2009 bisa aja yang diramal 2010 atu 2011.
    tapi menyuyut pel kilaanku taun 2011 ahil akan tel jatdi gempa besal ama benjil besal… telus 2012 pulau* kecil yang ada di pesisil pante itu akan hanyu… pelcaya apaenggak iel selah aja…

  8. Salam kenal Mas..
    Ramalan bermanfaat positif agar supaya semua orang yg percaya bisa melakukan antisipasi dan mawas diri. Lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan ke dapan.

    Mungkin jika berkenan saya perlu sampaikan kepada semua pihak dan saudara2 yg percaya saja;

    1. Harap mempersiapkan diri baik moril maupun materiil, sebab kemungkinan besar Indonesia akan mengalami “sileme prahu gabus”. Puncak kebangkrutan ekonomi mulai 2012-2015. Bahkan berlangsung hingga 2017.

    2. Semua Macam Bencana Alam, wabah aneh, pagebluk, paceklik, gagal panen, salah mongso akan terus berlangsung semakin dahsyat, PUNCAKnya pada bulan september 2009. Semua ini bukan cobaan, tapi sebagai teguran, dan bebendu/hukuman Tuhan.

    3. Akhir dari carut-marut negeri ini SETELAH bulan oktober 2009 (antara oktober, november-desember) ; ditandai BUKIT TIDAR Magelag “mbledos”, Rawapening di Ambarawa berkobar api. Surabaya Nagri meh gathuk lan Meduro (mungkin karena lumpur makin besar atau muncul yg baru lagi).

    Semoga semua itu tdk akan pernah terjadi…
    Walaupun terasa sangas pesimis…

    sabdalangit’s web
    jalan setapak menggapai spiritualitas sejati

  9. Didunia barat terutama didaerah dingin yang setiap saat cuaca berubah cepat,masyarakatnya sangat percaya akan ramalan seperti ini bahkan banyak yang apabila akan & sedang bepergian jauh atau rekreasi mereka tidak lepas dari ramalan cuaca yang notabene perhitungannya semacam ramalan ini pula. Sy pikir perkembangan pengetahuan bangsaku ini akan sangat tertinggal jauh oleh bangsa.2 non muslim yang sebenarnya mereka yang telah membedah duluan rahasia WAHYU ALLAH didalam Al’Quran & Hadist Nabi SAW. Konon… dulu pernah di Belahan Arabia ada suara radio yang dianggap itu suara setan karena ada suara tak ada wujud manusianya, itu “DULU KALAAA”…!! Nah… ini “KINI KALAAA”… masih ada yang mirip itu, tapi kenapa kok percaya dengan dunia INTERNET..?? yang JUSTRU ada suara,ada tulisan bahkan muncul wajahnya yang bicara itu dilayar depan matanya..? Sy pikir banyak yang harus belajar lagi untuk melatih “NALAR” (kata orang jawa), LOGIS (kata umumnya).
    Maaf saudaraku apabila kataku ini sok tahu.
    Salam…

  10. Itu adalah ramalan ilmiyah yang sangat positif. Mengapa kita selalu mengkambing hitamkan kata-kata MUSYRIK terhadap sesuatu yang tidak kita fahami ilmunya. Itulah penyebab kemunduran kita dewasa ini. Tradisi kuno itu sudah waktunya harus kita tinggalkan di era globalisasi ini, supaya polah pikir kita semakin maju. Trima kasih Pak De, ilmumu sangat bermanfaat bagi kami yang di ndeso ini…

  11. Antara percaya sama nggak dengan ramalan, percaya tapi itu belum mungkin terjadi, nggak percaya tapi itu sering terbukti…. lihat hasilnya aja dech,,, gue baru percaya kalu itu sdh terbukti karena itu sdh kehendak Allah SWT semata..

  12. πŸ™‚ Kalo meramal nomor buntut Porkas & SDSB gmana pakde? πŸ™‚

    RDP :–> Hallah, kalau itu malah lebih mudah mBah …. maksudte lebih mudah salah πŸ˜›

Leave a Reply