Gempa Gorontalo 7.5 Magnitude

27

Instrumental Intensity ImageGempa sangat kuat tercatat hari Senin 17 Nov 2008, dini hari.

USGS melaporkan gempa ini berkekuatan Magnitude 7.5

Terjadi tepatnya pada Hari Senin, November 17, 2008 pada jam 01:02:32 (dini hari). Lokasi tepatnya pada koordinat  1.289°N, 122.102°E dengan kedalaman  26.1 km (16.2 miles) Kota terdekat adalah Manado yang berjarak 305 km (190 miles).

Kalau dilihat pada peta goyangan (Shake map ini) terbaca goyangan di permukaan mencapai skala VI-VII MMI. Tentusaja ini goyangan sangat kuat dan akan merobohkan bangunan diatasnya.

Walaupun gempa ini berada di laut tetapi kalau goyangan sebesar itu mungkin akan memberikan gelombang air yang cukup kuat. Apalagi seandainya disertai longsoran bawah laut.

Perlu hati-hati, kalau mengingat pada tanggal 4 May tahun 2000, daerah ini pernah dilanda tsunami setelah mengalami gempa berkekuatan 7.5 M.

Saya sedang mengumpulkan data-data untuk laporan selanjutnya

Population Exposure
Kekuatan goyangan yang dirasakan di permukaan

Berdasarkan peta dari USGS, goyangan ini akan dirasakan oleh penduduk di Poso dengan kekuatan VI skala MMI.

Detik.com melaporkan Gempa 7,7 Skala Richter dan 6.0 Skala Richter ini juga mengakibatkan 283 rumah warga Buol, Sulawesi Tengah rata dengan tanah. Sebanyak 500 lainnya rusak ringan, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia.

27 COMMENTS

  1. Wah menarik nih data dari pak/mas Piandatte. Secara umum memang jika aftershocknya langsung menurun drastis eksponensial, memang sebagian besar energinya terlepaskan di gempa utama.
    Kasus yang sama pernah dijumpai pada gempa Samudera Hindia 17 Juli 2006. Kebetulan juga sumber gempa ini terletak di titik temu ekstension patahan besar Sumatra dengan palung Sunda di selatan Jawa Barat. Ada kemiripan juga toh dengan sumber gempa Buol/Gorontalo? Mungkin hal ini yang membuat aftershock meluruh drastis.
    Memang jika berdasarkan pada dua data saja secara statistik nggak bakalan bisa ditarik kesimpulan yang cukup akurat. Kalo diplot balik ke belakang, saya rasa ada banyak gempa yang bersumberkan pada lokasi2 yang mirip dengan gempa Buol / Gorontalo. Misalnya saja megathrust Simeulue-Nias 28 Maret 2005 (Mw 8,7) yang bersumber di pertemuan palung Sunda dan patahan geser pre-Batee tepatnya di bawah Kep. Banyak. Saya nggak punya data-nya, tapi pernah pas liat TV (di acaranya Aa Gym) disebut memang aftershocknya jauh lebih drastis menurunnya ketimbang gempa sejenis yang berpusat di Simeulue pada 26 Desember 2004 itu.

  2. Menarik pak, sekedar tambahan yg menurut saya juga menarik pak, tampak untuk gempa Buol / Gorontalo ini aftershocknya menurun cukup tajam kuantitas dan kualitas. Dua hari ini hanya sekitar 3 atau 4 saja yg tercatat (di Palu, berdasarkan kemiripan pola sinyal saja / belum terlokalisir dengan baik) dan dari hitungan2 statistis sederhananya normal kembali setelah sekitar 3-4 minggu (statistis), sementara kalau dibandingkan dengan gempa Luwuk, 4 Mei 2000 dengan kekuatan yg boleh dibilang hampir sama / lebih rendah (mB : 6,7; Ms : 7,5; depth : 26 km ; BMG final revisi) dari pengalaman hingga satu minggu masih tercatat sekitar 15-20 kali susulan setiap hari.
    Kesimpulan awal saya hiposentrum dan atau bidang patahannya pada state yang relatif lebih dangkal (apa seperti itu ???) mengingat perilaku distribusi tegangan pada keadaan tersebut, sehingga hampir seluruhnya terlepas di mainshock dan yang tersisakan terlepas lebih cepat ???, mbuhhh.. pakde,
    tapi apapun itu yang terpenting tidak menimbulkan tsunami yang berarti dan korban jiwa yang banyak.
    Salam.

  3. Sulit untuk dipastikan apakah akibat sesar geser Gorontalo. Memang distribusi aftershock, juga penjalaran rekahan (rupture) mengindikasikan hal itu. Namun satu hal yang sangat berbeda dengan kekhasan sesar geser, di komponen pergerakan utama gempa ini adalah pematahan naik (thrust faulting) seperti juga ditunjukkan oleh mekanisme fokal CMT Harvard maupun NEIC.

    Yang jelas hiposentrum gempa berada di dekat triple junction sesar geser Gorontalo dengan Palung Minahasa. Dari reanalisis data USGS, kedalaman hiposenter-nya 30 km (semula disebut 26 km). Kalo dari reanalisis BMG saya kurang begitu paham. Dengan kedalaman sedemikian, mungkin saja berasal dari aktivitas sesar Gorontalo, namun bisa juga dari zona subduksinya.

    Kalo mau dicari perbandingannya, gempa Gorontalo ini mirip2 dengan gempa Samudera Hindia 17 Juli 2006 yang menghasilkan tsunami penghancur Pangandaran itu. Gempa ini juga terjadi di dekat triple junction segmen sesar besar Sumatra (tepatnya, sesar Ujungkulon) dengan palun Sunda. Namun mekanisme fokalnya juga menunjukkan pematahan naik. Magnitudenya juga nyaris hampir sama (dimana Gempa Gorontalo 40 % lebih lemah dibanding Gempa Samuedra Hindia). Yang membedakan kedalaman kolom lautan yang ada di atas patahan sumber gempa, sekaligus mekanisme ikutan dimana gempa Samudera Hindia diikuti dengan pelongsoran besar dasar laut yang melipatgandakan amplitude tsunami. Jika tidak ada pelongsoran massif itu, secara teori gempa itu akan sama saja dengan Gempa Gorontalo, yang ‘hanya’ memproduksi tsunamis etinggi maksimum 50 cm.

    Salam,

    Ma’rufin

  4. arah timur-tenggara pak, apa ini berarti gempa akibat sesar geser gorontalo? tapi kalo melihat aftershocknya bersesuaian dengan strike 93 CMTSnya Harvard, tapi tampak terlalu jauh apabila dikaitkan dengan lajur penunjaman laut sulawesi karena epicnya yg dangkal.
    bingung deh.. mohon pencerahannya pakde-pakde,
    Salam…

  5. Sedikit ralat pak Rovicky. Kota (besar) terdekat dengan episentrum gempa adalah Gorontalo, dengan jarak episentral 135 km. Guncangan di Gorontalo mencapai 6 MMI, kalo di Manado hanya 4 MMI.

    USGS dalam release berikutnya, tentunya setelah reanalisis data,menunjukkan magnitude gempa ini ‘hanya’ 7,3 Mw atau 40 % lebih rendah dibanding release awal. Gempa ini melepaskan energi 1.340 kiloton TNT dan mematahkan batuan sepanjang 90 km ke arah timur-tenggara, sepertinya mengikuti alur patahan Gorontalo. Secara teoritik terdapat dislokasi vertikal sebesar 0,8 m yang berkorelasi dengan energi tsunami cukup kecil, hanya 0,5 kiloton TNT. Ini 40 kali lebih rendah ketimbang energi tsunami inisial dalam gempa Samudra Hindia 17 Juli 2006 silam. Juga tidak ada pelongsoran batuan dasar laut berskala besar, sehingga tsunami yang dibentuknya memang kecil. Salah satu tide buoy BPPT di Manado merekam tsunami kecil ini, yang tidak signifikan amplitude-nya.

    salam,

    Ma’rufin

  6. Gempa 7,7 skala richter yang mengguncang Gorontalo memang membingungkan semua orang, dengan kekuatan seperti itu seluruh orang yang mendengarnya pasti berpikir gorontalo sudah porak-poranda. namun kenyataan yang kami lihat di gorontalo gempa yang cukup dansyat hingga membuat seluruh dunia gempar ini tidaklah menimbulkan kerusakan yang parah. Memang kerusakan tetap ada namun dari jumlah dan kerusakannya amat kecil di bandingkan dengan kekuatan gempanya. Kebingungan semakin bertambah karena adanya perbedaan data yang di keluarkan Departemen Kesehatan RI dengan data yang ada di SATKORLAK Provinsi Gorontalo tentang jumlah korban yang tewas akibat gempa. Departemen Kesehatan RI mengeluarkan data jumlah korban tewas sebanyak 6 orang dimana 3 warga buol dan 3 warga gorontalo, yang tentunya data ini sangat tidak valid karena kenyataan yang ada, korban tewas hanya 4 orang dimana 3 korban tewas 3 orang di warga buol dan 2 orang warga gorontalo. Dan anehnya data yang di keluarkan Departemen Kesehatan RI ini di telan mentah-mentah oleh seluruh Media Nasional tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi ke Pemerintah Gorontalo. Dan lebih ironis lagi dari Gempa Gorontalo, hingga saat ini Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad belum juga kembali ke Gorontalo untuk melihat rakyatnya yang tertimpa musibah.Semoga Allah mengampuni kita semua….Amin..!!!!

  7. ini kenyataan, dimanapun didunia ini tidak ada yang aman, wasapada dan berserah pada Tuhan, adalah ide yang bijaksana, saudaraku yang ada di gorontalo kami doakan semoga kalian senantiasa dalam lindungan Tuhan, Amin

  8. saya cma bs mendoakan s’moga masyarakat nya tnang dan sabar, begitu jg yg km alami saat gempa tgl 12 september 2007 di bengkulu yg berkekuatan 7,9 tetap tenang ya..klw qt g tenang, malahan bnyak musibah yg terjadi bkn hnya krn gempa sja..mlah timbul skit yg aneh2..jantungan dan strukk..bnyak2 berdo’a aja..Tuhan tdk akan memberikan cobaan di luar kemampuan umat nya.. Amin..s’moga berakhir dngan indah..

  9. maaf kami ralat,,
    maksud kami rumah yang rusak di gorontalo sekitar 280 rumah,belum termasuk fasilitas umum,harian kompas tanggal 19 nop 2008.

    terimakasih

  10. agak sedikit membingungkan pemberitaan di Gempa gorontalo,seperti dilansir kompas yaitu rumah hancur di buol dan toli-toli sekitar 1500 rumah dan di gorontalo sekitar 2800 rumah korban hanya 1 orang, yang mana yang benar,,apakah ini ada hubungannya dengan bantuan pusat sekitar Rp 15.000.000 /rumah rusak,kalau uang tersebut diserahkan ke masyarakat gorontalo kami yakin uang tersebut akan sampai ke korban bencana,kalau ke bual dan toli-toli saya tidak yakin,,mengingat sistem kontrol pemdanya belum berjalan baik,sebaiknya serahkan saja ke Bpk Fadel M untuk selanjutnya diserahkan ke masyarakat yang membutuhkannya dan mengingat fasilitas pelayanan publik di gorontalo relatif masih berfungsi
    terimakasih.

  11. Assalmu’alikum… kalau saya cuman ingin menasehati seluruh umat islam agar kembali ke ajaran agamanya yang benar dan segera meninggalkan segala bentuk maksiat yang pernah dilakukan, karena segala bentuk bencana yang terjadi pada kita itu merupakan teguran dari Allah…mari tinggalkan maksiat menuju ridho dan gapai syurgaNya…Amiiin.. kholid walid putera asli gorontalo

  12. pakde, yang sudah-sudah kalau ada gempa besar terus nular ke lokasi lain yang sejalur. La yang ini dari mekanisme gempanya ada kemungkinan nular gak ya ? semoga gak ya.
    Informasi terakhir yang meninggal itu karena sakit jantung, la pas ada goyangan keget terus meninggal pakde.
    Mungkin peringatan agar selalu waspada dan siap jika ada musibah. La musibah tanah longsor, banjir, dan gempa kan kita berlangganan.
    Kalo baca tulisannya para ahli selalu dikaitkan dengan lingkungan yang rusak (kecualai gempa lo ya), la bisa gak yang rusak itu diperbaiki. Kalo bisa bisa kenapa tidak. Mungkin juga peringatan pak Ebiet GAde benar ya, alam telah mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu banyak dosa2.
    Terus kalau dari sisi science piye pakde ?

  13. asli, pasti kaget plus panik men.. jam 1 malam digoyang gempa. saat orang lagi tidur pulas.. smoga ALLAH SWT melindungi kita semua, amin..

  14. MESKI ALAM AKHIR-AKHIR INI TAK BERSAHABAT DAN GEMPA BERKEKUATAN DAHSYAT MENGGUNCANG KAMI TETAP SELALU BERHARAP SEMOGA TETAP DALAM LINDUNGAN ALLAH. DOA KAMI MENYERTAI SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN.

  15. saya tinggal di toli2 gempanya kuant banget pada kaget deh semuanya……ada yg dah pd lari ke gunung
    takut2 ada tsunami kayak di aceh…..

Leave a Reply