Kalau murah kenapa ngga semua pakai PLTN ?

17

Seringkali kita mendengar bahwa PLTN itu murah dan menghemat biaya ? Dan seorang sahabat saya akhirnya bertanya di mailist Indoenergy

Kalau listrik PLTN murah kenapa negara seperti Jepang, Korea, Perancis dan Amerika tidak merencanakan untuk mengganti semua pembangkit listrik dengan PLTN.

Nah ini dia jawabannya.

http://www.getfrank.co.nz/assets/images/Fullwidth/_resampled/ResizedImage600468-Eggs.JPG

Dalam pengelolaan bisnis berrisiko ada pameo “don’t put all egg on one basket”. Kalau jatuh dan pecah, semuany apecah kita ngga punya cadangan untuk buat telor dadar.

Maksudnya jangan menaruh keseluruhan risiko pada satu jenis saja. Menyebarkan beberapa risiko dalam beberapa item ini akan mengurangi risiko secara keseluruhan. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa negara-negara diatas tidak menaruh semua pada PLTN. Ketika PLTN diketemukan kesalahannya maka semua aakan hancur. Dan ini sangat berbahaya.

Enery Mix merupakan salah satu jawaban dalam pengelolaan energi saat ini. Indonesia-pun sudah memulai dengan kebijakan Energy Mix. Hanya saja seberapa proporsi yang tepat supaya kita akan tetap “hidup’ lebih lama. Proporsi inilah yang menjadi perdebatan, karena akan menentukan tindakan operasionalnya. Dasarnya tentusaja “historical and future prediction based on our current understanding”. Yang perlu dibaca dengan seksama adalah “based on our current understanding”. Artinya HARUS selalu direvisi dan dan dievaluasi seuai dengan “current condition”, harus secara rutin di “revise and revisit”.

Rencana yang sudah ada adalah KEN2005. KEN ini menjadi PP ditahun 2006 menjadi Keputusan PP05/2006 ini harus tetap di appresiasi. Pada saat disusun tentunya dengan waktu yang mendadak, kepepet waktu, dan akhirnya “harus ada dulu”. Secara praktis hal ini wajar terjadi. Namun setelah rencana itu ada ya harus selalu ditinjau ulang donk ! Lingkungan berubah, dan otak kita serta pengalaman kita saat ini berubah sangat cepat hanya dalam waktu dua tahun. Harga minyak sudah berubah, tatanan ekonomi juga “akann” berubah drastis dalam beberapa tahun mendatang. Sedangkan PP05/2006 merupakan target untuk tahun 2025.

Salah satu contoh bagaimana melakukan “adjustment” dalam menghadapi perubahan lingkungan ini pernah ditulis sebelumnya dalam 3 tulisan berurutan disini :

Jadi marilah kita lihat kebijakan-kebijakan energi itu sebagai sebuah kebijakan “energy mixed”. Kita tidak akan mengganti semua dengan geothermal, kita tidak mengganti semua listrik dengan PLTN, dan kita juga tidak menggunakan listrik untuk seluruh kebutuhan energi rumah tangga. Masih ada gas, masih ada energi matahari, energi gelombang dan lain-lain yang perlu dicampur menjadi masakan energi yang siap saji untuk masyarakat.

πŸ™ “Iya ya pakdhe. Kalau cuman masakan asin thok atau manis thok ngga sedep kata Budhe”

Jadi walaupun ada satu jenis energi itu menjadi sangat murah sekalipun tetap saja masih diperlukan jenis energi lain sebagai “back-up” dalam kenijakan “energy mix”.:

“( “Jadi nanti kalau aku disuruh beli telur sekilo minta plastiknya yang banyak ya, Pakdhe ?
πŸ˜€ “Hallah dimarahi sama bakule, thole !”

17 COMMENTS

  1. setuju, nyang penting kesadaran keinginan untuk berbagi harus ada dari pemerintah (karena Listrik masih dominan diurus pemerintah), artinya keinginan dan kesadaran untuk memajukan bangsa dan peduli juga terhadap generasi berikutnya jg menjadi tanggung jawab bersama

  2. udahlah kenapa kita mesti berbicara PLTN bikin distribusi BBM aja sering macet meski gajinya lebih besar dari presiden, kalo menjadi direktur PLTN berapa gajinya ya sementara kalo ada apa- apa alasannya selangit. kalao BBM macet paling antri nach kalo PLTN macet habis dach kita kayak chernobyl dach. daripada mikir PLTN benahi dulu moralitas bangsa jangan itungan diatas meja saja yang untung tapi dampaknya bro terhadap generasi mendatang. oke setuju ngak… n perlu diingat kalo minyak , gas dan ebnergi fosil lainnya ngak diobral masih cukuplah tujuh turunan yakan dan selama tujuh turunan ane yakin moral akan membaik dan akan ada solusi yang safe ntuk masa yang akan datang oke…..

  3. Saya pernah denger presentasi dari beberapa Top Oil Company, dan salah satu rencana kedepan adalah masuk bisnis PLTN. Bisa jadi dalam 40 tahunan kedepan PLTN akan makin dominan.

    Ngomongnin pengelolaan Energi di negara kita tercinta, mungkin tidak ada bandingannya kesalahan yang telah dilakukan. Minyak tanah yg merupakan bahan bakar stabil digunakan untuk nggoreng krupuk. PLTA yang potential malah nggak digalakan (Norway yg penghasil minyak & gas, hampir 100% pengakit listriknya pakai Hydropower). Pembangkit PLN mostly malah pakai BBM.

    Setuju semua sumber energi geothermal, batubara, minyak, gas, air, angin, matahari, tidal energi, mestinya dikelola dengan baik. Ngomongin bangun PLTN, banyak kemiripan dengan mbangun LNG Plant. Dan Indoensia punya banyak ahli LNG.

  4. Pakdhe, bisa kasih tau link buat bikin PLT mikro hidro PLT biogas ? KIra” berapa biaya investasi dan produksinya ?

    Saya kok pengen bikin di desa saya yang kalo tiap malam lampunya mendrik” karena takut bayarnya mahal ke PLN…

  5. Pak Dhe, lalu kenapa PLTN kita kok ya nggak segera dibangun ? Malah ada tentangan hebat dan dahsyat dari warga NU plus dikompori Gus D di daerah Muria Jepara sana agar menolak keras pembangunan PLTN? Langkahi mayat Gus D dulu jika mau bagun PLTN…..apa kira-kira Gus Dur merasa dijadikan telur yang tahan bantingan ?? Lha kalo ternyata baru dibangun tahun 2025…jangan2 kita semua ini termasuk GD emang sudah jadi mayat….jadi bisa dilangkahi trus PLTN baru dibangun ???
    Krisis energy ini ntar akan meledak…kita sendiri yang bikin bom waktunya.

  6. setuju pakde, kata ibu guru PKK makan saja harus variasi biar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi. Jadi kalo seluruh jenis energi dapat dimanfaatakan kenapa tidak ? Nantinya PLN gak akan kebingungan akibat penyedia batubara nasional gak mau memasokinya seperti sekarang. Untuk daerah terpencil, mihihidro juga alternatif yang perlu diperhitungkan to pakde ? (tentu jika syarat teknis terpenuhi).

Leave a Reply