Siapa penanggung jawab Lusi ?

9

Menarik mengikuti perkembangan investigasi fenomena “Lusi binti Lula” ini. Saat ini, diskusi dan seminar memang masih lebih berkutet pada persoalan apa penyebabnya. Diskusi penanganan bawah permukaan maupun permukaan “relatif” jarang atau relatif lebih sedikit dibicarakan dalam seminar.
Dari sisi penanganan yang paling sering adalah ingin “menghukum” siapa saja yang bersalah dalam kejadian.

Nah, seandainya saja pemboran menjadi “tersangka/tertuduh” sebagai penyebab kejadian ini, sedangkan fakta adanya kejadian masa lampau dan gempa hanyalah sebagai ‘pelengkap’ saja, maka (sebagai konsekuensi logis) siapa yang bisa dijadikan tertuduh ikutan bersalah dalam kasus hukum ini ?

atau ? ….  Konsekuensi logis kalau sampai Nampomas tentunya semua akan menanggung dan menjawab. … ataukah akan menjadi Tampomas berikutnya ?

Pemerintah dan DPR tentusaja akan mengambil keputusan dimana konsekuensi politisnya terendah. Namun hukum jelas akan memberikan keputusannya sendiri.

Yang terkait :

9 COMMENTS

  1. Saya vote untuk jawaban: perusahaan (dan manajemen-nya)
    Lebih detial lagi:
    Operator/service company
    a. Rig manager
    b. Driller
    Company man
    a. Exploration Manager
    Bisa dirunut ke atas lagi, sampai di mana kebijakan dibuat

  2. wis pasti lapindo sing untung,
    coba dulu, bagaimana susahnya mengusir warga dari lokasi tambang, sekarang lancar atau malah warga yang pergi sendiri.

    Lama-kelamaan masyarakat sudah melupakan.
    dan ini saatnya Lapindo mengeruk hartanya
    dari perut bumi sidoarjo.
    buktinya sekarang sudah mulai adem ayem
    padahal di lokasi lusi tetep aja seperti dulu.

    sedih juga saya jadi orang sidoarjo.hikhikhik.

  3. pakdhe, kalau masing-masing pihak ndak ada yang ngaku salah, apa perlu rakyat sidoarjo itu yang ngaku salah. Salah karena sudah membangun rumah di daerah situ.

  4. ya seperti inilah,kalau bangsa ini isine orang yang tidak duwe watak satrio,duwene watak buto.maunya menang sendiri padahal di lusi sana faktane udah hancur hancuran, itukah yang namanya profesionalisme watak buto.orang yang melakukankegiatan disana aja mengaku tidak salah, itu namanya CILOKO tenan,kita yang jadi penonton bisane ya tertawa aja ya. lhaa faktane sdr-sdr disidoarjo sana betul2 menderita je. apa ya yan jebol lusi itu betul setan dedemitan yang ndak kelitan itu yaaaa hahaha . nuwun pak de

  5. setiap orang/badan pasti gak akan mau disalahkan, masing-masing akan cari selamat to yo. Yang paling mendesak sebetulnya bagaimana masyarakat yang hilang rumah dan pekerjaan segera diberikan ganti rugi sesuai haknya. Jangan hanya diberi janji-janji terus. Bayangkan kalau kita sendiri yang terkena, pasti gak mau kan kalau masalahnya digantung terlalu lama ?.
    Kan sebetulnya dalam setiap kegiatan ekplorasi masing-masing pihak berperan, ya ditelusuri aja ada/tidak kesalahannya sesuai dengan perannya.

Leave a Reply