Otak kita tidak perlu semua data !

38
Baca tulisan diatas

Bagaimana otak kita bekerja ?

Otak manusia sering disetarakan dengan komputer sebagai pengolah data dan informasi. Komputer memerlukan data yang bersih dan benar sebelum diproses. Dengan isitilah GIGO (Garbage In Garbage Out). Kalau masukannya salah keluarannya juga salah.

Tetapi Otak Manusia tidak begitu ! Otak manusia bisa melakukan GI EO (Garbage In – Excellent Out)

Banyak penelitian menarik tentang cara kerja otak. Salah satu tujuan mengerti cara kerja otak ini adalah untuk memberikan manfaat supaya manusia bekerja lebih efisien. Karena otak memiliki cara tersendiri dalam mengolah data dan informasi yang masuk kedalamnya.

CPU yang memiliki cara kerja tersendiri.

Otak ini memang bekerja bagaikan sebuah CPU (Central Processing Unit) dari sebuah komputer. Cara kerjanya memiliki kesamaan. Tentunya sudah banyak penelitian menarik tentang cara kerja otak manusia. Salah satu yang dibawah ini memperlihatkan bagaimana otak mengolah informasi yang masuk, dimana seringkali tidak benar ataupun tidak lengkap.

Namun kemampuan otak ini sangat mengagumkan. Otak tidak memerlukan seluruh data yang diterima ini harus 100% benar dan akurat. Bahkan banyak kesalahan yang akan “dimaafkan” oleh otak. Data yang tidak lengkap pun dapat dicerna dengan cara enkripsi yang unik !

Hanya perlu setengah

Otak hanya memerlukan setengah dari data sudah cukup untuk menangkap makna. Dengan demikian kita dapat mengefisienkan kerja kita dengan mengetahui cara kerja otak. Dengan mengetahui cara kerjanya maka kita dapat ngakali supaya kerja kita lebih efisien dan efektif.

Baca tulisan diatas
Baca tulisan diatas, mestinya kau bisa baca

Coba lihat gambar atau tulisan disebalah ini. Tanpa memberikan keseluruhan huruf mestinya anda bisa membacanya kan ? Otak akan berusaha menebak-nebak apa kira-kira tulisan disebelah ini

Dengan mekanisme enkripsi yang unik inilah otak manusia akan mencoba mengerti makna dari grafis-grafis yang ada.

Coba bandingkan dengan yang dibawah ini.

Mana yang lebih mudah dibaca ? Yang atas atau yang bawah
Mana yang lebih mudah dibaca ? Yang atas atau yang bawah

Setengah dibawah akan lebih mempersulit mengetahui isi dari tulisan. Namun dengan menebak-nebak-pun mungkin otak kita masih mampu menangkap maknanya.

Kenapa demikian ?

Otak selalu mencoba mencari-cari makna berdasarkan atas memory yang sudah ada didalamnya. Otak manusia ini sejatinya tidak malas. Otak selalu mencoba mencari-cari makna berdasarkan memory atau data yang sudah ada didalamya. Dan otakl akan berusaha mencocokannya.

πŸ™ “Pakdhe kenapa kita hanya perlu melihat yang diatas ya Pakdhe ?”

πŸ˜€ “Makanya kalau jadi orang pingin top itu harus tinggi, thole”

πŸ™ :Hallah, Pakdhe aja juga pendek kok, Tetapi kalau begitu mendingan pakai topi ketimbang pakai sepatu ya Pakdhe ?”

Orang asing atau orang yang tidak pernah mengetahui bahasa Indonesia tentunya akan lebih sulit mengetahui isi tulisan ini, karena tidak ada dalam memorinya. Misalnya yang saya tulis itu bahasa jerman, tentunya bagi yang tidak pernah belajar bahasa Jerman juga kesulitan. Dengan demikian semakin banyak isi otak ini dengan memasukkan data misalnya membaca, semakin banyak otak memiliki informasi. Sehingga dengan indormasi didalam otak akan semakin mudah kita belajar hal yang baru.

:( “Ooo, jadi maksudte Pakdhe diminta tiap hari baca dongengan disini, gitu ? “

πŸ˜€ “Maksud loh ?”

Hanya ujung yang diperlukan ?

Apa yang kau baca ?
Bisa dibaca, kan ?

Bagaimana dengan tulisan disebalah ini ? Mungkin pernah mendapatkan tulisan atau artikel yang mirip dengan hal ini, kan ?

Nah apa yang kita pelajari dari sini ?

Ternyata dalam mengolah informasi otak manusia lebih mementingkan atau memerlukan bagian atas, bagian depan dan bagian akhir. Bagian tengah boleh saja ancur-ancuran. Otak akan berusaha mengolahnya berdasarkan memory yang sudah ada.

Msalie kwoe dudu wnog Jwoo, nek mcoo tluiasn snig iki yo ora negtri. Saloe oemktu mnugikn ora dwue mmeroi snig inise ukroo-uokro iki.

Deze woorden zijn in Nederlandse taal, kunt u niet dit woord begrijpen

πŸ™ “Whadduh Pakdhe yang terakhir ini emang salah ketik atau ngawur ?

πŸ˜€ “Kalau kamu bisa ngomong Londo ya kamu ngerti dengan mudah, Thole”

Aplikasinya ?

πŸ™ “Hiya Pakdhe, trus buat apa sih kalau sudah tahu ini ?”

Nah kalau kita akan mengikuti interview kerja, atau kita akan melakukan presentasi konsentrasikan lebih banyak pada : Penampilan bagian atas. Buatlah pendahuluan dan kesimpulan (Introduction and Conclusion)Β  semenarik mungkin.

Juga kalau kamu terburu-buru atau merasa ngga cukup waktu, maka konsentrasikan saja pada bagian pendahuluannya serta kesimpulan. Yang tengah salah-salah dikit ngga papa. Dont sweat with the detail in the middle !

Hal-hal sederhana diatas itulah yang akan diingat-ingat oleh orang lain atau peserta presentasi anda. Mereka tidak akan ingat apa saja detil isi dari presentasi anda di bagian tengah. Mereka bahkan lupa atau tidak tahu bahwa anda melakukan kesalahan di bagian tengah tadi.

Jumlah perkataan dalam bahasa Indonesisa itu mungkin terbatas. Tetapi dengan mengkombinasikan kata-kata itulah muncul pengetahuan-pengetahuan baru. Dengan demikian mudah dimengertiΒ  bahwaΒ  semakin banyak isi memori di dalam otak kita, semakin mudah kita mempelajari hal yang baru. Karena setiap kali kita membaca dan belajar ada tambahan-tambahan memori yang menjadikan perbendaharaan kata-kata baru yang akan saling melengkapi.

Pandangan pertama ini sangat menentukan !

Dalam proses wawancara kerja, seseorang interviewer (pewawancara) yang canggih rata-rata hanya memerlukan 3 menit untuk mengetahui tentang diri anda. Satu jam selebihnya hanya meyakinkan apakah impresi 3 menitnya memang benar.

38 COMMENTS

  1. ada juga penelitian yang dilakukan oleh salah satu univeersitas di amerika yang menyebutkan hasil penelitianya bahwa memang otak kita dapat membaca suatu kata walaupun kata tersebut tidak lengkap karena katanya otak kita melihat kata tersebut secara keseluruhan terlebih dahulu. mungkin teman2 juga pernah mengalaminya kali ya?

  2. Mungkin karena otak meninterpretasikan sesuatu dengan mengkaitkannya / mengasosiasikannya dengan bagian lain dari ingatan. Misalnya ketika kita lihat m dipenggal secara morizontal di tengah hurufnya, kita tetap bisa mengenalinya sebagai m, karena dari yang separuh diatas, kita mengasosiasikannya dengan huruf m yang lengkap.

    –> Yap betul, otak akan menebak-nebak sampai sebuah gambar memiliki arti yang sesuai dengan yang ada di memori. Kalau separo itu huruf Jepang (kanji) tentunya kita ya ndak bakalan tahu, kecuali kita memang bisa menulis dan mengerti huruf Jepang, sebelumnya.

  3. Great information, jadi gak usah menelan mentah-mentah semua data yang masuk cukup pada pokok pokok pikirannya saja yang biasanya ada di awal dan di akhir tulisan, yang ditengah cukup di baca dengan speed reading.
    Thank’s God with your creation.

  4. bagus banget pak dhe keren bisa minta ijin juga buat aku tayangkan di blog saya.
    saya sebagai pengemar teknologi pernah juga buat program kecerdasan buatan di chip IC, memang betul logika otak kita tidak bisa di tiru dengan mudah. kita membuat program robot semisal dia tidak akan mengulagi kesalahan untuk kedua kali itu aja udah banyak rumit.

    salam kenal pak dhe

    darie

  5. Menarik pak dhe!!! Tadi yang di atas ada yang comment mengenai tulisan arab, sepertinya itu berlaku pula untuk huruf-huruf non romawi semisal kanji dan sanskerta ya…Kalo dari yang Pak Dhe utarain diatas data yang masuk ke memori itu dapat diperoleh dari membaca, mengamati, dsb. pokoknya dari panca indera lah, mungkin ga suatu saat data itu bisa dicangkokkan dengan menggunakan chip memory, seperti di komputer gitu…hehe..iseng nanya..Pak Dhe..gimana?

  6. MkSh..Tulisan Yg menrik.teruslah berkarya PAk E..
    BGinNi PAk E CumMA Skdr Commn sJa Yya biar tulisan’a Tmbh kERen nanti’a Ky KOmentr” diatas..

    salah satu’a…KrnA PAk E Sudah membHs SUatu Kjian Yg kY’a PAk E sDAh Mngerti BEtul Kjian PAk E mASuk dalam DispLIn ILmu Appa..YKni ‘MNgnai OTAk’ yg DI korelasikan dGn Cara Mnangkap iNformasi dalam ReflEksi Yg ada..
    tentu’a SMkin MEndalam Jika PAk E menjabarkan Dominasi OTAk Kita(teratur abstark-‘kah’,teratur konkrit dll),cara kerja otak kanan dan kiri,penjabaran sistem pengendalian diri(informasi) dari mulai memori sensoris ‘membaca’ suatu objk/data sampai masuk ke dalam memori jangka pendek yg dalam tahap ini rentan terjadi’a proses lupa terhadap data karena tidak pernah di panggil lagi data tersebut sampai pada
    LTM(long term memory) dalam data yg sudah masuk dalam memori jangka pendek..

    PAsti keren bgt tuu pak E,jika pak E jabarin..

    salah dua ykni..tulisan pak E inni-coba jabarin literatur” buku psikologi yg PAk E pake dalam tulisan inni… ,tulisana pak E sebuah intisari/sarian dari buku lain(biasa’a literatur asing) atau sebuah saduran? atau ‘pure’ murni gagasan PAk E yg pasti kentel dgn subjektifitas…

    salah tiga’a a/ saya telaah pak E membawa kata interview-pa ini dikhususkan untuk Melamar kerja atau…maksud saia psikotes…

    dan terakhir…tulisan’a touch our soul bgt…

    semua gagasan inni bsa ditanggapi dg positif karena ada’a komn ini karena gagasan positif…

    *best regards
    qalbi..Chears…n_n

    –> Duh Qalbi …. untung anakku masih remaja. Jadi ak dkit byk taHu pEnuLisn gaya sms ini. πŸ™‚
    Sorry aku bukan psikolog, hanya peminat psikologi. Banyak buku juga dirumah ttg psikologi perkembangan dll. Tp … ini tyulisan aku buat karena sedang ikut belajar “presentasi” di kantor. Ada bebrapa session dalam kursus ini yang menyinggung hal ini. Tapi aku ngga yakin siapa yang menemukannya. Saya yakin seorang “neuroscientist” yang sering aneh-aneh meneliti. Nah kalau dimodifikasi versi dongeng kayaknya kok asyiik gitu :p

  7. Siapa yg menyuruh otak membentuk jaring2 otot dan syaraf yg saling bersambung,dgn demikian kecil benang2 itu,semua tersambung saat penciptaannya? semua tercipta oleh khendak Allah…Tuhan semesta alam.

  8. benar-benar mahakarya sempurna dari sang maha pencipta. sampai sekarang manusia masih sampai pada taraf menciptakan ASIMO, the humanoid robot, dalam upaya untuk menirukan kesempurnaan mahakarya sang pencipta…

Leave a Reply