Apakah kapitalisme hancur karena tsunami ekonomi ini ?

24

Negara Amerika merupakan negara dengan sistem ekonomi kapitalis yang kuat. Bahkan sistem ekonomi kapitalis ini berkembang mendunia dan dikenal sebagai faham kapitalism. Tentunya anda tahu bahwa kapitalisme kali ini sedang diuji atau malah dilanda tsunami di tahun 2008 ini.
Apakah ini menunjukkan kapitalisme akan hancur ?
Bagaimana menurut anda ?
Mari kita uji analisa. Silahkan berikan komentar juga dibawah sana.

Tulisan terkait :

24 COMMENTS

  1. Nyuhun sewu, punten, Kapitalisme itu jual beli kertas, kertas makan kertas, seperti jeruk makan jeruk. Kuatkan tabungan anda dengan wang hakiki, dinar emas dan dirham perak. Trims ya pak admin.

  2. Ikut comment….. 🙂

    Tentang Krisis Ekonomi Global

    Berbicara tentang krisis finansial yang terjadi secara global sekarang ini memang tak lepas dari kesalahan sisetem liberal yang berbentuk derivatif, yaitu perdagangan surat berharga dalam bentuk kontrak. Bebasnya sistem derivatif ini yang membawa institusi keuangan kedalam jurang kehancuran.

    Bahkan Alen Granspan sendiri sudah meramalkan kehancuruan ekonomi abad 21 ini, tetapi dia tidak menduga bahwa dampak dari sistem derivatif ini sangat besar impact nya terhadap kerusakan ekonomi.

    Semua berawal dari sistem derivatif berupa obligasi dan penjaminan obligasi yang dikenal dengan CDO (Collateralized debt obligation) dan CDS (Credit default swap). Kedua jenis derivatif ini yang akhirnya memjadi lintah bagi liquiditas institusi finansial global.

    Tentang Sistem Kapitalis

    Sistem kapitalis yang membawa prinsip bahwa ekonomi sepenuhnya ditentukan oleh pasar sepertinya tidak mungkin, bahkan di negara berpaham kapitalis sekalipun. bahwa yang terjadi ketika sistem kapitalis ini mengalami krisis maka akan membawa dampak bahaya bagi kelangsungan bangsa, sehingga pemerintahnya akan ikut campur tangan untuk membantu memulihkan krisis dengan cara membailout kepada institusi finansial agar bisa terus berjalan. sebenernya cara ini lebih cenderung ke sosialis, tapi tetap saja digunakan oleh negara kapitalis.

    Dan akhirnya tetap saja yang ada adalah sistem sosio kapitalis…. alias kapitalis yang berpadu dengan sistem sosialis. dimana negara tetep akan berperan terhadap kelangsungan ekonomi pasar.

    Ini sudah terbukti di semua negara, bahkan di negara US yang penganut liberal pun tetep tidak bisa menganut sistem kapitalis murni.

    Salam,
    RoxaR

    http://www.roxar.wordpress.com

  3. Saat ini nilai rupiah per USD sedang terombang-ambing. Semoga segera kembali ke normal di angka Rp.9400/USD. Tapi apa mau dikata?

    Just hope for the worst and expect for nothing within these global crisis impact.

  4. Saat ini nilai rupiah per USD sedang terombang-ambing. Semoga segera kembali ke normal di angka Rp.9400/USD. Tapi apa mau dikata? Just hope for the worst and expect for nothing within these global crisis impact.

  5. Menurut saya (ya iya lah, masa menurut dia), kayanya ini bukan “tsunami” yang bersifat kejadian luar biasa (KLB) tapi lebih ke siklus ekonomi yang udah bagian dari sistem kapitalis itu sendiri.
    Jadi meskipun berdampak besar, tapi masih bisa diantisipasi dan dikendalikan sama yang punya permainan. Bukan pertama kalinya kan resesi ekonomi besar melanda sistem ini.
    Nah yang repot kita (Indonesia), karena ikut-ikut permainan yang bukan kompetensinya. Mental-mentul deh.
    It’s actually their game, not ours. We are just another playing field to them.
    *Halah… sok inglis.

  6. wis ora usah grusa grusu, koyo kandane’
    cak binggo.

    mbokyao, golek utawa menggali sistem
    dari dalam negeri sendiri,

    koyo tho; sistem sing di gawe ono ing Jowo,
    sumatera, kalimantan, sulawesi, papua
    lan liyan-liyane’.

    ora usah adhoh-adhoh nganggo sisteme wong liyan.

  7. KAPITAL=MODAL=SAHAM, Jadi KAPITALISME adalah paham yang mengandalkan kapital dalam bidang usaha dan kemudian dijalin menjadi lebih besar disebut sebagai Perekonomian.
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia; KAPITALISME=Sistim dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan di pasaran bebas. Sistim ini sudah berlangsung sejak dimulainya peradaban dan telah menimbulkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, serta menyebabkan adanya tuan tanah yang menindih si rakyat jelata. Hal terpapar diatas ditentang oleh Karl Marx dengan ideologi politik yang menghapuskan milik perseorangan dan menggantikannya dengan milik bersama, terkenal dengan sebutan Komunisme. Komunisme sukses di negara Uni Sovyet, China dll. sedangkan Kapitalisme bertahan di Amerika dan Eropa barat.

    Komunisme di Indonesia berakhir sejak Peristiwa 30-Sept-65 kemudian bidang usaha kembali berjalan dengan mengandalkan modal pribadi (kapitalisme) Contoh sbb: Membuka usaha dengan Modal(Kapital) 5jt, uang saya 3jt sedangkan 2jt lainnya saya dapat dari membuat surat saham (5 saham @ 1jt) membangun usaha menyewakan peralatan pesta di sekitar komunitas tempat saya tinggal dan dalam 1 Thn modal menjadi 6.2jt berarti keuntungan 6.2jt-5jt=1.2jt/thn berarti tiap saham=1.2jt/5=0.24jt/thn/saham keuntungan ini disebut DEVIDEN. Pemilik saham berarti ikut memiliki sehingga menikmati keuntungan yang diperoleh, sebaliknya ikut menanggung risiko jika terjadi kerugian.

    Karena banyak sekali perusahaan yang perlu uang sebagai modal maka jual beli saham dilaksanakan di institusi bursa, yang di Indonesia bernama BEI (Bursa Saham Indonesia) yang dipayungi dengan peraturan melalui instansi BAPEPAM-LG.

  8. Memang gara2 kapitalisme ini saya juga lupa bahwa bisa diskusi dan ngeblog dengan software microsoft , gak bayar lagi cuman ngopy
    kok ya kalo tau dari dulu ya, mending diskusi lewat kantor pos ya hikhikhik

    maaf kalo saya bohong

    Lali nak aku yo kapitalis micro

  9. Sistem ekonomi kapitalis di negeri ini bisa diganti dengan sistem ekonomi syariah apabila pemerintah memang berniat untuk menerapkannya.

    Pemerintah bisa memulainya dengan mengambil beberapa langkah sebagai berikut:

    1. Menggunakan emas (atau standard lain seperti perak, tembaga, dsb) atau mata uang (rupiah) -yang nilainya sesuai dengan jumlah emas yang dimiliki oleh seseorang- sebagai alat tukar. Misal: orang bisa menukar emas seberat 5 gram dengan Rp1000,00, dsb.
    2. Pemerintah bisa memutuskan hubungan luar negri yang bisa menyengsarakan rakyat banyak. Misal: memutuskan hubungan IMF, dsb.
    3. Pemerintah bisa mengurangi ekspor sumber daya alam vital ke luar negeri dan memfokuskan penggunaannya untuk kesejahteraan masyarakat. Misal: bensin baru bisa diekspor setelah semua kebutuhan masyarakat terpenuhi, dsb.
    4. Pemerintah bisa mengurangi impor produk dalam negeri untuk menghemat biaya impor barang, dan mulai mengembangkan unit produksi dalam negeri agar bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Misal: Hentikan impor beras, bantu petani mulai dari penanaman beras sampai penjualannya, dsb.
    5. Pemerintah harus keluar diri dari permainan bursa valuta asing agar nilai emas dan rupiah tetap stabil dan terhindar dari fluktuatif.
    6. Pemerintah harus menghilangkan sistem bunga dari sistem perekonomian negeri ini. Sistem bunga membuat nilai mata uang yang tadinya bernilai 5 g emas atau Rp1.000,00 menjadi Rp2.000,00. 5 g jadi 10 g, yang 5 g dari mana?

    Memang kebijakan di atas agak menghambat hubungan luar negeri indonesia, tapi hal tersebut merupakan cara efektif untuk mengurangi penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi.

  10. Menarik melihat bagaimana banyak rakyat Amerika semakin mendukung Obama (yang cukup sosialis) untuk jadi presiden ketika krisis ekonomi meruyak. Saya kira di masa depannya kapitalisme masih akan tetap bertahan, meski lebih dibatasi, diatur, dan diawasi oleh tangan pemerintah. So much for the invisible hand… 😛

  11. Kok kayaknya justru kapitalisme yang menjadi dalangnya yah?

    Yang pasti pihak2 bermodal besar tetap akan untung, saat kumpeni2 kecil dengan modal paspasan bangkrut n gulung tikar mereka bisa beli perusahaan2 tsb dg harga murah buanget, n beberapa tahun lagi dijual kembali dengan untung ber-ratus-kali-lipat… makanya kapitalisme tidak akan pernah hancur kalau diserang dari sisi ekonomi, wong dia penguasa ekonomi dan sistem keekonomian…

    kalau ada kesempatan coba cari film dokumenter nyentix yang judulnya Zeitgeist. Bagian awal filmnya agak aneh, tapi bagian kedua dan ketiganya banyak mengenai kapitalisme yang ternyata bukan hanya merongrong external tapi juga internally di USA sendiri…

    semoga berkenan..
    .Wayan Young.

  12. Tidak bisa dipungkiri sistem kapitalisme merekalah yang dapat menjadikan banyaknya orang-orang kaya itu berasal dari Amerika.

    Dan tidak bisa dipungkiri juga melalui sistem kapitalis inilah mereka menjadi penguasa ekonomi dunia.

    Tapi mungkin sistem sebagus apapun pasti ada drawbacknya…super komunis jadi pemalas…super kapitalis jadi bubble economy…

    Jadi sulit kalau mau bilang kapitalisme akan hancur….

  13. kapitalisame tidak hancur karena tsunami ekonomi, seandainyapun kapitalisme akan hancur itu lebih karena keserakahan dan perilaku menyimpang dari para penganut dan pelaku kapitalisme.

  14. Yang jelas kepitalisme gak akan sebebas seperti dulu tapi bisa dibilang menjadi setengah bebas, dulu amerika berkoar-koar bawha pasar gak perlu capur-tangan pemerintah, pasar bisa membentuk mekenisme sendiri tapi sekarang kita liat amerika menjilat ludahnya sendiri

  15. Dari diskusiku di rumah sebelah :

    Yang perlu dikritisi bukan basic system “bursa saham” tapi super-liberalnya market termasuk Kapitalismenya US yang harus dikritisi, dikoreksi dengan aturan-aturan lebih ketat oleh badan keuangan dunia, diregulasi sedemikian

    Nyuwun duko menawi lepat Pakde Rus.
    Mnurut saya justru problem utama dari sistem bagi-bagi kepemilikan bersama ada pada perdagangan “kertas saham” yang dikoordinir didalam bursa. Bahwa kapitalis itu menganut sistem berbagi rejeki dengan berbagi saham itu bagus, diawalnya. Itulah sebabnya saya menyebutnya “mulanya biasa saja”. Karena pada saat IPO nilai saham itu akan “sangat deket” dengan nilai kepertaan modal. Pada waktu awal inilah justru terlihat bagaimana kita yang bermodal cekak bisa diajak untuk “berkongsi” untuk memajukan sebuah usaha. Ya sudah semestinya sebagai pemegang saham pesertanya akan mengikuti perkembangan perusahaan yang dimodalinya.

    Namun kenyataannya harga saham pada saat IPO langsung melejit ketika masuk bursa. Kenapa sering melejit ? karena pada saat IPO itu semua mimpi-mimpi dari kemajuan perusahaan ikut dimasukkan didalam nilai jual-beli saham. (cmiiw). Dan mimpi-mimpi ini terus berkelanjutan sedemikian sehingga pergerakan sahampun sudah sama sekali tidak mengikuti perkembangan usaha awalnya. Namun justru perkembangan saham ini menjadi sebuah komoditi abstrak. Naik turunnya sudah sekedar supply demand dari kertas yang karena sangking banyaknya mimpi-mimpi yang mengikuti diplesetkan menjadi “kertas tahayul”. Lah wong pergerakan nilainya sudah lepas dari performance usahanya.

    Tapi saya ngga tahu kenapa bisa terjadi hal aneh juga. Ketika saham meningkat, maka perusahaan dianggap kredibel untuk meminjam uang ke bank. Bagusnya saham “dianggap” sebagai tolok ukur bagus tidaknya perusahaan. Nah seringkali ini dimanfaatkan oleh usaha yang “nakal” untuk meminjam bank dengan cara “mark-up” cadangan. Juga ngapusi besarnya cadangan supaya dapat duik dari pasar ‘kertas tahayul’ seperti yang terjadi di BreX dulu.

    Nah yang diatas itu sakjane masih saham asli, bukan yang derivatif atau bukan turunannya. Kalau perkembangan saham derivatif konon kabarnya emang bener-bener menjual belikan “kerta tahayul” yang tdk lagi berhubungan dengan sektor riil. Dan justru ini berkembang karena “si kertas tahayul” mulai
    diperjual-belikan di pasar bursa.

    Kalau saya kok malah berpendapat kapitalismenya sendiri pada awalnya ya baik-baik saja. Tapi kelanjutannya yang justru menyeleweng ketika menjadi sebuah jual beli kertas tahayul … eh maksudtnya menjadi komoditi di bursa saham,

    Nyuwun ngapunten nek istilah-istilah guyon tahayulan menjadi bumbu …. Kados tempe bosok. Nek didamel sambel nggih eco sanget, namung menawi tempe bosok kagem damel tempe mendoan …. Seperti Tempe busuk, akan enak kalau dimasak untuk sambel, tapi menjadi ngga sedap kalau dibuat tempe goreng. whaddduh !!

Leave a Reply