Di Malesa namanya Balik Kampung

14

Tradisi pulang ke kampung halaman saat lebaran bukanlah monopoli Indonesia saja. Negara-negara di Asia Tenggara yang dominasi penduduknya beragama Islam seperti Malesa dan Brunei juga mengenal kegiatan rutin ini.

Di Malesa disebut “Balik Kampung”. Tradisi ini bukan hanya buat kaum muslimin saja, bahkan penduduk Malesa yang bukan muslim-pun juga ikutan balik kampung.

highway
Kemacetannya juga tidak kalah dengan Indonesia

🙁 “Wah Pakdhe mau Balik Kampung juga rupanya ?”

😀 “Iya Thole sudah tiga tahun ini selalu berlebaran di KL, karena orang tua yang ingin merasakan suasana lebaran di negeri lain. Tahun ini gantian lah”

Kegiatan Balik Kampung di Malesa tidak berbeda dengan di Indonesisa. Mereka memang sama seperti di Indonesia karena diliburkan dua hari pada Hari Raya pertama dan kedua. Namun di Malesa masih belum ada tradisi cuti bersama. Namun tentusaja kemacetannya juga tidak kalah dengan di Indonesia.

Jalan di Malaysia memang banyak yang mulus, dan bahkan ada jalan toll yang memotong ujung utara hingga ujung selatan Peninsular. Jalan ini dikenal North-South Highway.

Penduduk Malesa yang paling padat ada di seputar Kuala Lumpur. Sehingga banyak penduduknya yang balik kampung ke kampung halamannya di Johor, Penang, Kelantan dan bahkan banyak juga yang balik kampung ke Sabah maupun Sarawak di Malysia timur.

Bagaimana dengan bus dan transportasi umum.

Penduduk Malesa ini hanya 20 juta atau 10% penduduk Indonesia. Itu saja yang 2juta adalah orang Indonesia, jadi penduduk malesa sendiri memang sedikit.

🙁 “Pakdhe, penduduk Indonesia yang 2 juta di Malesa itu termasuk pendatang haram ya ? ” Upst !

Walaupun begitu antrian serta keramaian di terminal Bus Puduraya di Kualalumpur juga sangat ramai dibandingkan hari biasa.

Tentusaja acara balik kampung ini juga diramaikan dengan masyarakat Indonesia yang pulang Kampung ke Indonesia, baik ke Jawa, maupun ke Sumatra dan juga pulau-pulau lain di Indonesia.

Bagaimana dengan angka kecelakaan ?

Sangat memprihatinkan sekali. Angka kecelakaan selama acara Balik Kampung di Malesa ini cukup banyak menelan korban. Walaupun penduduknya sudah banyak yang memiliki mobil sendiri, namun licinnya jalan raya yang mulus ini justru telah mengakibatkan banyak korban di Malaysia.

Tercatat di PDRM (Polisi Diraja Malaysia) pada tahun 2006 (228 kematian); 2005 (233 kematian) sedangkan 2004 (200 kematian). Angka ini jauh dibawah angka yang tercatat posko lebaran di Indonesia yang mungkin kurang dari setengahnya saja. Namun secara statistik hampir sama bahwa korban terbanyak kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Bukan angka yang penting …. satu kematian di jalan raya itu sudah terlampau banyak.

Jadi jangan lengah !

Selamat Idul fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Hati-hati di jalan …

dari Pakdhe dan Thole yang tahun ini akan mudik ke Jogja ….
Horeee !!!!

Balik kampung …. Woooo Balik kampung !

Kalau di Indonesia ada lagu “selamat hari lebaran …” … Kalau di Malesa Pssst ada lagu khas Malesa untuk Balik Kampung ini looh dengerin deh 🙂 

Sumber gambar :

14 COMMENTS

  1. Selamat lebaran yo Pakdhe.. posisi sy udah di kampung halaman nih.. Pakdhe pulang kampung ga? apa?!? tiket muahal?!?.. weleh..weleh.. 😛 😀

    –> Wah senengnya yang udah nyampai kampunk. Di Malesa ngga ada libur bersama, anakku masih sekolah. Jadi baru selasa mbalaik Jogeja ! 🙁

  2. Mudik yo mudik.. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin ya pakdhe 😀 (ayda&wawan)

    –> Ya sama-sama Selamat Idul Fitri, maaf zahir dan bathin 🙂

  3. Kenapa sih mas Vicky selalu menulis Malaysia sebagai Malesa?

    –> Ah ini cuman guyonan saya dengan kawan Malesa yang selalu memanggilku orang Indon. Tapi kita nyantai aja kok 😛

Leave a Reply