Masih soal perususuan – Mengukur Protein atau Nitrogen ?

3
Melamine C3H6N6

Banyak pertanyaan yang senada :

  • Apakah susu lokal tercemar ?
  • Produk susu apa yang harus dihindari ?

πŸ™ “Lah hiya ta Pakdhe. Apa ya trus ngga bole minum susu ?”

πŸ˜€ “Ya wis sekarang dipikir bareng-bareng saja, thole”

Susu produk China yang dicampur dengan melamine ini merupakan susu yang banyak dipakai oleh produsen makanan olahan dimana susu tercemar selanjutnya diapaki sebagai bahan baku. Mereka (penghasil susu bahan baku ini)Β  mencampur melamin karena dengan “pengenceran” yang mereka lakukan akan mengurangi kadar atau prosentase kandungan protein. Penambahan melamin ini tentusaja untuk mengelabuhi laboratorium dari pabrik-pabrik yang memanfaatkan produk susunya untuk diproses lanjut sebagai makanan lainnya.

Section of a protein structure showing serine and alanine residues linked together by peptide bonds. Carbons are shown in white and hydrogens are omitted for clarity.
Protein dengan struktur yang sangat kompleks

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa “cara termudah” untuk mengukur atau menghitung kadar atau kwalitas susu adalah dari kandungan proteinnya. Namun karena mendeteksi protein itu tidak mudah, maka yang dideteksi oleh lab sederhana ini adalah mendeteksi kandungan nitrogennya. Tentusaja laboratorium milik pabrik menggunakan cara sederhana ini, kan ?. Kalau saja dia mendeteksi dengan caraΒ  sederhana hanya melihat kandungan N saja tentusaja akan terkecoh bukan ?

Cara deteksi ini disebuh dengan nama “Kjeldahl TN method“, yaitu cara mendeteksi kandungan protein dengan melihat Total Nitrogen (TN) yang ada dalam bahan. Salah satunya banyak dipakai dalam laboratorium untuk melihat kandungan protein dalam urine di lab kesehatan. Ini memang metode yang paling sederhana.

Untuk produk makanan tentusaja metode sederhana ini tidak tepat (mudah dikelabuhi) harus dilakukan dengan mengukur True Protein Nitrogen (TPN).

Pengecekan terbaik mestinya oleh produsen makanan berbahan baku susu.

http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2006/08/allergies310806_228x239.jpg
Susu segar dengan botol kaca

Yang lebih penting diketahui adalah bahwa susu ini merupakan bahan baku untuk produk makanan lain seperti eskrim, permen, keju, dll. Disinilah letak permasalahan lanjutan yang harus diperhatikan. Produsen-produsen makanan berbahan baku susu harus mengecek bahan baku yang dipakainya.

Dengan demikian,akan lebih baik apabila produsen makanan berbahan baku susu ini yang melakukan pengecekan sendiri. Sehingga produknya akan dinilai aman bebas melamin. Dan tentusaja kalau ini dilakukan sendiri oleh produsen berbahan baku susu akan menjadikan produknya laris, kaan ? Jadi tidak harus POM atau pemerintah saja yang melakukannya.

Saat ini banyak produk-produk yang akhirnya diketahui merupakan produk yang menggunakan bahan baku susu yang tercemar. Hal ini yang harus diperhatikan. Produk-produk makanan inilah yang jumlahnya cukup banyak. Karena mereka menggunakan produk susu dari China yang harganya lebih murah.

Susu lokal lebih aman ?

Barangkali saja susu segar produk lokal akan lebih aman kalau ditinjau dari sisi pencemaran melamin ini. tetapi harus diingat bahwa kualitas susu tidak hanya dilihat dari kadar pencemaran melamin. Kebersihan pemerahan (faktor higienis) dari proses pengolahan susu juga harus diperhatikan. Pengoplosan dengan air juga harus diperhatikan.

πŸ™ “Wah, Pakdhe. Kalau gitu lebih enak produk lokal kan ?”

πŸ˜€ “Ya, asalkan ditangani higienis serta pengoplosannya tidak terlalu banyak, maka produk lokal harus diutamakan”

3 COMMENTS

  1. saya setuju dengan pakdhe seharusnya yang memeriksa itu adalah produsen makmin yang berbahan dasar susu karena kalau untuk mengetahui ada tidaknya melamin harus memakai alat Mass Spectroscopy entah itu LC-MS atau GC-MS yang mahal biaya operasionalnya, kalau diserahkan pemerintah kita yang cekak uangnya bakalan banyak yang luput.

  2. Masalahnya kalo susu asli (tanpa pengolahan) kan hanya baik dikonsumsi dalam waktu terbatas alias harus diminum saat ini juga. Jadi ga bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Terlebih lagi sebenarnya tidak disarankan untuk mengkonsumsi susu sapi yang segar langsung tanpa melalui proses minimal Pasteurisasi. Karena produksi susu sapi segar di Indonesia rata2 jumlah total mikrobanya atau Total Plate Count (TPC) masih di atas 10 pangkat 6 bakteri alias 1 juta bakteri. Sedangkan berdasarkan ketentuan dari Codex susu (lupa nama lengkapnya) dan SNI, susu maksimal hanya boleh terkandung jumlah total bakteri 10 pangkat 6. So, agak susah kayanya kalo ngarepin minum susu segar ala di Barat kaya di Amerika or Inggris. Kecuali sudah dilakukan proses Pasteurisasi terlebih dahulu

    Memang benar penilaian protein paling mudah hanya melalui Total Protein (kadar Nitrogen) saja, bukan Total Protein Sebenarnya. Masalahnya waktu yang dibutuhkan untuk proses penilaian tersebut jauh lebih lama dan prosesnya pun lebih rumit, juga biaya yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan dengan penghitungan nilai nitrogen. Apalagi melihat produksi industri susu dan sejenisnya yang banyak dalam sehari, sehingga membutuhkan penilaian yang cepat dan secara geneeral. Karena itulah digunakan uji Total N tersebut. Kalo pemalsuan dengan penambahan air, formalin, pati (starch) dll pada susu dapat dikenali dengan mudah melalui uji laboratorium sederhana

    hah, keluar deh materi kuliah susu yang gw dapet di Fapet hehehehehe

  3. menurut gw, susu asli habis diperah yg suka diedar di kampung2 bisa jadi lbh sehat. tinggal di rebus api sedang, di konsumsi max 2 hari, tanpa pengawet, sehat..

Leave a Reply