Gempa Skala 9 di Sumatra, Issue lama yang selalu berulang

27
monyet.jpg
Jangan kagetan kena issue !!!

Mungkin ada yang risau dengan beredarnya issue gempa yang akan terjadi 17 September 2008. Benerkah ?

Mestinya anda sudah hapal dengan ciri-ciri email yang benar yang pernah ditulis disini sebelumnya.

Tulisan-tulisan senada dengan ini sudah ditulis sejak tahun 2006. Coba baca-baca tulisan yang mirip itu disini :

Jadi issue itu sudah di”re-cylce” atau di daur-ulang berkali-kali sejak beberapa tahun yang lalu. Pemicunya memang Tsunami Aceh yang memang menggetarkan dunia.

Yang lebih penting lagi baca yang dibawah ini dulu sebelum kamu bener-bener harus mengungsi ataupun melakukan sesuatu atas berita ramalan gempa. Baca artikel ini Jangan berikan prediksi ! Tapi berikanlah pengetahuan !

Lebih berbahaya di jalan raya, hati-hati saat mudik nanti.

Ingat kemungkinan anda terkena bencana gempa jauuuh lebih kecil ketimbang mengalami musibah kecelakaan di jalan raya. Artinya dari pada membuat panik lebih baik memberikan pengertian yang benar dan memberikan mental kewaspadaan. Bayangkan bila email diatas membuat panik seluruh kota, saya yakin korban akan jauh lebih besar daripada hanya karena tsunami atau gempa.

Dongengan yang perlu dibaca :

27 COMMENTS

  1. alam udah jenuh dengan tingkah polah manusia,yang berpikir dan bertindak melebihi tuhan.contohnya babi yang ciptaan tuhan dibilang haram ,berarti manusia lebih hebat dari tuhan karena berani mengharamkan ciptaan tuhan.lalo ada gempa biarin aja ,itu kan udah kehendak tuhan .manusia toh enggak bisa berbuat apa apa.

  2. Walah,bung albertus disini kok malah nyebarin mistik. Bukankah artikelnya bung Rovicky pd dasarnya untuk menghindri hoax?! Anda kok mengungkap ramalan fatima

  3. ehm,,kayannya rahasia fatima ke 3 juga bakal nyata yang berbunyi..ada seorang besar yang matinya secara tidak wajar!! dimungkinkan ini adalah presiden amerika “bush”..ato malah pope “benedict XVI” ato siapa yang lain..pokoknya kalau tu bener udh siap2 banyak doa sajalah,,karena hujan es akan segera berjatuhan bagaikan mata anak panah yang ta kunjung berhenti

  4. Ada suatu contoh bagus yang bisa kita teladani yaitu upaya yang dilakuakan bangsa Jepang dan beberapa negara lainnya. Apa yang dilakukan bangsa jepang jelas telah teruji hasilnya dari berbagai bencana yang telah menimpa negara ini, misalnya peristiwa gempa tahun 2007 dengan skala 6,9 korban meninggal hanya 1, jumlah yang luka-luka dan rumah rusak hanya beberapa saja. Bandingkan dengan gempa Yogya jawa tengah dengan skala 5,9 korban meninggal lebih dari 6000 orang, luka-luka ribuan orang dan rumah rusak lebih dari 300 ribu rumah. Jepang sudah melakukan banyak penelitian tentang bencana baik sebelum, saat maupun sesudah terjadi sehingga bisa mengurangi risiko sekecil mungkin, diantaranya dibuat berbagai alat peringatan dini dan mewajibkan rakyat Jepang belajar mengenal, memahami dan mengetahui tata cara menghadapi bencana. Jepang memasukkan bencana dalam kurikulum sehingga rakyatnya sudah sadar sejak belajar di taman kanak-kanak.
    Pemerintah mestinya malu melihat kenyataan ini, tetapi ternyata tidak. Saat terjadi bencana korban masih berjatuhan. Mungkin nyawa rakyat kita belum ada harganya

  5. ya,
    hidup di Padang, Mentawai dan Bengkulu memang butuh keberanian besar saat ini. Kami yang di Padang, apalagi ini di dkt laut, kalau gempa agak kencang, langsung warga keluarkan mobil dan kabur. Sebenarnya kami di sini sangat was-was, rumah2 di skt laut sdh pada kosong dan dijual murah. Rumah2 di atas bukit sdh banyak berisi dan tampak ramai. Selebaran2 rumah dan ruko, pasti mencantumkan bahwa daerha mereka bebas tsunami. Sdh mulai banyak baliho2 dan poster2 tetang waspada gempa dan tsunami.

    Sang Khaliq akan memberikan yang terbaik pada umatnya, jikalau itu yang terbaik, mengapa tidak kita jalani dengan sabar dan tabah???

  6. Gempa bagian dari dinamika alam yang sangat dibutuhkan

    Sebuah kenyataan yang harus diingat dan harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa secara geologis dan klimatologis Indonesia banyak kejadian alam yang sudah berlangsung jutaan tahun yang lalu sebelum manusia ada. Pertumbuhan penduduk meningkat tajam sehingga kebutuhan papan, sandang dan pangan semakin meningkat diringi peningkatan kemampuan akal manusia sehingga kebutuhan tersebut menjadi meningkat berlipat-lipat. Misalnya kebutuhan papan yang semakin luas akibatnya terjadi perambahan dan mendekati kawasan yang rawan kejadian alam, atau tidak mengetahui (karena tidak diberitahu) atau karena terpaksa menempati atau karena memang nekat siap menanggung risiko. Karena sudah bersentuhan dengan manusia dan aktivitasnya maka peristiwa alam berubah menjadi bencana.
    Peristiwa alam seperti gempa, tsunami, gunung meletus, gunung lumpur lapindo, longsor, banjir, hujan badai, kilat, angin puyuh, kekeringan, serangan hama, serangan virus dan lainnya merupakan peristiwa alam yang harus terjadi dan akan terus terjadi sebagai bagian dari dinamika alam. Masing-masing mempunyai manfaat dengan skala, kadar, kekuatan dan periode ulang yang sudah tertentu. Masing-masing mempunyai manfaat terhadap satu dengan lainnya untuk menjaga keseimbangan bumi-atmosfer bahkan mungkin juga untuk menjaga keseimbangan alam. Apa manfaat gempa, tsunami, gunung meletus, longsor dan lain sebagainya terhadap alam, suatu penelitian yang menarik untuk diungkap dengan seksama.
    Kalau kita tidak tahu maka sering kita menanyakan (mengguggat) kepada Allah SWT, uUntuk apa Allah SWT menciptakan peristiwa yang membawa bencana tersebut? Apakah Allah sudah tidak suka dengan makhluk ciptaanya sehingga harus dimusnahkan? Apakah untuk menunjukkan kekuasaan Allah? Apakah hanya untuk menakuti-nakuti manusia? Apakah untuk menghukum umat manusia? Apakah untuk memperingatkan manusia? Atau apakah ini merupakan ayat Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia?. Sebuah literatur kuno yang sangat dipercayai kebenarannya oleh umat Islam menyebutkan bahwa “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Al Qur’an, Surat Ali Imron, 190-191). Seandainya kita umat manusia, khususnya umat dititipi Al Qur’an membaca, melihat, mengamati, mengukur, meneliti, dan mencatat setiap aktivitas atau perubahan peritiwa alam siang malam sejak dulu maka kita bisa memahami dan bisa menciptakan kearifan yang akan melindungi umat dari bencana.Mereka tidak hanya berdoa tapi melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan mereka. Mereka tidak akan percaya pada isu yang menyesatkan

    Manfaat gempa

    Saat sebelum terjadi gempa (saat lapisan kulit bumi meregang/strain dan mulai retak-retak) terjadi pelepasan energi gelombang dan radiasi elektromanetik (EM) yang akan menembus lapisan kulit bumi menuju kepermukaan bumi menuju ke angkasa. Saat terjadi gempa ada pelepasan energi gelombang gempa dan pergeseran. Energi gelombang ini akan berjalan menembus, teredam dan berubah menjadi energi panas, tekanan dan lain sebagainya. Gelombang ini akan memperbaiki, merusak, memperkuat, memperlemah dan merubah bentuk partikel batuan yang dilewatinya.
    Salah satu manfaat energi gelombang yaitu peranannya sangat penting di dalam astenosfer karena gelombang gempa berubah menjadi tekanan, menjadi panas dan menjadi energi kimia sehingga akan mengaktifkan kembali magma yang ada di dalam atmosfir. Magma yang aktif akan mengaktifkan elektromagnetik bumi yang berfungsi untuk membelokkan pancaran radiasi matahari yang menuju ke bumi. Magma yang aktif akan menyebabkan aktivnya gunung api untuk mengeluarkan material dan gas yang sangat dibutuhkan permukaan bumi dan atmosfir.

    Kita di Indonesia harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan gempa tanpa pilihan yang lain. Ingat saat terjadi gempa kita tidak panik, tetap tenang, merunduk dan melindungi kepala setelah gempa berhenti segera lari keluar ke tempat terbuka.

    [email protected]

  7. halah… ternyata berita bohong to…?
    di milis yg saya ikuti memang ada postingan tentang itu.
    saya forward deh berita ini ke mereka, mudah2an bisa mencerahkan, mohon ijin… thanks

  8. Ooh..ternyata hoax to? baru tahu saya…tapi setidaknya kita bisa waspada aja ya..hehehe..

    Oiya, tadi abis baca berita di Yahoo tentang gempa bawah laut di Asia. ini linknya…mohon tanggapannya..thanks.

  9. Emang beberapa kali dapet forward’an email kayak gitu. kerjaan orang iseng. biasaaa…

    Saya yang tinggal di sumatera tenang2 aja. Teman yang di Padang secara teratur sering dapet gempa juga tenang2 aja.. Malah anak2 sekolah di sana kesenengan kalo ada gempa,,soalnya pulang cepet. hehe…

  10. yups, sepertinya sih yang pertama bikin isunya di internet itu ada di salah satu forum terbesar di Indonesia.

    saya sudah mencoba mengcounter habis-habisan postingan tersebut tapi nampaknya masih banyak juga yang termakan.

    *saya gak ngerti soal gempa lho pak, saya counternya cuman gara2x di beritanya bawa nama-nama CNN, terus saya obok2x situs resminya CNN tetep gak nemu* 🙂

    ~salam kenal~

  11. iya neh……banyak bgt yg kirim email ke saya ttg akan gempa 17/9/08 ini…….mumpung hari H nya besok…kita sama2 tunggu aja, karna pernah informasi yang dulu membuat warga padang mengungsi….tp ternyata hanya issu……apa sih yg di cari sama penyebarnya yaa

  12. Pak Dhe Rovick,

    Baru² ini saya “denger² dari BBC” ada ilmuwan Amrik yang menemukan fenomena waduk air raksasa di bawah kerak bumi. Kalo gak salah, mereka menamakannya “Beijing Anomaly”.

    Nah, apakah berita ini benar adanya? Gimana menurut Pak Dhe?

  13. Asslm…kemungkinan gempa di sumatera mah bisa tiap hari, cuman skalanya g sebesar y diprediksi “hoax ” ini. Maksih pak dhe, postingan ini mau aku sebarin ke milis, abis bingung mo jelasin gimana…

Leave a Reply