Medali Emas dan Nasionalisme

22

flag-indonesia.gifBeijing 2008 Olympic GamesAh ikutan ngomongin nasionalisme lagi ah. Mumpung masih dalam swasana ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 63.

Hampir setiap tanggal 17 Agustus selalu saja gegap gempita meneriakkan MERDEKA di lapangan, dan dalam diskusi sering dmulai dengan apaan sih merdeka, dan apa itu nasionalisme. Dulu (tiga tahun lalu) pernah nulis tentang makna merdeka disini  Apaan sih merdeka ? (baca dulu gih !). Nah sekarang ngomongin nasionalisme, dari sisi orang yang kebetulan sedang di luar Indonesia.

🙁 “Wah MERDEKA Pakdhe !”

HOREE EMAS !!

http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/44930000/jpg/_44930772_4cb07e05-8b88-45bc-8da8-091903abe97d.jpgKebetulan saja malam tadi pas tanggal 16 Agustus 2008 ada pertandingan final Badminton di Olimpiade Beijing 2008.

Terimakasih Markis/Hendra.
Dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (16/8/2008), Markis/Hendra menang melalui pertarungan sengit sepanjang tiga set. Ganda kebanggaan Merah-Putih itu menang dengan menegangkan 12-21, 21-11 dan 21-16.

Rasa degdegan, rasa was-was dan rasa pingin Indonesia menang sangat terasa. Temen-temenku di Kuala-lumpur juga banyak yang saling tukar menukar info lewat mailist, sms, dll. Banyak yang memberikan komentar tentang pertandingan ini. Sangat terasa bahwa ” RASA NASIONALISME ITU MASIH ADA”.

Ya … banyak ragam manifestasi dari fenomena rasa nasionalisme. Boleh saja kita memberikan makna nasionalisme sebagai sebuah tindakan nyata, bisa juga rasa nasionalisme sebagai sebuah kerinduan ataupun harapan. Banyak yang memberikan makna nasionalisme dengan keikutan upacara bendera. Apula yang lebih mementingkan dalam pembelanjaan produk Indonesia. Semua tidak salah, semua benar menunjukkan arahan hatinya ke negara Indonesia.

Aku hanya memberikan arti yang termudah saja. Bahwa “rasa kekhawatiran” dan kegundahan hati akan apapun yang terjadi dengan Indonesia, itupun masih merupakan tanda-tanda nasionalisme itu masih ada.

Syukur

Ada yang sangat mengharukan ketika siang tadi di Kompleks Apartemenku dulu. Kami melakukan peringatan ini segala kemampuan yang ada. Bukan seadanya, namun ini menunjukkan bahwa dimanapun, kami masih risau dengan Indonesia.

Karena tidakmudah memperoleh bendera maka kertas putih dengan diwarnai menjadikan lambang kecintaan. Tentunya bukan karena malas atau ngga kuat beli looh. Namun apapun karena disiapkan hanya dalam sehari, peringatan 17-an kali ini cukup mengesankan. Dalam satu kompleks yang dihuni sekitar 20 keluarga Indonesia ini masih mampu menyelenggarakan acara khusus.

Khusus menyambut 17 Agustus, seperti tahun-tahun sebelumnya. Lengkap dengan menyanyikan Indonesia Raya, berdoa/bersyukur, lomba-lomba dan santapan menu Indonesia.

Syukur

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan

…. …. ….

Selain acara lomba-lomba peringatan ini diakhiri dengan santapam menu Indonesia. Lengkap dengan bakwan sayur, lumpia, sate lontong, juga bakso dan tak lupa …. kerupuk !

Selamat ulang tahun Indonesiaku

Lomba Makan Krupukkk !!! kri ... kri ... kri ukkk
Lomba Makan Krupukkk !!! kri ... kri ... kri ukkk

=

=======

22 COMMENTS

  1. om, wak, tante, ,,,,,,,,,,,,,,
    krimin nama2 atlet indonesia yang mendapat mendali emas…..!!!!!
    cpat ya om wak, tante,….
    dani pengen skrang coz sok di kmpul tugasnya…………….!!!!
    plis ya …….

  2. Tapi kemarin sy liat di TV ada anak pemenang catur internasional, terlantung-lantung di jakarta gak dibiayain untuk pulang dari undangan hadir di peringatan HUT RI di jakarta..


    –> Betul sekali, banyak cerita buruk tentang Indonesia. Kalau kita konsentrasikan yang buruk, maka gambar buruk yang ada. Kalau kita konsentrasikan ke yang bagus, maka baguslah gambaran Indonesia.
    Saya selalu bilang :
    Telling the truth is important
    Telling the positive is better !!!

  3. Alhamdulillah . . . . Akhirnya Indonesia Pulang bawa EMAS, hampir aja pulang Lesu . .. betapa Sulitnya pulang bawa Emas ya?
    POKONYA BAHAGIA DAH . . . Urusan MALAEHSIA mah . .. biarin aja, ntar juga.Pingsan Sendiri, hihhihihi . . salam kenal.terimaksih di izinkan mampir

  4. Hikk..hekkk…hekkkk….
    Pernah denger INDIA?
    Indonesia, ya pasti kite-kite mikirin perut dulu.
    Pernah lihat olahragawan jadi bintang iklan di seluruh media untuk jangka yang lama? Paling CSR perusahaan rokok. He..he…
    Mengapa kita nyuekin Ade Rai padahal, kandidat Mr Universe itu.
    Lihat mantan juara-juara olahraga bahkan tingkat dunia. Seperti veteran kita saat inilah kehidupannya.
    Kita terlalu ‘rasis’ dan ‘birokratis’ dalam semua hal.

  5. Kadang saya berpikir “kenapa Indonesia dengan rakyat 200 juta lebih, belum mampu banyak bicara di pentas olahraga sedunia?” tanya kenapa ??
    Tapi kita tetap harus bersyukur Markis/Kido bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia.

    –> Lah aku mbalah heran, Amrik yg penduduknya ratusan juta juga bisa menduduki rangkin kedua di Olympiade hanya karena satu orang. Satu orang Phelps dengan 8 medali emas !

  6. horay.. horay..
    Indonesia memang hebat.
    tahun ini nggak ada yang spesial yang saya lewatkan dalam rangka 17an. bahkan saya tidak sama sekali mengikuti detik2 upacara bendera sekalipun lihat TV.

  7. Salam
    Akh…sangat bangga sayah..indonesia masih punya gigi..ya..ya..kerisauan itu selalu ada Pakde, itu ngomong2 lagu Syukur itu selalu bikin saya berkaca-kaca apa itu nasionalisme juga yak 😀

  8. bener ga niy, katanya tv malesa tidak menyiarkan acara ini ya ? katanya juga malesa tidak memberitakan kemenangan indonesia di koran-korannya. Apa iya pakdhe ?

    –> Bukan gitu. Acara pertandingannya diputus sehingga acara pengalungan medali dan pengibaran Sang Saka Merah Putihnya tidak ada. itu di ASTRO, bukan TV malaysia loo. Memang di koran-koran Malaysia sedikit memberitakan soal kemenangan Indonesia ini. MUngkin mereka menunggu final tunggal putra.

Leave a Reply