Generasi mana kamu ?

13

Perubahan dunia kalau dilihat dalam 50 tahun terakhir ini terutama pada tahun 1970-an. Kmarin yang aku tunjukin dengan peningkatan jumlah penemuan minyak di South East Asia di seminar IATMI-KL di KBRI bulan lalu itu ternyata tidak hanya perminyakan.

Gambar yang saya tunjukkan seperti dibawah ini :

Minyak dan kesuksesan si Baby Boomer

Disebelah ini memperlihatkan penemuan minyak dan gas di Asia tenggara sejak tahun 1900 hingga 2005. Terlihat ada lonjakan penemuan pada tahun 1970-1980. Pada tahun itu tentunya dikerjakan oleh mereka-mereka yang lahir sekitar 25-35 tahun sebelumnya. Atau lahir sekitar tahun 1945-1960an. Mereka adalah generasi “Baby Boomer“.

Hampir semua perkembangan dan kemajuan dunia ini sangat terlihat pada tahun-tahun itu. Ntah dimanapun, ntah siapapun pemimpinnya. Namun kalau dirunut-runut balik, pada tahun itu adalah tahun-tahun generasi Babby Boomer sedang berkiprah. Generasi BB ini adalah generasi yang lahir pasca perang PD II (1945-1960). Setelah perang dunia II, banyak orang yang balik kampung dan “berreproduksi” … upst maksudte banyak yang trus punya anak… 🙂

image_birthratechart_stretch1
Generasi Baby Boomer ini-lah yang mungkin paling berperan dalam merubah “wajah dunia” hingga menjadi seperti saat ini. Mereka generasi kerja. Berbeda dengan generasi-generasi berikutnya. Aku sendiri masuk Generasi X (lahir 1960-1980). Generasi paling sedikit adalah generasi kelahiran sekitar tahun 1975. Di Indonesia waktu itu sedang galak-galaknya Keluarga Berencana, jumlah anak rata-rata hanya dua :).

Kalau menengok hal diatas, sepertinya perubahan dunia ini tidak semata-mata dipimpin oleh siapa, bukan hanya politik saja. Tetapi perubahan global ini lebih pada kondisi regionalnya, siapapun pemimpinnya mungkin dibelahan dunia manapun menjadi mirip perjalanan sejarahnya. Kalau yang sedang beruntung ya tentusaja seolah-olah si Pemimpin akan mencatat dan menorehkan perjalanan sejarah dunia. Soeharto, Mahathir, Leekwan Yew juga beruntung sedang memimpin waktu itu, karena dunia saat itu sedang dimanjakan oleh kemajuan teknologi.

Btw, yang lebih menarik juga adalah bagaimana selanjutnya ?
Anak-anak yang lahir (1982-2002) sudah jauh berbeda dengan generasi sebelum-sebelumnya. Saya yang masuk generasi X (lahir tahun 1961-1981) dan generasi sebelumnya selalu berkata dan konsen soal disiplin, taat aturan, terstruktur, terkontrol dan sebagainya. Tetapi kalau ngeliat generasi-generasi baru saat ini (termasuk anak-anak saya), mereka sudah jauh beda konsen dan cara kerjanya. Kalau lihat kantornya Google yg penuh dengan “mainan/game” kita sudah bisa ngeliat bahwa generasi mereka adalah generasi easy going, loose, nyantai dsb. Saya dan kawank-kawanku yg berusia sekitar 40 tahun ini masih bisa menggunakan mouse, tetapi bapak saya dan kakeksaya pasti kebingungan menggunakannya, dilain pihak anak-anak muda saat ini sudah jauh menggunakan Joy Stick 🙂

Secara umum generasi-generasi itu seperti dibawah ini:

Builders (1901-1924) Silent (1925-1942) Boomers (1943-1960) Generation X (1961-1981) The Millennial Generation (1982-2002)
The greatest generation The sandwich generation The love generation Slackers Google generation The gamers generation
The dying generation The Depression generation The me generation The twenty/thirty somethings The MySpace generation The internet generation
The beat generation Regan generation Trailing-edge boomers The generation after The MyPod generation Zeds/Zees
The booster generation The beatniks Leading-edge boomers iGeneration New silent generation
The war generation The hippies The gap generation Spoiled generation The corporation generation
The hero generation The lost generation The latchkey kids The connected generation Generation vista
The seniors Breakthrough generation Generation X men/women Generation whY The neo-Disney generation

Generasi pembangun yang lahir 1901-1924, ini katanya generasinya orang “perang !“. Ya, masakecil mereka (1914- 1918 ) sedang terjadi Perang Dunia I. Biasanya generasi ini suka dengan kepahlawanan. Kalau kamu suka dengan pahlawan-pahlawan, barangkali kamu masih membawa ‘darah’ generasi ini.

Si Pendiam

Generasi pendiam (silent) adalah mereka yang lahir 1925-1942). Ini generasi yang lahir sebelum PD II. Nah barangkali generasi yg sebelumnya masa kecilnya di’hibur’ dengan PD I ini yang juga mencetuskan PD II. Karena pada saat PD II mereka sedang dalam usia produktip 🙂

Generasi pencari (google)

Generasi baru milleneal atau generasi google 😉 Ya generasi ini tentunya generasi yang ngertinya internet, walau belum seluruhnya mengenyam, tetapi bagi anak-anak yang mengikuti perkembangan jaman tentunya sudah mengenal internet. Yaang belum kenal internetpun pasti paling enggk mengenal video game PS-2 atau Nitendo. Perkembangan ini tidak hanya mempengaruhi mental tetapi juga cara kerja.

playful meeting rooms at zurich google office

Generasi dolanan (Game)

Anak-anak generasi baru ini sangat suka dengan game (permainan), salah satu akibatnya adalah kebiasaan melakukan coba-coba, trial-error. Lah wong biasanya kalau kalah ya  tinggal direset, trus jalan lagi. Tidak takut mencoba tetapi juga tidak pernah rapi. Cara kerja mereka nantinya adalah banyak melakukan simulasi. Detail planning bukanlah sebuah langkah yang tepat, karena merasa bahwa perubahan toh sangat cepat. Dan akhirnya mereka kebanyakan dituntut untuk quick learner (cepat belajar).

Salah satu yang terlihat dalam era generasi Google ini adalah yang penting ide baru dan sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya, konsekuensinya adalah tidak suka menata rapi. Dahulu jaman kakek buyutnya suka sekali dengan menata sesuai urutan abjad (alphabethic), namun saat ini sudah banyak yang melakukan dengan cata “tagging“, atau memberi tag sebagai bahan katalognya. Dahulu mencari buku di perpusatakaan harus melihat katalogue dahulu yang urut abjad, saat ini langsung dengan mesin pencari… langsung sret !!

Gambar disebelah ini adalah kantornya Google di Zurich. Kata GMail adalah :

Don’t Sort, but search !

Dimata mereka sepertinya ndak penting adanya aturan baku, urutan, sekuen … dll. Mereka akan terbiasa dengan data “acak adut”. Yang penting bukan urut abjad, tetapi “tag“ging.

Tidak perlu diurutkan yang penting mudah diketemukan !


13 COMMENTS

  1. Apakah sistem pembagian generasi ini diterapkan juga di indonesia? atau kita punya sistem sendiri? saya sedang melakukan riset tentang generasi muda seluruh dunia. jadi informasi ini sangat penting bagi riset saya, mohon di bantu.

    Thanks!

  2. kang menarik sekali bahasan tentang perbandingan generasi oh iya… itu kan pak dhe membahas dari segi generasi pembangunan (Positif) nah generasi positifnya gimana misal etos kerja , dan potensi KKN!!!!

  3. Salam
    Arrgh milennial dong pakde yang gandrung inet, tiada hari tanpa buka inet..duh candu baru nie kayaknya, tapi lebih bagus dong daripada narkoba 🙂

  4. saya sama. jeleknya kaya gaya2 milenial..trus urusan produksi..berasa kaya generasi silent…alias pemalas…hmm…suka musik yang generasi babi boomer…hla..saya ini masuk mana..:((

Leave a Reply