Kebijakan Energi Nasional (PP 05/2006) Yang Terasa Jadul – 3

10
Model proyeksi proporsi energi primer tahun 2025

Jadi mestinya gimana pakdhe … kira-kira revisi apa yg perlu dilakukan nih ?? apa musti dirombak total??

๐Ÿ™ “Nah loe Pakdhe. Kalau bisa mengritik mestine juga harus bisa mengusulkan. Jangan waton suloyo !” ๐Ÿ˜›

๐Ÿ˜€ “Haddduh … kan udah ada yang bertugas, Thole !. OK deh kita buat rekaan sebagai mainan. eh Ini hanya rekaan sebagai gambaran saja ya”

Ya wis,
Kita pakai saja gambaran apa saja yang sudah ada saat ini.

Merombak atau merevisi kebijakan bukan perkara mudah. Yang pasti bukan lewat Blog ๐Ÿ™‚ . Namun saya coba saja bagaimana dengan menggunakan media internet ini kita manfaatkan untuk memberikan masukan. Perubahan kebijakan akan terjadi atau tidak itu bukan masalah. Proses pembelajarannya yang ada disini ini jauh lebih penting ketimbang perubahan kebijakan itu sendiri. Kebijakan bisa tidak berubah, tetapi pembelajaran harus tetap terjadi.

Apa yang pernah terjadi selama ini ? Pembelajaran dari masa lalu.

Produksi dan pemanfaatan sumber energi (batubara, migas dimasa lalu tentunya merupakan sebuah pembelajaran penting. Sudah dijelaskan sebelumnya untuk perkembangan pemanfatan energi primer minyakbumi seperti dibawah ini, kan ?

https://rovicky.com/wp-content/uploads/2008/07/konsumsi_minyak_next_id.jpg

Kapan minyak bumi habis ?

Kalau melihat grafik diatas maka akan kita lihat bahwa minyak hanya bisa habis kalau tidak ada penemuan baru. Ini yang harus diingat ! Lupa ? Lihat lagi tulisan sebelumnya disini.

Dengan demikian kita harus tahu bahwa semua jenis sumber energi primer hanrus memiliki penggambaran grafis seperti diatas. Yang isinya : gambaran produksi, konsumsi, dan cadangan. Ini untuk segala jenis energi looh, termasuk gas, geothermal, batubara, angin, ombak, nuklir, dll.

Bagaimana proporsi energi primer di tahun 2025 ?

Lah yang dibawah ini masih hanya model sederhanaa yang saya buat berdasarkan penggunaan energi primer selama ini di Indonesia. Datanya, sayangnya bukan dari dalam negeri, kalau saja ada data dari dalam negeri tentunya akan menjadikan validitas lebih tinggi.

proyeksi kebutuhan energi primer 2025
"Model": proyeksi kebutuhan energi primer 2025

Disebelah ini hanyalah model perkiraan bagaimana proporsi kebutuhan energi primer di tahun 2025.

Proyeksi yang saya targetkan ini bukan sekedar mengikuti trend yang sudah ada tetapi harus ditambah dengan usaha-usaha tertentu untuk mencapainya.

๐Ÿ™ “Halllah, Pakdhe sukanya ngasi tugas usaha-usaha apa lagi nih ?”

Proyeksi tahun 2025 diatas menggunakan trend perkembangan sesuai dari perkembangan tahun 1970-2000 dari IEA. Total energi yang dibutuhkan tahun 2025 mencapai 30 MTOE (juta ton setara minyak). Ini tentusaja bisa lebih, terutama kalau kita menginginkan atau mentargetkan pertumbuhan ekonomi yang melonjak.

Kita tengok satu-satu ya ..

Efisiensi 10%

Saya mengutamakan adanya efisiensi energi sebesar 10%. Ini tidak mudah dan mungkin akan merupakan hal tersulit bagi kita yang terlanjur “manja energi“. Dibawah ini ada grafik penggunaan listrik di Indonesia yang dibuat dua tahun lalu. Tidakbisa diupdate karena PLN pelit data. Saya tidak bisa lagi mendonload grafis semacam ini di websitenya PLN ๐Ÿ™ . (updated : upst sorry … ternyata website PLN ada disini. Nanti diupdate lah)

listrik2.JPG

Coba tengok kebutuhan listrik jam 7 malam hingga jam 10 maIam ini kan listrik ditempat hiburan seperti Mall dll. Jadi kita harus bisa memilih jenis lampu yang hemat energi, atau mengurangi kebutuhan hura-hura.

Untuk lebih jelasnya siapa target penghematan (untuk listrik) silahkan tengok tulisan lama ini : “Hemat listrik siapa targetnya ?.

Yang perlu diketahui adalah menghemat 10% ini sudah setara dengan menemukan lapangan minyak yang berproduksi sebesar 250 ribu barrel sehari ! Bayangkan Lapangan Cepu (yang molor-molor terus itu) ๐Ÿ™‚ saja hanya akan ditargetkan hanya berproduksi 100 ribu barel sehari.

Geothermal 20%

Berapa sih potensi geothermal di Indonesia ?

๐Ÿ™ “Jangan kuwatir sudah dihitung sama Pakdhe untuk memermudah. Iya kan, Pakdhe undah pernah ngitung potensinya ?”

Dibawah ini potensi geothermal di Indonesia. Ya betul setara dengan 800 ribu barrel perhari !.

oil-vs-geothermal.jpg

Nah masak sih ngga bisa mencapai angka 20% nantinya ? Untuk detil perhitungan pembuatan grafis diatas silahkan tengok disini : Potensi Geothermal vs Minyakย Bumi

Dilihat dari angka sih memungkinkan tetapi yang menyulitkan adalah belum adanya kebijakan khusus untuk memanfaatkan energi geothermal ini. Namun dalam arti potensi sudah jelas ada. Tinggal manusianya mau memanfaatkan atau tidak.

Gas 25%

๐Ÿ™ “Pakdhe, kenapa gas kok cuman diproyeksikan 25% sih ?”

Infrastruktur gas di Indonesia ini masih sangat lemah. Pembanggunan dan kontruksi pipa di Indonesia selama ini sudah terbukti tersendat-sendat sampai-sampai untuk kebutuhan PLTG saja tidak bisa terpenuhi. Kalau saja konstruksi pipa berjalan lancar, maka target proporsi bisa meningkat diatas 25%.

Oil 10%

Naah, ini dia ! Minyak hanya saya targetkan 10% saja. KArena minyak bumi akan menjadi komoditi yang “diperebutkan di dunia”. Artinya harganya pasti akan melonjak pada saat di dunia sudah mulai langka. Menargetkan 10% inipun sudah kira-kira sekitar 500 barrel sehari. Lah kalau cadangan dan produksi kita merosot terus artinya kita harus “belanja” minyak lagi.

Kalau toh eksplorasinya berhasil, dan kita mampu mengeksport itu justru lebih bagus. Target 10% ini jelas untuk mengurangi ketergantungan energi primer pada minyak bumi.

COAL 35% (Buffer energi)

๐Ÿ™ “Waddduh Pakdhe …. kenapa batubaranya justru yang banyak ?”

Hingga saat ini jumlah cadangan energi terbesar ada di batubara.Sumber daya sekitar 160 Milyar Ton, Cadangan 20 Milyar Ton dan produksi diatas 100 Juta ton, maka tanpa keberhasilan eksplorasipun bisa bertahan diatas 150 tahun.

Sumber energi ini juga paling mudah diatur.ย  Seolah-olah … Kalau ingin menaikkan produksi tinggal digali. Sehingga batubara sangat mungkin menjadi buffer sumber energi primer.

Mixed ?

Mixed Energy primer ini merupakan energi-energi terbarukan dan energi lain, seperti kayubakar, dan lain-lain. Energi Nuklir bisa dimasukkan disini. Artinya, kalau saja ada energi PLTNuklir yang “berhasil” masuk sebagai komponen energi primer, maka akan “menolong” usaha peningkatan energi primer yang lain. Demikian juga energi gelombang yang terombang-ambing dan juga energi angin yang masih angin-anginan.

Kalau semuanya sudah dibuat proporsionalnya … Jadi apa donk yang terpenting ?

Yang paling penting adalah :

HEMAT ENERGI !!!
Brani terima tantangan ?

Bacaan terkait :

10 COMMENTS

  1. Waw …. target 2030 !
    Aku tentusaja akan sangat-sangat tertarik untuk melihat bauran energi (energy mix) ini. Mudah-mudahan bisa dishare hasil penelitian dan researchnya. Sehingga bisa dijadikan “road map” buat semua pelaku-pelaku industri dan pengguna energi di Indonesia.

    Kasi infonya atau hasilnya ke saya ya [email protected] … biar bisa didongengkan ke masyarakat, sehingga mereka tidak ‘kaget” nantinya.

    Thanks

  2. Sekedar informasi pakde, sekarang ini Pusdatin sedang mengerjakan indonesia energy outlook untuk 2030 sekaligus untuk mengupdate gambaran bauran energi primer indonesia di tahun 2025…hasilnya akan dipresentasikan juga di Pertemuan tahunan yang bakal diadain Nopember ini..So kita tunggu aja hasilnya Pakde…

  3. pak, kalo capres 2009 nanti ada yang memasukkan nama pakdhe di kabinet bayangannya sebagai menteri esdm, saya langsung pilih capres itu..

    untuk yang gas, kalau misalkan gas dari natuna bisa dialirkan ke kalimantan kan lumayan banget. kebutuhan wilayah kalimantan nanti bisa pakai PLTG. batubaranya dikirim deh keluar, karena batubara lebih “portable” dibanding gas yang mahal membangun pipe linenya. untuk jawa mungkin dari geothermal cukup ya, kalau cadangannya sebesar itu. ditambah lagi PLTN yang mau dibangun nanti. In my humble opinion saja. hehe..

    yang bahan bakar nusantara dari plankton itu hoax ga sih? kalo bener bisa semurah itu produksinya, energi nasional bakal aman, damai, tentram, sejahtera, dan gembira..

    btw, tulisan di bagian oil 10% itu mungkin maksudnya 500 ribu barel ya, pak, bukan 500 barel ^^

  4. salam kenal pakdhe..
    waktu kelas 3 kemaren aku ngambil bahan tentang “minyak bumi vs geothermal” dari blog pakdhe buat bahan presentasi.. maap ga minta ijin dulu, tapi creditsnya ditaro kok.. ๐Ÿ™‚
    aku emang tertarik banget sama geologi, terutama soal energi geothermal ini.. emang kalo mau eksplor geothermal gitu harus ada ‘ijin’nya dulu ya pakdhe? trus kalo kebijakannya ga keluar” sayang banget donk energi yang tersimpan di bumi kita ini ga termanfaatkan dengan baik?
    kalo masalah biofuel, aku malah ngeri.. soalnya ntar petani” malah berkhianat dari padi.. wong kita pad aj masi doyan ngimpor? hehe..
    makasih ya pakdhe, udah jadi ‘tutor’ saya menuju geologist.. pemikiran saya jg blom mateng.. tapi harus blajar! smangaat!

  5. kalau dari prosentase yang ada itu sangat realistis tenan pakde, asumsi si dienggo mendekati realistis, tapi kebijakan ne nek ketemu wong politik pasti realisasine saget bubar, makane yang penting juga bersama sama perlu pembelajaran barang2,jadi tekan 25 thn kedepan iso tercapai, ya to pak de perlu standarisasi perilaku dan pola berpikir yang benar, nuwun pakde

  6. Pak dhe seandainya target yang dikatakan pak dhe 25 % untuk geothermal benar-benar dilaksanakan pemerintah kita dari dulu mungkin saat ini kita tak krisis mati lampu, Btw di malaysia sering mati lampu kagak. Oh iya pak dhe yang saya dengar bukankah produksi natural gass di daerah tangguh field punya produksi yang wuah ya… pak dhe… kenapa tidak kita manfaatkan…… Terus masalah oil yang pak deh kira-kira 500 rb perbarell saya ingin naya lebih pasti bagaimana kondisi cadangan minyak di Cepu…. kalo bisa dijelaskan puanjang lebar… kayak kereta api berderet-deret ya pak dhe….. Dan pak dhe bisa kasih usul kagak ma pemerintah agar perusahaan nasionalisasi di[ermudahkan jalannya untuk melakukan eksploitasi sebelum di eksploitasi asing merebut buktinya aja Tangguh ama BP petrolium, Cepu ma Exxon Mobile, nah pertamina kebagian apa pak Dhe….. Pak dhe lupa menargetkan Bahan Bakar Nusantara (BBN) The new Phenomena …..

  7. salam kenal…
    bingung juga mau komentar apa, cz kadang ngerasa “prihatin” baca pikiran teman2 yang ada di bidang teknis (geologist ato Geophysicists) mungkin karena kita punya pengalaman yang berbeda akhirnya memandang masalah dari perspektif yang beda2
    mungkin bagus juga kalo ada panel yang mempertemukan expert dari berbagai sektor, dari yang sifatnya technically kaya geologist ato Geophysicists, sampe expert dalam hal policy studies, dan political economy analyst dan jangan lupa juga dengerin suara temen2 kelompok NGO non-profit oriented yang bener2 “tulus” (soalnya ada yg ga tulus juga…) ngasi advokasi di tingkat lokal biar ga saling lempar opini dan kritik supaya bener2 ada jalan keluar yang feasible atas masalah energi kita.

  8. Salam kenal pakdhe,

    Uraian di atas cukup bagus dan mengena dengan situasi saat ini.

    Tapi kalo oil cuma 10% apa tidak akan membuat bengkak biaya alih teknologi? Terutama pembangkit listrik yang masih perlu oil, kendaraan bermotor, pabrik-pabrik dll….,

    Lagipula memproduksi batubara dalam jumlah besar (tanpa pengawasan yang ketat) biasanya hanya akan merusak lingkungan. (Kebetulan saya kerjanya di perusaahaan tambang batubara…jadi sedikit2 tahu cara merusak lingkungan…hehehe)

Leave a Reply