Ancaman Banjir Pasang 3-4 Juni 2008

0

konjungsi.jpgWah untung aku sudah balik ke KL lagi. Baru nyampe di Kualalumpur eh baca berita ancaman banjir pasang di Jakarta yang diperkirakan akan menyebabkan Jalan Tol Sedyatmo ke airport akan ditutup.

🙁 “Lah hiya pakdhe pernah kejebak macet ya ?”

😀 “Lah awal tahun lalu aku kejebak di Jakarta Thole”

Banjir seperti yang sudah pernah dijelaskan disini dahulu dapat disebabkan oleh beberapa macam, salah satu diantaranya adalah pasang surut air laut. Pasang surut ini salah satunya disebabkan karena posisi bulan yang terdekat dengan bumi. Atau disebut Perigee. Namun yang lebih besar efek gravitasinya adalah pada saat konjungsi.

Bagaimana ramalan dulu itu ?

🙁 “Lama-lama Pakdhe perlu buka praktek ramalah deh !”     kabuuurrrr      😛

Masih ingat atau dah lupa tabel dibawah ini ?

Dibawah ini tabel perhitungan konjungsi dan perigee untuk tahun 2008.

perigee-tahun-2008.jpg

Dalam tabel diatas terlihat bahwa pada tanggal 3 Juni 2008 ini merupakan saat perigee atau jarak terdekat antara bumi dan bulan. Jarak terdekat tersebut adalah 357.270 Km. Menurut Pal Lik Ma’rufin diperkirakan akan terjadi pada jam 20:09. Namun saat konjungsi dimana bulan – bumi – matahari segaris akan terjadi pada tanggal 4 Juni 2008 jam 02:24.

Kalau lupa apa dan bagaimana perigee dan konjungsi ini boleh di klik lagi tulisan ini :

Mengintip (meramal) gempa dan banjir berikutnya dari peredaran bulan

JAdi harus diwaspadai kemungkinan terjadi banjir pasang pada tanggal 3 dan 4 Juni 2008 ini. Hal ini tentusaja tidak hanya di Jakarta tetapi juga daerah-daerah pantai lainnya.

Bagaimana kok Jalan Tol bisa kebanjiran ?

Jalan Tol sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Airport Soekarno-Hatta, Cengkareng ini dibangun melewati daerah rawa-rawa. Beberapa section atau potongan jalan ini mengalami penurunan atau subsidence akibat pembebanan jalan itu sendiri.

Gambar di atas memperlihatkan profil sepanjang Jalan Tol Sedyatmo terlihat adanya penurunan hingga hampir dua meter amblas. Dari yang sbelumnya satu setengah meter diatas muka air laut menjadi dibawah muka air laut.

🙁 “Wah seperti apa itu Pakdhe ?”

😀 “Nah sepekan kemarin sempat aku potret sambil berjalan di Tol ini thole”

Apabila kita melintasi jalan tol di lokasi sekitar kilometer 27, akan terlihat atau terasa bahwa jalan yang dilalui di tol ini berada dibawah muka air rawa-rawa dikiri kanannya. Tentusaja untuk lebih tepatnya harus dilakukan dengan survey water passing.

Saat ini sedang di section yang mengalami penurunan paling parah sedang dibangun tanggul-tanggul penahan banjir pasang ini. Tinggi tanggul yang sedang dibangun ini sekitar 2 meter diatas elevasi jalan Tol.

Wah ini tentusaja ini nantinya akan mirip berada dipinggir tanggul Lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Dongengan terkait :

.

1 COMMENT

  1. om rovicky, maksud saya itu jalan tol bandaranya dibikin konstruksi floating supaya gak perlu kebanjiran hehehe…

    btw bus way belum sampai bandara tuh, kabarnya kereta dulu yang mau dibangun ke bandara… eh kok jadi ngaco.

    ternyata isu laptop itu hoax, hehehe…

  2. wah.. harus siap-siap neh..
    jadi inget di Semarang. di wilayah bandarharjo, tanah terus turun. sampai kita harus membungkuk untuk bisa masuk kerumah, karena tinggi jalan dan muka air lebih tinggi..

  3. om rovicky… seandainya tol bandara dibangun dengan konstruksi floating, seperti yg diterapkan pada daerah operasi migas yg banyak di rawa-rawa, mungkin tidak perlu khawatir kebanjiran ya 🙂

    btw, kemarin pas di cengkareng diperiksa laptopnya gak?

    –> Konstruksi “Floating” untuk bandaranya sih ga perlu karena bandaranya tidak ada settelement (subsidence). Jalan tolnya yang berada diatas rawa ini yg bermasalahh
    btw buss way, minggu kemarin ga ada pemeriksaan tuh … gara-gara BillGate datang ya ?

  4. gini pakde, kepala daerahnya diganti aja ama orang belanda utk 1 period,pasti beres dah, drpd kayak gini mereke g punya kapabilitas utk itu, politik minded, tq

  5. jadi pengen tanya pak dhe, mungkin pernah denger ada orang yang bisa mendirikan telur mentah pada saat-saat tertentu, orang china meyakini sebagai HARI PECHUN, mungkin ada kaitannya dengan posisi bulan dan matahari yg pakdeh jelaskan diatas…barangkali pakdhe bisa menjelaskan fenomena ini..atau telur tegak itu hanya HOAX???

  6. Kok bisa ambles gitu pakde?
    apa memang normal subsidence jakarta yang segitu, atau karena pembebanan akibat pembuatan jalan yang terlalu besar.

    Kalo dilihat dari pembuatan pondasi, memang udah mengantisipasi ini ataukah belum dhe?

  7. Jasa Marga mungkin butuh uang banyak sehingga jalan tol ke bandara mereka buka dan gunakan juga untuk yang lain, anehnya yang lewat itu truk dan container.
    Mereka tidak peduli kepada masyarakat yang terpaksa datang 3 sd. 4 jam sebelum keberangkatan pesawat.

  8. Birokrat Indonesia emang paling terampil membuang duit….
    Mbok yao sedari dulu di buat jalan layang dengan pondasi beton dengan selubung karet untuk menghindari karatan tulang betonnya khan kejadian kebanjiran enggak terjadi, repot-repot membikin tanggul juga enggak terjadi..
    Sekali kerja khan enak…, enggak mindho gaweni, enggak keluar duwit lagi…
    Huh.., enggak tahu dech….

  9. Solusi Banjir Jakarta, sudah banyak. Sekarang soal duwiknya saja.

    Kalau banjir dari Selatan (dari jaringan sungai yang mengarah ke Pantura termasuk Jakarta), dilambatkan dengan danau buatan dan dipercepat dibuang ke Laut Jawa (Teluk Jakarta) dengan drainase (dari jaman Belanda) termasuk rencana baru subway sekaligus terowongan air itu.

    Kalau air datang dari Utara (pasang naik), ya, nggak praktis lah air mengarah ke tempat yang lebih tinggi. Paling banter mendayagunakan tanggul-tanggul dan pompa-pompa yang ada (aliran air diputar-putar untuk mengurangi dampak genangan). Ke depan yang paling mungkin, mengharap proyek reklamasi memberikan fasum+fasos berupa dam raksasa sepanjang bibir Utara Jakarta, di atas dam dibangun langsung pemukiman baru. Hebat ‘kan Pak. Nguing…nguingg….sambil merem- melek…Plokk..e…si nyamuk…ngacir :)))

Leave a Reply