Mematikan mesin di lampu merah – Save energy, save cost (?)

26

Dengan harga crude-oil merangkak ke angka 120 USD/bbl saat ini, harga BBM suangat terancam untuk naik. Penghematan merupakan salah satu cara yang paling baik. Di Jepang katanya sudah banyak yang mematikan mesin sewaktu di lampu merah. Namun hal ini tentunya juga akan berpengaruh pada waktu start-up.

Saya yakin dengan mematikan mesin akan menghemat bahan bakar, tetapi bagaimana dengan proses start-upnya, apakah proses mati-hidup berulang ulang akan mempengaruhi kenerja mesin ? Usia dynamo keseringan start-up, energy sewaktu start-up, serta pengaruh oil cooler perlu dievaluasi.

Dan khusus di Jakarta adalah perlu dilihat aspek keselamatan (security).

Buat kawan-kawan pembaca yang jadi mechanic engineer … Any idea ?

Juga dari sisi transportasi, bagaimana seandainya dibuat waktu paling efisien untuk memerahkan lampu, tanpa memerahkan raut muka karena sebel dan kepanasan tanpa AC. Juga perlu waktu paling efisien (misal 3 menit merah, 1 menit hijau) sehingga tidak macet sewaktu mulai lampu hijau berjalan.

Hmm ada NEW info dari Panda Hutasoit dibawah sana, bahwa dari sisi engineering sebenarnya tidak masalah kok. tengok gih. 😛

Lets think about total saving cost, not just fuel cost.

Perkembangan harga minyak hari ini : Perkembangan harga minyak bulan ini

26 COMMENTS

  1. teknologi otomotif yg dipakai saat ini adalah hasil perjalanan riset beratus tahun jadi rekayasa apapun ada dampak baik buruknya. menurut hemat saya mengatasi masalah bbm adalah dengan teknologi bukan rekayasa, ini tugas utama indonesian people terutama yang mengaku dirinya ahli teknologi.

  2. Sebaiknya ketika mesin idle, piston yg bekerja cukup satu saja, lumayan kalau ada 4 silinder, irit 75 %.

    Btw, sudah menghitung efeknya terhadap umur aki?

  3. OH ya saya jg tau ad device seperti itu namanya Eco start/stop. tp ternyata mahal harganya. baru dipakai mercedes benz varian A150/170 dan B150/170. well, saya akan coba buat yang hemat buat orang Indonesia. kalo boleh dikasih gratis. hehehe… thx

  4. Wah Bagus bgt komen-nya pak Panda Hutasoit…
    ini membantu saya membuat karya tulis di kuliah saya.
    Saya sebagai anak Bangsa Indonesia jg sangat prihatin dengan kondisi lalu lintas di Indonesia.

    Dalam karya tulis saya, saya mau analisis keuntungan dan kerugian mematikan mesin saat lampu merah. saya pribadi yg memakai motor sudah melakukannya. namun saat melihat sekeliling saya… saya pengen jg mereka melakukan hal yang sama. tp itu tidak mungkin karena tidak ada peraturan dari pemerintah, betul?

    nah, ide saya mematikan mesin di lampu merah bukan sebagai cara menghemat bensin, kalau itu benar bagus juga (tp udah ada riset blm ya tntg energi yg dpakai ranmor pd saat idle dan off hematan mana?), tp lebih kpd cara mengurangi polusi dr ranmor yang terbuang sia2. kita idupin mesin saat lampu merah sia2 kan?

    well, buat saat ini, karya tulis saya hanya untuk menganalisis hal itu, tp mungkin skripsi yang akan saya susun nanti akan menciptakan device yang dapat membuat mesin ranmor mati dan idup otomatis saat lampu merah tanpa membuang energi seperti yang diinginkan orang Indonesia.

    Salam,
    saya mahasiswa ITB jurusan Teknik Elektro ’08 yang sedang membuat karya tulis untuk semester 2. doakan ya niat saya ini berhasil! thx

  5. anjuran yg disampaikan sama salah satu radio di jogja
    hmmm… sekarang jadi lebih yakin untuk mempraktekkan
    trims pakde, ayok hemat energi 🙂


  6. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: leoxa.com
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  7. Jangan membatasi konsumsi. Tanpa ada konsumsi mana mungkin ada produksi. Produksi tidak mencukupi, harga naik. Purchasing Power turun. Inovation & Invention. Creativity makes u alive!

  8. alternatif “mematikan mesin pada saat lampu merah”, jika ditinjau dari sisi pengaturan simpang, memang bisa jadi kendala lain jika terjadi kegagalan start-up yang bisa menimbulkan penambahan panjang antrian kendaraan. mungkin akan optimal jika waktu berhenti lebih dari satu menit. sedangkan rata-rata waktu merah pada persimpangan paling lama adalah 1 menit. alternatif ini akan lebih cocok jika diterapkan pada simpang2 yang tidak terlalu ramai (istilah transportasinya, simpang yang mempunyai nilai tundaan kecil). sehingga jika terjadi kemungkinan kegagalan start-up, masih bisa ditolerir.
    ini ide bagus juga buat penelitian (optimasi alternatif ini). bisa antar-disiplin ilmu, dari transportasi, mesin, teknik lingkungan, dll.thanks buat inspirasinya mas rovik.

  9. ngga ada cara lain.
    1. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi
    2. Perbaiki kualitas dan pelayanan transportasi massal.
    3. Batasi kapasitas mesin kendaraan.
    4. Insentif pajak bagi kendaraan hemat energi
    5. Uji kelayakan kendaraan jangan hanya jadi ajang formalitas dan pungli semata.

    >>lepaskan semua kemewahan<<

  10. Sekedar kasih info:

    Untuk bus pada saat menunggu penumpang diterminal, mesin juga dimatikan. mesin baru dihidupkan pada waktu mau berjalan

    Tujuan mematikan mesin sewaktu kendaraan menunggu (terutama pada saat lampu merah untuk kendaraan pribadi dan bis taxi truk) di Tokyo (Jepang) tidak semata-mata karena ingin menghemat energi dibalik itu ada lagi yang lebih mulia adalah ingin menciptakan clean air dengan cara mengurangi polusi udara dan panas karena gas buang kendaraan.

    Memang terasa sedikit kekurang nyamanan sebagai konsekwensinya tetapi pemerintah (dalam hal ini Pemda Tokyo) memberikan contoh perduli terhadap lingkungan.

    Demikian juga orang kaya (yang pake mobil) yang relatif lebih pintar dan beruntung masa malah mengotori udara…sedikit gerah aja ngak apa- apa khan?. orang yang jalan kaki aja engak apa-apa tuhhh… jangan terlalu manja ahhh…

    Karena dunia ini bukan milik kita sendiri, dunia ini kita pinjam dari anak cucu kita, masa kita mengembalikannya lebih kotor dan buruk. ….(keterlaluan dong kita yang ngaku orang pintar)

    Minjam uang dari bank aja sewaktu mengembalikannnya harus dengan bunga…

    Mengenai komponen kendaraan.

    Sama sekali tidak menimbulkan masalah. kekuatan material teeth baik yang ada pada dinamo starter dan fly wheel sudah diperhitungkan seumur mobil. tidak perlu diganti sepanjang pemakaiannya benar (dinamo starter untuk memutar fly wheel)

    Yang bikin gigi dinamo rusak adalah starter yang berkepanjangan, dalam hal ini gigi dinamo bukan hanya memutar fly wheel tapi juga malah diputar fly wheel

    sebagai contoh:

    Bayangin aja gigi dinamo yang jumlahnya 8 seharusnya memutar gigi fly wheel yang jumlahnya 132.

    dipakai terbalik gigi fly wheel yang jumlahnya 132 dipakai untuk memutar gigi dinamo starter yang jumlahnya 8

    Sudah pasti gigi dinamo starter kepanasan (overheat) terus cepat haus karena menjadi lunak atau rompal. efek lainnya; kumparan kumparan kabel dinamo (coil) kepanasan, terus isolatornya meleleh, terus korslet alias terbakar.

    Kinerja mesin juga normal, mobil buatan sekarang khan sudah OK semua, mobil sebulan tidak dipakai saja begitu sistarter olinya langsung naik keatas melumasi seluruh komponen yang bergerak. (asalkan level olinya dijaga terus jangan sampai minus) kalau enggak percaya, perhatikan lampu kontrol oli di dashboard mobil anda. letak sensor oli mesin itu dipasang diposisi yang terjauh dari jangkauan oli di dalam mesin mobil anda,

    Cara kerja sensornya, begitu dia kena cipratan oli, lampu kontrol didashbooard mobil (warna merah) langsung mati. artinya oli sudah melumasi semua komponen yang bergerak.

    Intinya mobil jaman sekarang itu tidak perlu pemanasan mesin.

    Malahan kalau mobil masih kepanasan, blower pendingin air radiator tetap berputar meskipun mesin sudah dimatikan.

    Do not worry please…, semuanya sudah dipikirkan oleh pembuat mobil.

    Energi sewaktu start up itu khan diambil dari energi baterai (Accu), yang langsung diisi penuh lagi oleh alternator begitu flywheelnya muter (alias mesinnya hidup)..Jadi enggak ada masalah energi listrik.

    Oil Cooler; Fungsi utama oil. minyak pada mesin adalah sebagai pelumas mesin.

    Fungsi pendingin mesin didominasi oleh Water Cooler alias fungsi Radiator..

    Panas mesin rata-rata normalnya adalah 80 -85 C (bukan diruang bakar) ini katanya suhu yang optimum. kalau sampai 100 C atau lebih air radiator akan mendidih, tekanan dalam radiator menjadi tinggi sehingga air keluar dari safety valve pada tutup radiator.

    biasanya air yang keluar itu ditampung oleh reservoir tank dan akan masuk kembali kedalam radiator sewaktu suhu dalam radiator sudah rendah /normal melalui safety valve yang terbuka karena tekanan udara yang rendah (vacuum).

    Mekanisme ini juga sudah diperhitungkan. tetapi bapak jangan lupa tetap menchck level air di reservoir tank karena ada kalanya air radiator bterlalu banyak keluar sehingga reservoir tidak bisamenampung semua (alias luber) dan sewaktu air kembali diambil oleh radiator, volum air direservoir menjadi defisit…. Bapak harus menjaga level air di reservoir.

    Pengaturan Traffic

    Kasus Tokyo;

    Sebenarnya fungsi trafik itu untuk mengatur agar lalu lintas supaya lancar dan aman. lamanya lampu hijau itu diperhitungkan oleh panjangnya antrian mobil (artinya jalur yang banyak dilalui kendaraan/padat relatif lebih lama hijaunya).

    Tetapi apabila jalan didepan sudah penuh, pengendara tidak akan menjalankan mobilnya meskipun jalur tersebut sedang hijau, dan mobil yang ada dibelakangnya tidak akan membunyikan klakson.

    Kesadaran berlalu lintas di sini terlihat sangat tinggi. pengendara tidak egois menghormati kepentingan orang banyak. sehingga tidak ada kondisi macet total di perapatan lampu merah berjam-jam lamanya seperti yang saya alami di Jakarta (terutama Salemba raya, pramuka, rawasari)

    Kenapa bisa begini?

    Pendidikan berlalu lintas sudah diperkenalkan sejak dini (umumnya dari usia 1 tahun) dari tempat penitipan anak/play group dan contoh langsung dari kehidupan sehari-hari yang dilihat oleh mata/kepala sendiri.

    Artinya; Berikanlah/ tunjukkan lah contoh yang benar kepada anak-anak. /Jangan perlihatkan kelakuan yang kurang baik kepada anak -anak .

    Itu saja dulu,,

    Mohon maaf…. sudah kepanjangan.

  11. Sekedar info:

    Mengurangi friksi pada combustion system,

    Informasi dibawah ini akan mudah dimengerti apabila bapak mengenal komponen mesin pada kendaraan, setidaknya pernah punya pengalaman over-hauled.

    Pada sistim pembakaran (combustions ystem) friksi itu terjadi antara;

    1. dinding silider dengan ring-piston, ring piston dengan piston, piston shaft dengan crank;gerakan disini adalah gerakan bolak-balik (reciprocating)

    2. Crank dan crankshaft, crankshaft dan blok mesin. gerakan disini adalah gerakan berputar (rotating).

    Saya mau menginformasikan yang nomor 2.

    Antara crank dan crankshaft serta crankshaft dan blok mesin itu itu ada satu komponen lagi namanya sleeve metal. istilah pasarnya metal jalan dan metal duduk.

    Jadi pada mesin mobil itu sleeve metal ini yang bergesekan dengan shaft-nya.

    Desain permukaan sleeve metal pada mobil lama adalah rata pada kedua permukaannya.

    tetapi pada mobil baru, permukaan sleeve metal yang bergesekan dengan shaft itu tidak rata, tapi berbintil-bintil (brutulan).

    Sehingga bidang kontaknya menjadi sangat kecil (desain ini mengurangi nilai friksi)

    Dengan kata lain:

    Perbedaan friksi disini sangat signifikan yaitu antara Surface contact pada mobil lama dan Point contact pada mobil baru.

    Nah … yang saya bingung itu ….mengenai oli– nya…..

    Waktu disekolah perhitungan pemilihan bahan komponen mesin itu menggunakan asumsi umur oli 10.000 km. (mungkin ini umur oli kendaraan standard)

    Diawal produksinya penggunaan oli pertamina XP itu sempat mencantumkan angka 15.000 km.

    entah kenapa…..kok dirubah menjadi ……… km (takut salah nyebut nanti di diskualifikasi …)

    Apa ini karena setiap kita ganti oli di bengkel service mobil diminta kembali lagi pada saat odometer menunjukkan angka tertentu (tiap 2500 km).

    Menurut saya spesifikasi yang sebenarnya antara pembuat oli dan pembuat mobil sera pemilik bengkel service itu masih rancu.

    Mereka masih terlalu berorientasi bisnis, bukan/belum mendidik konsumen/pasar akan hal yang sebenarnya.

    Dengan kata lain: Memanfaatkan konsumen mumpung belon pada tahu.

    Khan kasihan/memalukan kalau sampai ada anak Indonesia yang mendesain komponen mesin dengan asumsi umur penggunaan oli 2500 km…

    Atau,…barangkali …..sekarang ini memang asumsinya umur oli 2500 km

    Maaf kalau saya yang salah (cohort saya sudah tua) , lagian ..sudah lama tidak up-date.

    Yang penting sebenarnya Pengamat otomotif /Lembaga Pelindung Konsumen harus meluruskan masalah ini (umur penggunaan oli mesin, manual kendaraan, pelayanan bengkel)

    Karena apabila standard sebenarnya ketemu diangka 6000 km. bukannya 2500 km, khan ini namanya pemborosan; buang uang, buang energi dan buang waktu…

    sekali lagi saya mohon maaf.

    Salam,

    Panda

  12. Halou.. numpang comment nih…
    Bagaimana kalau mobil yang paling depan adalah sebuah mobil truk dan susah di start-up??
    Biasanya kan pengendara-pengendara pada nggak sabaran…
    Lomba keras-kerasan klakson tuh… 😛

  13. Perubahan akan menimbulkan osilasi. Semakin cepat perubahan, osilasi akan makin kencang. Pada saat mematikan mesin atau menyalakan mobil, osilasi menyebabkan terbuangnya energi yg besar.

    Jadi hemat bahan bakarnya hanya ketika mesin mati. Namun bagaimana dengan pemborosan ketika transisi hidup-mati dan mati-hidup? Jangan2 malah lebih boros bahan bakar.

  14. ada ide lain lagi nih pak. Gimana kalau ada anjuran batas maksimum suhu AC mobil? Saya pernah masuk mobil yang saking dingin ACnya, sampai di saluran udaranya itu airnya netes-netes dan saya mengigil.

    Tapi jangan anjuran saja, pemerintah atau siapapun bagikan termometergratis. Kasih tau di petunjuk pemakaiannya, begitu di bawah 26* C mohon matikan AC.

    Saya tidak tahu untuk mobil mewah, tapi apa bukan seharusnya pengaturan suhunya bisa digital? Jadi pemakainya bisa mengatur di suhu yang hemat energi, ga sekedar pakai perasaan.

  15. pernah baca dimana gitu, jadi ada yang namanya mobil hibrida, pada saat putaran mesin mencapai level tertentu motor bensin diganti sama motor listrik; sehingga pas lampu merah mesin nyala, tapi nggak makan bensin. hehehehe….. penghematan lainnya; jangan naik mobil sendirian, kalo bisa pake bis/kereta aja…

  16. Kalau kendaraan baru mungkin bisa begitu krn enjin masih muda dan fresh,tapi kalau kendaraan tua(10 th keatas) ya siapkan tenaga lebih untuk dorong itu kendaraan,dan siapkan mental untuk dimaki orang di belakang.

  17. Idenya brillian sama dengan cara menghemat pulsa HP…

    Nyalakan HP kemudian pencet nomor yang hendak dituju… jika sudah nyambung.. lalu matikan HP kita … Nah anda-anda bisa ngomong semau-maunya .. dijamin pulsanya nggak bakaln habis-habis.. Hahahaha ..

    J/K

  18. Terutama anjuran ini sangat kena buat angkutan umum. Puluhan menit ngetem dalam keadaan mesin hidup, itu pemborosan yang sudah berlangsung lama.

    Memang, sudah harus kita mulai gerakan penghematan energi dengan mengoreksi cara hidup kita yang boros.

    Salam Merdeka!

  19. yah sekarangkan ada penghitung digital di lampu merah, nah kalo masih lama, matiin aja mesin kendaaraan, tapi kalo udah mau mending ngak usah 😀

  20. aku pikir kok start up itu malah makan resource lebih banyak ya daripada dibiarkan idle saja. karena biasanya pas start up itu putaran mesin lebih tinggi. lagian resikonya matiin mesin itu kalo telat nyala lagi pas udah ijo (gagal start karena mogok misalnya), duh bikin ribut banyak orang di belakang.

  21. Berhenti di lampu merah, hanya beberapa menit, dibandingkan dengan kemacetan Jakarta.
    Jadi 90-120 detik mesin menyala, masih affordable, neh?

Leave a Reply