Apakah kenaikan harga minyak ini disengaja (konspirasi)?

15

Seorang kawanku M. Andri Setiawan, bertanya soal kenaikan harga minyak mentah yang “menggila” ini :

Perkembangan harga minyak bulan ini
Harga minyak hari ini

Para juragan minyak yang terhormat (pakdhe rovicky dkk), saya mau tanya, terkait kenaikan harga minyak dunia. Kan sekarang sudah jelas nih, kalau harga minyak melangit sampe 117 dolar per barel. lihat di berita pagi ini, OPEC menolak menaikkan produksi dalam rangka menurunkan harga minyak. pertanyaan-nya? apakah ini alasan politis semata? atau kah ada alasan teknis terkait lainnya?

Sangat sering setiap ada kejadian mengagetkan dunia kita berpikir adanya konspirasi bahwa kejadian ini pasti disengaja oleh seseorang atau sebuah badan atau negara tertentu. Termasuk kejadian Tsunami Aceh mapun gempa besar di Indonesia pun pernah didug karena nuklir, hallah. Ini pemikiran absurd yang susah ditelaah.

Alasannya politisnya aku ngga tau ada atau tidak. jelas diluar jangkauanku.

Tetapi alasan tehnis yang ada saah satunya tidaknya atau kurangnya human resources perminyakan saat ini. aku pernah menulisakannya dalam beberapa seri tentang kekhawatiran ini, disini :

Kalau saja OPEC memingkatkan produksi maka laju kebutuhan minyak justru akan semakin cepat. Hal ini justru akan lebih membahayakan dunia karena minyak menjadi lebih cepat habis. Dan kalau saja kebutuhan energi di dunia belum ada yang menggantikan maka dunia akan semakin gelap lebih cepat.

Ingat energi nuklir masih kejungkir sebelum kesingkir, angin masih sayup-sayup sepoi, ombak masih berayun-ayun saja. Lah wong matahari saja masih tertutup mendung kelabu. Makanya tidak ada energi substitusi yang mampu menggantikan minyak bumi saat ini.

Dia juga bertanya lagi ?

kemudian dengar dengar, di USA sendiri, dilarang menggunakan pengeboran modern, dan masih setia dengan produksi tradisional, karena alasan di masa mendatang, saat negara2 lain kehabisan minyak, amerika masih punya stoknya, karena mereka tidak ngebor modern, tapi masih cara lama, sehingga sedotan minyaknya juga ndak banyak, maka in the future mereka akan survive karena punya minyak. benarkah ini? apakah ini juga merupakan alasan OPEC menolak menaikkan kapasitas produksi?

Soal penggunaan teknologi termasuk ngebor moderen aku rasa ndak ada restriksi atau larangan itu. Paling tidak, tidak ada larangan yang tertulis atau disebarkan. Kalau hal ini dilakukan diem-diem ya aku juga ga tahu.

Soal alasan mengapa OPEC menolak menaikkan kapasitas produksi aku ga tahu persisnya, karena ini soal niyatan.

🙁 “Barangkali hanya Gusti atau malaikat sing ngerti, ya Pakdhe” 🙂

disc-prod-2006.jpg

Kecenderungan yang ada saat ini adalah “kekhawatiran kekurangan supply” karena besarnya proyeksi kebutuhan dimasa mendatang. Dengan “ketakutan” inilah maka future trading menjadikan harga rusak berantakan. Semua ketakutan dimasa mendatang tidak akan kebagian. Sehingga saat ini mau-mau saja membeli dengan harga sangat tinggi dan akhirnya cenderung naik.

Gambar diatas ini memperlihatkan konsumsi (consumption) minyak dunia yang cenderung meningkat sejak awal abad 20. Namun penemuan minyak (discoveries) cenderung menurun. Hal ini harus dimengerti tidak hanya Indonesia, tetapi dunia juga mengalami hal yang sama. Dari tahun ketahun penemuan semakin kecil saja.

Yang menghawatirkan adalah peningkatan kebutuhan sumber energi. Karena mesin yang sudah terkunci (interlocked) dengan migas, maka mau tak mau semua usaha adalah mencari sumber. Mulai dari eksplorasi hingga menjcaru sumber subsitusi (pengganti), misal BBN (Bahan Bakar Nabati, Biofuel, CNG-Compressed Natural Gas dll) . Namun substitusi sejatinya akan berharga naik mengikuti harga minyak, se[eri yang dituliskan sebelumnya disini Hari ini harga minyak tertinggi !

Tetapi ada bagusnya, pasti kejadian meningkatnya harga minyak ini akan memaksa manusia untuk berhemat energi !

🙁 ” Iya Pakdhe, eee syapa tahu mencegah atau mengurangi dampak Global warming ” 😛

15 COMMENTS

  1. Ya kita ketemu dengan dunia pedagang minyak tingkat dunia, biar rakyat kecil klepek-klepek, juragan gede nggak urusan, itulah hebatnya kaum kapitalis. Yang jelas harga minyak dunia sudah naik, mau apa lagi? Konsumsi BBM nasional sudah melonjak tinggi, lha gimana cara menekannya? dengan demonstrasi? dengan happening art? kaum kapitalis ya cuma ketawa-ketiwi dari hotel mewah dengan tarip 200 USD semalem,
    Yang belum dikembangkan cuma tinggal satu “sumber energi tenaga dalam” …….

  2. cadangan minyak mentah di Alaska masih meluap-luap melebihi minyak seluruh negeri Arab, gudang minyak di Alaska bisa mensuplai USA-Canada hingga 200 tahun kedepan dari sekarang. harga minyak naik bukan karena krisis energi. silahkan mendengarkan pidato:

    h**p//uk.altermedia.info/general/is-peak-oil-a-lie_1891.html

  3. Kalau dilihat dari sisi ilmu teknikal analisis..
    penyebab naiknya harga minyak menjadi tidak penting..
    karena kenaikan ini sudah diprediksin 6 bulan sebelumnya…..

    Yang dipelajari dalam teknikal analisis bukan mencari penyebab naik/turunnya suatu harga ..tapi action yang harus dilakukan ketika terjadi pergerakan harga…

    Kenaikan harga minyak…bukan disebabkan karena kurangnya supply dan demand tapi lebih banyak kepada spekulasi pada harga “futures” nya

  4. Selagi harga minyak bumi murah, produksi energi pengganti minyak bumi menjadi tidak ekonomis untuk dilaksanakan.

    Dengan terus menaiknya harga minyak bumi bisa membawa dilaksanakannya produksi energi pengganti minyak bumi karena menguntungkan untuk dijual atau dipakai sendiri dengan hanya sedikit melibatkan energi minyak bumi.

  5. Dikonspirasi apa nggak tinggal cari siapa yang paling untung. Pelajari kenapa bisa demikian. Cari cara agar untung itu bisa ikut kita nikmati. Cari cara agar uang lebih itu bisa mampir ke tempat kita. Tapi jangan hanya buat Bogor atau Puncak jadi tempat mampir semalam Emir-emir kaya itu. Warisannya si mungkin bagus untuk belasan tahun kemudian, idung mancung, wajah sinetron!

  6. Jaman cilik kekurangan pangan, jaman kuliah ngirit2 mangan biar bisa beli kaset Rock, setelah kerja dan berhasil, ora oleh mangan gara2 kolesterol tinggi, asam urat. Kapan makan enak?

    Jaman cilik ke SD jalan kaki, ke SMP naik sepeda, SMA dan kuliah naik kol Jogja-Pakem, masak udah kerja disuruh menghemat BBM alias gak boleh pake mobil?
    Nasib, nasib, urip neng developing countries!!

    Mbok wong Eropa karo Amrik saja yang suruh jalan kaki dan sepeda, soalnya aku masih pengin numpak mobil sing penak.

    Mas Tri dari Pakem yang sedang kumat gara-gara Crude Oil naik.

  7. Mohon tanya sedikit oot, kalo energi alternatif gas methane hydrate itu apa ? di Indonesia dimana saja cadangan gas ini ? Yang secara komersial bisa dieksplorasi dimana dan volumenya berapa? Kalau dimulai sekarang teknologi lokal mampu enggak mengeksplorasi. Kalau yang di Papua Selatan itu ikut Aussie atau Indones

    –> <>Mas Herman, Yang di Papua Selatan aku kurang tahu persisnya. tetapi yang pernah dipublikasikan justru di Selat Makassar. Aku pernah menuliskan dalam mailist beberapa tahun lalu dibawah ini :

    Gas Hydrates in the North Makassar Basin, Indonesia, by B.A. Jackson; #90035 (2004)

    Salah satu future energy ternyata ada juga di Indonesia. Hydrates ini mungkin akan menjadi energi carbon masa depan. Namun karena masih carbon based barangkali akan menuai protes atau mengalami kendala dengan karbon emisi.

    Tapi jangan sampai lupa lah … bahwa Indonesia juga punya potensi sumber daya energi yg belum tergali.

    Brapa jumlah cadanganya ?

    Estimations of gas hydrate sourced methane depend on the areal extent, reservoir thickness and porosity, gas hydrate saturation and a hydrate gas yield volumetric factor that defines how gas hydrate converts to gas at standard pressure and temperature. A commonly used value for the hydrate gas yield volumetric factor is 164m3 of gas for every 1m3 of gas hydrate, assuming a 90% gas-filled hydrate lattice. A gas in place estimate was computed for the area encompassing ~8000 km2 contiguous BSR within the West Sulawesi Fold Belt. An estimated 40% gas hydrate saturation was used for this study based on a compromise between the very low pore space saturations of around 5-6% in the Blake Ridge to the high saturation of 80% established for the Nankai Trough. Using a porosity of 36% and a gas hydrate saturation of 40% of pore space, a 10m thick reservoir resulted in an estimated gas in place of 1.89 trillion m3 (67 TCF) at standard pressure and temperature.

    Lumayan kan ? Bandingkan dengan cadangan gas di Wiriagar yang hanya sekitar 20Tcf saja.

  8. Indonesia, apa-apa telat. Saya pikir konspirasinya begini saja: menunggu kesiapan para pemain besar, dalam arti tarik menarik kepentingan.
    Kulo maunya genee, situ neko-neko, yo wis, as you wish..modar kowe lihat dampak socialnye. Asem!

  9. pak, kapan atuh indonesia pake panas bumi? kan udah pada ngebeleduk itu di beberapa titik, minta dipanen? panas bumi kan gratis, nggak pake polusi pula. saya mah orang awam, tapi liat di tv, india sudah punya industri mobil listrik. lah kita masih aja dipermainkan sama minyak.. duh..

  10. kemarin lihat mobil elektrik di tivi, harganya 100ribu USD, trus chargingnya pake solar cell, keren :), kecepatan dan akselerasi bisa bersaing dengan Porsche 911 katanya ….

    mungkin ini solusi alternatif untuk kelangkaan BBM kali, tapi harga segitu untuk Indonesia jelas ..hegh…mencekik leher sekali 🙁

  11. yah pakdhe…isu mengenai minyak ini emang sangat erat kaitannya sama konspirasi kan?
    Amerika nyerbu Irak juga katanya gara-gara minyak ini…

  12. Iya, kita harus hemat energi. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Tapi masih ada saja orang yang susah dibilangi untuk hemat energi. *langsung berkaca di cermin*

Leave a Reply