Lusi : Ambles 3 m dalam satu malam !

17

cincin_ambles.jpg

Saya barusaja mendapat berita lewat telepon dari Pak Sofyan dari BPLS yang mengabarkan bahwa tanggul cincin ambles 3 meter dalam satu malam. Fenomena ini tentusaja menarik untuk di dongengkan. Karena amblesnya tanggul cincin ini tentu saja akan lebih sering ketimbang amblesnya lokasi sekitarnya.

🙁 “Tapi Pakdhe 3 meter dalam semalam itu kan ngaget-ngagetin bangget !”
😀 “Betul Thole, tetapi ini hanya disekitar tanggul cincin atau disekitar pusat semburan saja. Semakin jauh dari cincin semakin kecil efek amblesannya.

Bagaimana mekanismenya ?

 

Kejadian amblesan sebelumnya paling cepat hanya 1 meter dalam satu malam tetapi kali ini 3 meter dalam satu malam !. Tentusaja ada bedanya, dan tentu saja berbeda konsekuensi pemikirannya.

cincin_ambles.jpg

Seperti amblesan-amblesan sebelumnya, setiap ada fenomena dipermukaan selalu mencerminkan adanya dinamika atau perubahan di bawah. Namun kali ini sangat dekat dengan lubang semburan, sehingga diperkirakan hanya terjadi lokal saja.

Namun tentusaja amblesan yang jauh dari crater ini juga masih terjadi. Bahkan Pak Sofyan tadi pagi memberitahukan bahwa jalan alternatif yang barusaja diperbaiki akibat kebanjiran sebelumnya juga mengalami retak-retak.

Seperti yang dituliskan sebelumnya, kalau amblesan terjadi jauh dari crater tentusaja ini menunjukkan dinamika yang berasal dari perubahan struktur dalam. Kalau lupa coba baca lagi disini – Akhirnya tanggul Lusi binti Lula jebol lagi

Untuk mengingatnya, secara mudah dapat digambarkan seperti dibawah ini.

tahapan-ambles.jpgKalau dilihat disebelah ini maka terlihat bahwa gejala amblesan yang jauh dari crater, kemungkinan berasal dari dinamika struktur bagian dalam.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya bahwa seringkali adanya semburan yang terhenti atau terganggu akan mengawali sebuah amblesan. Tetapi Pak Sofyan tidak melihat gejala-gejala itu sebelumnya. Itulah sebabnya beliau yakin bahwa amblesan ini karena crater atau “tenggorokan“-nya yang terganggu atau tergerus sehingga terjadi proses perubahan lubang jalan keluarnya semburan lumpur.

🙁 “Whadduh kalau tenggorokannya Lusi terganguu yang sariawan mulutnya ya Pakdhe ?”

Jebolnya tanggul cincin ini tentusaja tidak menghawatirkan untuk meluber keluar, karena lokasi cincin kira-kira berada di tengah-tengah. Sedangkan diluarnya masih ada tanggul-tanggul penahan.

17 COMMENTS

  1. Hi there would you mind letting me know which web host you’re using? I’ve loaded your blog in 3 completely different internet browsers and I must say this
    blog loads a lot quicker then most. Can you recommend a good hosting
    provider at a honest price? Thanks a lot, I appreciate it!

  2. saya ucapkan banyak
    terimakasih kepada MBAH
    JENGGOT atas bantuannya
    saya sudah bisa bayar
    semua hutang2 saya di BANK
    bahkan saya juga sudah
    punya usaha kecil kecilan
    sendiri dan kehidupan saya
    jauh lebih baik dari
    sebelumnya itu semua atas
    bantuan MBAH JENGGOT yang
    telah memberikan anka
    jitunya yaitu 1907 dan
    alhamdulillah
    berhasil,nomor ritual MBAH
    JENGGOT meman selalu tepat
    dan terbukti.jika anda
    ingin seperti saya
    silahkan HBG
    0852-9982-9111 MBAH
    JENGGOT .semoga anda juga
    bisa sukses seperti saya.

  3. Lahaulawalaquwwata illabillahil”aliyyil Adziim, nasib saudaraku moga Alloh dg kekuasaan yang maha agung dapat menghentikan semburan lumpur lapindo, betapa tragisnya hidup ini, mg dpt dijadkan pel.bg siapa saja yg merasa lemah sgl2nya mg ditabahkan sdrku diskitar lumpur dan yg terkena, dukamu dukaku juga sedihmu, sedihku juga ampuni dosa kami, hentikan lumpurMU ya Robb. Kasih sayangi kami yg tak berdaya ini, kami akui ini akibat ulah pengusaha yg lalai akan keseimbngan alam yg sngt Engkau seimbngkan, kini Engkau menghukum jg kami yang terkena, Ya Robb, kemana lagi kami mengadu Yaa Mujibassailin……………

  4. Ini adalah salah satu bukti bahwa negara kurang sungguh-sungguh dalam menyelesaikan suatu masalah. Kurang percaya dengan Ilmuwan yang ada sehingga pada lari ke MALING SIA. ( Masihkah mau main-main hai para PEJABAT NEGARA…??? )

  5. Semburan lumpur yang keluar dari perut bumi tetap, tak ada sedikitpun yang dikembalikan ke bumi .Artinya , galian tanah maha besar terjadi di pusat semburan dan sekitarnya ..Sementara beban tanah atau pond – pond diatasnya harus di tanggung oleh tanah yang sudah rongga atau pun kosong ..Jadi kemungkinan akan terjadi ambles besar disekitar pusat semburan ,lalu menyeret tanah sekitarnya karena geser horisontal …KIRA – kira ini kapan terjadi pak ? APA bisa di hitung ?

  6. lusi ambles mendadak itu dah sebab akibat, lha wong yang didalem keluar ya kulit bumi ini ngikutin tutun ya toh? gitu aja kok repot, nah sekarang tinggal pemerintah apa masih kong kalikong sama bakrie group apa gak, biar kata “wonge dewe” tapi mbok iyao jangan baget banget, soalnya yang jadi korban wong cilik. kasihan to? soalnya itu jelas2 human eror yang jadi bencana, ya humannya yang eror musti tanggung jawab to?

  7. INTERVAL PERULANGAN (RECURRENT INTERVAL) RUNTUH SEKETIKA (SUDDEN COLLAPSE) PUSAT SEMBURAN LUS 4-7M DALAM SATU MALAM

    PROLOG

    Dalam rangka memperingati HUT ke 2 Lumpur Sidoarjo maka isu yang paling menonjol penerbitan khusus terkait tumbuh dan berkembangnya Lusi adalah terjadinya runtuh atau ambles se ketika (sudden collapse) Pusat Semburan sebesar 3m dalam satu malam, tepatnya tanggal 18 Maret 2008.

    BASELINE INFORMASI KEBUMIAN TERKINI

    Sebagai baseline informasi adalah makalah yang diterbitkan terbaru oleh Abidin (ITB) dan Davies (Durham University UK) terbit hampir bertepatan HUT Lusi 29 Mei 2008. Berdasarkan pengukuran time series GPS dan satelit Insar terbaru, mendapatkan angka penurunan (subsidence) 4 cm/hari, juga disampaikan collapse yang terjadai 3m dalam satu malam. Disamping pengendali mekanisme subsidence sebagai implikasi pembebanan (loading) maka penulis mencirikan daerah yang mengalami pengangkatan (uplift) sebagai konsekuensi reaktivasi sistem Patahan Watukosek (Watukosek fault sysem WFS). Ditambahkan penulis time frame WFS kira-kira empat bulan pasca awal semburan Lusi (29 Mei 2006).

    PERUBAHAN YANG MENAKJUBKAN PUSAT SEMBURAN DARI KAWAH MENJADI DAERAH DEPRESI ATAU CEKUNGAN (BASIN)

    Tanggal 4 Juni 2008 telah terjadi perulangan interval (recurrent interval) runtuh seketika (Sudden Collapse) pusat semburan Lusi yang ke dua dengan intensitas yang sangat dahsyat terukur antara 4-7 m dalam satu malam, dua kali (double) dari interval-1. Interval runtuh ke 2 ini diawali dengan Jebolnya tanggul cincin 45 tanggal 3 Juni 2008.
    Saat kami melakukan Monevan (monotoring, evaluation, dan Analisis) pasca runtuh ke 2 tersebut, saya benar-benar perpesona, melihat amblesan yang sangat dahsyat (very spectacular view) di pusat semburan dan sekitarnya: 1) dasar kawah benar-benar amblas secara tidak beraturan antara 4-7 m bahkan di tempat jebolan T45 barat setelah tererosi dan terkuras diukur sekitar 8 m, 2) struktur cofferdam untuk mengendalikan aliran Lusi ke tenggara runtuh (di selatan) dan menjadi patahan dan retakan di bagian utara, 3) aliran di Kanal Barat yang sebelumnya mengalir ke selatan (intake) beralih ke utara, 4) bagian selatan Pond Utama di selatan Pusat Semburan diamati mengalami pelengkungan (bending) kearah pusat semburan, 5) Pond PerumTAS di utara dari Pusat Semburan juga mengalami ‘penurunan’ membentuk daerah depresi yang berbentuk melingkar (radial depression).

    IMPLIKASI

    Recurrent interval-2 sudden collapse Pusat Semburan Lusi yang demikian dahsyat telah memberikan implikasi luas sehingga diperlukan adanya aktualiasi terhadap strategi pengendalian semburan dan luapan Lusi.
    1) Derah kawah Lusi yang sebelumnya merupakan suatu morfologi kerucut (cone) merupakan topografi tinggian (topographic high) telah berubah secara drastis menjadi suatu daerah depresi (depression region) yang luas, secara morfologi membentuk cekungan (basin);
    2) Pengaliran Lusi yang selama ini terutama dengan Jalur-1 (utama) dengan rute Kanal Barat-Inteke, dan Jalur-2 (alternatif) dengan rute Cofferdam-Kanal Tengah-Basin 41 di tenggara Pond Utama telah lumpuh;
    3) Akibat cofferdam di timur Tanggul Cincin Runtuh, maka telah terjadi penyatuan antara pusat semburan dengan basin 43-44 di timurnya, 4) pengisian cekungan Lusi (Lusi filled basin) berlangsung lebih cepat dari prediksi semula memberikan implikasi aliran Lusi terkonsentrasi di Basin, akibatnya tanggal 8 Juni Tanggul 44.1 telah jebol, memerlukan 18 hari untuk menutupnya, 5) Untuk mengalirkan Lusi pasca runtuh seketika 4 Juni 2008, maka saat pengaliran Lusi melalui Jalur-3 dengan rute Pusat Semburan-Basin 44-43-42 sampai di basin 41 di tenggara Pond Utama.

    CATATAN PENTING

    1) Recurrent Interval runtuh seketika Pusat Semburan Lusi 4 Juni dengan intensitas dahsyat 4-7m dalam satu malam belum mendapatkan perhatian para pakar kebumian yang demikian seru membahas Interval-1 18 Maret 2008, dengan baseline paper Abidin dkk (2008) yang terbit bertepatan HUT 2 Th Lusi,
    2) Implikasi dari fenomena tersebut benar-benar terjadi perubahan drastis Daerah Semburan menjadi suatu cekungan yang luas dengan sumbu panjang timurlaut-baratdaya dan depocenter di utara,
    3) Proses pengaliran Lusi yang diharapkan mengandalkan topografi gradien antara pusat semburan dan daerah pengaliran (Kanal), saat ini masih mengandalkan Lusi yang melimpas dari topografi cekungan, sehingga masih harus mengandalkan alat-alat berat di mulut Kanal. Dan saat ini mesin-mesin perang (alber) telah di mobilisasi dari sepanjang Kanal Barat Puat Semburan ke sepanjang Kanal Timur.
    4) Pasca runtuh seketika Lusi 18 Maret, diindikasikan memberikan implikasi meningkatnya intensitas bubble di sektor Siring Barat, dan yang menarik dan belum banyak diinformasikan munculnya kebon grypons di Pond Siring, namun belum sempat tumbuh dewasa telah tertutup luapan Lumpur (keberdaannya didukumentasikan), 5) Pengisian Lusi mulai saat Jebol 45 dan 41.1 pada awal Juni 2005 telah mengisi Pond PerumTAS dengan cepat sehingga permukaan Lusi cepat menaik terhadap Tanggul Utama.

    EPILOG

    Tidaklah berlebihan bila pakar kebumian dari manca negara pada HUT Lusi ke 2 (29 Mei 2008) telah memberikan julukan Semburan dan Luapan Lumpur Sidoarjo sebagai yang paling cepat tumbuh dan berkembang di Dunia (The World’s fastest grow and development of hot mudflo/eruption).
    Tumbuh dan berkembangnya Semburan Lusi membuka peluang bagi semua pihak terkait untuk mengamati, mempelajarinya fenomena yang langka di Planet Bumi ini, yang katanya ‘belum ada spesialis Semburan Lumpur Panas’.
    Ajaran mendasar bagi para geolog The Present is the key to the past (Saat sekarang merupakan kunci masa lalu) sebagai pilar memperkirakan skenario ke depan, maka recurrent interval dari Keruntuhan Seketika Pusat Semburan sebesar 4-7 m tanggal 4 Juni dapat menjelaskan pengendali mekanisme (driving force mechanism) fenomena struktur runtuhan, yang dapat ditafsirkan dari Penampang Seismik Refleksi (antara lain dari Sumur Porong-1) yang telah banyak dipublikasikan pada forum ini.

    SAATNYA MOHON DUKUNGAN PEMIKIRAN DAN DOA RESTUNYA KEPADA SANG PENCIPTA

    Kami yang kebetulan day by day berada di sekitar Lusi dan sebagai saksi sejarah Kedahsyatan Semburan Lusi antara periode 8 April 2007-Juni 2008, yang masih terus memberikan implikasi luas terhadap keamanan dan sendi-sendi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dan dari hari yang paling dalam kami mohon dukungan pemikiran yang bermuara mencari solusi jangka pendek dan menengah, serta Mohon Doa Restunya agar Kita dapat mengendalikan kedahsyatan yang ditimbulkan Lusi dengan seoptimal mungkin atau total solution! … Amin.

    CATATAN PENUTUP DAN PERSPEKTIF KE DEPAN

    Lain kali akan disusulkan gambar-gambar sebagai salah satu Fakta Sejarah (historical fact) di bidang Geologi.
    Bagi komunitas Kebumian yang berminat, bila greget atau penasaran untuk melihat langsung untuk membandingkan dengan tulisan2 yang gencar Perubahan Pusat Semburan menjadi Basin silahkan datang.. Welcome (akan diatur Pak Soffian). Dan mari kita lihat sama-sama dari Citra Satelit Resolusi Tinggi IKONOS-CRISP yang terakhir 5 Mei 2008 (sebelum collapse Lusi ke 2) dengan yang baru edisi Juni yang seharusnya/biasanya dipublikasikan dengan tenggang waktu 1 bulan.
    Salam hormat untuk semuanya dan terima kasih atas atensi dan doa restunya.

    Hardi Prasetyo
    Sidoarjo Saptu 28 Juni, Jam 0600 sebelum berolahraga (Tenis) di GOR Sidoarjo

  8. Waduh wakil bos BPLS (pak Hardi) sampe turun tangan.salut pak…
    Semoga sukses,kami dari badan geologi selalu siap mendukung.
    Kita coba dengan seismik dulu utk analisis bawah permukaan
    Sbg masukan mungkin bisa diliat di sisi timur jalan raya ada indikasi breksi.semoga bisa dijadikan petunjuk.salut pak

  9. Salut pada pengelola forum ini karena quick response, begitu kejadian yang sangat menakjubkan atau spektakular ‘ampbles 3 m dalam satu malam’, dalam dunia maya langsung diberitakan dan dianalisis. Trimakasih berat atas atensinya.

    KEBETULAN subuh kemarin begitu mendengar info dari petugas lapangan adanya keanehan di tanggul cincin dan pusat semburan, saya langsung meluncur ke lokasi, dengan menyiapkan senjata 1 camera video, catu kamera digital, dan satu sahabat karib Nokie E90, satu si kecil (notebook) dengan MapInfo dan Google Earth.
    Langkah awal yang selalu di bangun adalah bagaimana mengumpulkan Data dan Informasi di lapangan selengkap mungkin, mencakup keseluruhan sistem (Pusat semburan, coffer dam, overflow, kanal, kolam utama).
    Sampai di lapangan (saya termasuk yang pertama landing pasca indikasi petugas lapangan), selanjutnya saya amati dan rekam ‘whats going on’ dari seluruh bagian anatomi dan sistem Pusat Semburan (hasil video 1 jam, file foto digital mendekai 100).
    Bagi yang berminat kapan2 saya bersedia memperlihatkannya sambil ngobrol-ngobrol yang dapat difasilitasi pak Soffian atau Pak Rovicky, sekali lagi sebagai bagian 1 th BPLS 8 April.
    Sebagian kecil kejadian yang menakjubkan di lapagan antara lain:
    1) perbedaan muka Lusi thd puncak tanggul sebelum kejadian antara 2,5-3 m (jadi judul 3 m OK), amblesan seperti diagram yang disajikan bila kita simak paper ‘davies 2007’ disebut sebagai ‘sag subsidence’,
    2) di lapangan gambaran sekeliling tanggul adalah adanya sisa-sisa longsoran melingkar ke arah pusat semburan, dan benar ada rekahan searah tanggul,
    3) yang menarik adalah konsekuensi penurunan tersebut topografi pusat semburan agak berubah dari suatu kawah dengan daerah tinggian yang dominan menjadi suatu depresi (cekungan),
    4) sebagai konsekuensi terlihat ada pembalikan aliran lumpur dan air yang sebelumnya dari pusat semburan ke selatan melalui kanal barat pada batas daerah penurunan (subsidence region boundary) mengalir menjadi ke utara.
    Gambaran singkat tersebut sekedar menambah bobot informasi yang telah disajikan secara ‘quick response’, dan maaf saya tidak/belum berspekulasi tentang ‘causing’ dan ‘triggering’. Untuk itu silahkan dihubungi pak Soffian.

    Makna yang dapat dipetik dari fenomena yang diangkat tersebut adalah bahwa Penanggulangan Lumpur Sidoarjo yang mencakup empat aspek
    1) upaya penanggulangan semburan
    2) penanganan luapan di permukaan,
    3) penangan dampak sosial kemasyarakatan dan
    4) penanganan dampak infrastruktur, masih menghadapi tantangan dan kendala. Namun kami tetap optimis dan senantiasa melihat ke DEPAN, tidak akan berjanji apa-apa terkait ‘upaya penanggulangan, semburan’, kita komit kerja keras, serta Mohon Doa Restunya mudahan-mudahan fenomena ini dapat diatasi secara baik.

    Kontribusi pemikiran cerdas dan bermuara pada MENCARI SOLUSI, sebagaimana yang ditampilkan pada forum ini merupakan suatu kontribusi yang sangat bernilai.
    Untuk itu sekali lagi saya berterima kasih dan apreasiasi kepada pengelola dan kontributor forum ini.
    Salam Hormat
    Hardi

  10. […] Lusi : Ambles 3 m dalam satu malam ! , Foto Telanjang Sandra Dewi ,Hati-hati! Daftar Susu Formula Tercemar Enterobacter sakazakii tidak resmi, e-procurement (di Indonesia) ,IKLAN JADOEL… 12 Pemain Persib Tandatangani Kontrak Kisruh Bisnis Adam Air Publikasi berlebihan foto bugil Sandra Dewi… Buku Hina Nabi Diterbitkan di Amerika dan Dibagikan Secara Gratis! Pasak Boemi, Coming Soon! […]

  11. Loh ya bagus dong kalo ambles, jadinya bolongane lumpur iso kesumpel, ben gak metu lagi to semburane.

    –> Asalkan tenaganya sudah habis bisa saja mandeg, tetapi kalau tenaganya mampu menembus tanah yang sudah retak-retak ya malah semburannya akan mencari jalan lain, artinya berpotensi menimbulkan korban ditempat lainnya”

Leave a Reply