Sepintas mengenal IOC – International Oil Corporation –

18

http://www.armsdeal-vpo.co.za/cartoons/big_merger.jpgSebelum melanjutkan dongengan ke Pertamina kita tengok dahulu beberapa IOC atau International Oil Corporation. Perusahaan-perusahaan ini memang bener-bener perusahaan yang mengusai dunia minyak diawal eksplorasi minyak bumi di mulai. Tentunya saya tidak bercerita bagaimana Rockefeller dan Zijlker.

Kali ini akan didongengkan munculnya perusahaan-perusahaan raksasa saat ini.

The BIG five.

noc_1.jpgSaat ini sering disebut-sebut the BIG five, yaitu lima perusahaan migas terbesar didunia. Terbesar dalam arti jumlah migas yang dikuasainya. Tentunya masih ingat bahwa jumlah minyak yang dikuasi IOC ini hanya sekitar 20% saja dari reserves dunia. Baca tulisan sebelumnya Pergeseran peran NOC (National Oil Corporation) dalam kancah global energi.

ioc-1.jpgReserves atau cadangan minyak yang dimiliki oleh the BIG five ada ditabel sebelah ini. Kelima perusahaan ini tentunya banyak yang dengan nama-nama baru karena sisa-sisa merger atau penggabungan. Misal ExxonMobil dan ConocoPhillips, mereka itu hasil merger dari perusahaan yang lebih kecil sebelumnya. Dua perusahaan lain ditampilkan disitu karena jumlah cadangannya masih deket angkanya.

Coba tengok profit atau keuntungan yang mereka peroleh.

🙁 “Pakdhe, itu duwik semua ya ? Kalau dirupiahkan trus angkanya sampai berapa dijit ya Pakdhe. Wah kalkulatornya dah ngga muat nih, Pakdhe”
😀 “Lah kalkulatormu kalkulator sayur, Thole ! isane cuman dipakai buat ngitung jatah beras dua kilo saja” 😛

Dengan angka segitu tentusaja NOC banyak yang ngiler. Dan beberapa negara menasionalisasi industri migasnya.

Sedangkan cadangan 10 perusahaan Amerika lainnya dan cadangannya dalam juta barrels, sebagai berikut (sepertinya ini data tahun 2006):

  • Occidental Petroleum Corporation (2,234)
  • Anadarko Petroleum Corporation (1,264)
  • Apache Corporation (1,061)
  • Hess Corporation (932)
  • Devon Energy Corporation (708)
  • Marathon Oil Company (677)
  • Pioneer Natural Resources (417)
  • Plains Exploration & Production (333)
  • Noble Energy (296)
  • Dominion (232)

Anggaran belanja eksplorasi dan perolehannya.

ioc-3.jpgSebelum geram melihat keuntungannya, coba dilihat juga seberapa besar biaya yang mereka keluarkan. Grafis disebelah ini memperlihatkan uang yang dibelanjakan untuk eksplorasi. Mungkin kamu notis adanya penurunan dalam jumlah besar sekitar tahun 1998. Ya, tahun itu merupakan tahun krisis ekonomi di saentero jagad. Tidak hanya di Asia dan Indonesia saja, kan ?

Terlihat pada tahun 2004 perusahaan kecil lebih dulu aggresif untuk melakukan eksplorasi lagi, dan diikuti perusahaan lainnya.

ioc-4.jpg

Disebelah ini kita lihat Reserves Replacement Ratio R/R. Ada yang menarik ? Yap, ada yang menarik untuk ditanyakan, “Kenapa pada tahun 2000 pas harga minyak turun sangat rendah kok R/R nya tinggi ?” Pada saat harga rendah, seringkali juga diikuti biaya eksplorasi yang rendah. Sehingga perusahaan kecil-kecil inilah yang lebih “berani” melakukan eksplorasi. Dan hasilnya cukup lumayan, kan? Mereka mampu meningkatkan cadangannya hingga 2-3 kali lipat. Hasil dari eksplorasi di tahun 2004 ini menunjukkan peningkatan (R/R) ini artinya mulai ada penemuan cadangan baru menggantikan cadangan yang diproduksi.

Mengapa pada tahun 2001-2002 tidak banyak perolehan. Malah R/R-nya juga anjlok. Apa yang terjadi ? Jawabnya ada dibawah nanti ya ?

ioc-5.jpg

🙁 “Wah Pakdhe jangan bikin penasaran, tapi ditulis sekarang kan Pakdhe ?”
😀 “Maksudte Pakdhe bukan menjadikan penasaran, tetapi kalau mau belajar itu mesti pelan-pelan Thole. Kalau makan yang bagus itu ya dikunyak-kunyah dulu. Jangan langsung ditelan. Nanti tersedak”

Produksi dari the BIG five sepertinya tidak banyak berubah dari tahun ketahun. Mereka memproduksi minyaknya sekitar 10 juta barrel perhari. Sedangkan perusahaan yang lebih kecil-kecil ini lebih banyak meningkatkan produksi 20-30 % selama 12 tahun (1995-2006).

Merger (bergabung) dan caplok-caplokan (akuisisi)

Dimana sekarang ARCO, Unocal, dan juga beberapa nama perusahaan yang cukup terkenal sebelumnya ? Tentunya bagi yang di Jakarta dulu pernah tahu ada perusahaan bernama ARCO, juga ada Texaco dan banyak lagi. Kemana mereka ?

Dibawah ini akan terpampang bagaimana perusahaan-perusahaan IOC itu saling bergabung bergandengan, ada yang dicaplok, ada yang ditelen bulet-bulet, ada yang dikunyah dulu dan ada yang berganti pemilik.

ioc-7.jpg Caplok-caplokan ini banyak terjadi pasca krisis ekonomi di akhir abad 20, menjelang abad 21.

Devon

Tidak begitu dikenal di Indonesia sebelumnya, Santa Fe justru pernah beroperasi (eksplorasi di Indonesia) perusahaan ini sibuk merger sejak awal abad 21 ini. Caplok-caplokan ini berakhir pada tahun 2003 dengan dimenangkan oleh Devon !

BP (Beyond Petroleum)

Mungkin anda dahulu mengenal nama BP sebagai British Petroleum sebuah perusahaan NOC-nya Inggris. Tetapi ketika merger dengan SOHIO pada waktu awalnya, sudah menjadi BP-America. Ya,menjadi perusahaan Amerika. BP saat ini listed di beberapa bursa saham (London, NewYork, dan Toronto). Anda kenal Standard oil ? Nah BP ini merupakan anak cucu cicitt keturunannya.

ConocoPhillips

Dulu mungkin banyak yang mengenal nama perusahaan bernama Asamera yang berkantor di gedung kehutanan Gatsu. Perusahaan ini pada akhir 90-an dibeli oleh Gulf Canada Resources yang kemudiah dibeli Conoco. Kemudian Conoco merger dengan Phillips yang saat ini masih dikenal dengan nama Conoco-Phillips.

ioc-8.jpgAmerada-HESS

Nah ini tempat Pakdhe nyangkul 🙂 . Amerada ini konon singkatan dari AmericanCanada yang setelah merger di tahun 1968 dengan HESS menjadi AmeradaHESS. Tahun 2001 Amerada HESS membeli Triton Energy, dan kemudian sejak May 2006, namanya menjadi HESS saja.

Exxon-Mobil

Wah ini perusahaan terbesar saat ini dengan mengantongi resource lebih dari 10 bilyun Barrel minyak. Sebagai gambarn cadangan migas Indonesia ditahun 2006 hanya sekitar 4-5 bilyun barrel, atau sekitar setengah dari cadangan Exxon-Mobil.

Elpaso

Perusahaan ini tidak begitu dikenal di Indonesia

Anadarko

Perusahaan baru masuk Indonesia pada tahun 2000-an. Sebelumnya Anadarko hanya beroprasi di Amerika dan sekitarnya. Perusahaan ini mengantongi cadangan 1.3 bilyun barrel minyak.

ioc-9.jpg Perusahaan-perusahaan disebelah kiri ini tidak banyak dikenal di Indonesia, mungkin kecuali Occidental yang saat ini juga sudah melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia.

Mengapa merger ?

Perusahaan-perusahaan ini hampir semua melakukan merger (penggabungan) pada tahun 2001-2002. Tahun-tahun ini lah merupakan tahun sibuk caplok-caplokan dan dan gandengan. Mereka banyak melakukan merger dengan “alasan” klasik yaitu efisiensi. Biasanya ketika dua perusahaan bergabung maka akan ada pengurangan pegawai. Hal itu juga terjadi di Indonesia. Banyak perusahaan melakukan MAT (mutual Agreemant Termination) atau keluar dengan pesangon.

Dan mulai saat itulah banyak pekerja-pekerja Indonesia hengkang ke LN. Silahkan baca kaitannya disini : Raport merah lima tahunan migas di Indonesia

🙁 “Pakdhe keluar dari Indonesia tahun barapa ?”
😀 “Tahun 2001, Thole. Kenapa ?”
🙁 “Pakdhe juga dapet pesangon ?”
😀 “Wah enggak thole. Pakdhe waktu itu keluar tidak dengan pesangon. Tetapi trus kerja sebagai konsultan Brunei Shell Petroleum”

Jadi menjawab pertanyaan diatas mengapa tahun-tahun ini tidak banyakcadangan baru yang diketemukan. Pada tahun ini juga harga minyak sangat berfluktuasi disekitar 20-30 USD/bbl. Bandingkan dengan saat ini. Kalau anda jeli memperhatikan harga minyak, maka terlihat bahwa harga minyak itu terus melaju naik sejak tahun 2002-2003 hingga saat ini. Kalau menghubungkan dengan perilaku caplok-caplokan dan merger diatas tentunya harga yang tinggi ini akan “menutup” biaya-biaya yang dipakai ketika terjadi penggabungan perusahaan.

Akibat dari alasan “efisiensi” ini salah satunya adalah lay off atau PHK. Sehingga pada tahun itu sangat sedikit yang berminat untuk bekerja di Perminyakan, juga banyak yang pensiun dini. Dampak selanjutnya adalah kekurangan tenaga kerja yang dirasakan sangat mengangganggu jalannya operasi serta kegiatan industri migas pada beberapa tahun terakhir ini.

Posisi BIG Companies dalam Fortune 500 tahun 2007

Dibawah ini grafis 34 besar perusahaan migas di dunia. Campuran antara NOC dan IOC, campuran yang upstream/hulu (explorasi dan Produksi) juga ditambah hilir/downstream (pengilangan/refinery dan pemasaran/marketing)

fortune500-2007.jpg

Nah sekarang kita tahu bahwa IOC melakukan reformasi besar-besaran awal abd 21 ini. Demikian juga di Indonesia dengan Pertamina. Tapi dongengannya diterusin besok untuk yang satu ini ! 🙂

🙁 “Halllah !!!” 🙁

Dongengan terkait :

Sumber bacaan dan gambar :

  • – “Genealogy of Major U.S. Oil and Gas Producers.” 1/18/2007. Energy Information Administration. www.eia.gov
  • – “THE INTERNATIONAL OIL COMPANIES” by Amy Myer Jaffe, Wallace S Wilson, Rice Univ. NOV 2007.
  • http://www.armsdeal-vpo.co.za/

18 COMMENTS

  1. Pak Dhe,,,,tau masalah transword yg habis ngebor di daerah bagok / nurussalam acehtimur….bagaiman nasib hasil pengeborannya ?? bisa bantu….menjanjikan tidak potensi migas di acehtimur tersebut ? soalnya dari jaman asamera pernah dibor disitu sekarang dibor lagi sama transword pada awal tahun…tapi belum nongol2 lagi………
    tq p de

  2. […] Tahun 2001 merupakan turning point terakhir Pertamina menghadapi abad 21. Perubahan besar terjadi di tahun 2001 setelah adanya perubahan atau pengesahaan UU no 22 tahun 2001. Sementara itu didunia juga terjadi reformasi besar di kalangan IOC dimana tahun 2001-2002 juga merupakan perubahan struktur industri-industri migas. Yaitu terjadinya merger dan akuisisi yang sangat aktif dalam periode pendek ini. (Baca: Sepintas mengenal IOC – International Oil Corporation -) […]

  3. Pada De saya lagi cari data perusahaan migas yang lagi ngebor di Aceh Timur Transworld Seruway Exploration Ltd. Mohon dibantu. Sekalian tentang data Blog Seruway. Terima kasih

  4. Jangan salahin Pertamina thok, tanya saja sama yang bisa ngitung!? Kira-kira kalo dijual untung berapa? Kemudian gantinya dengan kapal charter, untungnya berapa? Nanti tipnya yang masuk kantong berapa? Jadi keperdulian kepada rakyat jelata sudah tidak berjalan. Buktikan saja orang yang ngalamin kurang gizi, nasi aking. Waduh, saya saja masih hutang jee, bagaimana mau peduli? Sudah donor darah lho.

  5. Pak dhe …. Kapan ya Pertamina merger dengan Exxon…. habisnya sudah tau Exxon dah nguasain tuh di Aceh dan natuna eh kini Blog Cepu dikelola juga kan untungnya bakalan buat Exxon Mobil kalo kayak gitu mending PERTAMINA di Merger aja . Pemerintah aja dah kagak percaya ama pertamina buktinya kapal tanker pertamina aja mau di Jual!!!!

    –> “Wah yang terjadi bukan merger, tetapi Pertamina dicaplok Exxon. Coba tengok berapa assetnya Exxon dibanding Pertamina dalam dua tulisan lainnya”

  6. Pak Dhe, alhamdulillah bisa ketemu pakde via web blog . Wah pakdhe tarik duwik banyak-banyak bawa karung untuk saudara-saudara yang masih kurang gizi. Dongengan pakdhe luar biasa.

    Aku punya dongeng dari penderita diabetes sampai punya pabrik jamu di Yogyakarta, aku ingin sebarkan dongengan sampai ke mana saja. Insya Allah, rakyat mengenal produknya sendiri alami dan mujarab.

  7. wah, kalau 20-30-an tahun lagi minyak habis, dan sekarang pemerintah belum siap-siap buat nyari sumber energi baru, trus pas minyak bner-bener habis……. Indonesia akan jadi sebuah taman lindung, dimana kehidupan purba terakhir masih bertahan hidup…

    khu khu khu 😀

  8. Pak Dhe,

    Kalo the big seven untuk tahun 2007 apa ada perubahan, no 8 s/d 10 nya apa aja Dhe..

    Kalo Pertamina, masuk nomer berapa ya…

    Thanks a lot

    Best Regards
    Sigit

  9. Pak Herman,
    Apakah berarti dahulu Indonesia juga melakukan nasionalisasi seperti yang terjadi di Venezuela sekarang ini ?

  10. Kalau bicara soal merger, rasanya kurang lengkap kalau tidak memasukkan cerita mengenai Shell. Karena Shell dan Royal Dutch Petroleum Maaskapij adalah dua perusahaan yang melakukan merger untuk pertama kali. Apalagi dalam konteks Indonesia, karena Royal Dutch mulai di Indonesia (sering dikatakan bahwa Shell lahir di Indonesia, yang benar Royal Dutch saja yang lahir di Indonesia).

    Selain itu sebagian besar asset Pertamina dulunya adalah milik Royal Dutch dengan nama BPM sebagai operator di Indonesia.

  11. Pak Dhe, mo tanya market share/joint venture antara pemerintah Indonesia dengan IOC yang mengerjakan ladang di Indonesia itu gimana to? perasaan kita koq gak ikutan kaya

  12. Heran, kenapa mas Rofik rajin menyoroti Pertamina sih ?

    –> RDP Comment: Looh ini bukan menyorot Pertamina saja. Ini ketahanan energi nasional looh. Pertamina merupakan sebuah kendaraan kita saat ini yang dimiliki oleh government. Kita harus waspada.

Leave a Reply