Evolusi – intermezzo – Teori yang berevolusi (1)

0

evo4.gifBagi yang suka belajar geologi terutama yang suka teori evolusi tentunya mengenal atau pernah melihat apa yang disebut pohon evolusi (evolution tree). Yaitu sebuah gambar pohon dimana didalamnya terdapat cabang-cabang perkembangan binatang ataupun tumbuhan yang diurutkan atau dibuat berdasarkan teori evolusi.Tetapi kali ini saya tidak menceriterakan soal bagaimana evolusi itu. Kali ini hanya selingan bagaimana teori evolusi sendiri berkembang dari awal. Manarik kan ?

🙁 “Pakdhe, jadi teori evolusi juga berevolusi ya ? Asyik tenan kiyi !” 😛

Ilmu apapun tidak pernah berdiri sendiri, ilmu selalu berkembang dari ilmu yang ada sebelumnya, termasuk juga ilmu biologi. Kali ini bukan ilmu biologi, bahkan teori evolusi hanya salah satu teori dalam biologi. Teori ini juga tidak mampu berdiri sendiri. Teori ini dibangun dengan ilmu-ilmu lain dan berkembang sejalan dengan ilmu-ilmu lainnya.

Berkeley mengembangkan penggambaran pohon evolusi ini sehingga kita bisa mengerti sampai dimana sih teori ini saat ini ? Apakah iya teori ini berkaitan dengan yang lain ?

Dibawah ini gambar pohon teori evolusi yang dibuat oleh Berkeley University itu.

pohon_ilmu_evolusi.gif

Ada empat akar utama dalam teori evolusi yaitu :

  • Earth HistorySejarah bumi (Geologi), (lah ini dikerjakan oleh geologist macam aku ini)
  • Life’s HistoryIlmu tentang mahluk hidup (mudahnya ilmu biologi)
  • Mechanisms of EvolutionMekanisme evolusi
  • Development & GeneticsPerkembangan dan Genetika

Sebelum tahun 1800

Tentusaja pada awalnya ilmu-ilmu berkembang terpisah namun ada satu ciri kesamaannya yaitu ilmu “membandingkan”, Comparative Anatomy. Tokoh ilmuwan yang tergolong paling awal dalam memnggunakan perbandingan atau komparasi ini namanya Vesalius, Dia memulai penelitian dari awal berdasarkan “pengamatan” sendiri bukan hanya mengembangkan berdasarkan pengetahuan yang sudah ada. Salah satu pengamatannya adalah adanya kesamaan anatomi manusia dengan binatang, juga beberapa binatang lain. JAdi mengamati, meneliti terus mengembangkan ilmu bukan hanya didasarkan ilmu lama saja.

🙁 “Jadi ilmu itu berkembang bukan hanya dengan membaca terus menuliskan lagi ya Pakdhe ?”

Natural Theology and God’s Design Pada waktu awal ini juga pengamatan (Observation) menjadi dasar utama yang juga dikemukakan oleh Harvey. Observasi ini juga dilakukan oleh Paley. Menurut Paley yang sangat teologis ini menyatakan bahwa observasi ini diperlukan untuk lebih mengenali Maha Pencipta. Pssst kursi yang diduduki Paley ini nantinya juga diduduki oleh Darwin … pssst.

From Living Tissue to StoneDitempat lain Steno, seorang yang akhirnya juga menjadi tokoh dalam ilmu geologi mengemukakan teori dasar ilmu stratigrafi dan mulai memanfaatkan fosil sebagai petunjuk umur dalam ilmu stratigrafi. Stratigrafi itu ilmu tentang urutan pembentukan lapisan-lapisan bumi. Hukum Steno mengatakan lapisan yang berada diatas umurnya lebih muda dari batuan yang dibawahnya.

Aristotle's Great Chain of BeingNested Hierarchies, the Order of Nature – Seorang ahli botani (ilmu tanaman) Carolus Linnaeus, memulai berpikir tentang klasifikasi mahluk hidup. Awalnya klasifikasi keberadaan dibuat oleh Aristoteles seperti disebelah kiri ini). Yaitu sebuah usaha untuk mengklasifikasi berdasarkan atas herarki (hierarchy classification) . Selain mengklasifikasikan benda non hayati, Aristoteles juga memasukkan keberadaan Tuhan, malaikat sampai batu dan mineral. Sedangkan Linnaeus menyatakan bahwa semua spesies dapat dibuat klasifikasinya, termasuk manusia ! Hallah inilah yang nanti akhirnya memasukkan manusia kedalam jenjang kehidupan dan keberadaan.

🙁 “Looh Pakdhe manusia termasuk binatang itu dari Carl Linnaeus ya ?”
😀 “Memang awalnya disitu, tetapi Darwin yang kena getah nantinya dan selanjutnya hingga sekarang ! Jadi ternyata banyak yang salah tembak kaan ?”

Disinilah awal ramenya manusia masuk dalam struktur kebinatangan !

Elephant migrationsOld Earth, Ancient Life: Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon seorang ahli ilmu sejarah bumi mengemukakan pendapatnya bahwa bumi sudah sangat tua, tentunya ini berbeda dengan anggapan bahwa bumi relatif muda sesuai dengan Alkitab yang saat ini masih banyak dianut oleh Creationist (teori penciptaan). Buffon juga mengatakan bahwa sejarah bumi ini tidak seperti yang ada dalam Alkitab yang dipercaya waktu itu. Bumi dapat dipelajari sejarahnya berdasarkan atas proses-proses yang berlaku.

Dalam ilmu geologi juga dikenal “the present is the key to the past” yang dikemukakan oleh James Hutton, yang juga dikenal sebagai filosofi sains Uniformitarianism. Artinya, proses yang terjadi saat ini juga berlaku pada saat lampau.

🙁 “Yang belajar proses-proses di bumi ini kan ahli geologi ta pakdhe ?”

Buffon sebenarnya sudah menduga bahwa gajah Afrika itu berasal dari Mammoth di Antartica yang juga ada yang migrasi ke India. Tapi kayaknya dia masih bingung soal evolusi 😛

World population growthThe Ecology of Human Populations – Thomas Malthus seorang ahli ekologi dan demografi meneliti tentang manusia dan lingkungannya. Dia meyakini bahwa jumlah populasi manusia itu sebanding dengan jumlah makanan yang tersedia. Dengan menggunakan pemikiran dia maka kalau kita lihat disebelah ini, terlihat bahwa pertumbuhan manusia di bumi ini sangat meningkat tajam pasca Perang Dunia II

🙁 “Wah, kalau mau mengurangi penduduk diambil makanannya saja ya Pakdhe. Brarti di Indonesia kalau mengurangi jumlah penduduk, ya diambil saja tempenya … wooo Pantesss !”
😀 “Hust ora ngawur, Thole !”

Karena Thole semakin ngawur lanjutannya tunggu besok ya ? Bacaan lain terkait yang sebelumnya, jangan-jangan komentarmu udah terjawab disini :

Source : Wikipedia, Berkeley University

1 COMMENT

  1. Jika membicarakan evolusi dalam ranah biologi maka kita harus paham dan tahu mengenai konsep spesies yang sangat beragam, sehingga Evolusi dalam bidang biologi memiliki sudut pandang sangat luas dan kompleks.

    Gambar pohon evolusi adalah cara pandang manusia dalam melihat persamaan/perbedaan makhluk hidup, gambar tersebut dibuat untuk memecahkan permasalahan tata klasifikasi (biologi=taksonomi), dan gambar dapat berubah tergantung hasil riset.

    Dan apakah ada yang tahu bahwa dalam diri kita juga terdapat proses evolusi (proses adaptasi yang berlangsung lama)? Lalu apakah mikroevolusi yang terjadi di dalam gen tiap individu dapat mengubah fenetik (wujud) individu itu?

    Sebenarnya evolusi terjadi secara natural (alamiah) yang tidak disadari oleh individunya. Seperti bumi ini yang mengalami evolusi tanpa disadari (perubahan iklim).

  2. banyak yang salah paham ya sama evolusi..
    kuncinya pelajari dulu esensi dari teori ini, bukan pada dianfaatkannya teori evolusi oleh golongan materialis
    ilmu evolusi masih berevolusi, sebagaimana sifat ilmu yang sementara
    ilmu pengetahuan berangkat dari ketidakpercayaan, bukan percaya dulu pada firman yang sebenarnya manusia tidak berhak mengklaim tafsir sejatinya secara absolut karena hanya Tuhan yang mengetahui maksud/tafsir kalimatNya.
    coba cermati salah satu batasan evolusi berikut: evolusi merupakan perubahan karakter adaptif & frekuensi gen pada suatu populasi dari masa ke masa
    evolusi berjalan lambat pada maklhuk hidup dengan total genome besar, pola evolusi dapat diamati dengan lebih mudah pada makhluk hidup dengan total genome sedikit. misal pada “makhluk aseluler” nano virus yang hanya mempunyai kurang dari 500 ribu genome.
    bandingkan dengan manusia yang meiliki kurang lebih 3,5 milyar nukleotida
    pada maklhluk hidup dengan total genome tinggi proses evolusinya berjalan jauh lebih lama..

  3. Cerita tentang Cosmos dan lainnya memang tiada habisnya.
    Apalagi jika dikaitkan dengan agama atau sains.
    tapi, teori evolusi ini harus ditanggapi dari beberapa sisi dan kesemuanya itu menandakan betapa kuasanya Allah SWT.
    Yakinlah….

  4. Atha
    Kalau lihat di pendongeng, namanya Rovicky Dwi Putrohari
    Mungkin namanya sudah evolusi dari rofiq …
    Pakdhe keturunan arab ya ?

  5. wah aku gak terlalu ngerti teori evolusi secara mendalam, hanya saja kalo aku baca di hidayatullah dalam berita “evolusi menanti aja” yang diberitakan secara berseri kok teori evolusi lebih bersifat politik & sosial ketimbang ilmiah ketika mempertahankan teorinya?.

  6. Pak Dhe, saya ada pertanyaan yang mendasar ini, sebenarnya apa sih inti dari teori evolusi.
    1. Apakah semua makhluk hidup mempunyai nenek moyang yang sama untuk kemudian berubah secara perlahan2 dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga muncullah makhluk hidup seperti sekarang ini, dan perubahan itu dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain mutasi genetik, faktor lingkungan, seleksi alam dan yang lainnya.
    2. Kedua apakah makhluk hidup yang ada sekarang ini muncul tiba2. Karena apa? setelah saya melihat beberapa kali pohon evolusi kok yang dicantumkan hanya bagian atasnya yaitu mahkluk hidup yang ada saat ini misalnya kupu2, lalat,kuda, gajah, dll. Tidak ada yang menjelaskan secara lengkap makhluk2 seperti apa yang terdapat pada garis di pohon evolusi tersebut atau di pangkal bawahnya. Penjelasan lengkapnya seperti ini.
    Kalau ini teori evolusi jawabannya adalah seperti pada poin pertama di atas dan teori ini bener2 ilmiah maka harusnya ditemukan sangat banyak dan mungkin tak terhingga makhluk2 aneh yang menjadi nenek moyang makhluk2 yang ada saat ini. Contohnya sederhana Kuda seharunya mempunyai ribuan atau mungkin jutaan makhluk hidup antah brantah yang menjadi nenek moyangnya. Pertanyaannya adalah dimanakah fosil2 makhluk nenek moyang itu berada?
    Fosil2 dinosaurus yang telah berusia ratusan juta tahun saja banyak ditemukan, mengapa fosil2 nenek moyang kuda yang usianya harusnya lebih muda
    tidak pernah ditemukan.
    ni linknya : http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/02/evolusi_kuda.jpg

    Harusnya berdasarkan ilmu dan logika akal sehat dan secara statistik jumlahnya pastilah sangat banyak sekali. Karena disetiap titik garis pohon evolusi harusnya terdapat makhluk hidup yang berbeda ( berdasarkan asumsi perubahan secara perlahan-lahan dan bukan tiba2) dan kalau makhluk hidup itu ada harusnya fosil2nya juga ada. Karena makhluk hidup yang bernama kuda penyebarannya hampir merata diseluruh dunia atau bukan mahluk endemis wilayah tertentu seperti komodo.

  7. aku jadi gatel juga ,pakdhe…
    boleh ga ikutan nimbrung,heboh nih..
    aku pernah baca national geographic indonesia terbitan mei 2006.disana dituliskan kalau manusia pertama berasal dari afrika.hal ini diketahui dari,
    pertama,dalam penelusuran ditemukan adanya satu induk bagi dna mitokondria (mtkondria adalah bakteri “milyaran” tahun yg lalu yg ditelan oleh nenek moyang sel eukariotik,demi meneruskan kelangsungan hidupnya,simbiosis mutualis enigmatis,”mungkin”).
    pada saat kelahiran seorang manusia,terjadi pentransferan informasi,ibu menurunkan dna mitokondria dan ayah menurunkan kromosom y.diketahui terdapat satuinduk bagi dna mtkondria,disebut “hawa” dna mitokndria,berasal dari afrika 200ribu tahun lalu.begitu juga “adam” kromosom y.
    kedua,dna manusia berbentuk seperti kapsul,diantaranya terdapat arsiran2 kecil.sekarang kita bicara tentang arsiran setelah garis tengah yang menciut.diketahui terdapat 5 arsiran setelah garis tengah itu’.orang2 afrika memiliki gen2 berarsiran pertama saja (kalau salah jangan nuntut,ya),diperkirakan ini adalah gen2 pertama sebelum terjadinya exodus besar-besaran.yg kemudian terdapt arsiran dari 160.000 tahun lalu,kemudian 75.000 lalu dst.
    yg ke..berapa ya.. kok lupa.biarin deh..hu^
    orang2 afrika memiliki cara bicara yg khas yg diketahui sebagai konsonan klik.yang digunakan bagi mereka untuk berburu binatang.
    yg menarik ras mentawai(pulau bangka) diketahui lebih atau terlalu,mungkin,tua dari yang diketahui.exodus ke indonesia diketahui tiba pada 60.000 tahun lalu.dari mongolia ke filipina dan berlanjut ke jawa,sumatra,papua dan australia.mungkin ada lagi yg bisa berikan petikan disini
    itu sedikit banyak yg bisa aku share,deh.
    pakdhe jangan lupa berdoa ya.mudah-mudahan benar.

  8. -> Mas Maruf mungkin saja benar, bahwa teori seleksi alam sudah gugur terseleksi oleh alamnya. Tetapi kalau ingin sedikit melanjutkan keingin tahuan anda barangkali akan diketahui bahwa ‘seleksi alam’ ini sudah digantikan oleh teori-teori baru lainnya. Secara aggregat keilmuan, seleksi alam hanyalah menjadi salah satu dari sebagian keciiil proses dalam evolusi.
    Jadi buat yang mau meruntuhkan teori seleksi alam sudah tidaka da gunanya, karena seleksi alam sudah banyak rival-rival-nya. seperti yang ditulis adanya beberapa contoh lain bagaimana mekanisme munculnya variasai di sini :
    http://rovicky.wordpress.com/2007/02/24/evolusi-4-mekanisme-evolusi-2/
    http://rovicky.wordpress.com/2007/02/15/evolusi-4-mekanisme-evolusi-1/

    Memang bukan berarti virus cacar berevolusi menjadi virus polio, ingat evolusi tidak bergerak mendatar lihat gambar yang ada disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/02/11/evolusi3-awas-lubang-keledai-potential-pitfall/
    Kalau anda lihat saja sekarang ini virus penyebab demam berdarah sudah memiliki varian-varian baru , bahkan yang lebih menghawatirkan adalah bakteri TB (tuberculosis) juga sudah berkembang sehingga rentan terhadap beberapa jenis antibiotika. Tahukah anda bahwa TB merupakan problematika besar di Indonesia ?

  9. pohon evolusi, menurut saya, adalah sama saja dengan tangga evolusi yang disambung-sambung.
    Teori evolusi, seandainya benarpun, masih belum bisa menjawab tentang makhluk hidup yang pertama kali ada, dan bagaimana tiba-tiba dia bisa muncul dan hidup.
    Jawabnya, secara kebetulan saja…

  10. Pertanyaan untuk Pohon Evolusi.
    Setiap teori bisa dikatakan ilmiah apabila ia bisa dibuktikan secara ilmiah Contoh sederhana adalah teori Newton yang sudah dibuktikan secara ilmiah untuk gerak dan gaya yang kecapatannya kurang dari 300.000 km/detik, sementara teori relativitas einstein telah berhasil di buktikan terkait hubungannya dengan atom dan alam semesta.
    Khusus untuk teori Evolusi bukti ilmiahnya adalah fosil-fosil yang ditemukan.
    Berdasarkan jutaan atau mungkin ratusan juta fosil makhluk hidup yang sudah ditemukan apakah ada fosil makhluk perantara?
    Berdasarkan pahon evolusi antara makhluk hidup satu menjadi yang lainnya haruslah ada makhluk perantara (karena hukum dsar evolusi adalah perubahan secara perlahan2 dan dalam waktu yang lama ) dan berdasarkan logika akal sehat juga harusnya jumlah makhluk perantara itu jumlahnya harusnya tak terhingga. Tapi diantara jutaan fosil yang ditemukan kok tidak ada makhluk pernatara itu. Belum pernah ditemukan fosil makhluk setangah ikan setengah reptil, makhluk setengah reptil setengah burung, setengah anjing setengah kuda setengah kera setengah manusia dan makhluk2 aneh antah brantah lainnya di jalur pohon evolusi yang harusnya jumlahnya jauh lebih banyak dari fosil2 yang sudah di kenal seperti sekarang.
    Lha kalau alasannya mutasi acak, apakah ada mutasi yang menyebabkan mahluk hidup menjadi lebih baik?
    Apakah ada mutasi yang membuat misalnya virus cacar bermutasi menjadi virus polio atau flu atau mutasi ayam menjadi burung unta. Mutasi menjadi sesama virus aja tidak mungkin terjadi apalagi mutasi menjadi makhluk hidup yang lebih tinggi.
    satu lagi ya yang perku diketahui seleksi alam tidak membuat spesies jenis baru seleksi alam hanya menyeleksi mana spesies yang dapat bertahan hidup dan mana yang tidak, dan teori evolusi haruanya sudah gugur dini berdasarkan hukum seleksi alam.

  11. waaah, intermezzonya serius amat. Tapi emang evolusi berjalan terus sih. Lah kita-kita ini, 60-an, 70-an, 80-an, facenya aja kelihatan beda.. 😛

  12. dapat dilihat disini sebagai tambahan informasi mengenai teori evolusi :
    http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan.php

    Ada Apa dengan Teori Evolusi?

    Sebagian orang yang pernah mendengar “teori evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.

    Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.

    Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik, sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.

    Karl Marx dengan jelas menyatakan bahwa teori Darwin memberikan dasar yang kokoh bagi materialisme, dan tentu saja bagi komunisme. Ia juga menunjukkan simpatinya kepada Darwin dengan mempersembahkan buku Das Kapital, yang dianggap sebagai karya terbesarnya, kepada Darwin. Dalam bukunya yang berbahasa Jerman, ia menulis: “Dari seorang pengagum setia kepada Charles Darwin”.

    Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak struktur kesatuan suatu negara.

    Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan “Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami”1

    Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini – utamanya pandangan Karl Marx – benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.

    Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta ilmiah yang membantah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan sesungguhnya dari apa yang disebut “ilmu pengetahuan” ini, yang ternyata tidak lebih dari sebuah penipuan.

    Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bantahan terhadap buku yang sedang Anda baca ini. Mereka bahkan tidak akan berusaha membantah karena sadar bahwa tindakan seperti itu hanya akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah sebuah kebohongan.

    http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan8.php

    Penipuan-Penipuan Evolusi

    Tidak ada bukti fosil yang nyata untuk mendukung gambaran “manusia kera” yang tidak putus-putusnya diindoktrinasikan media masa dan akademisi evolusionis. Dengan kuas di tangan, evolusionis membuat makhluk-makhluk khayalan. Namun mereka memiliki masalah serius karena tidak ada fosil-fosil yang cocok dengan gambar-gambar itu. Salah satu metode menarik yang mereka gunakan untuk mengatasi masalah ini adalah “membuat” fosil-fosil yang tidak dapat mereka temukan. Manusia Piltdown, skandal paling menghebohkan dalam sejarah ilmu pengetahuan, adalah contoh khas metode ini.

    Manusia Piltdown: Rahang Orang Utan dan Tengkorak Manusia!

    Seorang dokter terkenal yang juga ahli paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan bahwa ia telah menemukan tulang rahang dan fragmen tengkorak di dalam sebuah lu-bang di Piltdown, Inggris, pada tahun 1912. Tulang rahang tersebut lebih mirip tulang rahang kera, tetapi gigi dan tengkorak-nya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan “Manusia Piltdown”. Fosil ini diduga berusia 500 ribu tahun, dan dipajang di beberapa museum sebagai bukti mutlak evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, telah banyak artikel ilmiah mengenai “Manusia Piltdown” ditulis, sejumlah penafsiran dan gambar dibuat, dan fosil tersebut dikemukakan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktor ditulis mengenai subjek ini.1 Seorang ahli paleoantropologi terkenal dari Amerika, Henry Fairfield Osborn, ketika sedang mengunjungi British Museum pada tahun 1935 berkata”… kita harus selalu diingatkan bahwa alam dipenuhi paradoks, dan ini adalah suatu temuan mengejutkan tentang manusia prasejarah….”2

    Kisah Sebuah Kebohongan

    Fosil ditemukan oleh Charles Dawson dan diserahkan kepada Sir Arthur Smith Woodward.

    Potongan-potongan fosil direkonstruksi membentuk tengkorak yang terkenal itu.

    Berdasarkan rekonstruksi tengkorak, telah dibuat beragam gambar dan patung dan ditulis banyak artikel dan komentar. Tengkorak asli dipamerkan di British Museum.
    Empat puluh tahun setelah penemuan, sekelompok peneliti memastikan bahwa fosil Piltdown itu palsu.

    Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba metode “pengujian fluorin”, pengujian baru yang digunakan untuk menentukan umur fosil-fosil tua. Uji coba dilakukan pa-da fosil manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui bahwa tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin. Ini menunjukkan bahwa tulang rahang tersebut terkubur tidak lebih dari beberapa tahun. Sedangkan tengkoraknya, yang hanya mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan usianya hanya beberapa ribu tahun.

    Penelitian kronologis terakhir yang dilakukan dengan menggunakan metoda fluorin menunjukkan bahwa tengkorak tersebut hanya berusia beberapa ribu tahun. Terbukti pula bahwa gigi pada tulang rahang adalah dari orang utan yang dibuat seolah usang, dan bahwa peralatan-peralatan “primitif” yang ditemukan bersama fosil hanya imitasi sederhana yang telah diasah dengan peralatan baja.3 Dalam analisis teperinci yang diselesaikan oleh Weiner, pemalsuan ini diumumkan pada tahun 1953. Tengkorak tersebut milik manusia yang berusia 500 tahun, dan tulang rahangnya milik kera yang baru saja mati! Kemudian gigi-gigi disusun berderet dan ditambahkan pada rahangnya secara khusus, dan sendinya dirancang menyerupai sendi manusia. Lalu semua bagian diwarnai dengan potasium dikromat agar tampak tua. Warna ini memudar ketika dicelup dalam la-rutan asam. Le Gros Clark, anggota tim yang membongkar penipuan ini, tidak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya atas peristiwa ini dan mengatakan bahwa “bukti-bukti abrasi tiruan dengan segera tampak di depan mata. Hal ini begitu jelasnya hingga patut dipertanyakan bagaimana ini sampai lolos dari pengamatan sebelumnya?”4 Dengan terungkapnya fakta ini, “Manusia Piltdown” kemudian segera disingkirkan dari British Museum setelah lebih dari 40 tahun dipajang di sana.

    Ilustrasi di atas ini digambar berdasarkan satu gigi dan diterbitkan dalam majalah Illustrated London News pada tanggal 24 Juli 1922. Akan tetapi, evolusionis sangat kecewa ketika terungkap bahwa gigi ini bukan milik makhluk mirip kera atau manusia, tetapi milik spesies babi yang telah punah.
    Manusia Nebraska: Gigi Babi

    Pada tahun 1922, Henry Fairfield Osborn, manajer American Museum of Natural History, mengumumkan bahwa ia telah menemukan sebuah fosil gigi geraham yang berasal dari periode Pliosin, di Nebraska Barat, dekat Snake Brook. Gigi ini dinyatakan memiliki karakteristik gigi manusia dan gigi kera. Argumentasi ilmiah yang mendalam pun dimulai. Sebagian orang menafsirkan gigi ini berasal dari Pithecanthropus Erectus, sedangkan yang lain menyatakan gigi tersebut lebih menyerupai gigi manusia. Fosil yang menimbulkan perdebatan sengit ini dinamakan “Manusia Nebraska”. Manusia baru ini juga dengan segera diberi “nama ilmiah”: Hesperopithecus Haroldcooki.

    Banyak ahli yang memberikan dukungan kepada Osborn. Berdasarkan satu gigi ini, rekonstruksi kepala dan tubuh Manusia Nebraska pun digambar. Lebih jauh, Manusia Nebraska bahkan dilukiskan bersama istri dan anak-anaknya, sebagai sebuah keluarga utuh dengan latar belakang alam.

    Semua skenario ini dikembangkan hanya dari satu gigi. Evolusionis begitu meyakini keberadaan “manusia bayangan” ini, hingga ketika seorang peneliti bernama William Bryan menolak keputusan menyimpang yang mengandalkan satu gigi ini, ia dikritik dengan kasar.

    Pada tahun 1927, bagian lain kerangkanya juga ditemukan. Menurut potongan-potongan tulang ini, gigi tersebut bukan milik manusia atau kera, melainkan milik spesies babi liar Amerika yang telah punah, bernama prosthennops. William Gregory memberi judul artikelnya yang dimuat majalah Science dengan: “Hesperopithecus: Apparently Not An Ape Nor A Man (Hesperopithecus: Ternyata Bukan Kera Maupun Manusia)”. Dalam artikel itu ia mengumumkan kekeliruan ini.5 Setelah itu semua gambar Hesperopithecus Haroldcooki dan “keluarganya” segera dihapus dari literatur evolusi.

    Ota Benga: Orang Afrika dalam Kerangkeng

    OTA BENGA: “Orang Pigmi di Kebun Binatang”

    Setelah Darwin menyatakan bahwa manusia berevolusi dari makhluk hidup yang mirip kera melalui bukunya The Descent of Man, ia kemudian mulai mencari fosil-fosil untuk mendukung argumentasinya. Bagaimanapun, sejumlah evolusionis percaya bahwa makhluk “separo manusia – separo kera” tidak hanya ditemukan dalam bentuk fosil, tetapi juga dalam keadaan hidup di berbagai belahan dunia. Di awal abad ke-20, pencarian “mata rantai transisi yang masih hidup” ini menghasilkan kejadian-kejadian memilukan, dan yang paling biadab di antaranya adalah yang menimpa seorang Pigmi (suku di Afrika Tengah dengan tinggi badan rata-rata kurang dari 127 sentimeter) bernama Ota Benga.

    Ota Benga ditangkap pada tahun 1904 oleh seorang peneliti evolusionis di Kongo. Dalam bahasanya, nama Ota Benga berarti “teman”. Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Dengan dirantai dan dikurung seperti binatang, ia dibawa ke Amerika Serikat. Di sana, para ilmuwan evolusionis memamerkannya untuk umum pada Pekan Raya Dunia di St. Louis bersama spesies kera lain dan memperkenalkannya sebagai “mata rantai transisi terdekat dengan manusia”. Dua tahun kemudian, mereka membawanya ke Kebun Binatang Bronx di New York. Ia dipamerkan dalam kelompok “nenek moyang manusia” bersama beberapa simpanse, gorila bernama Dinah, dan orang utan bernama Dohung. Dr. William T. Hornaday, seorang evolusionis direktur kebun binatang tersebut memberikan sambutan panjang lebar tentang betapa bangganya ia memiliki “bentuk transisi” yang luar biasa ini di kebun binatangnya dan memperlakukan Ota Benga dalam kandang seolah ia seekor binatang biasa. Tidak tahan dengan perlakuan yang diterimanya, Ota Benga akhirnya bunuh diri. 6

    Manusia Piltdown, Manusia Nebraska, Ota Benga…. Skandal-skandal ini menunjukkan bahwa ilmuwan evolusionis tidak ragu-ragu menggunakan segala cara yang tidak ilmiah untuk membuktikan teori mereka. Dengan mengingat hal ini, ketika kita melihat yang dinamakan bukti lain dari mitos “evolusi manusia”, kita akan menghadapi situasi yang sama. Inilah sebuah cerita fiksi dan sepasukan relawan yang siap mencoba apa saja untuk membenarkan cerita itu.

Leave a Reply