Dataran banjir yang kebanjiran

35

Foto : JawaPos.
Banjir memang bukan hal yang aneh karena banjir terjadi dimana saja, maksudte dibelahan bumi manapun. Banjir bisa terjadi karena curah hujan tinggi, karena es mencair, karena tsunami, badai laut dan lain-lain. Karena banjir di Jawa ini terutama terjadi ketika ada curah hujan yang sangat ekstrim tinggi, maka hanya banjir karena hujan dan meluapnya sungai ini saja untuk dongengan kali ini. Seringkali terjadinya banjir ini juga disertai dengan storm (badai) seperti di Amerika karena badai Katrina. Tetapi yang didongengkan disini hanyalah banjir yang terjadi akibat curah hujan dan terjadi akibat limpasan sungai.

πŸ™ “Pakdhe, kalau banjir di Jakarta gimana kan ngga ada sungainya kan Pakdhe ?”
πŸ˜€ “Di Jakarta itu juga hampir sama, Thole. Tetapi sungainya sudah banyak direkayasa oleh manusia. Nah ketika air yang lewat diluar kebiasaan karena curah hujan juga luar biasa, maka air kembali kejalan yang biasanya lewat πŸ˜› “

Bagaimana banjir di sekitar Bengawan Solo itu terjadi dan seperti apa proses terjadinya banjir itu ?

Citra Satelit sebelum dan sesudah banjir

Mengamati banjir dapat dilakukan di daerah genangan ataupun lewat angkasa dengan citra satelit. Pengamatan dengan citra satelit ini untuk memperlihatkan bagaimana banjir itu terjadi. Namun kali ini sedikit kekurangannya karena tidak ada peta curah hujan ketika banjir itu terjadi. Peta curah hujan sangat diperlukan untuk melihat sebenarnya daerah mana yang diguyur air hujan. Dengan mengetahui guyuran air hujan ini akan lebih mudah diketahui juga tahap-demi tahap kejadian banjir.

banjir1a.jpg

banjir1.jpg

Gambar di sebelah kiri ini menunjukkan peta satelit yang diambil sebelum banjir. Sedangkan disebalh kanan merupakan peta satelit sesudah (ketika) banjir datang.

Setelah Banjir datang kita dapat melihat lokasi-lokasi genangan air ini. Didalam gambar sebelah kanan, air terlihat berwarna biru. Sedangkan warna putih itu adalah awan, dan warna hitam dibawahnya merupakan bayang-bayang awan.

banjir2a.jpg

banjir2.jpg

Ada dua seri gambar lain disebelah ini yang juga merupakan peta satelit sebelum dan sesudah (ketika) banjir.

Sesudah banjir datang, maka tidak seluruh kiri-kanan sungai akan kebanjiran. Ada tempat-tempat tertentu saja yang sering atau lebih berpotensi terkena limpahan air sungai.

Kalau menengok gambar-gambar peta satelit diatas kita dapat melihat dengan jelas bahwa daerah yang banjir tersebut merupakan daerah disekitar sungai yang berkelok-kelok, sering disebut sebagai sungai meander. Dataran landai di sebelah kiri kanan sungai dini disebut flood plain atau dataran banjir. Coba perhatikan bagaimana banjir itu melimpah akibat kelokan sungai. Dan juga daerah pertemuan dengan anak sungai ini seringkali merupakan titik limpah utama dalam banjir.

penampang-endapan-sungai.gifTitik-titik pinggir sungai tempat melimpahnya air sungai yang menggerus tanggul alami ini sering diseput “splay (crevasse splay)” atau titik limpah. Jadi harus selalu waspada kalau kebetulan daerah sekitar titik limpah ini. Karena disitulah kecepatan aliran sungai terbesar.

πŸ™ “Looh Pakdhe, kok namanya ada kata banjir-nya ta ?”
πŸ˜€ “Ya itu memang secara alami akan merupakan daerah yang akan sering terjadi banjir. Bahkan tanah dibawahnya itu merupakan tanah endapan banjir.

Dibawah ini gambar penampang sungai secara sederhana dimana terlihat sungai yang menjulur berwarna biru, serta adanya tangggul alami (levees). Disebelah kiri kanannya terdapat tempat datar yang disebut dataran banjir berwarna hijau tua. Dataran banjir ini tersusun oleh endapan-endapan sungai yang terendap dengan mekanisme utamanya adalah banjir.

flood_plain.gif

πŸ™ “Lah kalau mekanisme pengendapannya banjir berarti sejak dulu daerah itu memang daerah banjir donk, Pakde?”
πŸ˜€ ” Lah hiyo Thole. Makanya ojo kagetan ngono kalau denger ada banjir di dataran banjir ini”

Dataran banjir atau flood plain ini lebarnya bisa ratusan meter hingga puluhan kilometer, tergantung besar kecilnya sungai. Untuk Sungai/Bengawan Solo ini dibatasi tinggian Kendeng disebelah utara dan tinggian jalur gunung api disebelah selatannya, mengalir sepanjang Jawa Timur.

Jadi kalau daerah banjir trus kebanjiran gimana anehnya ?

Sumber gambar : CRISP, www.paleocurrents.com

35 COMMENTS

  1. btw aku mau dong citra satelitnya yang daerah solo..
    klo bisa yang format asli hehe..
    klo ada peta banjirnya kota solo sekalian.
    kompensasinya tukeran ma citra satelit skala detail solo deh

  2. banjir, bencana langganan kotatercinta kita kota JAKART, YANG SLALU BIKIN pusing masyarakat N pejabat2 yang kerja na cma du2k aja N ketawa duank, satu lagi yang palling penting “mereka” slalu ngantongin duit untuk sumbangan

  3. Banjir memang salah satu bencana alam yg sulit dicegah…Tapi kita khan manusia yg bisa memanfaatkan teknologi tuk mengatasi berbagai bencana. Teknologi sudah membuat manusia ttp eksis (tidak punah sampai detik ini)..Penanganan banjir (khususnya di jakarta) bisa mencontoh yg diterapkan dimalaysia dengan membuat subterrain tunnel. Terowongan tsb bisa digunakan juga sebagai jalan raya dan kereta..Bila terjadi banjir baru terowongan tsb berfungsi mengalirkan air.

  4. Badai Katrina vs Banjir Bengawan Solo

    Amerika tahu kapan badai Katrina akan menyerang pantai Florida dan untuk itu mereka sudah menyiapkan armada yang diperlukan dalam penyelamatan keadaan emergensi seperti tim ahli, garda nasional, pmk, relawan, pmi, ambulance, sar, kapal karet, logistik dsb. Persiapan armada itu atas dasar badai katrina sebelumnya. Ternyata ada peristiwa lain yaitu jebolnya tanggul sungai di banyak tempat akibat serangan badai sehingga area yang kebanjiran sangat luas dan armada yang disediakan tidak mencukupi untuk upaya penyelamatan. Kita bisa tahu dari berita bahwa amerika kedodoran, amburadul dan sampai ada kesan rasialis saat menangani bencana itu.
    Saat pintu bendungan Gajah mungkur dibuka, yang berwewenang menjaga sungai tahu, bahkan semua orang tahu kapan air limpahan gajah mungkur ini sampai di Solo, Ngawi, Cepu, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Lamongan sehingga pemberitahuan menghadapi banjir kepada semua oarang yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan persiapan rescue team, logistik dll sesuai dengan SOP keadaan darurat (mestinya). Banjir bengawan ternyata diikuti jebolnya tanggul sungai (levee) sehingga banjir menjadi sangat luas dan banyak tempat dan akhirnya yang kita dengar bersama penanganannya menjadi kedodoran. Andai masyarakat yang ada di sepanjang bengawan solo sudah diberitahu kalau mau ada banjir besar dan sudah disiapkan jalur-jalur penyelamatan dan tempat pengungsian mungkin korban akan bisa dikurangi.
    Contoh masyarakat yang mau mengambil risiko kebanjiran yang mungkin bisa dicontoh aalah masyarakat Kampung Melayu Jakarta yang selalu bersiap menghadapi banjir saat musim hujan datang. Mereka lebih suka begitu karena kalau pindah nanti dibutuhkan biaya besar saat berangkat ke tempat kerja. Kerugian akibat banjir hanya 2 – 3 hari kalau dihitung penghasilan setahun sangat kecil.

    AW

  5. Seharusnya terjadinya banjir setiap tahun membuat kita semua belajar. Kita bangsa yang kreatif (kreatif di bidang apa??????). Saatnya tukang engsinyur Indonesia (koyo pakdhe ROVICKY dan konco-koncone) bikin rumah amphibi, mobil amphibi, motor amphibi dll …made in Indonesia, sesuai untuk daerah tropis…( “ini lho, saya sudah nyicil nyumbang slogan untuk iklannya”)
    Sekalian tanya : “Banjir di eks karesidenan Surakarta sudah surut kok di Jatim malah jadi banjir, apa ada hubungannya dengan pasang surut yang dipengaruhi gravitasi bulan?”

  6. ->kampungmelayu β€”
    Thole emang gitu, suka ceplas ceplos, makanya aku bilangin sakjane/i> ya sama, cuman sungai-sungai di Jakarta sudah banyak direkayasa alirannya. Cirikhas banjirnya cukup unik, berbeda dengan banjir Solo, karena salah satu penyebab banjirnya Jakarta adalah SAMPAH ! yg menyumbat jalan aliran air ini

  7. masak jakarta disebut ‘gak ada sungainya’ pak? lah, yang dibelakang rumah saya itu apa dong? itu ciliwung bukan sungai ya?
    wah sebagai orang asli kampung melayu jakarta, saya perlu penjelasan nih… kalau perlu pakdhe datang ke melaka buat menjelaskan he he he he

  8. Floodplainnya itu ndak hanya seluas ratusan m2,tapi ratusan km2.Apa mau di buat rumah apung semua?Distribusikan aja debit airnya.Bikin storage area. *masih bertahan πŸ˜‰ *

  9. Nah ketika air yang lewat diluar kebiasaan karena curah hujan juga luar biasa, maka air kembali kejalan yang biasanya lewat

    ——————–
    Bukan lewat jalan doank Pakdhe… tapi lewat dalam rumah juga.. πŸ™‚

  10. Nyambung sebelumnya… dampak kerusakan lingkungan itu berarti “hanyalah” membuat debit air bengawan lbh besar, bukan mempengaruhi dataran banjir itu?

  11. Pakdhe, kalo gitu banjir jateng – jatim ga ada hubungannya dengan penggundulan hutan di sekitar aliran bengawan solo Pakdhe, kaya yg diberitain di tipi2? apa bisa dibilang gundul ato ga gundul tuh hutan, banjir akan tetap terjadi? mohon penjelasannya Pakdhe..

  12. Denger2 ada yg mnyalahkn waduk gajahmungkur yg mmbuka pntu air,pdhl klo G dbuka waduk bsa jebol,akibtny,bkn cuma banjir tp superflood.

  13. Seharusnya walau dilewati banjir, kudu dicarikan penyelesaian masalah, jd walau kelewati banjir masih bisa selamat.

    apa niru rumah panggung kayak yg di pinggir sungai musi di palembang itu ya πŸ™‚

    ato buat rumah apung sekalian, jd klo air naek rumah nya ikutan naek terapung juga

  14. Saya paling prihatin soal banjir Jakarta. Soalnya tuh ibukota negara. Kan kasian kita di mata dunia. Soal banjir daerah lain itu akibat kesalahan peruntukan lahan yang fungsinya diubah ubah…. juga lantaran penggundulan hutan yang kian merajalela.
    Salam

  15. sebenarnya ini salah kita sendiri.
    tahun 1815 waktu tambora di ntt meletus,ledakannya
    menyebabkan kawasan eropa dilanda salju parah dan kelaparan selama 3 tahun.yang ternyata itu justru adalah mekanisme bumi sendiri untuk mendinginkkan kembali temperaturnya.setelah musim panas selama 3 abad (1000-1300an)yang bikin bangsa indian maya kegerahan dan bubar sendiri he he.
    dan sekarang kita kembali mengalami pemanasan global,yang berarti bumi memerlukan lebih banyak awan hujan sebagai bentuk kepedulian terhadap keseimbangan termalnya.awan2 itu katanya sih berfungsi sebagai termostat pada batas2 tertentu.
    ditambah lagi dengan aktivitas solar cycle (baru-baru ini nasa meluncurkan berita tentang aktivitas solar cycle yg ke 24,yg telah terlihat pada desember 2007,setelah mengalami penurunan hingga level terendah sejak solar cycle 23 (2000-2003) diperkirakan akan mulai meningkat lagi,dan memuncak pada 2011)
    sekarang kayaknya yang diperlukan adalh
    …bengong ngga jamannya kali yee
    udah,bikin aja bendungan atau apa kek.
    atau minta didongengin ama kakek ucup,kek tentang
    legenda roro jonggrang.mmm…
    uhh…bikin aku jadi kriting aja.

  16. Ok pakde, daerah-daerah itu memang floodplain. Tapi tetap harus ada solusi dong pakde biar warga-warga disitu ndak kebanjiran. Apa kita hanya diam, biarin lah…disitu kan floodplain, ndak bisa diapa-apain. Atau malah nyalahin orang-orang. Salahe nggawe omah neng floodplain…Wis wong susah malah disalahke ki py.
    Menurutku, solusi membuat dam atau storage area sangat masuk akal pakde. Tiap 2 atau 3 kabupaten bikin 1 storage area. Gimana menurut pakde? Feasibilitynya masuk ndak kalau bikin proyek kayak gitu?

  17. Dear PakDhe,

    Memang perlu dan penting edukasi secara berkesinambungan, bahwa mana saja lokasi yang aman dan tidak terkena banjir…

    Departemen Info, pernah memberikan edukasi semacam ini gak ya, dan bekerjasama dengan departemen dan pihak2 terkait…???

    Regards
    Sigit

  18. Oh, Indahnya Marketing :). Tinggal sekarang lobi biar spanjang Pantura dibikin Polder / Dam sekalian seperti di Belanda. Jadi deh proyek Infrastruktur baru. Paling tidak, bisa ngurangin pengangguran. Untungnya lagi, setiap banjir, kesempatan buat nggelontor kali yang kotor. Life should be simple. Make it simple.

  19. emang orang indonesia banyak yang goblog, udah tau tempatnya tempat banjir malah bikin rumah disitu, kalo kebanjiran ya jangan salahin airnya, salahin diri sendiri dong. kayak di jakarta ada perumahan mewah ditepi laut (pantai kapuk kalo gak salah), hanya orang kaya bodoh aja yang mau beli wong bentar lagi jadi langganan banjir. yang lebih bodoh lagi banyak yang bikin rumah diatas sungai, udah tau tempatnya air kok ya dibikin rumah. jadi orang jakarta banyak yang bodoh gitu kali ya. untung mas roviki tinggal di malesia jadi gak ikut bodo he he he

Leave a Reply